All posts by olenkapriyadarsani

I have nomad toes. They are itchy if I stay at home.

Antara Itaewon, Masjid, dan Mendoan


Siang itu dingin menggigit. Gigi saya gemeretak, namun berusaha menahan lelah demi mendaki bukit di Itaewon-dong. Tangan membeku menggenggam stroller Ola, sementara sibuk menyemangati Oliq mendaki bukit. Puput masih sibuk berjibaku dengan koper merah kami.

BAJILAK! Di tengah suasana dingin, badan lelah, dan perut keroncongan, terpampang di depan mata: TEMPE MENDOAN 8000₩, TAHU ISI 8000₩. Sungguh sangat hasyem buanget karena itu setara dengan Rp 94.000.

Welcome to Itaewon
Welcome to Itaewon

Itaewon bisa dibilang daerah paling internasional di Korea Selatan. Itaewon berada di Distrik Yongsan-gu dan menjadi populer setelah Amerika Serikat mendirikan pangkalan militernya di sana. Sejak itu, ditambah dengan Asian Games Seoul 1986 dan Olimpiade 1988, Itaewon makin dikenal publik dunia. Saat ini tempat ini menjadi daerah yang banyak dihuni ekspatriat.

Daerah ini sekilas seperti daerah-daerah padat penduduk di Seoul pada umumnya, seperti rumah-rumah karakter dalam K-drama. Sok tau banget, Mbok, sakumur-umur nonton drama Korea cuma Descendents of the Sun! Konturnya berbukit. Banyak rumah-rumah sangat sederhana seperti penginapan kami. Tampak seperti slum, walaupun interior rumahnya bagus, lengkap dengan AC, pemanas ruangan, dan elektronik lainnya. Continue reading Antara Itaewon, Masjid, dan Mendoan

Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak


I’m back. Setelah berbulan-bulan bertapa dalam gua mencari wangsit gimana caranya ngajak Puput plesiran — dan terus gagal — akhirnya saya menyerah dan kembali ngeblog walaupun dengan tulisan dari perjalanan masa lalu.

Nah, belakangan makin sering terbaca di forum traveling tentang orang tua yang kebingungan mau bawa anak-anak ke lunar negeri. Ke mana yang paling paling cocok. Saya sih bakal langsung menjawab (dalam hati) ASEAN karena dari segi biaya dan jarak relatif murah dan mudah. Tapi, mana dulu?

Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan...
Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan…

Sebelum meneruskan baca ini, silakan baca tulisan Simbok terdahulu.

Peringkat Negara-Negara ASEAN untuk Jalan-jalan

….dijamin daftarnya berbeda sekali dengan yang ini. Karena liburan bawa anak-anak dan dewasa semua itu berbeda jauh, terutama buat newbie family traveller. Kecuali kalau anak-anakmu dan orang tuanya sudah terbiasa traveling. Monggo, mau Nepal, Tanzania, atau Kenya.

Terus terang saya belum pernah membawa anak-anak ke seluruh negara (Ola baru 4 negara, Oliq baru 7 negara ASEAN termasuk Indonesia), jadi saya membuat list berdasarkan pengalaman saya mengunjungi semua negara ASEAN dengan atau tanpa anak.

Lalu bagaimana daftar saya? Continue reading Peringkat Negara ASEAN untuk Traveling dengan Anak-Anak

Membuat MPASI Homemade dan Sehat Saat Travelling


Salah satu hal yang paling membuat ibu-ibu malas membawa bayi traveling adalah masalah makanannya. Apalagi kalau anaknya picky eater seperti Oliq dan Ola. Duh kebayang repotnya. Masa iya tiap kali anak hanya makan makanan instan?

Saya bukan anti makanan instan sih, cuma sebisa mungkin dihindari. Kalaupun instan saya lebih memilih puree yang ada dalam botol, bukan bubur seduh yang sudah mengalami proses kimia berkali-kali. Dan puree botolan ini kalau di Indonesia harganya maaaaak, bikin kantong jebol, pun tidak mudah didapatkan.

