Jalan-jalan dengan Anak Kecil?? Siapa Takut….


Kami sering mendapat pertanyaan, “Jalan-jalan bawa anak-anak apa gak repot?” Ya jelas repot, wong jalan-jalan sendiri aja ribet apalagi bawa anak-anak, lebih-lebih kalau lebih dari satu dan masih kecil. Atau bisa juga dilihat dari sisi lain, punya anak aja repot apalagi diajak jalan-jalan, pasti lebih repot lagi. Repot, ribet, rebyek. Opo maneh jal…

Yang jelas punya anak adalah suatu anugerah yang siap tidak siap, mau tidak mau, harus dijaga sebaik-baiknya. Dulu memang rasanya gak kebayang jadi orang tua, tapi setelah dijalani selama hampir 5 tahun rasanya kami masih baik-baik saja, tetap enjoy sambil terus jalan-jalan.

the backpackologiest siap-siap ke kamboja di pagi dini hari... semua udah siap kecuali si Ola yg masih ngleker.. malam terakhir kami sebagai perantau di negeri jiran...
the backpackologiest siap-siap ke kamboja di pagi dini hari… semua udah siap kecuali si Ola yg masih ngleker.. malam terakhir kami sebagai perantau di negeri jiran…

Sejatinya, parenting alias mengasuh anak itu pekerjaan melekat baik sedang di rumah dengan segala fasilitasnya ataupun saat jalan-jalan dengan segala keterbatasan. Bagi kami, mengasuh anak yang berisi memberi makan anak, memandikan anak, nyeboki anak, menidurkan anak, menemani anak bermain-main, belajar bersama anak, dan segala tetek bengeknya sudah menjadi rutinitas sehari-hari baik di rumah maupun di perjalanan. Jadi, travelling alias jalan-jalan tidak berarti lari dari kewajiban mengasuh anak, yang ada hanyalah memindahkan lokasi rutinitas beserta adaptasi dengan keterbatasan fasilitas yang pastinya berbeda dengan yang biasa di rumah.. Jadi inget, kayaknya ada meme yang beredar, “kalo travelling sambil bawa anak namanya bukan travelling…tapi pindah tempat tidur aja hahahah….” Nanti coba cari lagi di kitab fesbukiyah.

Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan...
Kebahagian terbesar saat travelling dengan anak-anak adalah melihat mereka bermain dan tetap ceria sepanjang perjalanan hingga ke tempat tujuan…

Dari pengamatan saya, sebenarnya masalah terbesar membawa anak jalan-jalan adalah ketika bapak ibunya tidak “mengasuh langsung” anak-anaknya sehari-hari. Bisa jadi bapak ibunya sibuk bekerja ketika hari kerja, lalu ketika libur bapak ibunya malah sibuk sendiri-sendiri. Bapaknya sibuk dengan hobinya bersama kawan-kawannya, sementara ibunya sibuk shopping dan arisan. Trus anaknya gimana dong?? Biasanya kalau tidak diasuh oleh baby sitter atau pembantu, ya diasuh oleh kakek neneknya. Permasalahan utama adalah bapak ibunya jadi kurang mengenal anaknya sendiri sehingga ketika anak cenderung menjadi susah diatur. Apalagi pembantu atau kakek nenek biasanya tidak tegaan untuk memarahi anak, yang berakibat anak maunya semua dituruti saat itu juga. Si pengasuh lebih memilih jalan aman maunya anak langsung dituruti daripada anak menjadi rewel. Biasanya tinggal dibelikan mainan atau makanan, toh duit bukan jadi masalah. Kalau di rumah mungkin tidak masalah, tapi ketika travelling ini akan jadi masalah besar. Tidak semua keinginan anak bisa langsung dipenuhi meskipun ada duit, belum lagi kondisi lingkungan yang berbeda yang membuat anak menjadi tidak nyaman.

Ibu harus siap menyuapi alias ndulang anaknya dimana aja..bawa cemilan bayi yang gampang dibawa-bawa bisa jadi alternatif..
Ibu harus siap menyuapi alias ndulang anaknya dimana aja..bawa cemilan bayi yang gampang dibawa-bawa bisa jadi alternatif..

