Persiapan Liburan Anti Ribet


Pejalan itu ada dua tipe besar. Pertama, yang menikmati perjalanannya, tapi sebenarnya malas mengurusi persiapan. Ke dua, yang menikmati segala macam tetek bengek sebelum keberangkatan. Bahkan, kadang – tapi tidak selalu – adrenalin sebelum berangkat ini malah lebih memuncak daripada perjalanan itu sendiri.

Saya termasuk tipe ke dua. The idea of travelling is sometimes even better than the travel itself. Ngono lho cara Jawane wekekekk. Saya termasuk orang yang sangat bersemangat mempersiapkan keberangkatan. Saya rela menghabiskan banyak waktu untuk membandingkan harga tiket pesawat, membandingkan harga hotel dan membaca seksama review-reviewnya. Belum lagi berselancar mencari informasi tentang lokasi wisata, transportasi umum, makanan halal, dan sebagainya. Maklumlah, namanya traveler on budget, mesti irit demi jalan-jalan selanjutnya.

Now everyone can fly

Sering ada teman tanya, “Gimana sih caranya bisa liburan terus?” atau “Tips dong cara dapet tiket murah?” atau “Duitmu kok nggak habis-habis buat jalan terus sih?” Tetooootttt. Belum tahu dia, kami ini makannya kangkung sama tempe terus biar tiket bisa kebeli hahahha. Enggak sih ya, cuma memang ada tips dan trik gimana bisa traveling hemat, apalagi untuk keluarga dengan anak-anak seperti kami. Ehmmm, beli tiket untuk 4 orang itu beda banget dengan waktu masih sorangan.

Nah, untuk yang bertanya cara dan tips, saya menyadari saya suka menggampangkan. Biasanya saya bilang, “Halah gampang, kan tinggal pantengin pas ada promo maskapai. Gampaaaaang.” Faktanya ya nggak segampang itu, apalagi bagi mereka yang masih newbie dalam hal seperti ini.

“Gimana sih cara dapet hotel murah?” Entar saya jawab, “Gampang, tinggal bandingkan antara situs A sama B harganya, terus habis itu bandingkan reviewnya sama situs C. Kalau perginya sendirian, cari yang murah pakai situs D. Kalau mau apartemen pakai situs E atau F.” Wekekekek. Iya, saya sih orangnya selo banget, teliti kalau cari akomodasi.

Faktanya, itu ribet banget buat mereka yang tidak terbiasa. Dan kadang yang muncul adalah permasalahan pembayaran. Beberapa situs luar negeri masih membutuhkan kartu kredit dan/atau PayPal sebagai metode pembayaran. Tidak semua dari kita punya kartu kredit, bukan? Saya sudah tidak punya kartu kredit, PayPal ada tapi tidak ada isinya. Jadi siapa yang mau ngisiin hihihi?

Saya juga lupa bahwa tidak semua orang memiliki waktu leluasa untuk mengatur perjalanan. Saya sebagai simbok glundang glundung bisa setiap saat cari tiket atau akomodasi murah. Sementara banyak orang lain harus juggling antara deadline pekerjaan kantor dan keluarga, jadi tidak punya privilege untuk menghabiskan banyak waktu browsing persiapan liburan.

P_20170423_144011_BF

Jangankan untuk keluarga dengan jumlah anggota banyak, ada beberapa teman saya yang masih single pun enggan mengurus sendiri persiapan liburannya. Mereka lebih memilih “terima jadi” dengan ikut tur dari agen perjalanan. “Tinggal bayar, ga perlu repot bisa berangkat,” kata mereka. Memang sih enak, semua sudah disiapkan, mulai dari tiket, visa (kalau ada), hotel, sampai transportasi lokal. Tapi tidak semua orang memilih cara ini, bisa dimaklumi paket wisata dari agen perjalanan cenderung lebih mahal daripada mengurus sendiri. Kalau satu orang mungkin wajar, kalau empat orang misalnya, perbedaan budget bisa mencolok sekali. Selain itu, itinerary pun sangat terikat.

Jadi solusinya gimana dong?

