Category Archives: Camera Review

Camera review : Samsung NX Mini


Awalnya saya tidak berniat membeli kamera baru, tapi gara-gara kamera Canon S110 tiba-tiba lensanya rusak dan biaya reparasinya hampir sama dengan harga kamera baru, saya terpaksa kembali mencari-cari kamera baru untuk bekal perjalanan ke Turki.

Kali ini criteria kamera yang saya cari mirip dengan pengganti S110, antara lain :

  1. Kamera saku berukuran kompak, cukup dalam saku celana / kemeja.
  2. Ada fungsi manual dan gambar RAW.
  3. Ada fitur wifi untuk berbagi.
  4. Harga kurang dari 4 juta rupiah, atau kira-kira RM 1100.

Kualitas gambar atau IQ (Image Quality) jelas menjadi prioritas, namun dengan criteria diatas pada umumnya IQ sudah sangat bagus untuk ukuran kamera saku kompak. Namun tentu kualitasnya secara umum masih di bawah kamera SLR atau mirrorless. Fitur kamera saku kelas ini juga cukup lengkap, namun sangat bervariasi dari satu kamera ke kamera lain.

Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)
Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)

Continue reading Camera review : Samsung NX Mini

Camera Review : Kamera Saku (Pocket Camera) di bawah 2 Juta Rupiah


Setelah tulisan pertama tentang kamera saku di bawah 2 juta rupiah mendapat sambutan hangat dari pembaca blog, kali ini saya ingin mengulas kembali tajuk yang sama, tentu dengan deretan kamera terkini keluaran 2014. Saya banyak mendapat pertanyaan yang sama,

“Apa kamera saku digital terbaik di bawah 2 juta untuk saat ini?”

Dari sini, akhirnya saya putuskan untuk menulis lagi tema yang sama yang semoga bisa kembali menjadi rujukan para pembaca setia backpackology.me. Oya, mungkin ada yang masih bertanya-tanya,

“Ngapain beli kamera saku, mending pake HP aja juga bisa.”

Buat saya sendiri, kamera HP tetap tidak bisa menggantikan kamera saku. Kualitas gambar yang pas-pasan, meskipun smartphone mahal, dan batere HP yang sangat boros kalau sering dijadikan kamera adalah alasan utama saya tidak pernah mengandalkan kamera HP. Gondok banget rasanya kalau momen berharga tiba-tiba hilang gara-gara habis batere.

Continue reading Camera Review : Kamera Saku (Pocket Camera) di bawah 2 Juta Rupiah

Memilih kamera untuk traveling : handphone, pocket, SLR, mirrorless, atau handycam?


Buat Anda penggemar traveling, kamera jelas menjadi barang wajib. Tapi masalahnya, kini kamera ada banyak jenis dan tak jarang kita dibuat bingung mana yang paling pas. Kalau dulu jaman kamera film pilihannya hanya kamera poket buat yang berkantong pas-pasan (seperti saya) atau kamera SLR yang besar, berat, rumit, dan pastinya mahal, kini spesies kamera makin berkembang seiring perkembangan teknologi digital.

Kamera SLR lengkap dengan aksesorisnya
Kamera SLR lengkap dengan aksesorisnya

Sejak saya menulis tentang kamera saku untuk jalan-jalan, banyak yang bertanya, “Mending pilih kamera saku atau SLR ya buat jalan-jalan?” Atau setelah adanya kamera mirrorless, banyak juga yang tanya, “Apa sih bedanya mirrorless dengan SLR?” Untuk lebih jelasnya, simak terus tulisan ini ya.

1. Smartphone

Nokia Lumia 1020 dengan kamera 41 megapiksel, handphone kamera paling canggih saat ini, plus fitur batere grip untuk menambah kapasitas batere
Nokia Lumia 1020 dengan kamera 41 megapiksel, handphone kamera paling canggih saat ini, plus fitur batere grip untuk menambah kapasitas batere

