Category Archives: Norway

Jalan-Jalan Asyik di Kota Minyak Stavanger


Kalau Indonesia punya Balikpapan yang menjadi banyak markas perusahaan minyak dunia, Norwegia punya Stavanger. Kota yang berada di distrik Rogaland ini menjadi pusat perminyakan karena dekat dengan ladang-ladang minyak lepas pantai di Laut Utara.

Pose di salah satu jembatan
Pose di salah satu jembatan

Jangan bayangkan Stavanger hanya terdiri dari kilang-kilang yang tidak menarik, di sini banyak yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Continue reading Jalan-Jalan Asyik di Kota Minyak Stavanger

Advertisements

Traveling dengan Anak-Anak Part 20: Ngajak Anak ke Museum? Boleh, asal…


Alangkah baiknya bila orangtua sudah mulai mengajak anaknya mencintai sejarah dan budaya sejak dini. Saya pun berusaha demikian, walaupun tidak selalu sukses. Tidak semua museum ramah anak. Kebanyakan – jujur saja – membosankan terutama bagi anak-anak.

Di Indonesia, Oliq baru belum banyak berkunjung ke Museum. Maklum saja bapak dan simboknya lebih senang ngajak dia liburan ke lokasi-lokasi yang berdekatan dengan alam, misalnya pantai, gunung, selain juga telusur candi.

Salah satu museum yang pernah kami kunjungi adalah Museum Gunung Merapi di Jogja, yang sayangnya pada saat itu hampir tutup. Jadilah Puput saja yang masuk dan mengambil foto. Saya dan Oliq menunggu di mobil karena anaknya juga sedang tidur.

Di Museum Satria Mandala Jakarta
Di Museum Satria Mandala Jakarta

Nah, museum berikutnya, sejauh ini adalah museum terkecil yang pernah ia kunjungi – namun favoritnya – adalah Museum Satria Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta. Bagaimana tidak menjadi favorit, belum masuk juga sudah disuguhi beberapa pesawat terbang. Oliq terobsesi dengan pesawat terbang sejak usia belum genap 1 tahun (dia punya mainan dan miniatur pesawat terbang lebih dari 50 buah, mulai dari yang harganya 2.000 rupiah sampai 24 euro.

Di museum ini anak-anak memang bisa berlarian di halaman rumputnya. Sayangnya, pesawat terbang yang dipajang tidak bisa dinaiki. Sebenarnya kami sudah beberapa kali mau ke Museum Dirgantara Adisutjipto yang sangat lengkap, sayangnya belum juga kelakon. Padahal itu tempat studi ekskursi saya ketika TK.

Museum lain yang kami kunjungi adalah Museum Tsunami di Aceh. Bagian luarnya luas jadi cocok juga untuk membawa anak-anak, ada beberapa fitur yang interaktif.

Waktu umrah, kami juga dibawa ke Museum Makkah tapi tidak lama. Hanya putar-putar, foto-foto. Oliq juga belum bisa jalan jadi adem ayem digendong saja.

Oliq dan Puput di Museum Makkah
Oliq dan Puput di Museum Makkah

Terjadi kecelik yang sangat besar waktu mau ke Museum Anime Suginami di Ogikubo, Tokyo. Kami dengan pedenya ke sana tanpa memperhatikan brosur. Senin tutup! Untungnya cukup terhibur dengan sebuah kuil kecil di seberangnya. Setelah itu mengalami nggonduk lagi karena kesasar waktu menuju ke apartemen sewaan di Nishi-Ogikubo. Kaki saya sampai hampir prothol.

Perasaan bercampur-baur (maksudnya mixed feeling) saya mengenai membawa anak ke museum terjadi di Belanda. Saat itu kami berada di Rijksmuseum yang memamerkan berbagai lukisan karya pelukis ternama. Alkisah, Oliq tiba-tiba lari menuju ke salah satu lukisan mahakarya Rembrandt (yang kebetulan dipasang cukup pendek). Tangannya yang berbalur remah-remah keripik kentang terjulur. Saya dan seorang petugas museum lari mengejar. Kalau di film-film pasti sudah dibikin adegan slow motion. Oliq mbrobos pagar sebelum akhirnya petugas berhasil menangkapnya beberapa centimeter sebelum menyentuh lukisan. Saya deg-degan setengah modyar! Langsung saya cangking anaknya. Setelah itu Continue reading Traveling dengan Anak-Anak Part 20: Ngajak Anak ke Museum? Boleh, asal…

Mengurus Visa Schengen


Pernah ada yang tanya pada saya, Schengen itu negara di mana? Nah saya juga jadi bingung jawabnya, penjelasan singkatnya demikian: Wilayah Schengen meliputi 22 negara anggota Uni Eropa dan 4 negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) yang bersepakat untuk menghapuskan pemeriksaan paspor dan imigrasi di perbatasan mereka sesama negara Schengen. Dengan demikian, negara-negara ini menerapkan kebijakan satu visa. Lebih lengkapnya mengenai wilayah Schengen dan negara-negara anggotanya dapat dibaca di Wikipedia.

Singkat kata, bila kita ingin pergi ke Belanda, kita tidak akan melamar visa Belanda, melainkan visa Schengen di Kedubes Belanda. Demikian juga bila akan ke Perancis, Italia, dan sebagainya (Catatan: Inggris tidak termasuk!). Dan dengan satu visa itu kita dapat pergi ke beberapa negara Schengen sekaligus, tanpa passport control kalau lewat jalan darat.

Museum Louvre di Paris
Museum Louvre di Paris

Continue reading Mengurus Visa Schengen

Petualangan Dingin di Lysefjord Norwegia


Berkunjung ke negara-negara Skandinavia tidaklah lengkap tanpa melakukan kunjungan ke fyord yang banyak berada di negara ini. Akhirnya minggu lalu, saya menikmati salah satu petualangan terdingin mengikuti tur ke salah satu fyord terindah di Norwegia.

Fyord berarti selat atau teluk yang memanjang dengan sisi-sisi berupa tebing tinggi yang terbentuk akibat pembekuan es. Read more

Mencari Pakaian Musim Dingin di Jakarta


Anda hendak ke negara empat musim saat musim dingin atau mungkin musim gugur? Tentu seperangkat pakaian musim dingin sangat diperlukan, apalagi bagi kita yang biasa tinggal di negara beriklim tropis. Pakaian musim dingin yang dibeli di Indonesia cukup mahal, walaupun barang-barang yang tidak bermerk. Apalagi kalau Anda memilih membeli barang bermerk, seperti di Zara, Mark and Spencer dan sebagainya — saya kurang tau maklum traveler kere!

Kupluk beli di Pasaraya, jaket Mango di FO Bandung
Kupluk beli di Pasaraya, jaket Mango di FO Bandung, kupluk+gloves Oliq pinjeman, jaket Oliq Zara Baby, Celana Oliq Kathmandu, kostum Puput ga penting utk dibahas

Artikel ini bukan bermaksud mengiklankan toko tertentu, melainkan hanya berbagi informasi bagi yang memerlukan karena saya pun sempat kesulitan mencari barang-barang seperti ini.

Continue reading Mencari Pakaian Musim Dingin di Jakarta