Wisata Syariah di Terengganu


Bagaimana rasanya mengelilingi 23 masjid paling keren di dunia, mulai dari Indonesia kita tercinta sampai Tunisia, Spanyol, dan Rusia? Ha mbuh saya juga belum pernah hahahha. Tapi minimal kemarin kami sudah mengelilingi miniaturnya di Kuala Terengganu, Malaysia.

Hitung-hitung gladi resik sebelum berkunjung ke tempat sebenarnya. Ya to?

Gerbang masuk Taman Tamadun Islam

Tidak ditampik, sebagai muslim kami pun selalu tergerak untuk mengunjungi masjid di negara di mana kami hinggap, terutama bila itu adalah negara di mana muslim bukan mayoritas. Kami pernah ke beberapa masjid di Thailand, ke Seoul Central Mosque di Itaewon Korea Selatan, Masjid Ammar di Hong Kong, dan Central Mosque di Dong Khoi Ho Chi Minh City Vietnam.

Kalau di negara muslim, jelas dong, karena masjid hampir selalu menjadi salah satu atraksi wisata.

Terengganu, selain Kelantan, adalah negara bagian di Malaysia di mana nilai Islami memang masih dinilai tinggi. Huruf Jawi (penggunaan huruf Arab untuk Bahasa Melayu – seperti Arab Melayu di Sumatera atau Pegon di Jawa) masih umum dipakai. Bahkan untuk iklan-iklan di billboard (kalau yang ini saya kok rasanya enggak nemu di Sumatera).

Terengganu punya satu objek wisata unggulan yaitu Masjid Kristal yang terapung di Sungai Terengganu, termasuk dalam kompleks Taman Tamadun Islam. Taman Tamadun Islam ini terletak di Pulau Wan Man yang terhubung langsung dengan pusat kota Kuala Terengganu. Jadi ceritanya ini adalah menggabungkan antara wisata spiritual dengan edutainment, yaitu berupa wahana yang menghadirkan miniatur masjid-masjid di dunia. Well, tidak semuanya masjid sih, yang jelas merupakan miniatur peninggalan Islam dari seluruh dunia.

Tiket masuk ke wahana ini adalah RM 22 untuk dewasa, sementara anak-anak usia di bawah 7 tahun masih gratis. RM 22 itu sudah termasuk makan gratis lho, makannya pun lumayan, yaitu pilihan nasi campur atau bihun/mie/kwetiau kuah.

Cuaca Terengganu nggak jelas banget waktu kami datang. Begitu masuk, mau ke miniatur masjid pertama sudah hujan. Kami harus berteduh di emperan souvenir shop yang sukses membuat Ola, “Mau beli bonekaaaaaaaa. Mau beli bonekaaaaaaa.”

Simbok lelah.

Miniatur Masjid Kul Sharif di Rusia

Satu menit berikutnya matahari bersinar terang dan kami bisa mulai menjelajah wahana Islami ini. Masjid yang pertama kami datangi adalah Kul Sharif Mosque di Kazan, Rusia, negara saya idam-idamkan. Aslinya, masjid ini dibangun dengan arsitektur Volga Bulgaria di Kazan Kremlin Tatarstan pada abad ke 16, namun dihancurkan oleh Ivan The Terrible pada tahun 1552. Pada tahun 1996 masjid dibangun kembali dengan bantuan beberapa negara Islam.

Miniatur Masjid Abu Nasr Parsa di Afghanistan

Walau cuma miniatur, kami sudah ter-wow melihat arsitektur-arsitektur masjid yang out of the box. Beda banget lah sama masjid yang begitu-begitu saja (please ya, Simbok jangan dikeplak plus dilabelin macem-macem wkwkwkw). Ternyata masjid di dunia ini begitu beragam gaya bangunannya. Sungguh aku terharu. Ini menjadi bukti bahwa dolanku kurang adoh. Mainku sungguh kurang jauh.

Miniatur Kalyan Minaret di Uzbekistan. Lengkap dengan kaligrafinya.

Seperti misalnya Kalyan Minaret di Uzbekistan yang dibangun pada abad 12. Terbuat dari batu bata  merah yang dibakar. Kami langsung teringat dengan Qutb Minar di India yang kami kunjungi tahun 2011, arsitekturnya juga terbuat dari batu bata merah.

