Review Legoland Malaysia


Akhirnya kami ke Legoland setelah tiga tahun sebelumnya pergi ke Johor dan  memutuskan untuk tidak ke Legoland karena …….mahal hahahahha. Tapi tahun ini kami memutuskan sudah worth it karena Oliq sudah umur 6 tahun dan sudah bisa bermain hampir semua wahana di Legoland.

Legoland Malaysia yeaaay!

Tiket Legoland untuk non myKad (non Malaysian) di counter adalah RM 250 dewasa dan RM 200 anak-anak di atas 3 tahun. Di bawah 3 tahun masih gratis, dengan menunjukkan paspor. Kami membeli secara online selambatnya 7 hari sebelum hari-H, tiketnya RM 200 dewasa dan RM 160 anak-anak antara 3-12 tahun. Itu adalah harga tiket combo untuk theme park dan water park.

Yang pada akhirnya kami sama sekali tidak ke water park karena selain tidak cukup waktu, Oliq juga masih agak demam setelah tragedi kepentok di checkpoint Woodlands hari sebelumnya. Rugi? Horapopo….kandani aku iki wonge selow kok.

Jam buka Legoland adalah 10.00-18.00.

Kami berangkat dari hotel di Johor Bahru sekitar pukul 10.00, memang sengaja memilih hari Senin supaya tidak terlalu ramai. Karena sudah beli online, konfirmasi tiket dikirimkan via email dengan barcode. Barcode discan di gate. Paspor Ola benar harus ditunjukkan untuk membuktikan bahwa dia belum berumur 3 tahun.

Oh ya, sebelum masuk gate, tas benar-benar diperiksa. Makanan disita, minuman dibiarkan. Saya harus merelakan nasi ayam sisa beli di Zam Zam Singapura. Udah bilang sama Puput tinggal aja di mobil, orangnya ngeyel sih. “Coba aja,” katanya. Ya wis akhirnya mendarat di tong sampah.

Pilihan membeli tiket untuk weekdays terbukti tepat karena Legoland tidak terlalu ramai. Tapi bukan berarti sepi juga lho. Banyak orang tapi masih tolerable. Jadi tiap naik wahana tidak antre terlalu banyak.

Kenapa saya nunggu anak 6 tahun? Karena memang kebanyakan wahana di sini mensyaratkan tinggi badan di atas 110 cm (ada yang 100 ada yang 90cm), jadi kalau usia se-Ola memang pilihannya terbatas. Di wahana pertama Oliq naik Technic Twister, semacam naik cangkir yang mubeng-mubeng wakakak. Dia naik sama Puput yang berakhir Ola nangis njerit-njerit karena iri.

The Great Lego Race, Legoland Johor Malaysia

Untuk anak seumur Oliq, banyak wahana bisa dimainkan. Dia dan Puput juga main Aquazone Wave Race. Tapi katanya yang paling seru adalah The Great Lego Race VR Coaster, semacam roller coaster dengan virtual reality. Saya sama Ola nungguin aja hahahaha.

Buat penggemar Star Wars, di sini ada Stormtroopers berkeliaran. Juga ada wahana Star Wars dan Miniland-nya. Karena bukan penggemar Star Wars, kami kalem-kalem aja ga heboh wekekekek.

Anak-anak suka sekali main di Lego Academy, bangunan dengan wajah Einstein di depannya. Di sini setiap anak dapat meja dan seember lego untuk dipasang-pasang. Karena cuaca di luar sangat panas, Lego Academy ini cocok banget untuk ngadem. Sementara anak-anak mainan Lego, Simboknya bisa leyeh-leyeh dan nyetatus.

Lalu Ola main apa? Kami naik kereta, namanya Lego Express. Ini adalah ride untuk segala usia. Kereta berbentuk lego warna-warni yang berjalan pelan memutari taman tema.

Duplo Playland, Legoland Johor Bahru

Ola juga senang sekali main di Duplo Playland, yang memang cocok untuk balita. Ada rumah-rumahan, perosotan, hewan boing-boing if you know what I mean haha.  Di sana Ola naik kereta mini Duplo Express dengan Puput.

Naik Duplo Express sama Papa, Legolan Johor Bahru

Sementara itu saya dan Oliq naik Kids Power Tower. Ini adalah permainan yang membuat tangan pothok. Jadi pasangan dewasa dan anak duduk berjejer, kami harus menarik tali tambang dengan gerakan seperti menimba hingga sampai di atas menara. Ketika sampai atas, tali kami lepaskan jadi kursi akan turun dengan sendirinya. Asyik sekali, begitu beberapa kali hingga makin lama kursi kami naiknya makin rendah hahahah. Kebayang kalau di rumah ada beginian sama bakal jadi Ade Raiwati.

Kids Power Tower yang bikin lengan saya perkasa, Legoland Johor Bahru

Di dekat situ juga ada wahana segala umur, yaitu Observation Tower, semacam observation deck yang bisa naik hingga puncak menara. Bagi kalian yang pernah ke Melaka, ini persis seperti Menara Taming Sari yang sedikit lebih pendek. Observation Deck di atas berputar 360 derajat hingga kita bisa menikmati pemandangan Legoland dan sekitarnya.

