All posts by puputaryanto

Independent traveller who loves outdoor sports, photography, and family backpacking. Working as an employee of an energy company.

Syukur Terkecil


Travelling, berada di negeri asing membuat saya sering menyukuri nikmat-nikmat yang sangat sederhana. Nikmat yang sangat biasa. Yang biasanya hal-hal itu bukan apa-apa.

Di Tallinn, Estonia

Di Bandara Riga, Latvia, saya duduk menyempil di pojokan ruang tunggu. Tidak terlalu kentara, saya menjalankan salat Subuh. Negara-negara Eropa Timur ini tidak terlalu mengenal Islam. Sering saya ditatap lekat-lekat gara-gara mengenakan kerudung. Sepanjang lima hari penuh di Estonia dan Latvia, tidak pernah satu kali pun saya bertemu dengan perempuan lain yang berhijab. Berbeda dengan di Helsinki, Finlandia, masih cukup sering bertemu saudara seiman keturunan Afrika. Continue reading Syukur Terkecil

Crazy Rich Jakartan


Gara-gara nonton “Crazy Rich Asian” dalam perjalanan pulang dari Lagos (telat banget yak), saya kok jadi teringat pengalaman beberapa tahun silam saat berjumpa seorang Crazy Rich Jakartan. Oya, saya emang sangat jarang banget nonton film, apalagi yang di bioskop, biasanya juga cuma nonton pas kebetulan naik pesawat full service yang ada pilihan filmnya.

Jadi tahun 2013 saya ada biztrip ke Amerika untuk inspeksi peralatan yang akan dipasang untuk suatu proyek di kantor. Ini prosedur standar untuk memastikan peralatan yang dibeli memang sesuai spesifikasi dan bekerja normal sebelum dikirim ke Indonesia. Kebetulan bos lagi baik hati mau ngirim saya pergi jauh-jauh ke Amrik, biasanya dia sendiri yang pergi kalau jauh-jauh hahaha….

Continue reading Crazy Rich Jakartan

Pengalaman Sunat Metode Cauter


“Mama, Papa, Aik mau sunat sekarang. Pokoknya hari ini. Harus hari ini,” katanya suatu Sabtu pagi, bangun tidur. Entah mimpi apa semalam. Mungkin mimpi nonton Ipin Upin episode Mail sunat.

Kami masih berpikir bahwa dia tidak serius. Jadi santai saja. Kebetulan hari itu kami memang sudah berencana membawa Ola imuniasi MMR, jadi cuma bilang, “Yan anti tanya dulu ya.”

“Pokoknya maunya hari ini tok!”

Kami sebenarnya merencanakan akan menyunat Oliq pada kenaikan kelas 2, waktu dia berumur 7 tahun. Agak ngeri juga sih buat saya. Oliq ini tipe anak yang tidak tahan sakit. Drama queen habis deh. Dulu kalau jatuh, tidak apa-apa. Begitu melihat lukanya yang hanya memerah sedikit langsung jerit, “Babaaaaaaaak.” Dan nangis mbeker-mbeker. Harus pakai celana yang nutupin lukanya. Sok-sokan ga bisa jalan, dan sebagainya.

Utinya sampai bilang, “Lha piye kuwi menko nek sunat?!”

LHA MBUH YO.

Kami berangkat ke Klinik Naluri di Wangsa Maju, sebuah rumah sakit ibu dan anak tidak jauh dari condo tempat kami tinggal. Sebenarnya banyak klinik lain yang lebih dekat (di KL yang namanya klinik, klinik pergigian, rumah sakit itu ada di mana-mana), namun sekalian ke sana karena dekat dengan supermarket favorit kami. Yoi, yang namanya simbok-simbok, Sabtu itu hari belanja wajib. Bukan karena ada suami yang akan menggotongkan belanjaan. Tapi lebih karena ada kartu debitnya. Syukran.

Di klinik, langsung mendaftarkan Ola untuk imunisasi. Bertanya ulang pada Oliq apa dia yakin mau sunat? Yakin. Langsung tanya dengan resepsionisnya. Ternyata sunat hanya bisa dilaksanakan pada Senin-Jumat dengan perjanjian lebih dahulu. Biaya untuk anak umur 3-8 tahun adalah RM 350, sekitar Rp 1 juta lebih sedikit. Sunat di situ dengan metode cauter (yang baik di Malaysia maupun di Indonesia disalahkaprahkan dengan istilah laser).