Dulu, kamera handphone alias ponsel tidak pernah dianggap sebagai kamera serius untuk mengabadikan momen-momen indah di perjalanan. Namun kini, seiring perkembangan teknologi imaging di ponsel dan maraknya media sosial di internet, kamera ponsel terutama smartphone mulai menggeser kamera saku dalam pilihan kamera untuk jalan-jalan. Kelebihan kamera ini jelas selalu ada di kantong, tak perlu ribet membawa kamera tersendiri, dan mudah untuk berbagi di media sosial langsung saat itu juga (real time). Kekurangannya, kualitas kamera smartphone masih kurang bagus dibanding kamera saku, apalagi kamera SLR, meskipun kamera smartphone papan atas. Memang sih, kini kualitas kamera smartphone makin canggih, misalnya Nokia Lumia 1020 yang beresolusi 41 Megapixel dengan lensa Carl Zeiss dan optic stabilizer, namun secara umum kamera posel masih tetap kalah bagus dibanding kamera saku kelas menengah, di bawah 2 juta. Belum lagi kamera di smartphone sangat menguras batere. Kalau Anda memang merasa cukup dengan kualitas kamera handphone, saran saya pilih kamera yang baterenya bisa dicopot sehingga Anda bisa menyiapkan batere cadangan agar tak kehilangan momen. Handphone plus kamera bisa Anda dapatkan mulai dari harga ratusan ribu hingga sekitar 9 juta rupiah.

2. Kamera saku / Pocket camera

Sony RX100, salah satu kamera saku professional yang paling direkomendasikan
Sony RX100, salah satu kamera saku professional yang paling direkomendasikan

Meskipun namanya kamera saku, sebenarnya kamera jenis ini lebih cocok disebut non-interchangeable lens camera alias kamera yang lensanya tidak bisa diganti-ganti. Ini untuk membedakan dengan kamera SLR yang lensanya bisa diganti-ganti. Walaupun namanya kamera saku alias pocket, tidak semua bentuknya ringkas dan bisa dikantongi, beberapa kamera ini bentuknya mirip SLR, cukup besar dan tidak bisa dikantongi, terutama yang memiliki zoom super panjang. Kelebihan kamera ini bentuknya ringkas (kecuali jenis bridge-camera alias kamera yang mirip SLR), simpel karena tak perlu gonta-ganti lensa, dan harganya lebih murah. Kekurangannya, secara umum kualitasnya masih kalah dari SLR atau mirrorless, dan aksesorisnya relatif terbatas dibanding SLR. Namun, kini ada pula kamera saku yang kualitasnya mendekati kamera SLR pemula dan bisa disetting manual, misal Sony RX100. Tentu, harganya pun tak bisa dibilang murah, bahkan lebih mahal dari SLR pemula. Yang lebih ekstrim lagi, kini ada pula kamera saku dengan sensor dan lensa setara kamera SLR papan atas, yaitu Sony RX1. Harganya? Jangan tanya lagi, mendekati SLR papan atas, sekitar 26 juta. Secara umum, kamera saku memiliki harga mulai dari ratusan ribu hingga lebih dari 20 juta rupiah. Kamera ini cocok buat Anda yang males ribet dengan urusan tukar-menukar lensa dan sangat menghargai ukuran kompak dan bobot yang ringan. Kalau memang Anda masih ingin hasil yang sangat memukau, tetap ada pilihan kamera saku papan atas dengan harga 8-12 juta yang dijamin hasilnya tak kalah dengan SLR namun dengan ukuran tetap kecil dan enteng dibawa kemana-mana.

3. Kamera SLR

Single Lens Reflex adalah istilah untuk menunjukkan sebuah kamera yang menggunakan sebuah cermin dan prisma sehingga sang fotografer bisa mengintip melalui lensa dan melihat obyek yang persis dengan yang akan diterima oleh sensor / film. Ini yang membedakan dengan kamera jenis viewfinder yang umumnya terdapat di kamera saku film. Karena kamera ini sebenarnya berasal dari jaman kamera film, ekosistem kamera ini sudah sangat mapan. Kelebihan utama kamera ini adalah lensa yang bisa ditukar dan setting manual yang komplit. Sensornya pun lebih besar dari kebanyakan kamera saku dan kualitasnya lebih bagus sehingga gambarnya pun juga lebih ciamik. Kekurangannya, body kamera ini umumnya besar dan berat dibanding kamera saku. Bila ditambah dengan lensa, ukurannya akan lebih besar dan lebih berat lagi. Pastinya kamera ini harganya lebih mahal, apalagi jika dipasangkan dengan lensa kelas atas. Kamera ini juga memerlukan keahlian tertentu, walaupun kini kamera jenis ini juga sudah bisa disetting full auto, tidak seperti jaman kamera film dahulu. Kamera jenis ini dipasarkan mulai harga 4 jutaan hingga diatas 60 juta sepaket dengan lensanya, walaupun umumnya bisa dibeli dalam kondisi body only. Sementara lensanya dipasarkan mulai dari harga ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah. Kamera ini pastinya hanya cocok untuk Anda yang memang benar-benar hobi fotografi dan tidak keberatan dengan ukuran yang besar dan bobot yang berat.

