Category Archives: Asia

Transit di Dubai dan Visa UAE


And yes, buat kalian yang masih penasaran, kami sekeluarga pindah ke London. Memang agak tidak terduga sebelumnya, ujug-ujug dapat memo pindah. Sebenarnya bukan London banget sih, tapi London coret. Lebih tepatnya di dekat bandara London Gatwick (LGW).

Tapi postingan kali ini belum membahas London. Kebetulan kami sempat transit di Dubai. Jadi yaaa ceritanya tentang Dubai dulu.

Awalnya ketika mau booking tiket ke London, kepikir mau naik yang direct aja, entah MH atau BA.  Maksudnya biar ga usah repot-repot transit, nungguin lagi, terbang lagi. Tapi tiba-tiba terbaca klausul bahwa biaya transit bakal diganti. Wakakaka, lha kan eman-eman kalau tidak dimanfaatkan. Emang keluarga traveler kere.

Saya cek-cek cari pesawat yang terbangnya ke Gatwick instead of Heathrow. Maksudnya untuk menghindari bandara yang katanya tersibuk di dunia, gitu. Ternyata banyak juga yang terbang langsung ke LGW. Salah satunya Emirates. Continue reading Transit di Dubai dan Visa UAE

Advertisements

Ke Taiwan Tanpa Visa


Setelah beberapa bulan kegalauan merencanakan winter trip (kami sering traveling agak jauh bulan Januari karena murah setelah peak season Tahun Baru), kami akhirnya memutuskan ke Taiwan. Tadinya mau ke Maroko, Qatar ga ada promo. Mau naik Saudia, ha kok transit di Jeddah 10 jam. Daku rodo makgliyeng nek mbayangke di JED berjam-jam bawa anak.

Mau ke Kairo, juga dengan Saudia dapat murah meriah. Transit Jeddahnya juga pendek.bisa ditolerasi lah. Udah mau booking tiket. Lha kok njuk ono bom.

Mau ke Tehran, udah tanya-tanya. Bisa VOA tapi katanya antre lama. Mau apply visa aja, udah google lokasi consular section Iran di KL, tapi kok ribet banget ya booking hotelnya. Udah gitu mahaaaal. Dan ga ada Airbnb.

***

Akhirnya mencoba peruntungan dengan Taiwan. Ternyata paspor Indonesia yang punya visa US, UK, Schengen, Korea, Jepang, Australia, waiver Jepang bisa masuk Taiwan tanpa visa.

Gerbang Chiang Kai-shek Memorial Hall

Nah lalu galau lagi, maksudnya visanya kudu valid atau gimana sih. Saya lalu email Taiwan Tourism Bureau di KL, tanya masalah ini. Balasnya cepet banget. Visa expired ga masalah, yang penting pernah punya visa itu dalam 10 tahun terakhir dan tidak VOID atau CANCELLED, masih ada dalam satu paspor demikian jawabannya. Continue reading Ke Taiwan Tanpa Visa

Karena Waktumu Cuma Sebentar, Berangkatlah Umrah Kawan


Harapan hidup orang Indonesia menurut data tahun 2014 hanya 68,89 tahun. Jauh lebih rendah daripada harapan hidup orang Jepang, Singapura, dan Australia yang mencapai di atas 80 tahun. Kira-kira hingga usia 22 tahun hanya akan fokus pada pendidikan. Sebagian besar masih menopangkan hidup pada orang tua, hanya punya “uang saku” — kebanyakan tidak seberapa, kecuali para pemuda-pemudi dengan trust fund miliaran rupiah. Masih ngedot tabungannya sudah ratusan juta. 90 persen pemuda Indonesia jelas tidak demikian beruntungnya.

Umrah pada saat umur Oliq 11 bulan, walaupun bukan backpacking tapi ikut rombongan umrah seperti biasa…

Setelah itu kalian akan bekerja, punya uang sendiri, tabungan mulai membumbung. Mulai mencicil masa depan, mencicil impian. Selain tentunya , bagi kebanyakan orang, mencicil rumah. Dan menyusun rumah tangga. Zaman sekarang, usia pernikahan berkisar di atas 25 tahun bagi kaum urban. Anggap saja 30 tahun usia menikah. Dari titik itu hanya ada 38,89 tahun waktu untuk menunaikan ibadah sunnah umrah. Continue reading Karena Waktumu Cuma Sebentar, Berangkatlah Umrah Kawan

Antara Itaewon, Masjid, dan Mendoan


Siang itu dingin menggigit. Gigi saya gemeretak, namun berusaha menahan lelah demi mendaki bukit di Itaewon-dong. Tangan membeku menggenggam stroller Ola, sementara sibuk menyemangati Oliq mendaki bukit. Puput masih sibuk berjibaku dengan koper merah kami.

BAJILAK! Di tengah suasana dingin, badan lelah, dan perut keroncongan, terpampang di depan mata: TEMPE MENDOAN 8000₩, TAHU ISI 8000₩. Sungguh sangat hasyem buanget karena itu setara dengan Rp 94.000.

Welcome to Itaewon
Welcome to Itaewon

Itaewon bisa dibilang daerah paling internasional di Korea Selatan. Itaewon berada di Distrik Yongsan-gu dan menjadi populer setelah Amerika Serikat mendirikan pangkalan militernya di sana. Sejak itu, ditambah dengan Asian Games Seoul 1986 dan Olimpiade 1988, Itaewon makin dikenal publik dunia. Saat ini tempat ini menjadi daerah yang banyak dihuni ekspatriat.

Daerah ini sekilas seperti daerah-daerah padat penduduk di Seoul pada umumnya, seperti rumah-rumah karakter dalam K-drama. Sok tau banget, Mbok, sakumur-umur nonton drama Korea cuma Descendents of the Sun! Konturnya berbukit. Banyak rumah-rumah sangat sederhana seperti penginapan kami. Tampak seperti slum, walaupun interior rumahnya bagus, lengkap dengan AC, pemanas ruangan, dan elektronik lainnya. Continue reading Antara Itaewon, Masjid, dan Mendoan

Seoul The Capital of Skin Care


Deretan penjual skincare
Deretan penjual skincare

Berapa banyak jenis produk skincare yang kamu pakai dalam satu hari? Kabarnya perempuan Korea (Selatan) bisa menggunakan 10 hingga 18 jenis produk perawatan kulit yang berbeda dalam satu hari. Lupakan itu pembersih-toner-pelembab. Ritual membersihkan wajah yang menurut simbok-simbok macam saya itu sudah ruwet dan menghabiskan waktu, sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bagaimana perempuan Korea Selatan merawat diri. Continue reading Seoul The Capital of Skin Care