Seoul The Capital of Skin Care


Deretan penjual skincare
Deretan penjual skincare

Berapa banyak jenis produk skincare yang kamu pakai dalam satu hari? Kabarnya perempuan Korea (Selatan) bisa menggunakan 10 hingga 18 jenis produk perawatan kulit yang berbeda dalam satu hari. Lupakan itu pembersih-toner-pelembab. Ritual membersihkan wajah yang menurut simbok-simbok macam saya itu sudah ruwet dan menghabiskan waktu, sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan bagaimana perempuan Korea Selatan merawat diri.

Delapan belas produk. Pembersih, essence, serum, ampul, SPF, CC cushion dsb, dsb. Coba kalau saya yang pakai, ujug-ujug bojoku wis ilang digondol kucing. Bandingkan dengan saya: pembersih muka yang dipakai sekalian mandi, pelembab setelah shalat kalau ingat, dan sheet mask once in a blue moon. You’re screwed, Mbok!

Disclaimer: Jangan harap tutorial dandan di postingan ini karena Simbok belum begitu jahatnya menjerumuskan kalian dalam kesesatan hahahah. Dan, sungguh, ini bukan post berbayar.

Seluruh dunia juga tahu bahwa saya tidak suka dan tidak bisa dandan. Selain skin care amat minimalis yang saya punya, kalau mau pergi biasanya hanya pakai bedak (sekarang sudah meningkat menjadi CC Cushion Ultra Moist thanks to Korean brand! Hell yeah!) dan kadang lipstik. Kalau lagi niat banget ya pakai pensil alis yang selalu dikomentari Puput, “Nggak usah pakai gitu-gituan, nanti malah kecolok.” Satu-satunya jenis produk yang I’m willing to spend a bit more adalah parfum. Dulu saya pakai beberapa keluaran Davidoff, lanjut cukup setia dengan Elizabeth Arden yang seri green tea. Untuk merk, memang saya tipe loyal. Sekarang? Habis dan belum beli lagi.

So, why am I writing this?

Jujur sudah beberapa waktu saya takjub dengan kenyataan betapa brand Korea begitu menginvasi dunia perdandanan internasional. Dulu malah saya nggak mudeng kalau brand-brand yang saya lihat di mall macam The Face Shop, SK II, Laneige itu punya Korea. Blas nggak mudeng. Yang saya tahu cuma The Body Shop punya Inggris, itu aja, karena saya pengguna produknya. Sekarang, begitu kenal brand Korea yang lebih murah dan lebih manjur, udah enggak lagi deh beli di TBS hahahahha.

Nah, saya baru ngeh ketika ke Korea awal tahun ini. Subhanallah, toko skincare dan make up di manaaaa-manaaaaaaaa. Like, everywhere. Di stasiun Itaewon misalnya ada gerai Tony Moly dan Missha dalam satu exit. Padahal stasiun subway bisa sampai 6 exit lho. Di jalanan apalagi, jajaran Etude House, Nature Republic, Innisfree udah lebih dari Indomaret, Alfamart. Lebih head-to-head, jejer-jejer.

Dan itu baru jalan-jalan biasa saja penuh dengan outlet brand-brand ternama. Belum lagi toko-toko biasa yang “menjualkan” produk-produk tersebut, juga apotek-apotek. Terus Olive Young di mana-mana, ini semacam Sephora-nya Korea. Katanya, saat ini ada 1800-2000 beauty brand di Korea, menurut Alicia Yoon, pendiri Peach and Lily, importir produk kecantikan Korea di Amerika Serikat, dikutip oleh NY Magazine.

Dan saya wajib ternganga-nganga ketika sampai di Myeongdong, jalanan yang memang terkenal sebagai pusat perbelanjaan. Yang namanya toko kecantikan berjajar banyaaaaak sekaliiii. Dan kebanyakan memang ramai pengunjung, walau tidak semua saking banyaknya.

(Baca: Itinerary Liburan keluarga di Korea Selatan)

Sales promotionnya nggak cuma perempuan tapi banyak mas-mas ganteng-yang-agak-cantik juga. Produk yang biasa ditata di bagian luar — dan senantiasa menarik pengunjung — adalah mask sheet. Harganya juga sungguh ajaib. Satu lembar masker ini bisa semurah Rp 4000 saja. *syok* Itu yang merk-merk terkenal (baca: yang saya kenal) kaya Skin Food, Etude House, dan The Face Shop. Kalau di Indonesia harganya bisa 20-30 ribu per lembar kan ya?

Nggemblok bayi dan nggandeng balita
Nggemblok bayi dan nggandeng balita

Selain itu ada juga benda-benda menakjubkan semacam hand lotion (ya ampun, kalau dipakai terus nyuapin anak pakai tangan keracunan ga?), lip mask (OMG lips are meant to be kissed not hidden under a mask), pre-serum (heiyaaaa what the hell is that?). Nah hand lotion ini biasa dijual murah, cocok buat oleh-oleh.

Let’s talk about some products. Mungkin kalau kalian penyuka dandan udah tahu lebih banyak tentang produk Korea, ya. Sebenarnya brand-brand kecantikan Korea baru sangat booming di Amerika pada tahun 2011 seiring munculnya BB cream. Yang sekarang pun udah ada CC cream, dan bentuknya pun sudah ada yang cushion, cocok buat yang mau praktis kaya saya.

Amerika, yang sebenarnya sangat Europe-centric dalam masalah kecantikan, mulai tergoda produk Korea. Kenapa? Karena harganya lebih murah daripada brand-brand ternama. Juga karena kemasannya cantik — ini bener banget. Selain itu, because it works wonder!

Bayangkan percakapan seperti ini:

Mawar: Mel, Mel, kok sekarang kulitmu halus banget? Kamu perawatan di salon mana?

