Ngeteh Sore di Rumah Teh Ndoro Donker Kemuning


Rumah Teh Ndoro Donker, di tepi perkebunan teh Kemuning, di Karanganyar, Jawa Tengah, adalah salah satu restoran yang seolah wajib dikunjungi bila berada di daerah ini. Rumah Teh Ndoro Donker memang spesial, bukan hanya karena lokasinya, melainkan juga karena sejarahnya.

Rumah Teh Ndoro Donker

Ndoro Donker adalah seorang ahli tanaman Belanda, ditempatkan di Kemuning untuk membangun perkebunan. Ia sangat dekat dengan masyarakat sekitar sehingga memutuskan alih-alih tinggal di rumah dinas, ia memilih hidup berbaur dengan warga desa. Berada di Kemuding, Ndoro Donker sangat dicintai warga karena selalu berbagi pengetahuan tentang tanaman. Karena itu ia dipanggil “Ndoro” yang artinya “Tuan”. Saya tidak menemukan nama depan Tuan Donker ini.

Ia tidak mau kembali ke Belanda dan memilih hidup mengabdikan dirinya di Kemuning. Ia meninggal di sana. Bekas rumahnya yang disebut nDonkeran kini dijadikan Rumah Teh di mana nama besarnya senantiasa melekat.

Setelah dari Candi Sukuh kami memang telah melewati nDonkeran dan berharap akan makan siang di sana. Ternyata butuh waktu lebih lama di Candi Ceto karena beberapa hal, antara lain Puput salah belok, parkiran jauh dari gerbang candi karena ada mantenan sehingga jalan cukup jauh, di parkiran sempat berhenti lama karena Oliq dan Ola tidur. Jadinya, kami baru keluar dari Candi Ceto pukul 2 lebih dan tiba di Ndoro Donker sekitar jam 3.

Perut sudah melilit karena sepagian hanya diisi sarapan dari hotel dan beberapa kue colongan. Untungnya Oliq dan Ola sudah sempat makan Pop Mie di Candi Sukuh. Hueheheh go judge me, ibu-ibu, kasih makan anak-anak mie instan. This is us during our trips, BTW *grin

Cantiknya Rumah Teh Ndoro Donker ini

Tiba di Rumah Teh, walau sudah lewat makan siang, ternyata masih penuh sesak. Parkiran yang berada di seberang restoran pun penuh, hanya satu dua spot kosong. Jajaran Fortuner membuat kami hanya bisa ngiler bersama mobil Accord tua lungsuran yang AC-nya sudah empot-empotan. Ya, sedang ada beberapa kelompok touring mobil.

Bisa memilih di halaman

Ada puluhan meja tersedia, ada yang berada dalam bangunan, di teras pinggir kebun, bahkan di gazebo-gazebo mini di halaman. Hampir semuanya penuh.

“Waduh bakal lama ini,” pikir saya. Perut sudah keroncongan. Kami mengambil semua meja kecil di pinggir kebun teh, tidak jauh dari musholla. Kebetulan kami juga belum salat dhuhur. Pramusaji berbaju merah mondar-mandir mengantarkan pesanan, tidak menghiraukan kami. Tampak sibuk sekali. Akhirnya saya mengambil inisiatif untuk langsung memesan di dekat meja kasir. Sekali lagi, sudah terbayang bakal lama hidangan tersaji.

Saya meninggalkan anak-anak dengan Puput untuk salat dulu. Begitu selesai salat dhuhur, azan asar berkumandang. Selesai salat, ternyata perkiraan saya salah besar, pesanan sudah terhidang.

Kami memesan nasi ayam goreng, nasi ayam bakar, dan kare ayam. Minumnya teh peach, teh kiwi dan es teh manis biasa untuk Oliq. Untuk makanan, rasanya standar, lumayan enak. Ayamnya empuk jadi tidak masalah untuk anak-anak. Dan yang paling penting nasinya pulen dan agak lembek sesuai kesukaan keluarga kami. Kare ayamnya agak mengecewakan, agak tidak jelas rasanya. Bukan seperti kare, tapi soto juga bukan.

Kare rasa soto
Ayam goreng yang nasinya cuma secuil
Teh peach
Teh kiwi

 

Tidak masalah. Toh kami datang bukan untuk memanjakan lidah. Kami datang hanya untuk kenyang. Kami datang untuk memanjakan pandangan. Kami datang untuk sebuah pengalaman.

Tehnya sendiri sesuai ekspektasi, gelasnya besar dan segar. Kami sebetulnya bukan peminum teh, lebih menyenangi kopi. Tapi, kami sangat menikmati pengalaman di Rumah Teh Ndoro Donker.

Harga makanan berat di sini antara 20-30 ribu rupiah. Minumannya 15-25 ribu rupiah. Total yang harus kami bayarkan adalah Rp135.000. Cukup fair, kan?

Narsis di gardu pandang

Tentunya setelah membayar kami tidak langsung pulang. Kami mengambil foto di dalam kebun teh, juga di gardu pandang pendek yang memang disediakan untuk jiwa-jiwa narsis.

Payung-payung berwarna merah dan putih menyediakan tempat-tempat berteduh bagi mereka yang memilih meja di bagian luar. Tampak rapi, tidak terlihat bahwa sebulan sebelumnya Rumah Teh ini porak poranda karena puting beliung (Solo Pos, 1 Februari 2017).

Bersama Ndoro Donker

Alamat: Jl Afdeling, Kemuning, Ngargoyoso,  Karanganyar

Jam buka: 08.00 – 19.00

 

Advertisements

6 thoughts on “Ngeteh Sore di Rumah Teh Ndoro Donker Kemuning”

  1. Aku baaru tahu tempat ini setelah nenekku wafat mbook huhu.
    Padahal rumah nenek di daerah Matesih Karang Anyar lho.
    Insya Allah kalau ziarah makaam nenek sekalian ke sini deh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s