Tanya sama Oliq lagi, yakin mau sunat, tapi bisanya Senin. Ya, katanya mantap. Simboknya yang ketar-ketir. Akhirnya mendaftar untuk Senin pagi.

Siap-siap disunat

Boro-boro riset dulu metode sunat, tempat sunat, pokoke langsung ora nganggo mikir.

Karena dadakan, Puput ada meeting, tidak bisa cuti. Minggu malam saya tidak bisa tidur. Udah kebayang Oliq kabur dari meja tindakan wakakakaka. Anak yang lebay lahir dari Simbok yang lebay pula.

Senin pagi, saya naik taksi ke klinik, nggendong Ola, nggandeng Oliq. Bawa stroller juga, takutnya nanti ga bisa (or ga mau) jalan. Karena sarung kecil ketinggalan di Jogja, cuma bawa baju gamis Oliq yang biasa dia pakai ke surau. Deg-degan setengah mampus. Daftar ulang di klinik Oliq dan Ola santai saja mainan sambil makan Milo nugget. Jam 10.20 dipanggil untuk naik ke ruang tindakan di lantai atas. Continue reading Pengalaman Sunat Metode Cauter

10 Pertanyaan yang Sering Muncul Ketika Akan Travelling dengan Anak


  1. Gimana biar anak nggak rewel di pesawat?

Ini pertanyaan yang paling sering saya temui, baik ditanyakan kepada saya secara langsung, maupun yang saya baca di forum travelling, parenting, bahkan komunitas menyusui. Dan jujur memang benar, ini yang paling dikhawatirkan oleh ibu-ibu. Kalau naik mobil sendiri, anak rewel, bisa berhenti sebentar, dibawa ke luar. Lha kalau naik pesawat, gimana? “Mas Pilot, kiri!”

Biasanya, anak rewel karena bosan, lapar, panas/dingin, telinga sakit, sumpek. Dan pengalaman saya, semakin sering naik pesawat dan hapal prosesnya, anak semakin terbiasa.

Lebih lengkapnya baca ini: Terbang Yuk Nak.

Becanda di pesawat
Becanda di pesawat

Continue reading 10 Pertanyaan yang Sering Muncul Ketika Akan Travelling dengan Anak

Syarat Pengajuan Visa Korea bagi WNI yang Tinggal di Malaysia


Bagi Anda WNI yang tinggal dan bekerja di Malaysia, Anda masih memerlukan visa kalau ingin berkunjung ke Korea Selatan, meskipun hanya visa turis alias social visit. Sementara, kalau Warga Negara Malaysia kini sudah bebas visa kalau hanya untuk kunjungan sosial. Yang sering ditanyakan tentu apa saja syarat-syarat WNI yang ingin berkunjung ke Korea Selatan. Berikut saya kutipkan dari selebaran berisi persyaratan untuk ekspatriat yang ingin berkunjung ke Korea Selatan sebagai turis

Foreign Expatriate – Social Visit / Tourism

Please be advised that foreigners holding Malaysian Employment pass may apply for Korean visa from the Embassy in Kuala Lumpur if they have worked in Malaysia for over a year and their current Malaysian visa is valid for at least another 6 months at the time of application.

Documents required are :

  1. Completed application form, 5 pages printed double sided
  2. One recent passport-sized (3.5 cm x 4.5 cm) color photo with white background
  3. Original passport and its photocopy (main page only)
  4. Original letter from employer (stating date joined, current position) or recent company information print-out from SSM e-info (if own company)
  5. Notarized letter of invitation and letter of guarantee from a Korean national residing in Korea (original hardcopy) – include copy of guarantor’s Korean ID/passport
  6. Personal income tax receipt for the most recent tax year
  7. Personal bank statements for the latest 3 months, duly certified by bank in Malaysia, with balance not less than RM 20,000
  8. Flight itinerary
  9. Application fee RM 172 in cash

Additional documents may be requested upon assessment. Application must be submitted over the counter at the Embassy between 8.30 – 11.30 am Monday – Friday except public holidays. Processing takes at least 3 working days. No express service.