4. Kamera Mirrorless

Panasonic Lumix DMC GM1 , salah satu mirrorless paling kecil saat ini. Perhatikan meskipun body-nya kecil, namun lensanya tetap besar, tidak bisa sekompak kamera poket...
Panasonic Lumix DMC GM1 , salah satu mirrorless paling kecil saat ini. Perhatikan meskipun body-nya kecil, namun lensanya tetap besar, tidak bisa sekompak kamera poket…

Kamera ini didesain untuk mendapatkan keuntungan sebuah sensor digital. Dengan menghilangkan cermin dan prisma, fotografer bisa langsung mendapatkan komposisi gambar yang diinginkan langsung di layar kamera, suatu hal yang mustahil pada jaman kamera film. Kamera ini masih mewarisi keunggulan kamera SLR yaitu lensa yang bisa diganti-ganti, namun dengan body yang lebih kecil dan ringan. Sebagian besar ekosistem kamera mirrorless memiliki ukuran sensor yang lebih kecil dari ukuran film 35mm yang umum dipakai di jaman kamera film. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan body dan lensa yang lebih kecil dan ringan. Namun kini sudah ada kamera mirrorless dengan ukuran sensor full frame, yaitu Sony Alpha7 dan Alpha7R. Kekurangan utama kamera jenis ini adalah pilihan lensa asli yang masih sedikit dibanding kamera SLR. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa kamera ini tidak bisa menggunakan lensa SLR yang sudah ada? Jawabannya adalah karena tiadanya cermin dan prisma, jarak dari lensa ke sensor menjadi lebih pendek sehingga lensa SLR yang sudah ada tidak bisa dipasang langsung. Solusinya, ada adapter yang dipasang diantara lensa dan body sehingga jarak antara lensa dan sensor menjadi lebih panjang dan cocok dengan ukuran lensa untuk SLR. Kini, adapter untuk mirrorless pun sudah ada yang bisa digunakan untuk merek body dan lensa yang berbeda, misalnya lensa Canon EF dipasang di body Sony NEX. Harga kamera ini sedikit lebih murah dari SLR, mulai dari 4 jutaan hingga lebih dari 20 juta. Kamera ini bisa dibilang favorit baru kaum pelancong karena menggabungkan kelebihan kamera saku dan kamera SLR, yaitu ukuran kecil, bobot ringan, namun lensa tetap bisa diganti-ganti. Namun tentu saja ukurannya tetap tidak sekompak kamera saku, meskipun lensa yang dipasang jenis pancake (lensa fix yang ukurannya tipis). Jadi kalau Anda memang mencari kamera yang kompak, saran saya tetap pilih kamera saku. Namun kalau Anda memang mencari kamera dengan lensa yang bisa diganti, namun tak ingin body yang besar dan bobot yang berat, kamera mirrorless cocok menjadi pilihan Anda.

5. Handycam

Handycam JVC, salah satu produsen handycam yang masih konsisten bermain di segmen handycam tanpa terjun di pasar kamera...
Handycam JVC, salah satu produsen handycam yang masih konsisten bermain di segmen handycam tanpa terjun di pasar kamera…