Salah satu yang bentuknya paling unik adalah Great Mosque of Agadez di Niger, yang dibangun pada abad ke 13. Masjid ini terbuat dari tanah kering yang ditumpuk. Menaranya dibuat dengan bentuk piramid ditusuk dengan 13 baris duri untuk memperkuat strukturnya.

Great Mosque di Niger yang sangat unik. Love it!

Yang tidak kalah mempesona adalah Great Mosque of Samarra di Irak. Masjid ini dibangun pada abad 9 oleh Al Muttawakkil, berbentuk melingkar seperti bolu gulung, terbuat dari batu bata dan tanah liat. Masjid ini aslinya masih berdiri di utara Baghdad.

Great Mosque of Samarra di Irak

Tentu saja di sini ada miniatur masjid-masjid Rasulullah, yaitu Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Al Haram di Makkah.

Miniatur pintu Masjidil Haram

Wahana edutainment ini tidak hanya asyik buat foto-foto saja, tetapi juga menawarkan informasi menarik karena memiliki beberapa teater. Di beberapa miniatur, misalnya Taj Mahal (yes, yang sebenarnya kuburan, bukan masjid), terdapat museum dengan beberapa artefak India. Terdaat juga teater yang memutarkan dokumenter tentang pembangunan Taj Mahal.

Miniatur Kubbah As Sakhrah di Kompleks Masjidil Aqsa Palestina
Bagian dalam miniatur Kubbah As Sakhrah. Sumpah keren banget detailnya.

Sayangnya ada beberapa teater yang sedang direnovasi, misalnya Kubbah As Sakrah, Baitul Muqaddis di Palestina. Padahal saya sangat tertarik dengan sejarahnya. Ini hasil googling saya tentang masjid ini:  “Kubah Shakhrah (Arab: مسجد قبة الصخرة (bacaQubbah As-Sakhrah), Ibrani: כיפת הסלע (baca.Kipat Hasela), TurkiKubbetüs SahraInggrisDome of the Rock, arti harfiah: “Kubah Batu”) adalah sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsha. Kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Tempat ini disucikan dalam agama Islam dan Yahudi. Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat suci bagi umat Yahudi dan umat Islam. Bangunan ini terkadang disalahartikan dengan Masjid Al Aqsha. Masjid Al Aqsha adalah nama dari keseluruhan kompleks tersebut, sedangkan Kubah Shakhrah adalah salah satu bangunan yang berdiri di kompleks tersebut, tepatnya berada di bagian tengah kompleks. Bersama Masjid Al Qibli, Kubah Shakhrah merupakan bangunan utama dalam Masjid Al Aqsha dan kerap menjadi lambang yang mewakili keseluruhan kompleks tersebut.”

Nah, tambahan informasi menarik bukan? Supaya ketika kita teriak #SavePalestine juga ada latar belakang pengetahuan di belakangnya, walau cuma modal googling.

Kalian pasti pernah mendengar tentang Alhambra kan? Alhambra adalah istana kuno sekaligus benteng di Spanyol. Alhambra adalah salah satu bukti kejayaan Islam dibangun pada abad 13 di bawah Kekaisaran Nasrid. Diiiih, saya belum pernah sampai Spanyol coba.

Masjid Kudus

Dari miniatur-miniatur masjid ini sangat kelihatan bahwa akulturasi budaya begitu besar mempengaruhi arsitektur masjid. Masjid Mina Kudus misalnya, sekilas saja kelihatan bahwa gaya bangunannya merupakan campuran antara Islam, Hindu, dan Jawa. Miniatur Masjid Kudus di Taman Tamadun Islam ini sangat detil, lho. Saya suka. Saya suka.

Masjid Xi’an di China juga sekilas terlihat seperti kuil atau pagoda dengan gaya susun. Persis seperti kuil Buddha. Masjid ini didirikan oleh Laksamana Cheng Ho pada masa Dinasti Tang. Tuh, awal tahun ini kami belum jadi ke Xi’an, padahal sudah bolak balik ngecek tiketnya. Masih agak males apply visanya hahahha. Jadi tambah alasan lagi buat ke sana, selain lihat patung-patung terakota itu.

