Karena Waktumu Cuma Sebentar, Berangkatlah Umrah Kawan


Harapan hidup orang Indonesia menurut data tahun 2014 hanya 68,89 tahun. Jauh lebih rendah daripada harapan hidup orang Jepang, Singapura, dan Australia yang mencapai di atas 80 tahun. Kira-kira hingga usia 22 tahun hanya akan fokus pada pendidikan. Sebagian besar masih menopangkan hidup pada orang tua, hanya punya “uang saku” — kebanyakan tidak seberapa, kecuali para pemuda-pemudi dengan trust fund miliaran rupiah. Masih ngedot tabungannya sudah ratusan juta. 90 persen pemuda Indonesia jelas tidak demikian beruntungnya.

Umrah pada saat umur Oliq 11 bulan, walaupun bukan backpacking tapi ikut rombongan umrah seperti biasa…

Setelah itu kalian akan bekerja, punya uang sendiri, tabungan mulai membumbung. Mulai mencicil masa depan, mencicil impian. Selain tentunya , bagi kebanyakan orang, mencicil rumah. Dan menyusun rumah tangga. Zaman sekarang, usia pernikahan berkisar di atas 25 tahun bagi kaum urban. Anggap saja 30 tahun usia menikah. Dari titik itu hanya ada 38,89 tahun waktu untuk menunaikan ibadah sunnah umrah.

(Saya tidak memasukkan kelompok yang cukup beruntung diajak orangtuanya berumrah sebelum usia mandiri)

Anggap saja usia 65 tahun sudah mulai terlalu lelah untuk beraktivitas berat, menempuh perjalanan jauh, dan didera iklim dan cuaca ekstrem yang berbeda. Maka, waktumu tinggal 35 tahun.

Tentu saja ini hitung-hitungan sederhana. Jangan harap saya menyediakan infografis yang mumpuni, ini hanya hitungan luar kepala.

Waktu 35 tahun itu begitu cepat berlalu. Ada masa-masa bahagia ada masa-masa susah. 10 tahun pernikahanmu kau akan sangat sibuk mengurus anak. Hamil atau istrimu hamil, lalu punya bayi, lalu punya balita. Kerepotan rumah tangga biasa yang bagimu seolah-oleh menjadi ujung dunia (bila kau penganut kepercayaan bumi datar). Waktu begitu cepat berlalu.

***

Ketika kau sudah mampu, umrah lah, kawan.

“Yang wajib kan haji bukan umrah? Haji aja belum, ngapain umrah?”

Sependek pengetahuan saya yang hanya dijejali artikel dari Internet, Rasulullah SAW pun melakukan umrah 3 kali sebelum menunaikan haji wada’. Jadi, kalau memang kalian masih menanti antrean dari Kemenag, bersabarlah dan usahakan menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu. Dengan catatan, bila sudah mampu.

Tingkat mampu satu orang dengan orang lain sudah tentu berbeda. Ada yang merasa mampu umrah walau harus menjual banyak barang berharga, atau sepetak sawah produktif, atau dua ekor sapi gemuk. Ada yang masih belum merasa mampu walau sudah memiliki 3 atau 4 rumah, masih merasa miskin selalu.

Saya jelas tidak dalam posisi mengukur mampu tidaknya orang lain. Mulailah adil sejak dalam blog post wekekeke.

Kalau kalian merasa mampu saja. Ketika sandang, pangan, papan sudah terpenuhi. Ketika ada dana cadangan. Tentu saja yang terbaik adalah ketika kepergianmu ke Tanah Suci tidak meninggalkan hutang. Tapi, bahkan bila memang dananya dari hutang pun ibadah umrahnya diterima. Hutang tidak diharamkan dalam Islam selama akadnya sesuai. Tentu, ketika mengambil hutang harus punya pertimbangan akan sanggup menggembalikan secepatnya, tidak ditunda-tunda.

Ada banyak keuntungan bisa menunaikan ibadah umrah sebelum berhaji:

  1. Sebagai persiapan ketika jadwal haji tiba. Sudah mengenal lingkungannya, sudah mengalami iklim dan cuacanya, sudah tahu prosedurnya. Sehingga ketika haji tiba, dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan terdahulu sehingga ibadah dilancarkan.