Kalau pilihan di atas sudah membuat bingung, masih ada satu spesies lagi yaitu handycam. Aslinya handycam diperuntukkan untuk merekam gambar bergerak / moving picture, namun bisa juga mengambil gambar diam / still picture. Sebaliknya, hampir semua kamera biasa kini juga bisa mengambil video, baik poket, SLR, maupun mirrorless. Nah tambah bingung kan, apa bedanya kalau gitu?? Sesuai kegunaan utamanya, handycam cocok untuk Anda yang lebih sering mengambil video. Handycam poket (untuk membedakan dengan handycam professional yang besar) memiliki lensa dengan zoom panjang, memori yang beragam, dari miniDV, harddisk, hingga memory card, dan batere yang ada di luar. Keunggulan batere tipe ini adalah pengguna bisa mengganti batere standar dengan batere yang kapasitas besar (ukurannya juga lebih besar), berbeda dengan kamera poket yang hanya bisa diganti dengan batere yang kapasitas (dan ukuran fisik) sama. Desain fisik handycam pun lebih cocok untuk mengambil video dalam waktu lama. Sistem autofocus-nya pun dioptimalkan untuk video. Kalau Anda menggunakan kamera biasa untuk mengambil video, keterbatasannya adalah di kapasitas memori yang umumnya lebih kecil, batere yang lebih terbatas, dan desain yang kurang ergonomis untuk pengambilan video dalam waktu lama. So, kalau lebih sering mengambil video gunakan handycam, kalau cuma sesekali dan dalam waktu pendek, kamera biasa sudah cukup. Harganya berkisar mulai dari dibawah 1 juta hingga di atas 10 juta.

Dengan ulasan singkat di atas, semoga Anda tak lagi bingung menentukan kamera pilihan untuk travelling. Apapun pilihan Anda, ketrampilan Anda yang akan sangat menentukan kualitas gambar yang dihasilkan sebuah kamera. Salam Jepret!

Camera review : Kamera saku (pocket camera) digital super zoom di bawah 2 juta


Melanjutkan review tentang kamera, kali ini saya akan membahas kategori kamera saku super zoom. Kadang kamera ini disebut juga travel zoom karena memang sangat cocok untuk dibawa travelling. Sebelum saya bahas pilihannya, ada baiknya kita bahas apa sebenarnya kamera saku super zoom. Dulu, ketika pertama kali saya membeli kamera saku digital tahun 2004, super zoom artinya zoom hingga 10x. Itupun bentuknya tidak benar-benar “ramah di kantor.” Pada jaman itu, kamera saku dengan zoom 10x biasanya bentuknya agak besar, kadang mirip SLR mini, karena harus mengakomodasi lensa yang bisa menjulur jauh. Namun kini, zoom 10x sudah dianggap biasa dan bukan lagi super zoom. Kategori super zoom kini bergeser ke zoom lebih dari 10x, umumnya diatas 15x. Perkembangan teknologi kamera saku sudah sangat maju, kamera saku super zoom sudah tersedia hingga zoom 30x dengan bentuk yang ramping, tak jauh beda dengan kamera saku secara umum yang punya zoom kurang dari 10x. Kamera ini pun rata-rata sudah dilengkapi teknologi anti getar untuk mengurangi goncangan tangan terutama pada saat zoom maksimal. Berikut rekomendasi saya untuk kamera saku super zoom di bawah 2 juta :

1. Nikon Coolpix S9300

Nikon Coolpix S9300 , kamera poket superzoom paling direkomendasikan
Nikon Coolpix S9300 , kamera poket superzoom paling direkomendasikan

Continue reading Camera review : Kamera saku (pocket camera) digital super zoom di bawah 2 juta

Camera review : kamera saku (pocket camera) waterproof di bawah 2 juta rupiah


Sebelum saya bahas kamera terbaik dalam kategori ini, ada baiknya kita berkenalan dengan jenis kamera ini terlebih dahulu. Sesuai namanya, waterproof artinya tahan air, dalam hal ini maksudnya kamera bisa berfungsi normal meskipun dicelupkan dalam air. Tentu saja, ada batasan kedalamannya, pada umumnya di kelas ini hingga 5 m di bawah permukaan air, lebih dari cukup untuk memotret sembari snorkeling.

Nikon Coolpix AW100, salah satu kamera tahan air / goncangan / debu dengan banyak pilihan warna
Nikon Coolpix AW100, salah satu kamera tahan air / goncangan / debu dengan banyak pilihan warna

Continue reading Camera review : kamera saku (pocket camera) waterproof di bawah 2 juta rupiah