Sekilas Taman Tamadun Islam ini kayanya kecil, makanya kami memilih berjalan kaki walau ada rental sepeda tandem, buggy, dan juga trem. Selain, well, pelit. Nyatanya huhuhuuuu capek juga yes, apalagi lupa bawa gendongan jadi Ola kudu sesekali digendong tangan. Umur tidak bohong, tenaga sudah enggak sekuat umur duapuluhan. Padahal baru umur 25 juga ini wkwkwkwk.

Jadi saya ngemper cantik di depan minimatur Taj Mahal. Males naik tangga ke atas, toh sudah pernah ke tempat aslinya *kibaskerudung*

Berfoto di depan miniatur Aleppo Citadel

Oh ya, yang juga menakjubkan adalah Aleppo Citadel di Syria yang digunakan sebagai benteng dan tempat tinggal. Citadel dibangun abad 10 SM, iya benar sebelum Masehi. Bahkan bila dilacak sejarahnya penggunaan kuil  tempat bangunan yang masih berdiri ternyata sejak 24 SM. Aleppo Citadel ini bisa dibilang salah satu istana paling tua dan paling besar di dunia. Katanya (sumber dari Wikipedia), Nabi Ibrahim pun memerah susu kambingnya di bukit di mana Citadel ini berdiri). Aleppo Citadel pernah berada dalam kekuasaan Hitite, Assyria, Neo Babylonia, dan Persia.

Miniatur Masjid Suleyman di Turki

Di antara miniatur masjid yang ada di sini, yang terbaru adalah Masjid Negara di Kuala Lumpur yang dibangun pada tahun 1965. Kalau dihitung-hitung di antara semua miniatur masjid, saya baru ke Masjid Negara, Taj Mahal, Masjid Omar Ali di Brunei, Masjid Kudus, Masjid Sultan di Singapura, Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Bahkan Masjid Suleyman di Istanbul pun saya belum pernah, tapi Puput yang pernah subuhan di sana.

Water mill Al Jazari

Dalam perjalanan menuju pulang kami melewati tiruan viaduct, semacam jembatan. Di sana ada replika waterwheel Ismail Al Jazari, seorang penemu, matematikawan dan ilmuwan Islam abad 12, yang terkenal dengan bukunya  The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices. Dalam bukunya ini dia menuliskan tentang 100 alat mekanis dan instruksi bagaimana cara membangunnya.

Di sini lah saya merasa hina dan nista. Ketika Aisha dalam Ayat Ayat Cinta 2 merobek kemaluannya demi melindungi kehormatan, Simbok malah heboh menggulung celana panjang sampai ke paha gara-gara ada semut rangrang segede bagong nyasar sampai sana. Hadeeeeh. Gara-gara semut digigit semut rangrang dari syar’i berubah jadi saru. Ga level sama Aisha. Jangan nikahi aku, Fahri. Aku mohon.

Di depan miniatur Masjidil Haram. Insyaallah dimudahkan ke sana lagi berempat.

***

Taman Tamadun Islam, Pulau Wan Man, Kuala Terengganu, Malaysia.
Address: TTI Management Sdn Bhd, Pulau Wan Man, Losong Panglima Perang,
21000 Kuala Terengganu, Terengganu Darul Iman, Malaysia
Tel: +609-627 8888   Fax: +609-630 9020   E-mail: sales [@] tti.com.my

Advertisements

10 thoughts on “Wisata Syariah di Terengganu”

  1. Subhanallah, baca paragraf pertama tak kiro meh cerita kl udah keliling 12 masjid di dunia, wkwk
    Jebul miniatur, gledai bersih dulu.. Wkwk
    Tp kpn ya aku juga bisa piknik ke miniaturnya dulu, hhh

    Like

    1. Akeh sing iso dileboni yg lengkap dengan interior dan atau njerone museum misale Kubbah As Sakhrah, Masjidil Haram, Taj Mahal, Alhambra opo meneh yo. Tapi luwih akeh sing ora iso dileboni. Tapi sing ora iso dileboni yo ora cilik kok. Paling cilik ukurane sekitar sak kamar kos lah wkwkkw. Kebanyakan lebih gede

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s