Misalnya: Waktu yang paling tepat untuk prosesi umrah adalah pukul sekian karena jamaah sepi, atau harus bawa lauk kering A, B, C, D karena kurang cocok dengan makanan di sana, atau tahu bakul-bakul abaya murah #halah

  1. Umrah itu saat yang tepat untuk berdoa, berdoa, dan berdoa.

Kalau memang belum diberi kesempatan menunaikan ibadah haji, bisa jadi melakukan umrah dahulu dan berdoa di sana agar diberi kemudahan berhaji. Tentunya boleh juga untuk berdoa yang lainnya, misalnya agar didekatkan jodohnya (uhuks), agar dilancarkan rezekinya, agar anak-anaknya lulus umptn, agar bisa keliling dunia, dsb. Doa selama yang baik tidak dibatasi, bukan?

Dua tempat paling mustajab untuk berdoa adalah multazam di Mekkah dan raudhah di Madinah. Terus terang perjuangan menuju raudhah itu berat. Zaman saya dulu, kelompok Indonesia dapat bagian paling belakang. Mungkin karena jumlah jamaah Indonesia terbesar dan termasuk “manutan” tidak seperti dari beberapa negara lain yang maju sambil teriak teriak protes. Duh, saya sampai deg-degan harus ninggalin Oliq yang masih bayi di hotel sama bapaknya. Ketika akhirnya berhasil masuk ke raudhah susah sekali mau cari tempat buat sujud. Didorong ke sana ke mari. Kepala dijadikan pegangan jamaah lain.

Kalau pengalaman alm Mbah Kakung, katanya, sampai terloncat semeter karena terdorong. Padahal, kondisi di raudhah laki-laki cenderung lebih kondusif daripada bagian perempuan.

Saya tidak sempat mendekat ke Ka’bah karena tawwaf sambil menggendong Oliq, jadi cari aman di bagian luar.

  1. Bergaul dengan orang-orang baik

Insyaallah sebagian besar orang yang menjalankan ibadah umrah adalah orang-orang yang baik, yang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Yang rela ikhlas menjual harta demi ke Baitullah. Yang ikhlas mengeluarkan puluhan juta demi ke rumahNya.

Orang tidak baiknya tentu ada juga. Yang membayar dengan uang rakyat, yang membayar dengan harta haram, dsb. Tapi, tentu mayoritas pastilah orang-orang yang lebih baik.

  1. Umrah sebagai titik balik

Ribuan cerita nyata pernah ditulis, yang menjadikan umrah sebagai titik balik dalam kehidupan manusia. Ada yang mendapat hidayah hingga pulang umrah langsung menjauhkan diri dari semua yang haram. Saya rasa ada juga ribuan wanita yang pulang umrah lantas memutuskan untuk berhijab.

Mbah Kakung juga mendapat hidayah ketika umrah, pulang semakin semangat ke musholla. Lantas menjadi salah satu dari dua imam utama, menjadi penceramah agama di mana-mana, rajin menghapalkan Quran. Sebelum meninggal alm biasa mengaji 6 juz dalam satu hari. Al Fatihah.

***

“Nggak mau daftar umrah lah, entar kalau uangnya dibawa kabur kaya kasus sekarang gimana?”

“Males mau umrah, masih nyicil rumah (ke tiga).” Hahaha

“Ogah, di sana banyak copet.” Di Tanah Abang juga banyak, kali.

“Males ke Arab, petugas imigrasinya nyebelin.”

Hahaha, yang belakangan itu saya ngerasain dibentak-bentak petugas perempuan di Bandara Jeddah. Dia juga bentak-bentak mbah-mbah tua di belakang saya. Hiks. Lha nek pakai Bahasa Arab, kan kebanyakan juga ga mudeng, Budhe!

Tapi, to be fair, saya juga ketemu mas petugas imigrasi yang baik dan ramah waktu datang. Dia malah sibuk nyuwil-nyuwil pipinya Oliq.

Bisnis umrah sedang mengalami karut marut luar biasa. Kasus travel yang sedang ramai ini sebenarnya sudah mulai tahun lalu, namun baru meledak tahun ini. Ribuan calon jamaah sudah membayar lunas “umrah promo” sejak tahun lalu namun hingga kini belum diberangkatkan. Bahkan, katanya kalau mau diberangkatkan akhir tahun harus membayar tambahan biaya.

