Cerita dari Inggris: “Women Are Not Allowed.”


Setelah menyusuri Sungai Thames dari London Bridge, melewati Hay Gallery dan HMS Belfast, kami menyeberangi Tower Bridge. Tinggal sakjepretan kutang seharusnya sampai di Tower of London.

“Kita cari masjid dulu. Salat dulu aja,” ketika imam dalam keluarga yang akan mengawal kami menuju jannah sudah bersabda, tulang rusuk hanya bisa manut.

Tower Bridge

Padahal ya itu, Tower of London udah ngawe-awe wekekekeke.

Berbekal Google Maps, masjid terdekat sekitar 900m. Okelah dijabanin. Jalan menuju masjid itu melewati area di bawah rel kereta overground. Jadi agak Bronx-Bronx gitu. Kurang sedap. Kalau sedap namanya Bronxos.

Setelah sejuta kali lihat petunjuk, akhirnya sampai di masjid. Ga jelas blas petunjuk di dalam masjid. Yang kelihatan cuma tempat wudhu, toilet, dan rak sepatu. Ada beberapa pintu tapi ga ada tulisan prayer hall, male, female atau gimana lah.

Pak ada bapak-bapak tua, semacam takmir kayanya. Kami tanya, buat perempuan di mana. “Women are not allowed, women are not allowed.” Tangannya kaya mengusir gitu.

Kusudah mbrambangi, guys. Moso adoh-adoh mlaku dengan harapan bisa salat yang layak, bakal end up salat di bangku taman lagi?

Memang ada beberapa masjid yang menandai male-only, tapi yang ini ga ada tandanya di Google. Di pintu juga ga ada.

“We are musafeer, can she just prays here anywhere,” Puput ngotot.

Jadi ternyata masjid itu ada dua lantai. Yang lantai atas tempat biasa salat ada beberapa jamaah laki-laki. Yang lantai bawah kosong, dan pintunya ga dikunci.

Si Bapak Takmir manggil mas-mas yang di dalam lagi masak. “Mas, ki ono wong arep nunut salat.” Masnya mengiyakan, “Nggih, Pak, mlebet mawon.” Ketoke semacam gitu percakapannya, wong mbuh pakai bahasa Urdu atau mana.

“You are lucky, he is here today,” kata Bapak Takmir pada saya.

Akhirnya kami disuruh salat di ujung ruangan. Dan ruangan itu guede banget lho. Jadi keseluruhan masjid bisa menampung ratusan orang. Semuanya berkarpet.

Jadilah kami salat di sudut. Alhamdulillah. Salat jamak qashar. Shalat dhuhur dulu dong.

Di tengah-tengah salat, masnya yang lagi ngupas bawang teriak dari seberang ruangan, “Facing opposite!”

JEBUL MADEP KIBLATE KUWALIK.

Udah terlanjur jadi ga diulangi. Akhirnya pas salat asar, balik kanan, grak! Salat dua kali madepnya bedo-bedo.

***

Usut punya usut ternyata masjid-masjidnya orang Pakistan memang kebanyakan demikian. Perempuan itu ga umum banget pergi ke masjid. Beda sama di Indonesia, di mana simbah-simbah macam Uti selalu salat di masjid dilanjut pengajian.

Pembelajaran juga lah, lain kali salat di taman lagi. Nek wis adoh-adoh mlaku njuk ditolak kan aku patah hati, guys. Hatiku rapuh bagai bakpia isi kacang ijo.

Advertisements

3 thoughts on “Cerita dari Inggris: “Women Are Not Allowed.””

  1. Mas, ki ono wong arep nunut salat.” Masnya mengiyakan, “Nggih, Pak, mlebet mawon.” Ketoke semacam gitu percakapannya, wong mbuh pakai bahasa Urdu atau mana.>>>>marake ngguyu mbak😀

    Like

  2. Saya dan teman-teman perempuan pengalaman mau sholat di india. Jamaah laki-laki kemudian terhera-heran. Ternyata di india tidak umum untuk perempuan sholat di mesjid mba. Alhamdulillah ada imam yang baik yg cukup open minded mencarikan kami tempat sholat. Itupun ruangan gudang yang dibersihkan dan ditutup rapat dari luar agar tidak ada jamaah laki-laki yang melihat kami. Hehehehe

    Like

    1. Saya pas Taj Mahal malah dipersilakan sama imamnya. Di Jama Masjid kalau pas Jumatan juga ada shaf perempuan. Tapi India Pakistan gitu memang ga umum perempuan ke masjid

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.