Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia


Gara-gara cari lokasi mana saja yang bisa dikunjungi di Tallinn, saya nemu beberapa blog yang menulis tentang tempat-tempat berhantu di sekitar kota tua. DAN SEMUANYA BERADA DI SEKITAR KAMI. Waakkakakakka.

Pikk jalg, Tallinn

Oh ya, apartemen kami berada tepat di bawah The Long Leg Gate. Interior apartemennya bagus, putih, bersih, modern. Terang karena jendela-jendelanya sangat lebar, kebetulan waktu itu Tallinn cerah ceria. Begitu saya foto ke luar dari jendela, kirim ke Delin, dia langsung bilang, “Creepy.” Dia memang penakut banget sih, padahal menurut saya biasa-biasa aja, pemandangan tembok batu dan tower berusia ratusan tahun. Cakep ah.

Yang lebih serem itu malah pemandangan dari jendela koridor. Lha langsung berhadapan dengan jendela apartemen tetangga dan tidak bertirai. Sementara saya taro koper di situ. Kalau mandi suka lupa bawa baju, terus keluar begitu saja. Ora klamben. Terus hiyaaaaaa kok ya apartemen tetangga pas ada orangnya.

Anyway, sore terakhir sebelum melakukan perjalanan ke Riga, saya akhirnya ajak anak-anak jalan sekeliling khusus ke tempat-tempat yang katanya berhantu itu. Percaya nggak percaya sih ya, saya kan cuma buat seneng-seneng aja.

Inilah beberapa yang berhasil kami tengok beserta cerita di baliknya:

Pernikahan di 16 Rataskaevu

16 Rataskaevu

Alamat apartemen kami adalah 2 Rataskaevu, jadi gedung ini cuma beberapa rumah jaraknya. Dulu, katanya, bangunan ini adalah penginapan yang nyaris bangkrut. Di tengah malam buta tiba-tiba ada tamu misterius, memberi uang banyak kepada pemiliknya, menyewa satu kamar. Malam itu kamar tersebut mendadak ramai. Si Pemilik penasaran dan mengintip. Ternyata sedang ada pesta pernikahan, tamunya tadi adalah pengantin laki-lakinya. Tamu-tamunya aneh-aneh semua, segala bentuk setan. Si Pemilik ketakutan hingga pagi. Menjelag pagi dia mendengar tamu-tamunya itu pergi menghilang ditelan kabut. Sejak itu banyak orang penasaran hingga akhirnya kamarnya ditembok penuh.

The Gate of Short Leg atau Lühikese Jala Väravatorn

The Gate of Short Leg, daerah paling berhantu di Estonia….kayanya…

Katanya jalan ini adalah jalan paling berhantu di Tallinn, terutama tepat di bawah tower di mana Oliq berdiri. Bahasa Estonianya, “Sing diweruhi akeh, tekan saiki.” Penampakannya macam-macam, yang paling sering adalah hantu biarawan. Dulu, katanya ada biarawan yang tugasnya sebagai algojo eksekusi, yang kemudian mati, dan masih menghantui sekitar situ. Lalu sering juga ada penampakan perempuaan. Juga anjing yang bisa menghembuskan api.

Tower Gereja St Olaf’s

Tower St Olaf

Pada abad 16, kota menginginkan pembangunan tower tertinggi, mencapai 159m. Kontraknya adalah siapapun yang bisa berhasil membangun setinggi itu baru akan dibayar setelah sukses. Kesialan datang beruntun. Seorang tukang jatuh dan meninggal. Dua, tiga, hingga tujuh semuanya jatuh meninggal. Yang ke delapan, bernama Olav, berhasil membangun hingga target. Begitu memukul paku yang terakhir, dia pun jatuh dan tewas di tengah kerumunan orang. Tower Olav ini berkali-kali tersambar petir hingga memendek menjadi 123,7m.

Muuseum Nietsitorn

Dulunya, bangunan ini adalah pencara khusus Pekerja Seks Komersial. Sekarang pun masih ngeri kok penampakannya hahaha. Katanya, sampai sekarang masih sering terdengar suara tangisan, langkah kaki, dan juga penampakan biarawan yang minum wine.

Danish King’s Garden

Danish King’s Garden

Inilah taman di mana patung-patung faceless monks berada. Kalau siang terang memang tidak mengerikan ya. Bayangkan kalau malam-malam wkwkwk. patung-patung tersebut merupakan sumbangan dari milyuner misterius terinspirasi oleh banyaknya hantu biarawan di Tallinn.

Faceless monk kesayangan kita bersama

1 Pagari

Bangunan ini sekarang menjadi Museum KGB. Dulunya merupakan kantor dan penjara KGB. Bisa dibayangkan lah apa saja yang sdah terjadi di situ, penuh dengan penyiksaan. Katanya sering ada suara-suara orang yang disiksa.

Kiek in de Kok

Kiek de Kok

Ini dulunya adalah benteng dengan tebal 4m, sehingga walau diserang meriam, tidak tembus. Justru meriamnya menancap di dinding. Sekarang menjadi museum pertahanan keamanan.

14 Pikk jalg

Ini juga tidak jauh dari apartemen kami, karena pintu apartemen kawi nomor 1 Pikk jalg. Tinggal naik arah Toompea. Di gedung ini sering ada penampakan seorang Baron dengan membawa lilin. Sering terlihat lilin melayang-layang,

***

Untungnya saya ini tidak sensitif, jadi ga ngeh sama hal-hal semacam itu. Waktu kecil saya sangat penakut, tapi di awal usia 20-an saya terpaksa harus banyak hang out di dekat kamar jenazah, melihat orang mati tidak wajar, jadinya malah nggak apa-apa. Lagian, asli, lebih horor Indonesia daripada luar negeri hahaha.

3 thoughts on “Cerita-Cerita Horor dari Tallinn Estonia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.