Road Trip ke Stonehenge dan Tips Berpakaian Saat Musim Dingin


Setelah sebelumnya mengunjungi replika Stonehenge di Kaliurang, hari ini kami sukses ke tempat aslinya.

Stonehenge of UK

Oh kalian nungguin pengalaman sial? Nih takkasih duluan. Jadi setelah ke Stonehenge kami menuju ke Army Flying Museum di Salisbury. Kebayang dong anak-anak bakal seneng lihat pesawat. Akhirnya kami detour sekitar 26 mil. Menembuz pedesaan Inggris yang kuno banget. Rasanya udah gatel banget pengen turun dan motret. Sayang udah menjelang gelap dan gerimis. Bisa ditebak dong sampai sana gimana?

Yoi, guys, TUTUP. Tutup sampai 21 Desember. Ngok banget ga sih. By the way, ini bukan kali pertama kami kecelik ke museum pesawat. Sebelumnya, tahun 2013, kami ke Museum Dirgantara di Sola, Norwegia. Dan ternyata museumnya buka pas musim panas tok. Tahun lalu di KL kami mau mengunjungi Museum TUDM yang pernah kami datangi sebelumnya. Jebulnya museumnya udah pindah, dan museum yang baru belum jadi wakakaka.

Well, itu sih ga seberapa. Tahun lalu waktu mau ke Kuala Terengganu kami mampir ke air terjun. Lupa namanya. Pokoknya sebutannya The Niagara of Malaysia. Udahlah detour berpuluh kilo-kilo meter, menembus jalan berliku, sempit, hutan-hutan, dan terkadang bakul durian yang menggoda iman, menerjang hujan deras. Pas sampai sana air terjunnya udah tutup. Like, tutup for good. “Air terjunnya bangkrut,” kata saya.

BTW, balik lagi ke Stonehenge. Emang udah cita-cita Puput ke sana, kebetulan ga terlalu jauh juga dari Crawley. Cuma 99 mil atau sekitar 160 km.

Ya Allah, hamba puyeng lihat rambu lalu lintas di jalanan Inggris ini pakai yards dan mbak GPS ngomongnya pakai feet. Aku kan kudu mikir jero dan konversi dulu jadinya.

“Horangkayah udah punya mobil,” kata salah satu komen di FB. Aku ki wis biasa dituduh kaya. Padahal itu mobil nyewa wakakaka. Alhamdulillah untuk transportasi seperti ini masih bisa direimburse.

Kemarin Puput ngabari bahwa saya ga boleh nyetir, soalnya SIM Indonesia ga laku di rentalannya (kalau mobil pribadi boleh). Puput pakai SIM Malaysia. Huhuhuuu malang banget nasib SIM kita.

Habis ribet masalah sewa mobil, kita ribet lagi masalah car seat. Mau nyewa, masa sehari sewanya £10, padahal kami sewa 10 hari. Edan po sewa car seat sebiji dua juta. Mending juga beli.

Ternyata waktu saya cek anak sampai usia 12 tahun atau tinggi badan 135 wajib pakai car seat. It means kami butuh dua car seats. Yo wis akhirnya beli £35 buat Ola dan £8 buat booster seat Oliq. Lho jauh lebih murah daripada sewa kan?

Malamnya saya tanya ke Puput, berangkat jam 9 po besok. Jawabnya, kesiangan, pagi aja. Yo wis jam 8. Tentu kemudian kami berangkat……………..jam 10.

Jalanan ramai, mungkin karena weekend, habis gajian, Black Friday juga. Alhamdulillah blas ga kesasar. Ada beberapa titik macet tapi cemen lah buat orang Indonesia. Kira-kira 2,5 jam kami sampai karena sempet pit stop pipis ngopi juga.

Stonehenge terlihat dari jalan raya, yeaaaay. Tapi tanda arah malah membuat mobil menjauh. Ternyata parkirannya memang dibuat jauh.

Shuttle bus, drivernya sepuh-sepuh

Padang rumput di sekitar Stonehenge sengaja dibersihkan dari bangunan, pepohonan, dan semak belukar untuk menyerupai aslinya dulu.

Kalau untuk sejarah Stonehenge kalian tanya Wikipedia aja deh.

Kami parkir dan salat dulu di mobil. Lalu makan. Lauknya apa? Rendang dan orak arik sayuran. Penting banget ya Mbok disebut. Woo yo hooh no.

Tiket masuk untuk 2 dewasa dan 1 anak 16+16+11= £43. Ola gratis.

Dari sana kami naik shuttle bus hingga ke batu. Jauhnya kira-kira 2km. Kalau santai sih enak aja ya jalan kaki, memang ada tempat jalan kaki, bisa juga bush walk. Lha ini dingin dan gerimis je.

Kesannya: suka. Hahahaha memang lebih kecil daripada harapan. Dan kondisi yang gloomy tanpa matahari membuat saya pesimis. Ternyata masih bagus difoto atas berkat rumput hijau di sekelilingnya.

Di dalam shuttle bus turis berbagai negara

Kita tidak boleh mendekati batu, jadi diberi pagar pendek. Cuma semacam tali. Tapi pengunjung tertib semua. Semuanya mengikuti jalur pedestrian. Dan sebenarnya jaraknya di beberapa titik juga cukup dekat dengan batu kok.

Saya sih senang ya. Gimana ga seneng bisa lihat lingkaran batu yang usianya 4500 tahun.