Selain itu terus ada agen-agen nakal yang membawa kabur uang jamaah, menelantarkan mereka di kota keberangkatan, fasilitas yang berbeda dengan yang dijanjikan, bahkan para muthowif yang seolah-olah tidak mempedulikan jamaahnya yang rata-rata sudah sepuh.

Banyak yang buruk. Tapi lebih banyak lagi yang baik. Seharusnya tidak dijadikan alasan enggan berumrah.

Sama seperti, males salat ah, mukenanya bolong. Ya udah, cari yang nggak bolong lah. Kalua ga ada beli, keluar tambahan dikit nggak apa-apa demi ibadah yang lebih khusyuk.

Kemarin saya men-share tulisan seorang pembimbing umrah tentang seluk beluk bisnis umrah di Indonesia. Ada beberapa macam, kebanyakan normal dan sesuai prinsip syariah. Tapi ada yang menyalahi aturan dengan menggunakan skema Ponzi — kasarnya gali lubang tutup lubang. Silakang dicari tulisannya agar lebih jelas dan paham.

***

Yang sekarang sering dibicarakan adalah umrah backpacker. Sebenarnya nggak backpacking sekali sih, karena masih banyak tergantung dengan travel agent. Pada intinya, kita mencari tiket sendiri, kemudian meminta travel agent untuk membantu aplikasi visa dan land arrangement. Visa umrah memang tidak bisa disubmit perorangan, harus via agen yang terdaftar di Kemenag. Dan ketika sampai di Madinah/Jeddah tidak bisa ucluk-ucluk nyari bus umum, taksi, atau panggil Go-Jek. Harus sudah ada yang menjemput. Pihak Arab Saudi sangat ketat dalam hal-hal seperti ini, karena itu LA harus diatur lebih dahulu.

Lalu, di mana bagian backpackernya kalau semua diurus agen? Bagian cari tiket promo bisa jadi memotong anggaran hingga 3-5 juta per orang. Misalnya naik AirAsia atau maskapai lain yang sedang promo. Tentu biasanya harus transit 1-2 kali, jadi kurang cocok kalau buat mereka yang sepuh.

Hotel pun lebih leluasa memilih. Cari yang agak jauh, bisa juga sewa apartemen karena umrah ala backpacker tidak ada makanan, harus masak sendiri. Harga hotel lebih murah dari yang disewa travel agent. Lebih bisa menyesuaikan budget.

Tidak ada porter yang mengurus bagasi.

Berapa biayanya? Setahu saya bisa kisaran 15-18 juta itu sudah dengan plus-plusnya. Misalnya umroh plus Turki atau Mesir atau Yordania.

Simbok tertarik mau umrah backpacker?

Sejauh ini belum karena BIASANYA kelompok-kelompok umrah backpacker tidak mau menerima peserta anak-anak. DERITA LO HAHAHAHA. Sejauh ini lho ya, siapa tahu nanti ujug-ujug saya terinspirasi untuk bikin kelompok umrah backpacker yang pesertanya family.

Karena ibadah adalah hak semua orang #halah.

Demikian gamblehan saya hari ini, bagi yang ingin membaca pengalaman saya umrah dengan bayi bisa baca di sini.

Tertanda,

Simbok yang pengen umrah lagi plus Mesir, Yordania, dan Moscow. Amin.

Advertisements

13 thoughts on “Karena Waktumu Cuma Sebentar, Berangkatlah Umrah Kawan”

  1. Insya allah thn dpn nih mbok :D. Aku udh mulai nabung.. Udh bkin planning des 2018 hrs bisa pokoknya.. Tp aku pgn yg plus mesir :D. Sbnrnya udh lama pgn umroh.. Apalagi papa udh nyindir mulu.. “Traveling tiap thn ke luar negri, tp umroh ntah kapan”
    Jd udh bertekad hrs thn dpn mba 😀

    Like

    1. Aamiin. Iya, kalau ga diniatin banget takutnya udah ke mana2 tapi malah belum umrah. Tau2 udah menua aja kita. Sayang banget.
      Kalau secara egois sih aku bisa bilang kalau udah umrah, entar traveling ke tempat lain2 jadi lebih tenang karena yg sunnah udah. Lebih lega hahaha

      Like

  2. Makaciii udah diingetin lwt tulisan ini ya mbak Olen.. 🙂 Semoga dimudahkan mau umroh brg keluarga.. Udah punya tabungan haji tapi kalo udah cukup buat umroh, pingin umroh dulu kayaknya.. Kalo nggu haji daftar tunggunya udah panjang beneeeer..

