All posts by olenkapriyadarsani

I have nomad toes. They are itchy if I stay at home.

Looking at Malaysia’s History at Taiping


Malaysia is not only KL, Penang, Langkawi and Malacca! There are more destinations with many attractions to visit. (Harusnya Simbok diangkat jadi Duta Pariwisata Malaysia sama Syed Saddiq – Menterinya aja milih wekekeke)

I am writing this piece while drinking charcoal roasted white coffee from Antong coffee mill in Taiping, the oldest coffee mill in Malaysia.

Perak Museum

If you want to to look closer to Malaysia’s history, particularly during colonialism era, you should go to Taiping. The town used to serve as Perak state capital lies between Ipoh and Penang. It has the first museum in Malaysia, as well as the first operational rail way station, and most importantly the first coffee factory in the country.

Many people overlook this town on the way to more developed Penang. We did not even consider it as tourism destination until recently, when we ran out weekend getaway destination. But yet, we found Taiping has many attraction to offer, so a weekend is actually not enough to cover all. Continue reading Looking at Malaysia’s History at Taiping

Advertisements

Lahiran Oliq dan Mati Listrik Saat Operasi


Nganu….karena permintaan penggemar (tsaaah), akhirnya saya tuliskan kisah yang sudah terlambat 7 tahun ini.

Jadi dulu, setelah menikah, saya masih bekerja di sebuah institusi bernama Yu En di Jakarta. Itu semacam kancane Yu Djum karo Yu Mar. Jadi DINK itu enak banget ya. Apa itu DINK? Double Income No Kids. Duite akeh, pengeluaran sedikit. Karena dari dulu saya dan Puput memang tidak pernah punya gaya hidup mewah. Pengeluaran terbesar hanya untuk sewa apartemen, karena bagi kami itu adalah investasi untuk menyewa apartemen tidak terlalu jauh dari kantor. Puput biasa naik Kopaja untuk berangkat ke kantor. Saya pun naik metromini ke kantor. Hanya ketika hamil sudah sangat besar, saja terpaksa naik taksi, karena tarif ojek pangkalan dari apartemen saya ke kantor itu nggilani. Sering lebih mahal dari Blue Bird.

Minggu-minggu terakhir saya kerja, kebetulan kantor lagi heboh karena kedatangan big boss. Kadang saya pulang malam. Alhamdulillah kehamilan saya waktu itu setrong koyo jaran, sama sekali tidak ada keluhan. Sepanjang hamil, kami biasa banget liburan ke mana-mana, ke luar negeri masih dengan style backpacker atau road trip bawa mobil sendiri. Kami sempat ke India, Malaysia, Thailand selama hamil. Semua biasa saja. Kaki saya tidak bengkak, napas saya tidak pendek, tidak ada gatal seperti pas hamil Ola. Hanya sering kegerahan sehingga aktivitas favorit saya adalah wudo di depan AC.

???????????????????????????????
Backpacking pertama Oliq waktu umur 6 bulan

Bahkan ketika kami ditangkap polisi lalu terdampar di India – yang mungkin salah satu kisah terngenes perjalanan kami – saya tetap tegar. Kalau kalian belum pernah baca, ya wajib klik ke sini: https://backpackology.me/2015/07/31/perjuangan-berat-demi-taj-mahal/ niscaya kuota Anda tidak akan sia-sia wakakak.

Saya berhenti bekerja 2 minggu sebelum HPL (tapi masih gajian hingga 5 bulan ke depan huhuuu). Saya glundang-glundung di depan AC sambil nonton TV selama Puput kerja. Pokmen koyo ndoro pol. Paling masak sama cuci piring doang. Laundry tinggal pakai kiloan. Continue reading Lahiran Oliq dan Mati Listrik Saat Operasi

Review Legoland Malaysia


Akhirnya kami ke Legoland setelah tiga tahun sebelumnya pergi ke Johor dan  memutuskan untuk tidak ke Legoland karena …….mahal hahahahha. Tapi tahun ini kami memutuskan sudah worth it karena Oliq sudah umur 6 tahun dan sudah bisa bermain hampir semua wahana di Legoland.

Legoland Malaysia yeaaay!

Tiket Legoland untuk non myKad (non Malaysian) di counter adalah RM 250 dewasa dan RM 200 anak-anak di atas 3 tahun. Di bawah 3 tahun masih gratis, dengan menunjukkan paspor. Kami membeli secara online selambatnya 7 hari sebelum hari-H, tiketnya RM 200 dewasa dan RM 160 anak-anak antara 3-12 tahun. Itu adalah harga tiket combo untuk theme park dan water park. Continue reading Review Legoland Malaysia

Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura


Judulnya kaya cerita horor ya? Padahal bakalan lucu nih. Ya biasalah lucu-lucu ngenes nyebahi 😂😂

Jadi ceritanya kami ke Johor Bahru dengan tujuan utama Legoland. Singapura cuma jadi side trip. Kebetulan Ola belum pernah ke Singapura, hitung-hitung ndolanke dia ke negara ke-9 ini.

Awal mau berangkat ke Johor sudah mengkhawatirkan. Pulang field trip hari Kamis Oliq demam. Dan Jumat masih demam hingga bolos sekolah. Hari itu ada 6 anak sekelas dia yang demam, hampir separo kelas sendiri.

Kami agak ragu, jadi berangkat ga. Ya wis tunggu Sabtu aja. Sabtu pagi yang niatnya berangkat habis Subuh kami undur agak siang. Oliq udah ga terlalu demam walau kemudian mimisan sedikit. Anaknya ngotot minta berangkat.

Perjalanan ke JB naik mobil santai butuh waktu 5,5 jam karena sempat salat dan makan siang lama. Emang niat santai aja biar Oliq ga sakit lagi. Intinya, anaknya udah sembuh hingga kami sampai di hotel di kawasan Taman Perling.

Continue reading Angkernya Imigrasi Woodlands Singapura

Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei


20 Hal yang harus kamu ketahui tentang Brunei Darussalam, nomor 9 bakal bikin kamu melotot *macak wartawan Tribun*

Brunei itu mahal, katanya. Sebenarnya itu hanya mitos belaka. Brunei itu murah……kalau kamu mantunya Aburizal Bakrie wakakakkak.

IMG-20180408-WA0026.jpg
1 Billionth Barrel monument di Kompleks Pertambangan Minyak Brunei Shell Petroluem di Seria

Jadi, minggu lalu kami ke Brunei. Nggak lama sih, cuma 4 hari 3 malam karena bookingnya pun mendadak. Oliq ada libur term break, tapi Puput nggak jelas bisa cuti atau nggak. Akhirnya baru bisa ambil cuti seminggu sebelumnya. And I had to use my magic fingers to find the perfect deal. Continue reading Jalan-jalan ke Negeri Sultan: Tips Wisata di Brunei