Where We Have Been In 2018


Travel while you are young. Yo nek wis tuo masih tetap mau jalan-jalan ya ga apa-apa juga sih. Tapi yang jelas stamina itu sangat mempengaruhi. Saya kerasa banget setelah usia di atas 35, kalau jalan tidak sekuat ketika masih lebih muda. Tentu, traveling membawa balita juga berpengaruh.

Masjid Omar Ali Saifuddien di malam hari

Dulu, waktu hamil pertama, usia kehamilan 4 bulan masih sanggup gendong ransel 40 liter walau nggak penuh-penuh amat. Mampu keliling dari pagi sampai malam dengan jadwal makan yang nggak teratur. Sekarang, baru bentar aja udah kelaparan. Nek kuwi dasare kowe nggragas, Mbok!

Pokoknya beda. Beda banget huhuhu. Dulu habis jalan lama masih biasa nganu-nganu-nganu, sekarang saling oles-oles Counterpain.

Stonehenge di Amesbury.

Kami bersyukur punya kesempatan berkunjung ke tempat-tempat baru (dan lama). Bersyukur bisa melakukan perjalanan bersama keluarga. Allahumma amiin.

Sebenarnya cita-cita kami di tahun 2018 adalah mengkhatamkan Malaysia karena ada feeling bakal tereliminasi dari KL. Alhamdulliah bisa sampai Alor Setar, Kelantan, dan beberapa kota kecil di Semenanjung. Sayangnya, Perlis dan Serawak masih tetap belum tersambangi.

Tahun 2018 juga tidak terlalu sering ke luar negeri (kecuali bolak-balik Jogja) karena duit kami terkuras untuk renovasi OmahSelo wkwkwkwk. Kandani kok, kami itu realistis. Walau seneng plesir tapi tetap disesuaikan dengan kebutuhan. Harus tahu mana yang harus lebih diprioritaskan. Jadi pulang plesir ga sambat ra duwe duit atau bahkan terlilit utang.

Januari Kuala Terengganu

Ini adalah trip ke dua kami ke Kuala Terengganu. Dulu yang pertama ketika saya hamil Ola dan kami terjebak banjir Pantai Timur, sehingga harus memutar 5 negara bagian Malaysia untuk sampai ke rumah. Kali ini untungnya tidak ada kendala. Saya gantian nyetir dengan Puput melalui Lebuhraya Pantai Timur, yang eutenya sudah lumayan akrab. Ini adalah jalanan favorit kami karena jalannya baru, lebar, dan tidak seramai Lebuhraya Utara Selatan yang memang menghubungkan Malaysia dengan Singapura dan Thailand.

Kami berkunjung ke Taman Tamadun Islam yang memiliki miniatur berbagai masjid di dunia. Keren-keren sekali masjidnya. Walau cuma miniatur sih. Minimal minimatur dulu, nanti baru benerannya kami datangi.

Terengganu biasanya cuma dilewati mereka yang akan ke Pulau Redang dan Pulau Perhentian.

Januari Taiwan

Taiwan ini sebenarnya tidak terlalu direncanakan. Tadinya kami pengen ke Mesir, tapi lantas ada bom, Mau ke Maroko, ga dapet-dapet yang murah. Akhirnya dapat Taiwan lumayan murah. Dan Taiwan ini much-much better than expected. Baguuuuuuus dan nyaaaaaamaaaan sekali. Segala-galanya.

Dengan Taipei 101

Selama di sini, kami cuma muter-muter di Taipei dan ke Shifen. Di Taipei jelas ke Taipei 101 karena dua lelaki mania menara. Saya terpesona sekali dengan Chiang Kai Shek Memorial Hall. Foto-foto jumpalitan sampai akhirnya NX mini Puput gogrok dan cedera berat. Huhuhuuuu.

Di Taiwan ini kami juga macam halal beef noodle yang dicampur chili oil kaya di video-video Mark Wiens. Enak nan, apalagi suhu di luar cuma belasan.

Saya lebih suka Taiwan dibanding HK, Makau, Korea. Sukanya mirip-mirip sama Jepang lah. Kebetulan AirBnB yang letaknya nyaman banget, harganya juga resonable. Transportasi mudah dan jelas. Semua-semua bersih.

Ceritanya banyak, cari aja.

Januari Road Trip Ipoh-Penang

Simbahnya anak-anak datang. Ati, ibunya Puput dan Uti, mama saya. Kami naik mobil ke Ipoh yang mereka bilang “Kok sepi banget to nek bengi.” Lanjut ke Penang. Di Ipoh cuma jalan-jalan berfoto dengan mural. Di Penang kami ke Kek Lok Si yang membuat para simbah ini terpesona. Oh ya, kami juga naik funicular train di Bukit Bendera. Anak-anak senang sekali, apalagi kalau ada simbahnya apa-apa dibeliin.

Februari Kulim-Alor Setar

Ini salah satu destinasi impian Puput di Malaysia. Tree Top Walk atau naik jembatan kanopi tertinggi di Malaysia. Sayangnya pas ini dia mendadak sakit perut akut jadi ga bisa menikmati. Akhirnya saya jadi designated driver sampai ke Alor Setar. Sampai sana langsung ke apotek. Ga jelas lah sakitnya apa. Pokoknya kalau disuruh gantian njuk ngelus-ngelus perut. Demikian selama dua hari.