    Like

    1. Aammiiiin mbak. Semoga dimudahkan. Haji berapa tahun sekarang? Kami daftar pas nikah th 2010 dapat 2019. Harusnya sama papaku hiks. Sedih. Alhamdulillah beliau udah umrah. Lega banget aku rasanya papaku udah umrah dan udah niat haji, walau akhirnya hajinya ga kesampaian insyallah pahalanya tetap ada.

      Like

  3. Desember 2013 pas lagi hamil 6 bulan Alhamdulillah bisa umroh. Walaupun sempat ada drama pas di Mekkah (waktu itu tiba di sana jam 12 malam sudah dalam kondisi berihram), yang harusnya dpt hotel bintang 5 eh tau2 ditempatin di hotel bintang 3 yang lokasinya lumayan jauh dari Masjidil Haram. Padahal waktu itu biaya per orangnya utk kelas hotel bintang 5 di Medinah, Mekkah dan Jeddah. Biro travelnya janji mau refund selisih biaya hotel tapi 4 tahun berlalu janji tinggal janji.
    Mudah2an ada rezeki saya bisa berangkat haji bareng suami. Aamiin 🙂

    Like

    1. Ih aku ga boleh lho dulu sma travelnya. Udah daftar, teenyata pas jadwalnya hamil 5 bulan. Ga boleh. Padahal aku berangkat sama bapak mertuaku juga, yg obgyn. Padahal tahun yg sama aku backpacking ke India sama Thailand. Akhirnya diundur 1,5 tahun itu dan berangkat sama bayi.

      Wah banyak emang yg travelnya nakal, janjiin apa dikasih apa. Klo travelku ini bener, hotelnya plg 100 m dari Masjidil Haram dan Nabawi. Tapi emang mahal. Salah satu travel plg top di jogja, relatif lebih mahal dari kompetitorny.

      Like

  4. Alhamdulillah baru saja kembali dari umroh plus mesir bersama suami 17 mei kmrn..
    ikutan grup umrah backpacker,, biaya? 16juta saja Alhamdulillah..
    umrah backpacker gak dapet makan? Alhamdulillah kami dapat makan 3x sehari dengan menu indonesia
    hotel jauh? Alhamdulillah hotel tidak terlalu jauh,, cuma memang hotel bintang 3, tapi insyaAllah cukup memadai, lha wong sebagian besar waktu dipakai untuk beribadah di masjid
    gak terima peserta anak2? Alhamdulillah kemarin ada anak2 yg ikut, usia 6 tahun asal orangtuanya ikut.. *ya iyalah 😀
    yang sepuh juga bisa tapi memang harus pake pendamping karena itu tadi ya masalah handling bagasi di bandara,, khawatir bingung nanti..
    muthowwif? insyaAllah disediakan kok..gak mentang2 backpacker terus dilepas gitu aja, qt tetep punya pembimbing di sana..
    city tour? kompliiit..
    Walaupun banyak drama perjalanan ala backpacker, ala kulli hal kami cukup puas.. Apalagi pas tour di Mesir kami diinapkan di hotel bintang 5..hehe
    Kemarin kami ikut umroh backpacker dengan koordinator Musahefiz dan disupport oleh Kafilah Akbar Travel..

    Like

  5. Mbokkk..kalo mikir gini, “kan aku masik jomblo, kepiye nanti mahram di sana?”
    Soale aku iling gimana “gak-so-sweet-nya” emakku yg berhaji sendirian, gegara bapakku ngeyel nunggu uang pensiunan (gak mau nabung dulu). Repotnya itu lo…yang bikin aku mikir berkali2 buat ibadah dalam kondisi “sendirian”.
    Ada pencerahan ndak?

    Like

    1. Kalau kata bojoku nunggu udah ada mahram aja karena sebenarmya aturannya harus sama mahram.

      Tapi yo nek secara realistis teneh ora iso lungo nandi2 yo hakakakaka

      Ttd,
      Simbok yg kangen solo backpacking

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s