If applicant is unable to come personally, the representative should bring a copy of his/her own IC and an authorization letter from the applicant. For clarification on any of the above, please contact our Consular Section directly at 03-4251 4904.

Jadi kalau diterjemahkan, dokumen yang diperlukan adalah :

  1. Form yang diisi lengkap, tiap orang harus mengisi form (Jadi kalau satu keluarga 1 bapak 1 ibu 2 anak, form yang diisi ada 4). Form bisa diperoleh di kedutaan atau unduh di sini.
  2. Pasfoto warna ukuran passport (3,5 cm x 4,5 cm) latar putih, persis pasfoto untuk visa UK, sejumlah 1 buah yang akan ditempel di form aplikasi.
  3. Paspor asli dan fotokopi halaman utama (yang ada info nama, foto, tanggal dikeluarkan, dan tanggal kadaluarsa)
  4. Surat keterangan kerja asli yang menyebutkan posisi dan keterangan mulai kapan bergabung, atau informasi perusahaan dari SSM (semacam lembaga negara yang menangani daftar perusahaan, dibawah kementerian perdagangan dalam negeri) e-info bila memiliki usaha sendiri.
  5. Surat undangan yang disahkan notaris dari WN Korea yang tinggal di Korea, termasuk kopi paspor atau kartu identitas WN Korea yang bertindak sebagai penjamin. Dari pengalaman saya, surat ini tidak diperlukan kalau hanya sebagai turis.
  6. Bukti pembayaran pajak terkini (semacam SPT kalau di Indonesia). Pada umumnya bukti pembayaran pajak baru bisa keluar setelah bulan Maret, karena kemarin saya mengajukan visa bulan Februari, maka bukti pembayaran yang digunakan adalah tahun 2014 dan ini bisa diterima oleh pihak kedutaan.
  7. Rekening koran 3 bulan terakhir dari bank di Malaysia yang disahkan oleh pejabat bank, harus form asli, dengan saldo tidak kurang dari RM 20,000 (sekitar Rp 60 juta). Rekening koran ini bisa diminta dari pihak bank. Dari pengalaman saya, diperlukan waktu 3 hari kerja dengan biaya RM 14 (RM 10 untuk lembar pertama, RM 2 untuk per lembar berikutnya).
  8. Tiket pesawat p.p.
  9. Biaya RM 172 (sekitar Rp 516 ribu) per orang dibayar tunai, tidak bisa dengan kartu.

Selain dokumen yang disebutkan di atas, pihak kedutaan juga meminta kopi akta kelahiran bagi anak-anak dan surat nikah bagi istri. Lebih baik lagi jika akta kelahiran dan surat nikah sudah dilegalisir pihak kedutaan Indonesia di Malaysia atau kedutaan Malaysia di Indonesia.

WN Asing yang bekerja di Malaysia harus sudah bekerja selama minimal setahun dan visa Malaysia masih aktif dalam 6 bulan ke depan sejak pengajuan aplikasi visa Korea.

Proses pengajuan visa memakan waktu 3 hari kerja dan waktu pengajuan adalah hari Senin-Jumat pukul 8.30 – 11.30 kecuali hari libur nasional. Dari pengalaman saya prosesnya memang pas 3 hari, tidak bisa lebih cepat. Kalau tidak bisa mengambil langsung, boleh diwakilkan dengan membawa surat kuasa dan fotokopi identitas.

Karena WN Malaysia sudah bebas visa, proses pengajuan aplikasi visa korea di Kedutaan Korea Kuala Lumpur relatif tidak ramai. Semua dokumen akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas, jadi kalau ada yang kurang akan langsung dikembalikan saat itu juga. Kantor Kedutaan Korea di Ampang, belakang Hospital Gleneagle, juga nyaman meskipun ruang tunggunya tidak terlalu besar. Pemeriksaan keamanan tidak terlalu ketat, handphone dan tas masih boleh dibawa masuk.

Saya rasa sudah cukup jelas keterangan di atas, selamat berlibur ke Korea.