Di Alor Setar kami ke Menara Alor Setar dan Masjid Zahir yang tampaknya adalah tujuan favorit foto pre-wedding. Dalam satu sore kunjungan aja ada 6 pasang pengantin berfoto.

Everything went as planned sampai jalan pulang. Kebetulan itu adalah libur CNY. Ya ampuuuuuuuuuuun macetnyaaaaaaa. Terutama rute ketika jalanan sudah bertemu dengan yang arah dari Penang. Antara Penang-Ipoh itu bikin nangis. Kami bolak-balik gantian nyetir. Lha jarak tempuh yang seharusnya 4-5 jam jadi 10 jam. Tiap ada rest area berhenti buat pipis. Dari satu rest area ke yang lain itu bisa dua jam sendiri saking macetnya. Belum cari parkirannya. Kerjaan Oliq setelah bosan ngitungin sungai adalah ngecek jarak ke KL berapa kilometer lagi. Mobil udah kaya tempat sampah bungkus jajanan, remah-remah, dan kaleng kopi. Mau nggak ngopi, ga kuat. Ngopi, belet pipits terus. Dan akhirnya Puput sempat pipis di semak-semak saking udah ga bisa parkir.

April Brunei

Brunei ini hanya saya yang pernah ke sana. Puput dan anak-anak belum, jadi negara baru bagi mereka. Ini juga hasil berburu tiket kebetulan dapat murah banget ya itu yang dibeli. Walau tiket murah tapi hotel mahal. Kami ke Masjid Omar Ali dan Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah. Juga sempat ke Masjid As Shaliheen. Selain itu kami ke Kampong Ayer yang membuat Brunei dijuluki Venice of the East. Perkampungan kayu di atas air ini memang sangat luas mencakup beberapa desa. Sekarang mulai banyak yang ditinggalkan karena mereka yang muda-muda lebih memilih tinggal di rumah tapak.

Billionth Barrell Monument

Jangan dikira Kampong Ayer ini sengsara. Setiap rumah punya mobil dan AC.

Kami ditraktir temannya Puput makan di restoran khas Brunei. Ternyata makanan pokoknya sagu, seperti papeda. Walau pelayannya kabeh wong Jowo.

Karena sewa mobil, kami sempat juga ke Seria. Di sana ke One Billionth Barrel Museum dan juga O&G Museum.

April  Johor Bahru-Legoland-Singapura

Perjalanan ke Johor Bahru-Legoland-Singapura ini mix-mix. Ada senengnya, ada senepnya. Oliq sempat panas tinggi. Anak-anak senang di Legoland. Lalu Puput ketahan imigrasi Singapura di Woodland. Pokoke ngenes pol, sampai-sampai kami harus minum air keran pakai tangan. Jadi kami ke Singapura cuma nebeng salat di Masjid Sultan dan makan martabak rusa Zam-Zam, terus balik lagi ke Malaysia.

Cerita lengkapnya di sini:  Angkernya Imigrasi Singapura di Woodlands

Juli Taiping

Taiping letaknya di utara Ipoh arah ke Penang. Kota tua yang syahdu dengan dikelilingi perbukitan. Panas dan lembab hawanya. Niatnya kami ke Taiping Zoo buat nyenengin anak-anak. Tapi, highlight trip ke Taiping adalah Antong Coffee. Kopi yang masih tradisional pembuatanya. Asik tempatnya bisa icip sepuasnya. Ada kopi duren. Yang paling kami sukai adalah charcoal roasted coffee. Tuh masih ada sebungkus besar di rak.

Agustus 2018 Kuala Selangor-Teluk Intan

Belum kesampaian ke Pisa Italia, kami mengunjungi yang dekat dulu, Menara Condong Teluk Intan. Menara ini bertingkat dan merupakan tempat penyimpanan air. Bagus menaranya. Letaknya di tengah alun-alun yang kalau sore banyak pedagang mainan, mobil-mobilan remote, bubble. Pokoknya surganya anak-anak hakakakak

October 2018 Dubai Transit

Dalam perjalanan menuju ke Inggris, kami transit di Dubai semalam. memang niatnya cuma mau ke Burj Khalifa. Ga nafsu-nafsu amat belanja-belanja. Padahal mergane ra duwe duit. Alhamdulillah bisa ketemuan dengan fahmianhar.com yang sedang mengumpulkan berlian di UEA. Cerita Dubai ada di sini: Burj Khalifa

October 2018 The Big Move to UK

Kami pindah ke Inggris, tepatnya di Crawley, sekitar 30km dari London. Kebetulan kantor Puput di Gatwick, tepat di depan bandaranya. Tentu kudu banget sampai di Inggris disambut nasib sial yang ceritanya ada di sini: Malam Pertama di Inggris

November London

Pertama kali ke London dengan tujuan cari tempe, malah kebetulan ketemu Ratu yang lagi keluar dari Istana Buckingham. Bulan November ini kami dua kali ke London, yang ke dua ke Big Ben (lagi direnovasi), Tower Bridge, London Eye nonton doang, dan HMS Belfast nonton doang.

Ceritanya Ketemu Ratu di London. 

November Stonehenge

Ceritanya di sini: Ke Stonehenge dan Tips Berpakaian di Musim Dingin

December Portsmouth

Baru akan ditulis ceritanya

(Tanda-tanda wis ngelih ora konsen meneh)

Demikian tahun 2018 kami tutup dengan kedinginan di Inggris.

Foto keluarga yang embuh banget
Advertisements

3 thoughts on “Where We Have Been In 2018”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.