Sempat ketemu serombongan (tampaknya) mahasiswa Indonesia. Foto-foto pakai tripod gitu. Harga tiket masuk segitu ya lumayan mahal juga. Tapi worth it kok. Mosok puas cuma sama Kaliurang?

Di bagian depan bangunan kantor/eksibisi/kafe ada beberapa replika rumah neolitik, untuk menggambarkan bagaimana orang-orang pada zaman Stonehenge tinggal.

Kaya gini dari dekat

Suhu udara di Stonehenge tadi 8°C. Ga dingin banget sih seharusnya. Cuma karena berangin dan gerimis jadi real feelnya sekitar 4-5°C.

Gara-gara dingin ini kami ga stay terlalu lama. Ola meler-meler kedinginan njingkrung di stroller. Bola-bali Puput yang bikin video saya bentak. Dan Oliq berkali-kali bilang, “Papa nih ngapain sih bikin-bikin video terus, wong ga pernah diupload. Siapa yang nonton.”

Jadi setiap kali dia sudah menyoting dirinya sendiri sambil bilang, “Jumpa lagi………” Langsung taktinggal pleng.

KZL AQ MZ.

Overall, kapan-kapan pengen lagi ke situ tapi pas summer. Pengen pakai baju seksi  tipis. Dan berfoto dengan latar belakang langit biru. Bukan langit burem hahaha.

Anak kembar

Tips Berpakaian Saat Musim Dingin

Sebelumnya saya mau kasih tahu OOTD kami semua.

Puput: inner heattech Uniqlo ultra warm atas bawah, kaos biasa, celana kargo Watch Out, jaket winter, kaos kaki biasa, sepatu kets

Simbok: inner heattech Uniqlo ultra warm atasan, bawahan inner beli di Mangga Dua bertahun-tahun silam , kaos, celana biasa, jaket winter Uniqlo, kepala pakai kerudung dari Choose! Hijab, kaos kaki warm, sepatu kets biasa
(Sepatu NB saya ini sol bawahnya kepleh-kepleh waktu pertama ke London, dan akhirnya saya klethek. Memang sudah waktunya nodong sepatu baru dari Puput)

Oliq: inner heattech Uniqlo warm biasa (buat anak ga ada extra dan ultra) atas bawah, kaos biasa, celana jins, jaket winter Uniqlo, kaos kaki warm, sepatu kets biasa, syal bulu hangat

Ola: inner heattech Uniqlo warm biasa atas bawah, kaos biasa, legging warm Uniqlo, sweater tipis, jumper hoodie Oshkosh biasa, kaos kaki warm Uniqlo, sepatu kets biasa.

Iyeeee emang pas mau berangkat belinya di Uniqlo semua hahahaha, biar one stop. Banyak perkakas wintee kami yang udah kececer hilang gara-gara keseringan pindah, legging Zara Oliq yang mau dilungsurin ke Ola jebul udah bolong-bolong dicokoti tikus waktu di Jogja. Makanya akhirnya belanja.

Segitu cukup ga? Buat saya sama Puput untuk suhu antara 5°C-10°C itu sudah cukup. Kuncinya adalah inner atau long john ultra warm itu. Memang beda banget pengaruhnya. Jadi kalau kalian mau ke jalan pas musim dingin mending invest di inner. Kalau coat ga harus yang mahal-mahal. Yang penting harus dilayerin sesuai kebutuhan. Inget, badan orang juga beda-beda.

Ini saya ngerasa banget. Badan saya hangat karena pakai inner bagus sementara paha agak kedinginan karena pakai inner murahan. Bayangkan paha saya sampai kedinginan. LALU APA GUNA JUTAAN KILO LEMAK DI SANA? MAGABUT KALIAN IH!

Replika rumah neolitik

Kalau buat anak-anak rasanya kurang karena innernya yang warm biasa. Apalagi buat Ola hadeeeeehhhhh. Makanya ini mumpung masih ada sisa sehari Black Friday saya mau beliin sweatshirt dan inner lagi buat anak-anak.

Ola agak kapok kedinginan jadi dia mau dibeliin padded jacket. Sebenarnya dia punya winter jacket Uniqlo pink tapi rasanya kurang tebel. Anaknya diem aja pas di Stonehenge, pas balik ke mobil dan sudah hangat langsung all hell broke loose. Ya jerit-jerit, ya nyanyi, ya gangguin masnya, ya mbeker-mbeker lengkap.

Untuk sepatu, menurut saya boots ga perlu amat. Asal kaos kaki hangat sepatu kets yang bagus udah cukup. Jangan pakai kaos kaki syar’i yang lucu-lucu itu. Terlalu tipis dan agak licin dalam kondisi udara kering.

Sering pamer foto keluarga, pertanda………anaknya masih bisa dipegang sebelum lari lagi.

Tapi kalau mau pakai boots selutut, Ugg, atau apalah ya gapapa. Lumayan, biar kelihatan kaya di luar negeri wkwkwkwk

Advertisements

5 thoughts on “Road Trip ke Stonehenge dan Tips Berpakaian Saat Musim Dingin”

  1. Hi Mba Olen, thanks tipsnya, emang bener kudu invest inner yg high quality dan extra warm. Tambahan dr aku, boots selutut ituh apa lagi sepaha, gak enak dipakek kalo aku. Cukup boots seankle aja. Yg penting solnya tebel krn cold earth itu merasuk ke telapak kaki walopun sudah pake kaos kaki wool. (Pengalaman winter di UK, dan China).

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.