Suamimu Pria Paling Romantis


Kalau definisi romantis itu contohnya memberi bunga, mungkin Puput mungkin orang paling tidak romantis di dunia. Lha bayangkan, sakuwen-uwen kami pacaran dan menikah hanya sekali kasih bunga. Bunga tapak dara. Waktu kami kelas 2 SD. Dan sebungkus kacang bawang rego selawe alias 25 perak.

Gembus, to?

Eh kalau dipikir-pikir mungkin dia pernah kasih bunga lagi. Suatu hari entah di mana, ketika kami lagi di taman dan ada bunga yang gogrok. Bunga Kamboja. Padakke raiku koyo juru kunci kuburan.mawun-gendongan

Kalau romantis itu misalnya suka memberi cokelat. Nggak pernah juga, wong Puput lebih doyan cokelat ketimbang saya. Lagian kasih cokelat menurut saya juga nggak romantis-romantis amat — apalagi yang dibentuk hati pakai warna pink segede bagong kaya yang diterima Delin dari cowok yang naksir dia jaman SMP. Kayanya buat Simbok lebih romantis kalau dibawain martabak. Sekalian sama terang bulan isi cokelat keju, dan oh please mesesnya yang Ceres dan kejunya Kraft, kalau bisa. Ga perlu isi neko-neko kaya Ovomaltine atau Toblerone. Larang.

Jadi apa definisi romantis?

Sering berkata manis pada istrinya. Bahasa gaulnya “menggombali”. Istrinya digombali. Itu kalau mereka ada maunya, keleeeeus *kibas poni*. Pada kenyataannya WA dijawab dan bukannya di-read doang itu udah alhamdulillah. Kalau dijawabnya satu kalimat dan nggak cuma satu kata itu bolehlah sujud syukur.

Bagi saya sih Puput bangun pagi, bangunin saya shalat Subuh. Pas selesai shalat ternyata udah dibikinin secangkir kopi susu, itu namanya romantis. Masalahnya, sering kejadiannya, siapapun yang bikin kopi, entar ujug-ujug kopi bagian saya mendadak udah habis. Padahal, tadi waktu ditinggal masih separo. “Tak kira udah nggak diminum lagi!” kata Puput membela diri kalau saya mencak-mencak. Yeeeee, please ya, sini lagi sibuk nyuapin anak butuh tenaga ekstra malah dihabisin. Dan end up-nya saya bikin kopi secangkir lagi. Terus berlanjut….”Ngicipi, enak nggak?” MAK SRUPUUUUUUT. *njuk Simbok ngglonggong banyu keran*

Kalau kata Delin romantis itu rela berusaha keras demi pasangannya. Misalnya nih, demi supaya si cewek nggak ketiduran karena ngejar pesawat paling pagi, cowoknya telpon berjam-jam sambil kirim foto-foto muka konyol. Atau, rela browsing review film demi memastikan genre film yang akan ditonton sesuai minat si cewek. Ehemm…..sebenarnya Si Delin cuma mau pamer pacar barunya sih. Cih. (Iya, Delin udah punya pacar baru, silakan lho kalau mau di-cieee-cieee-in). Btw, somehow this makes me sad because I can no longer use the diputusin-lewat-WA joke. Kudu tapa di Parangkusumo cari wangsit buat line-line yang baru nih! Atau apa cari wangsit di Mie Ayam Tumini aja ya?

So, saudaraku se-kromosom XX yang terhormat. Romantis itu sangat relatif. Ada suami istri yang suka bermesra-mesra di FB. Jangan hasad terus berpikiran huh PAMER, RIYA, endebrei endebrei….habis itu share deh artikel “Pasangan yang mengumbar kemesraan di medsos cenderung tidak bahagia” pakai kata pengantar berbusa-buih ombak di lautan. Hakakaka suka ngakak sendiri sih, siapa juga yang tahu kebahagiaan orang lain?

Tapi ada juga yang memilih beromantisan dalam diam. Maksudnya pas nungguin anak belajar gitu, terus hening. Diam. Eh tangannya gremet-gremet hueheheh. Nggak dink, maksudnya di luaran ga pernah nunjukin kemesraannya, tadi di rumah si suami pulang kantor peluk-peluk istrinya yang masih bau bawang. Malam-malam dipijetin. Hobi muji masakan istrinya padahal sakjane bingung iki sop opo sayur asem sih hahahha. Romantis.

Jadi pasangan romantis itu yang seperti apa?