Melati: Nggak pakai salon-salonan, kok. Cuma pakai mosturizer XX.

Diam-diam Mawar menggoogle produk XX dan ikutan beli biar kulitnya secantik Melati.

Laris because it works.

Yang nggak kalah penting di Korea sendiri produk kecantikan memang laris manis. Lha itu tadi wong perempuannya saja bisa memakai hingga 18 jenis setiap hari. Katanya, perempuan Korea menghabiskan dua kali lebih banyak uang mereka untuk membeli produk kecantikan dibandingkan dengan orang Amerika. Untuk laki-lakinya, oppa-oppa adalah biggest spenders for beauty products in the world. In short, tidak ada laki-laki di dunia ini yang lebih menyukai lelotionan lebih dari para pria Korea.

Selain pasar dalam negeri, pasar ekspor terbesar beauty product Korea adalah China, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Tahu nggak kalau Pemerintah Korea Selatan turun tangan langsung dalam diplomasi untuk ekspor produk kecantikan ini. Bayangkan kalau pemerintah negara lain melakukan soft diplomacy dalam rangka memasarkan produk baru berbahan lendir siput wekekekek. Ga kebayang lagi kalau tetangganya, Korea Utara, Kim Jong Un turun langsung nyobain lip gel beraroma tomat hahahahahha.

Selain BB dan CC cream yang memang ringan dibandingkan foundation masa lalu macam Revlon dan Viva (Viva!!!!), Korea juga mengubah alur sejarah kecantikan melalui mask sheet-nya. Simbok aja sampai takjub, kalau makai itu kok ya ngefek banget. Kulit kering jadi jauh lebih lembab. Dan gobloknya lagi, udah tahu manjur gitu masih aja sering lupa pakai padahal persediaan masih setumpuk.

Pokoke revolutionary lah!

Kalau urusan make up, saya nyerah deh. Saya biasanya nitip Delin yang jauh lebih pakar masalah dandan.

Let’s talk about the ingredients. Yang paling cocok buat saya bekicot. Iya itu snail mask Skin Food sungguh luar biasa. Entahlah saya memang berjodoh sama lendirlendiran siput. Si Puput huwahahahaha. Di kebun belakang rumah banyak banget bekicot, apa produksi sendiri gitu yah?

Dan bahan-bahan produk kecantikan Korea sangat beragam. kalau cuma green tea dan rumput laut sih biasa banget. Selain lendir siput, ada dari sengat lebah, dari kolagen babi, ada juga yang dibuat dari telur salmon. Gyaaaa gyaaaaa.

Myeongdong di pagi hari
Myeongdong di pagi hari

Kalau saya cocok pakai Chia Seeds Watery Lotion punya The Face Shop yang kemarin baru aja sukses dipecahin Oliq. Facial wash juga pakai chia seeds.

Okelah saya pegel ngomongin beauty-beauty-an kaya gini. So out of my comfort zone.

Ayolah kita ngomongin Seoul lagi. Tadi sekilas saya sudah bicara tentang betapa Myeongdong adalah surga pecinta dandan yahh saudara-saudara. Kenyataannya seluruh Seoul pun demikian. Tapi memang di daerah yang hip seperti Myeongdong, Hongdae, dan Ewha pilihannya lebih banyak dan mungkin juga diskonannya lebih banyak. Kalau saya malah puyeng kebanyakan pilihan dan ga mudeng juga apa yang harus dibeli, brand apa, dan benda-benda apakah iniiiii?????

Saya malah beli di Itaewon dan di salah satu underground shopping mall di antara Namdaemun dan Myeongdong, gara-gara kedinginan kalau di atas. Nah ini salah satu tips kalau ke Seoul pas musim dingin, mau jalan kaki turun aja lewat underground malls biasanya akan tembus ke stasiun. Sumpah dingin banget di atas, mana bawa bayi pula.

(Baca: Tips Membawa Anak ke Negara Dingin)

Oh ya, saya sempat melihat-lihat di Bandara Incheon (ya ya di bandara pun penuh gerai kecantikan), rasanya kok lebih mahal daripada di kota. Jadi saran saya puas-puasin beli di kota aja, biar ga perlu belanja lagi di bandara.

Jadi kalau ke Seoul, mau belanja-belanja produk kecantikan bisa dicoba ke:

  1. Myeongdong, bisa ke gerai masing-masing
  2. Lotte World dan Lotte Department Store, asal jangan ke Lotte Mart di Maguwo itu jelas nggak ada
  3. Olive Young
  4. Watsons — katanya sih harganya agak murah, tapi jangan berharap dapat brand premium sih.
Advertisements

21 thoughts on “Seoul The Capital of Skin Care”

    1. Kayanya sih hahaaha. Aku dulu loyal sama tbs. Tapi sejak kenal korean brands ngerasa lebih cocok sih sama kulitku. Lebih ringan juga

      Like

    1. Wiiiih beneran bisa banget itu kulakan. Aku aja nyesel lho sebelum ke sana kok ya ga browsing2 review. Tau gitu kan bisa nyetok minimal buat dipake sendiri

      Like

  1. Sama kayak aku nih prinsipnya…Aku sama sekali gak suka dandan, n gak punya alat make up sama sekali kecuali bedak, lipstik, dan pembersih muka. But I am willing to spend a bit more only on parfume 🙂 Secara prinsip aku biar jelek yang penting wangi 😀

    Like

  2. Eh busyet 10 – 18 produk ??? ngak rempong ???? Btw kata temen ku yaaa mosture aja ada sampai 6 jenis yang mesti di pake biar kulit kenyal #KaesangLelah

    Aku dah lama ngak main kesini …. ngintip2 dulu yooo mbok

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s