Karena itu, dulu, zaman Oliq masih bayi, saya rela membawa rice cooker kecil dan kompor listrik, beserta peralatan lain, misalnya saringan, parutan, dan tumbukan. Perlengkapan memasak MPASI anak saja bisa setengah koper sendiri. Rela saya, demi agar Oliq makan masakan homemade.

Pernah nih, baru satu hari di Norwegia, kompor listrik mati total. Rasanya pengen garuk-garuk es di jalanan. Hiks.

Banyak teman saya yang enggan membawa bayinya traveling, juga karena masalah ini. MPASI. Bikin MPASI di rumah saja repot apalagi di hotel, di kota asing, atau bahkan di negara antah berantah. Akhirnya, mereka menunda acara jalan-jalan hingga anak sudah bisa makan table food.

Bahan-bahan mentah sehat untuk makanan bayi
Bahan-bahan mentah sehat untuk makanan bayi

Saya jujur enggak sanggup kalau harus menunggu anak besar. Dulu, booking tiket sudah sejak hamil, jadi ketika anak lahir langsung beli tambahan tiket untuk bayi. Repot ya repot sajalah, yang penting tetap jalan-jalan haha. Continue reading Membuat MPASI Homemade dan Sehat Saat Travelling

Candi Ijo Tidak Lagi Syahdu, Tapi Hidup


Seorang ibu berusaha mengendalikan mobilnya, menuju ke parkiran. Juru parkir heboh mengganjal ban belakang mobil dengan batu besar. Maklum saja, tanjakannya terjal, sementara mobil mengantre masuk ke lokasi parkir. Sepanjang jalan pun berjajar mobil parkir, semua diganjal batu.

Dulu Candi Ijo tak begini. Empat tahun silam kami datang ke candi ini. Sepi, hanya sekelompok (yang sepertinya) mahasiswa dan sepasang muda-mudi yang bergaya pre-wed. Waktu itu masuknya gratis, ada box donasi, hanya wajib lapor penjaganya dan menulis buku tamu.

Sekarang ramai sampai susah mau dapat foto bagus
Sekarang ramai sampai susah mau dapat foto bagus

Syahdu. Hening. Sepi. Hanya kicau burung dan sesekali suara pesawat terbang dari dan ke Adisutjipto.

Baca: Terminal B Bandara Adisutjipto Continue reading Candi Ijo Tidak Lagi Syahdu, Tapi Hidup

The Harvest, Toko Kue Favorit Sekarang Ada di Jogja


Dulu, duluuuu, jaman saya masih kerja dan tinggal di Jakarta, yang namanya makan kue The Harvest bisa dibilang tiap minggu. Kerja di kantor di Menara Thamrin, sepertinya tiap minggu ada saja yang ulang tahun. Selalu kue yang dibagikan beli di The Harvest outlet depan Sarinah yang tinggal jalan kaki dari kantor.

Chocolate Devil
Chocolate Devil

Strawberry Cheesecake, Peanut Butter Cake, Tiramisu, Triple Chocolate Cake, Devil Chocolate Cake, Red Velvet Cake, dan cheesecake yang toppingnya assorted fruit itu pernah coba semua. Ha juaraaak to aku? Belum lagi cookiesnya. Sebenarnya saya nggak ngefans banget sama cake-cake-an dan roti-rotian, maklum lidah ndeso. Tapi entah kenapa saya suka cake The Harvest, terutama yang enggak cokelat. Kalau cokelat saya beberapa suap aja udah nyerah.

Dulu, pas hamil Oliq saya sering beli Red Velvet yang potongan. Dari segala macam kue sejenis, memang dari The Harvest yang paling enak, lembut, tasty tapi light. Enggak eneg. Sumpah, waktu itu sampai maksa-maksa Puput mampir di outlet Senopati demi satu potong kue. Continue reading The Harvest, Toko Kue Favorit Sekarang Ada di Jogja