Observation Tower, Legoland Malaysia
Pemandangan dari atas tower, Legoland Malaysia

Serelah itu kami main di Build and Test. Di sini ada bermacam permainan lego. Ada yang ukuran Duplo, ada yang jumbo, ada pula yang ukuran Lego, bisa dirangkai menjadi mobil-mobilan. Untuk lego mobil, bisa langsung dites kekuatannya melalui beberapa sirkuit yang disediakan di situ. Sementara itu yang ukuran Duplo, bisa dites kekuatan bangunannya karena alasnya bisa bergoyang seolah-olah ada gempa. Tentu yang senang di sini bukan hanya anak-anak. Orang dewasa pun semangat banget. Termasuk Puput.

Built and Test, Legoland Malaysia

Bagi yang membawa orang tua lansia, memang wahana terbatas sekali. Selain kereta dan menara, paling bisa nonton Lego City, yaitu berbagai miniatur kota, ada Kuala Lumpur, Johor Bahru, Singapura. Ada pula miniatur Pura Tanah Lot di Bali, Masjid Omar Ali di Brunei, Kuil Karaweik di Yangon, dan sebagainya. Ada juga miniatur KLIA dengan pesawat-pesawat imajinasi.

Miniatur Singapura, Legoland Malaysia
Miniatur Tanah Lot, Legoland Malaysia
Karaweik Myanmar, Legoland Malaysia

Selain tiket, yang paling menguras dompet di sini adalah makan. Ya standar theme park lah. Kami makan nasi lemak termahal yang pernah kami makan, yaitu RM 30, sudah termasuk orange juice. Jadi berempat cuma makan satu paket nasi lemak dan kentang goreng, serta tambahan 2 es krim. Total RM 45 wekekekek. Horapopo.

Selain itu, pastinya, pulang harus bawa tentengan dong. Ola beli Duplo es krim dan Oliq beli Lego. Lumayan banget harganya. Lumayan ngampleng maksudnya. Ya, kita kan sama-sama tahu harga Lego ori memang mahal. Ada beberapa shop di sini, kami beli di The Big Shop, sepertinya toko yang paling besar. Ada juga Brick Shop dan sebuah toko di bagian Castle yang kebanyakan menjual lego-lego istana dan ksatria – mbuh jenenge opo aku lali.

Castle, tempat start wahana semacam jet coaster, Legoland Malaysia

Kami ke beberapa wahana lain, seperti Castle, terus apalagi aku lupa. Sementara itu Puput naik rollercoaster yang paling ekstrem di situ.

Legoland ini memang paling pas kalau dikunjungi 2 hari. Kalau sehari saja memang tidak akan cukup naik semuanya, apalagi kalau weekend dan harus antre tiap wahana. Tentu akan lebih asyik kalau menginap di Hotel Legoland sekalian, yang interiornya pun dihiasi berbagai macam pernak-pernik Lego kesukaan anak-anak. Kami sih cuma ngecek aja harganya dan langsung cari hotel lain wkwkwkw.

Seperti yang saya bilang tadi, Legoland ini paling pas kalau membawa anak di atas umur 6 tahun sehingga bisa naik berbagai wahana. Kalau anak kalian masih balita, lebih dari satu, dijamin bakal capek doang.

Di depan miniatur Lego City, Legoland Malaysia

Masuk ke sini bawa bekal minum yang banyak karena panas sekali. Lagipula, beli di dalam mahal dan kadang bayarnya harus antre. Selain itu anak-anak mending bawa topi, serta bawa baju renang dan baju ganti kalau mau main air. Sedia juga tisu dan popok ganti. Toilet, surau tersedia di beberapa sudut. Disediakan mukena. Designated smoking area ada di ujug banget cuma satu kotak kecil jauh dari mana-mana. Bagi yang mau sewa stroller pun ada, single stroller RM 50 dan double stroller RM 76, tepat di depan pintu masuk.

Untuk transportasi ke sana kayanya harus naik taksi atau Grab. Kami sih ga lihat ada taksi mangkal di depan. Maaf ya, untuk ini kami tidak bisa membantu karena bawa mobil sendiri. Parkir mobil sekali masuk RM 10.

Wajah Albert Einstein dari lego di Lego Academy, Legoland Malaysia

Menurut kami sih worth it ke sini karena wahananya tidak terlalu ekstrem jadi cocok untuk anak SD. Selain itu banyak wahana yang bisa dimainkan anak sekalian orang tuanya. Jadi tandem gitu, pas buat bonding time dengan anak.

Jadi, kapan mau ke Legoland?

Advertisements

6 thoughts on “Review Legoland Malaysia”

  1. Adikku suaminya lego mania Mbak. Anaknya baru umur 5 tahun aja dah 2 kali ke sana. Berangkat dari Jakarta. Tiap kesana menginap di hotel yang lego lego itu loh yang dekat Legoland. Aku bilang sih mahal. Tapi karena hobi ya buat mereka gak mahal. Kalau aku karena anakku suka permainan ekstrim lebih suka ke USS. Soalnya hampir sama kayak Dufan. Jadi kalau ke legoland aku sayang duitnya. Soalnya permainannya aman dan gak terlalu ekstrim. Sementara bocil bocilku sukanya permainan adrenalin tinggi. Kalau ada rejeki pengen ke USS lagi ajak anak anak lagi. Naik halilintar di USS yang tinggi segitu aja mereka minta 2 kali.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.