Lalu bagaimana solusinya? Sebenarnya simple saja, sebagai orang tua Anda harus kembali mengasuh anak Anda sendiri. Usahakan setiap hari libur anak diasuh oleh orang tuanya sendiri, jadi si pengasuh bisa diliburkan dulu. Nah, liburan bareng dengan anak-anak ini sebenarnya cara paling ampuh untuk kembali mengeratkan anak-anak dengan ibu bapaknya. Tapi liburan jangan bawa baby sitter ya, sama aja kalau itu mah… Kalau memang Anda belum pernah liburan bareng tanpa pengasuh, ya mulai dari yang simple dan dekat. Kalau tinggal di Jakarta, mungkin bisa dicoba ke Bogor sambil bawa mobil. Liburan dengan bawa mobil sendiri jelas lebih enak karena lebih fleksibel, bisa berhenti kapan saja dan gampang mau jalan muter-muter kalau sudah sampai di tujuan. Udah gitu, bisa bawa berbagai peralatan tempur tanpa kuatir bawa barang berat dan banyak. Kan tinggal masukin begasi, kadang sampai mirip pindah rumah kalau bawa anak kecil. Biasanya kalau naik mobil dan pergi ke tempat wisata mainstream, tidak akan banyak masalah. Anak-anak kekinian pastinya sudah terbiasa naik mobil keliling kota.

Rutinitas semacam memandikan anak tetap menjadi kegiatan tak terpisahkan walaupun sedang travelling... enjoy aja, kalau sudah gede mereka gak mau lagi dimandiin...
Rutinitas semacam memandikan anak tetap menjadi kegiatan tak terpisahkan walaupun sedang travelling… enjoy aja, kalau sudah gede mereka gak mau lagi dimandiin…

Nah, kalau sudah lulus ujian travelling naik mobil, boleh dicoba dengan kendaraan umum, baik itu bis, kereta api, atau pesawat. Di sini ada tantangan tersendiri karena kita berbagi kendaraan dengan orang lain, jadi kita sebisa mungkin membuat anak merasa nyaman agar tidak menggangu penumpang lain. Yah, meski kadang penuh masalah, misal kalau naik pesawat biasanya anak kecil, apalagi bayi, akan menangis ketika take off maupun landing karena kupingnya sakit. Tapi pelan-pelan anak akan terbiasa. Semakin sering bepergian, anak juga mulai menyesuaikan dengan ritme perjalanan yang harus mengejar jadwal, suasana sekeliling yang hiruk pikuk, toilet umum, hingga masalah keterlambatan. Ibu bapak harus berlatih menenangkan anak bila ada masalah, jangan malah tambah bikin anak jadi panic. Sebenarnya di sini lah tantangan untuk mengenal anak, misal dengan membawa snack dan mainan kesukaan, dengan bercerita dan menemaninya bermanin-main. Dulu anak kami Oliq sangat suka dengan pesawat karena sering bepergian dengan pesawat, jadi kami biasanya membawa mainan pesawat dan selalu mencari tempat dekat dengan jendela pada saat menunggu pesawat biar si anak menjadi happy melihat pesawat lalu lalang.

Anak bayi bisa tertidur kapan saja.. bawa stroller bisa jadi solusi, tapi ingat pilih obyek wisata yang kira-kira ramah stroller kalau mau bawa stroller ini kemana-mana...
Anak bayi bisa tertidur kapan saja.. bawa stroller bisa jadi solusi, tapi ingat pilih obyek wisata yang kira-kira ramah stroller kalau mau bawa stroller ini kemana-mana…

Naik kendaraan umum memang ribet karena kita harus ganti-ganti moda. Dari rumah harus naik taksi ke bandara, lalu naik pesawat, dari bandara mungkin naik kereta bandara ke tengah kota tujuan, lalu masih disambung bis atau taksi. Ganti-ganti moda biasanya membuat anak menjadi rewel, ditambah lagi kita harus menenteng tas dan koper yang berat dengan bawaan peralatan anak. Orang tua gampang senewen, apalagi anaknya. Di sini bapak ibu harus berlatih menenangkan anak sembari memberi pengertian memang seperti ini proses perjalanan. Ada kalanya perpindahan moda tidak mulus, ada masalah seperti terlambat, tas tertinggal, yang harus dihadapi bersama. Buat persiapan sebaik mungkin, seperti siapkan popok dan baju ganti di tas yang dicangklong terus, bukan di koper semua. Kalau mau simple jelas tinggal hubungi agen perjalanan, begitu turun dari pesawat Anda akan disambut pegawai hotel atau agen yang akan mengantarkan Anda dari bandara ke hotel atau tujuan wisata. Tapi tentu ada harga lebih yang harus dibayarkan.

Pemilihan lokasi wisata juga harus benar-benar diperhatikan. Kalau bawa anak kecil jangan cari wisata ekstrim seperti arung jeram. Usahakan tempat yang anak bisa bermain bebas, seperti pantai. Bisa juga di lokasi wisata kawasan pegunungan yang ada tempat bermain anak. Anda harus jeli melihat kesukaan anak seperti apa. Perhatikan juga akses menuju lokasi, jangan yang terlalu sulit. Satu hal yang sering terlupakan adalah lokasi rumah sakit terdekat kalau ada kejadian emergency. Perjalanan dengan anak-anak pasti lebih rawan, sebaiknya persiapkan juga kemungkinan terburuk. Obat-obatan pribadi jelas wajib dibawa, apalagi kalau anak ada kecenderungan sakit bawaan seperti asma. Tidak perlu panic kalau anak sakit di perjalanan, obati sebisa mungkin dengan obat yang kita bawa, kalau belum sembuh juga ya sebaiknya pergi ke dokter. Orang tua tak perlu egois memaksakan harus mengunjungi semua tempat wisata di satu daerah. Ingat, anak mungkin malah kecapekan dan rewel. Yang penting anak selalu ceria di perjalanan, bukan berapa banyak obyek wisata yang dikunjungi atau seberapa banyak foto selfie di tempat wisata.