Terus terang, saya sebagai pelancong yang sebenarnya menyukai dan menikmati tahap-tahap persiapan travelling pun kadang merasa terlalu ribet. Ini terutama kalau ide travelling muncul dadakan. Sebagai ibu rumah tangga kadang saya tidak aware ada tanggal merah atau long weekend. Pas sadar udah mepet waktunya. Ribet banget kalau harus melakukan ritual biasa saya: membandingkan berbagai destinasi, harga tiket di situs maskapai atau di platform jasa penjualan tiket, mencari hotel dan membandingkan harganya di beberapa situs, dan sebagainya dan sebagainya.

Tidur nyenyak buat kami wajib hukumnya

Apalagi tanggal merah dan akhir pekan panjang biasanya tiket melonjak tajam. Meleng sebentar udah sold out. Tarif hotel pun gila-gilaan. Baru berpaling sejenak ke situs booking satunya untuk membandingkan harga, ternyata kamar yang kita inginkan sudah terpesan. Udah kaya bakul gorengan anget-anget di sore gerimis. Begitu angkat mendoan dan bakwan dari wajan, langsung bablas diserbu massa yang kelaparan.

Duuuh, modyaar Mbooook, ora sido plesir.

Saya beberapa kali mengalami kekecewaan. Pas udah dapat destinasinya, ternyata harga tiketnya gila banget. Pas udah memutuskan untuk mau booking tiket mahal itu, ngecek hotel ternyata yang tersisa tinggal hotel-hotel meragukan. Habis itu mutung, nggak jadi pergi.

Kalau sudah demikian harus gerak cepat.

Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan mencari tiket plus akomodasinya sekaligus. Hanya dengan beberapa klik langsung tiket pesawat dan hotel bisa diamankan. Ada beberapa situs yang menawarkan fitur ini. Kali ini saya mencoba produk negeri sendiri yaitu dari Traveloka.

Jadi ceritanya minggu depan kan ada long weekend Maulud Nabi. Kebetulan Puput dan Oliq juga libur. Jadi kami ada rencana mau pergi ke mana gitu. Karena minggu lalu baru balik dari Jogja, nggak mungkin juga mau pulang lagi. Lagian harga tiket juga pasti udah mahal banget karena sekarang tiap kali saya pulang ke Jogja, mayoritas penumpang adalah warga Malaysia yang mau liburan ke sana. Pengen sih ke Thailand, tapi bulan lalu kami baru saja dari Bangkok, jadi enggak dulu deh.

Tadinya mau road trip, nyetir mobil sendiri karena Malaysia Semenanjung ini enak banget kalau dikelilingi naik mobil. Semuanya sudah dihubungkan dengan jalan tol yang lebar, mulus, dan enggak macet. Beda banget sama Pantura yang… .yah begitulah #curcol. Tapi, kami sudah hampir ke semua kota-kota besar yang mudah terjangkau dari Kuala Lumpur. Yang belum tinggal state-state di ujung utara, seperti Alor Setar, Perlis, dan Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand. Mau naik kereta api ke sana, sudah habis semua tiketnya. Mau naik mobil sendiri, bahasa Jawanya awang-awangen, karena memang jauh apalagi toh liburnya tidak panjang. Takutnya waktu habis di jalan.

Akhirnya saya coba-coba fitur Traveloka tiket+hotel. Saya coba Kota Kinabalu di Sabah, Kuching di Sarawak, Alor Setar, dan Kuala Terengganu. Mudah sekali fiturnya, tinggal memasukkan tanggal berangkat dan kota tujuan. Tiket bisa dibeli sekali jalan maupun pulang pergi. Lalu langsung masukkan  jumlah orang (yang akan mempengaruhi jumlah kamar yang dibooking).  Nah saya coba masing-masing, mana yang harganya masuh di budget saya. Kalau masih terlalu mahal, tinggal ganti destinasinya dan tanggal dibiarkan sama.

Nanti akan muncul pilihan paket dengan hotelnya, mulai dari bintang 5 sampai hostel dan ada pula apartemen. Pilihannya banyak. Yang saya sukai dari fitur ini adalah semuanya bisa di-customized. Penerbangan bisa sekali jalan atau pulang pergi, kamar hotel bisa disesuaikan, jadwal penerbangan bisa memilih, juga bisa memilih maskapainya. Akan terlihat dengan jelas kalau misalnya kita memilih maskapai A itu artinya kita bisa lebih hemat sekian rupiah bila dibandingkan dengan maskapai B.