Ya, pasangan yang saling membahagiakan. Caranya terserah. Yang pasti beda-beda juga caranya. Ada yang kaya Ridwan Kamil dan teteh Atalia yang sering lucu-lucuan di medsosnya. Ada juga yang memuji-muji istri di medsos kaya Dik Fahd Pahdepie (sembari jualan buku rumah tangga ngehehehe). Ada yang ga pernah update medsos, tahu-tahu anaknya enam! Lhooo to lain-lain.

Cara romantisan suamimu juga beda-beda, jangan disamain sama orang lain. Misalnya nih ada broadcast-an di FB tentang ciri-ciri pria romantis, terus kamu share, kamu tag suamimu, “Pa, kaya gini dong!” Boro-boro Si Papa approve di timelinenya, dilirik aja enggak. “Apa lagi sih ini!” Ciyaaaaaan deh. Apalagi kalau ngetagnya keseringan. Duh malah jadi sumber malapetaka. Kesannya si Papa enggak bener banget gitu. Udah ah Papa nyari Mama lain aja aaaaaaaaaaaakkkkkkkk

Siapa tahu suami yang suka ngumbar aurat eh gombalan itu ternyata nggak pernah bantu pekerjaan rumah tangga. Siapa tahu suami yang suka kasih istrinya setangkai mawar itu ternyata sering kasih sebuket mawar buat wanita lain nguhahahah ngenes bener setangkai vs sebuket.

Nggak usah lihat-lihat ke luar terus deh. Belum tentu juga yang kelihatan bagus itu nggak busuk di dalam. Rumput tetangga yang kelihatan hijau itu siapa tahu juga bawahnya ada uret yang siap membuat menghancurkan semuanya. Mending urus rumputmu sendiri.

Lihat dong suami yang nggak pernah kasih bunga itu ternyata sering memberi contoh rajin beribadah dan berbuat kebaikan kepada orang lain. Yup benar, MEMBERI CONTOH itu efeknya luar biasa bagi keluarganya, lebih dahsyat daripada menasihati. Lihat, suamimu yang nggak pernah nggombal itu sering pulang bawa jajanan kesukaanmu walau cuma gorengan dua ribu tiga. Suamimu yang nggak pernah nunjukin cintanya di depan umum itu ternyata rela mencuci kutang-kutangmu dengan ikhlas karena malu juga kalau dilondriin (dan juga biar ngirit).

Suamimu DP Facebooknya foto dia berdua sama anak-anak tanpa dirimu. Berprasangkalah yang baik pada suami (baca tulisan saya tentang Prasangka Baik Pada Suami), itu fotomu nggak dipasang bukan gara-gara mukamu ruwet bundet. Bukan. Itu karena cintanya disimpan dalam lubuk sanubari yang dalam bukan di profil FB. Kalau efeknya kamu lalu beli losion muka yang mahal dan dicharge ke uang belanja bulanan, itu adalah bagian dari IKHTIAR *kalem

Jangan melulu lihat ke luar. Lihat suamimu sendiri kalau pas lagi tidur. Pandangi dalam-dalam, kalau ngiler tolong dilap. Lihat juga cermin, apa kamu sudah jadi istri yang sebaik-baiknya?

Sudah ya, pamit dulu, mau menyambut suami. Suami saya orangnya sih nggak pernah nggombal, nggak pernah pamer kemesraan di medsos, tapi besok ke Garuda Travel Fair (GATF) pasti pulang bawa segepok tiket karena dia romantis. Mohon ketik amin, like and share wekekekke….

Advertisements

14 thoughts on “Suamimu Pria Paling Romantis”

  1. Sik mending juru kunci kuburan mbok, mau tak kiro dipadakke karo mbak Kunti *ngibritttt

    Moco iki kudu piyeee ngunu, soale aku sering di komen, disinder, dicerca, di olok2. halah. Mbak Mbak, bojomu sing wajah e koyok Shah Rukh Khan kok nggak tahu dipamer to? endi foto keluarga ne? mbak pingin tahu wajah suami mu? muhahaha. Kepo amat!!!!

    Wis ra ngurus, nggak ngatekno. Sing penting aku isok plesiran. hehehe

    Sebagian keromantisan suami itu ada, jika…… istri ne isok plesiran. Karena plesiran sebagian dari keromantisan :)))))

    Like

    1. Nek takdelok2 kebanyakan ibu2 pasang foto ro bojone akeh. Nek bapak2 ki sajak kepiye
      Awakmu ngguyu to moco iki? (Isih kelingan kapan kae kondo ra ngguyu blas)

      Like

      1. Ngguyu mbak, kemekelen!
        Pokoke ngko nek aku komen, berarti aku ngguyu, nek ra komen berarti aku gak ngguyu (masia aku yo tetep maca). Mbuh ngapa aku seneng eram maca tulisan sampeyan. Aku kehipnotis yak e hehehe

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s