Liburan dengan membawa anak memang bisa dibilang memindah rutinitas dari rumah ke hotel. Pagi hari dimulai menunggu anak bangun, bahkan membangunkan bila perlu. Dilanjutkan memandikan anak, menyuapin anak, baru mungkin siap-siap untuk jalan-jalan. Siang atau sore hari anak mungkin mengantuk, kalau bisa kembali ke hotel tentunya enak, tapi kadang kala anak harus tertidur di pangkuan orang tua. Lalu sore kembali rutinitas memandikan anak, dilanjutkan makan malam, baru mungkin jalan-jalan lagi. Rasanya memang banyak waktu terbuang yang seharusnya bisa untuk jalan-jalan, tapi percayalah, lebih penting membawa anak-anak jalan-jalan dalam kondisi happy daripada dipaksakan jalan tapi masih malas-malasan yang ujung-ujungnya bisa jadi cranky.

So, jangan ragu ajak anak Anda jalan-jalan. Mungkin rasanya lebih ribet, tapi percayalah, mumpung anak Anda masih kecil, ini adalah saat terbaik travelling bersama keluarga. Kalau mereka sudah besar dan punya teman sendiri, mungkin akan lebih sulit lagi dan Anda akan merasa kehilangan waktu berharga bersama anak-anak. Terus kunjungi blog ini untuk tips-tips family travelling J

Advertisements

12 thoughts on “Jalan-jalan dengan Anak Kecil?? Siapa Takut….”

  1. Kadang sing marai senewen klo kasus anakku gini Mak, klo sudah di lokasi tujuan jalan2…ngebet minta dibeliin mainan. Klo sudah dibeliin mainan…mbingungi ngajak pulang ( untuk bisa mainin mainan barunya dngn lebih leluasa)… *oalah bocah.

    Like

  2. setuju ama poin yg bilang, libur bareng anak2 jd terasa ribet kalo ortunya ga mengasuh langsung si anak di hari2 biasa :D.. Aku ngalamin soalnya ;p.. untungnya papi anak2 lbh sabar dr aku mbak, jd pas si kecil rewel, biasanya papi turun tangan dan bisa anteng lg anaknya.. skr sih krn umur si kaka udh hampir 4 thn, aku lbh gampang bawa dia bepergian, krn udh terbiasa dan mulai suka :)..

    nah adeknya yg baru 6 bulan blm prnh dibawa keluar kota.. moga2 sih ga serewek kakanya pas msh awal2 dulu:D

    Like

    1. Itu yang nulis suamiku. Udah lahiran ya fan? Selamat!!! Justru 6 bulan malah masih gampaang bobonya banyak. Kalau dibiasain sejak bayi insya allah sih lebih gampang terbiasa jalan

      Like

  3. Salam kenal Mbak Olen, Mas Puput. Selama ini aku silent reader blog kece ini 🙂 Anakku perdana traveling jarak dekat umur 2,5 bulan naik mobil dari Bandung ke Cikarang. Umur 6 bulan perdana naik pesawat mudik ke Palembang. Naik bis bolak-balik Cikarang-Bandung sering, naik kereta api Jakarta-Cirebon pernah. Tinggal naik kapal laut yang belum dicoba. Kalau dibilang repot sih repot ya. Tapi untuk urusan packing sudah lumayan terlatih krn dulu sebelum nikah aku sering traveling hehehe….

    Like

  4. bener mbok, jalan2 ama anak kecil ga semenyusahkan yg dianggap orang-orang #baca keluarga suami# 😉 justru anak anak lebih cepat dikenalkan dengan dunia luar lebih baik biar pikirannya terbuka, luas dan ga self centered nanti kalau udah gede…oya mbok, ke korea dong…mau contek iti budget dll nya nihh…winter lebih bagus #maksa# 🙂

    Like

  5. bener mbok, jalan jalan ama anak2 ga semenyusahkan seperti yg dibilang org2 kok..justru anak2 harus dikenalkan ama dunia luar selain lingkungan mereka biar pikiran dan pemahaman mereka luas dan gampang masuk di lingkungan mana pun. oya mbok, ke korea ga minat? mau contek iti,budget nya nih hihihihi winter lebih bagus #maksa hihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s