Terbang bersama Anak-Anak dengan Emirates


Naik pesawat dengan anak-anak ini biasanya memunculkan kekhawatiran bagi orang tua. Tapi, seiring dengan waktu, biasanya anak-anak juga semakin familiar dengan proses perjalanan dengan pesawat. Itu kalau 2-3 jam. Kalau 5 jam ke atas, tetap mikir trik gimana biar anak ga bosan. Anak-anak saya kebetulan sudah terbiasa terbang dengan AirAsia tanpa in-flight entertainment (IFE). Jadi saya merasa selow banget pas mau terbang dengan Emirates wkwkwkwk.

Pesawat jumbo jet kaya gini emang beda sama 737 atau A320 yang biasa kami tumpangi

“Asyik ada TV-nya, bisa main games juga!” kata Oliq.

Sebenarnya saya sudah banyak membaca review bagus tentang Emirates, terutama dalam hal terbang bersama anak-anak. Tentu pengalaman terbang ini tidak bisa saya bandingkan dengan maskapai kesayangan kita semua AirAsia dan LCC lain. Tapi, boleh dong dibandingkan dengan beberapa maskapai full service yang pernah saya naiki dengan anak-anak.

IFE penting banget kalau penerbangan long haul

Kami pernah terbang dengan Malaysia Airlines, Malindo, Turkish Airlines, Etihad, KLM, Garuda, dan Air France. Terus terang, pelayanan terbaik dari Emirates, memang. Garuda bawa bayi paling juga cuma dapat bebek-bebekan karet itu dan makanan bayi Heinz jar. Naik Etihad, padahal business class, ga inget deh dapat apa, ga ada yang spesial makanya saya ga ingat. Naik Turkish dapat boneka teddy bear pakai baju pilot.

Salah satu alasan kenapa kami memilih terbang dengan Emirates adalah pesawatnya. KUL-DXB dan DXB-LGW keduanya memakai Airbus 380. Dulu, kami pernah naik A-380 AirFrance, dan memang rasanya kursinya agak lebih lega dibandingkan dengan Boeing 777 apalagi 747. Tahu sendiri kan dalam penerbangan jauh seperti itu anak-anak mesti tidur, dengan kepal a dipangku, jadi leg room dan kursi itu sangat berpengaruh bagi manuver simboknya yang bokongnya pegel.

KUL-DXB, Ola sih hap hap hap terus

Dari sisi makanan, kami cocok dengan menu Emirates. Tapi dasarnya saya sama Puput memang gampangan urusan makanan, apalagi yang model ga perlu bayar lagi kaya gini. Di penerbangan pertama pilihannya ayam atau ikan. Saya pilih ayam karena paduannya nasi, bisa buat Oliq nanti. Selain itu ada appetizer berupa gado-gado, ada roti, keju, dan dessert. Dan juga cemilan. Anak-anak dapat kids meal berupa pasta bolognaise dan meatball serta tetek bengeknya. Cemilannya KitKat. Ola langsung makan hap-hap karena dia suka pasta, sementara Oliq makan nasi ayam.

DXB-LGW, semantara mase turu Ola mangaaan wae

Dari DXB ke LGW kids mealnya dapat mashed potato dan ayam. Pilihan dewasanya ayam dan beef. Cemilannya juga macem-macem yang akhirnya kami angkut semuanya buat makan di hotel.

Enak sih rasanya. Rotinya juga enak, apalagi yang masih anget-anget gitu. Pilihan minum sih standar ya jus, kopi, teh, susu, dan wine.

Hasil foto polaroidnya

In-flight entertainment bervariasi, mulai dari film-film Barat, Korea, Jepang, China, Bollywood, bahkan ada pilihan beberapa film Indonesia. TV shows lumayan sih. Saya pilih nonton Korean movie karena saya ga suka pakai earphone. Kalau film non-English gitu kan ada subtitle-nya. Oliq nonton Jurassic, Paw Patrol, sementara Ola nonton Frozen sampai habis dan juga beberapa episode My Little Pony. Anak-anak sih anteng, ga ada yang rewel sama sekali. Paling nonton, makan, tidur.

FA-nya lumayan lebih ramah daripada Turkish atau Etihad. Kalau yang ada anak-anak nanti FA berkeliling bawain topi pilot dan topi pramugari, dipakaiin ke anak-anak terus difoto polaroid. Selain itu anak-anak juga dapat banyak gimmick. Seorang bisa dapat tas, pensil, pensil warna, buku mewarnai, kaos kaki, stiker-stiker. Jadi anak-anak juga seneng banget.

Kalau baggage handling biasa aja ya. Cuma Puput emosi jiwa waktu di KLIA. Udah tahu ada visa, si staf check in-nya sampai minta kontrak kerja. Oh ya di sini ada mishap juga karena kami minta stroller keluar di Dubai jebul tagnya langsung sampai London.

Foto ga penting

Untuk transit memang harus luangkan waktu karena Bandara Dubai ini gede banget. Emirates ada di Terminal 3. Untuk antar terminal ada shuttle. Sementara untuk ke gate ada aerotrain. Bandaranya menyenangkan kok, banyak bakul makanan dan ada juga vending machine. Kopi seharga 5 dirham. Kalau di kafe bisa seharga 20 dirham. Ada stroller pinjaman gratis, tinggal ambil di tempat-tempat yang disediakan. Strollernya merk Maclaren dong ya. British punya. Enggak kaya punya Ola yang cuma iSport menjelang rontok wekekeke.

Oh ya BTW, untuk makhluk-makhluk yang transit kaya kami, kalau mau pinjam stroller dan dibawa keluar dari bandara buat jalan-jalan ke kota pun boleh, tapi harus lapor dulu, bukan waton digowo gitu aja.

Visa UAE sudah saya bahas di sini. Imigrasi UAE pun santai kok. Ada antrean tapi ga parah, dan yang bawa anak-anak bisa diarahkan ke satu jalur, walau kayanya ga ada dedicated lane buat family juga.

Transit di DXB pakai stroller pinjeman

Kalau untuk take off dan landing sih smooth aja, wong naik A 380. Kadang ga kerasa udah terbang aja. Pas landing di DXB, smooth kaya pantat Ola. Walau pas landing di Gatwick agak kruthuk-kruthuk kaya pantat burik. Paling runwaynya aja yang udah kurang mulus.

Overall, bisa dibilang Emirates ini penerbangan terbaik yang pernah kami terbangi. Halah. Wekekeke. Sampai jumpa di penerbangan berikutnya.

Advertisements

5 thoughts on “Terbang bersama Anak-Anak dengan Emirates”

  1. Kerennya naik A380 Emirates ini, kalau siang atau sedang sunset dan sunrice kita bisa ngintip keluar lewat camera di dari ekornya. Penorama ke bawah atau ke muka

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.