Tips Asyik Menikmati Piknik


“Alaaah, ternyata cuma gini doang.”
“Bagusan juga pantai di Indonesia.”
“Ngapain sih kamu ke negara X, kan ga ada apa-apa di sana?”

Pernah denger seperti ini? Pasti pernah ya. Pernah mengucapkan? Mungkin pernah juga.

Kami termasuk keluarga penyuka travelling, tidak pernah menyesal pergi ke suatu tempat. Padahal, mungkin oleh orang lain di tempat itu dianggap ga ada apa-apa, ga bagus, ga worth it, dan lain sebagainya.

Lihat anak-anak seneng aja kami udah seneng

Bagi kami, tiap tempat selalu ada sesuatu. Lagipula, yang paling kami nikmati adalah pengalaman, bukan tujuan.

Travelling is not about destination. It is all about experience.

Ini tips biar bisa traveling happy seperti kami, selalu tertawa lebar tiap frame. Bahkan setelah tertimpa sial pun kami bakal cekakakan 😂

1. Jangan selalu membandingkan
Kalau kalian pernah ke pantai-pantai di timur Indonesia, atau di Aceh, mungkin lihat pantai di negara tetangga kaya pandang sebelah mata gitu.
Pernah juga waktu saya mau ke Angkor Wat di Kamboja, ada yang komentar, bagusan juga Borobudur.
Pariwisata Indonesia memang luar biasa cantik, susah ditandingi negara lain, kalau kamu kepengen bangga banget nih. Tapi, kalau terus membandingkan, kapan bisa melihat negara lain? Kapan bisa menikmati ciptaan Tuhan di belahan bumi lain?

2. Lihat sisi positif
Salah satu yang paling saya suka dari travel mate sejati saya adalah dia sangat positif. Bahkan ketika masuk ke museum-museum kecil dengan koleksi seuplik, biasanya dia akan komentar, “Ternyata apik juga ya dalemnya?” Atau ketika pergi ke pantai yang sepi, tidak terurus, ada aja yang dikomentari positif. “Wah, anak-anak seneng nih mainan pasir.” Atau, “Sepiii, bisa pacaran kita.” Njuk gremet-gremet 😒
Selalu ada kekurangan dari tempat yang kita kunjungi. Tapi alih-alih mengumbarnya, kenapa tidak mencari sisi positifnya saja?
Instead of saying, “Halah Brunei wisatane mesjid tok!” why not saying, “Alhamdulillah di Brunei jadi bisa salat jamaah di masjid terus.”
Waktu pertama saya ke pantai St Kilda di Melbourne, bukannya berkata “Walah pantaine ming ngene tok.” Saya malah suka banget pinggirannya ada rumput dan walau sendirian goleran di sana sambil belajar atau baca buku, nggak ada yang menganggap aneh. And yes I did that all the time kalau lagi bosen di desa wakakaka.

3. Manage your expectation
Saya beberapa kali kecewa justru ketika mengunjungi wisata di Jogja. Yaaaa ekspektasinya view kaya di foto yang tersebar di page-page FB. Sampai di sana ternyata beda banget. Ya iyalah, kadang yang juara bukan faktanya tapi editannya hahaha. Sejak itu saya selalu mengelola ekspektasi agar tidak terlalu tinggi. Still, saya tetap menikmati kunjungan-kunjungan itu kok.

4. Riset tentang tempat tujuan
Percayalah, kalian selalu bisa dapat fakta unik menarik tentang suatu tempat kalau mau riset sedikit. Baca statistik negara tujuan, kamu akan nemu banyak hal menarik untuk dicocokkan dengan fakta di lapangan.
Wisata tidak hanya olah mata, tapi juga olah rasa dan jiwa.
Kenapa Brunei sepi, oalah lha wong penduduknya paling cuma sama dengan populasi Kecamatan Depok di Kabupaten Sleman.
Kenapa Paris pesing, lha wong ga semua toilet umum gratis. Ada yang harus bayar €2, yang bikin Puput rela kepuyuh-puyuh sampai nemu yang gratisan.
Kenapa Phnom Penh terlihat sangat terbelakang dibanding Jakarta? Ini Oliq yang tanya, dengan bahasa yang lebih simple. Simbok jelasin bahwa Kamboja itu baru berhenti perang belum lama, sementara Indonesia udah lamaaa banget.

5. Ambil hikmah dari segala sesuatu
Bahkan dalam sial selalu ada hikmahnya. Anggap saja itu pelajaran agar tidak terulang di masa depan. Anggap itu bagian dari pengalaman yang di masa mendatang akan jadi kenangan yang bikin cekikikan.
Pengalaman sial macam apa? Silakan yang belum pernah membaca tulisan saya di sini: https://backpackology.me/…/12-pengalaman-sial-saat-travell…/. Dijamin bakal ikut ngakak. Kudu diupdate nih, udah banyak tambahan baru lagi termasuk kisah drone Puput yang terbang dan menghilang. Bukannya ketemu, Puput balik malah bawa tlethong sapi di sandal. Hadeeeeh.

6. Kompromis
Luar daerah, apalagi luar negeri tentu situasinya beda dengan di rumah. Harus mau kompromi dengan keadaan, kalau ga, bakal banyak mengeluh. Panas mengeluh, dingin mengeluh. Ga nemu nasi mengeluh. Ga ada sambel mengeluh.
Kami mah biasa jalan dan bertahan hidup dengan popmie dan roti. Kalau lagi beruntung, bisa makan KFC. Kalau lagi embuh banget seperti waktu di Sydney adalah bertahan hidup dengan air keran, susu, pisang, dan beli roti yang murah karena hampir basi. Hahahaha. Untuk urusan makanan satu-satunya yang tidak bisa kami kompromikan adalah status halal.

Travel mate itu koentji keberhasilan perjalanan

7. Pergi dengan travel partner yang tepat
Capek ga kalau pergi dengan teman yang senantiasa mengeluh. Capek jalan kaki, mengeluh. Kepanasan, mengeluh. Ga bisa dapat makanan sesuai selera, mengeluh. Teman yang selalu negatif seperti itu mending ga usah diajak lagi karena bikin kita tambah bete dan jadi tidak menikmati liburan kita. Kalau ternyata yang hobi mengeluh adalah pasangan? ……eeeenggggg no comment 😜. Kelon aja di rumah hahahaha

Jalan-jalan bukan tentang kenyamanan, kemudahan, bahkan keindahan, melainkan tentang pengalaman.

Kalau ga bahagia sekarang, kapan lagi? 😘

Advertisements

3 thoughts on “Tips Asyik Menikmati Piknik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.