Jadi step-nya seperti ini:

  1. Setelah buka web atau aplikasi Traveloka, klik Pesawat + Hotel
  2. Akan muncul isian data penerbangan dari mana ke mana, kapan,jumlah penumpang, dan kelas penerbangan.
  3. Klik “Tambah Detail Penginapan”. Di sini bisa memasukkan kota destinasi kita. Tapi asyiknya, juga bisa memasukkan kota lain. Misalnya seperti ini, kamu terbang dari Jakarta ke Singapura,tapi enggan menginap di Singapura karena terlalu mahal. Kamu bisa pilih penginapan di Johor Bahru, misalnya. Tanggal check in pun tidak harus sesuai dengan tanggal kedatangan, ya siapa tahu malam pertama kamu mau nebeng di rumah teman, atau ngemper di bandara. Ya ga? Jumlah tamu menginap dan jumlah kamar pun bisa disesuaikan, nggak harus sama persis dengan jumlah yang booking tiket pesawat.
  4. Klik “Cari Paket” akan muncul berbagai paket pesawat + hotel, dari yang murah sampai mahal ada semua. Saya lalu mencari hotel yang kira-kira sesuai dengan minat dan budget.
  5. Setelah mendapatkan paket yang sesuai, bisa mengatur penerbangan – baik waktu terbang maupun maskapainya – dengan menu “Ubah Penerbangan”. Di situ terlihat jelas misalnya naik AirAsia harga sekian, naik Malaysia Airlines sekian. Dicantumkan selisih harga masing-masing, selain juga total harga untuk paket yang dipilih
  6. Hotel maupun kamar bisa diubah sesuai yang diinginkan.
  7. Baru setelah meneliti ringkasan penerbangan dan akomodasi, kita masuk ke menu pembayaran. Yang saya sukai dari fitur ini adalah total harga sudah bersih. Yang dibayar sesuai yang ditampilkan, tidak ada tambahan tax, service charge yang kadang bikin gondok karena nambahnya banyak.

 

Pilih menu “Pesawat + Hotel”
Pilih rute pesawat, lalu pilih penginapan
Banyak sekali pilihan penginapan, mulai dari hotel bintang empat, apartemen, hingga losmen murah meriah
Penerbangan bisa diubah sesuai kebutuhan, langsung terlihat selisih harga masing-masing

Akhirnya saya pilih paket ke Kota Bharu (KBR) di Kelantan. Itu lho, negara bagian di Malaysia tempat Manohara dulu. Letak negara bagian ini di ujung timur laut Semenanjung, berbatasan langsung dengan Narathiwat di Thailand Selatan. Kalau naik mobil bisa ditempuh sekitar 10 jam dari KL tapi kami agak-agak males haha. Karena pas long weekend, kebayang KLIA dan KLIA2 pasti penuh sesak, kami sengaja pilih terbang dari dan ke Bandara Subang (SZB) dengan maskapai Firefly. Anak-anak pasti senang karena mereka belum pernah terbang dengan Firefly sebelumnya.

Jadi kesimpulan saya menggunakan fitur ini adalah:

  • Lebih cepat dan hemat waktu karena bisa booking tiket pesawat dan hotel sekaligus. Dua komponen paling penting dalam liburan. Bisa dikatakan mengurangi kerempongan pra piknik.
  • Harga paketan inilebih murah dibanding kalau beli sendiri-sendiri. Bisa lebih murah sampai 20%. MURAH. Kata kunci paling penting dalam dunia emak-emak.
  • Walaupun disebut paket, tetapi sangat leluasa bagi kita untuk mengatur waktu terbang, maskapai, hotel, jenis kamar hotel, waktu check in, dsb. Memodifikasinya pun sangat mudah.
  • Untuk pembayaran, saya memilih dengan internet banking karena saya juga tidak memiliki kartu kredit. Selain itu bisa menggunakan transfer ATM bahkan di Indomaret atau Alfamart.

Saya akui, lebih simple dan praktis sih daripada ketengan. Kayanya saya bakalan pakai fitur ini lagi kalau ada libur-libur pendek dan weekend getaway di masa depan. Kalau cuma diomongin agak susah ya, mending kalian coba sendiri deh di:  https://www.traveloka.com /packages/

Liburan keluarga anti ribet

Tunggu cerita perjalanan kami di blog post berikutnya yaaaaa 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Persiapan Liburan Anti Ribet”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s