10 Pertanyaan yang Sering Muncul Ketika Akan Travelling dengan Anak


  1. Gimana biar anak nggak rewel di pesawat?

Ini pertanyaan yang paling sering saya temui, baik ditanyakan kepada saya secara langsung, maupun yang saya baca di forum travelling, parenting, bahkan komunitas menyusui. Dan jujur memang benar, ini yang paling dikhawatirkan oleh ibu-ibu. Kalau naik mobil sendiri, anak rewel, bisa berhenti sebentar, dibawa ke luar. Lha kalau naik pesawat, gimana? “Mas Pilot, kiri!”

Biasanya, anak rewel karena bosan, lapar, panas/dingin, telinga sakit, sumpek. Dan pengalaman saya, semakin sering naik pesawat dan hapal prosesnya, anak semakin terbiasa.

Lebih lengkapnya baca ini: Terbang Yuk Nak.

Becanda di pesawat
Becanda di pesawat

  1. Apa saja yang harus dibawa?

Saya membagi bawaan menjadi 2: di tas kabin (ransel atau hand bag Hermes boleh) dan di koper. Untuk yang di tas, saya bawa:

  • Beberapa popok sekali pakai
  • Tisu basah
  • Baju dan celana ganti
  • Cemilan
  • Makan besar dan peralatannya (mangkok, sendok)
  • Bib
  • Air minum dan cangkir plastik
  • Mainan, buku gambar, pensil
  • Gadget #eaaaa

Nah kalau untuk yang di koper sangat tergantung mau pergi ke mana, anak umur berapa dll.

Tips: Traveling dengan Anak-Anak: Berkemas Ringkas

  1. Bagaimana menyusui saat travelling?

Kaus diangkat, BH dibuka, susuin deh wekekekke. Eh tapi beneran lho menyusui di tempat umum itu tidak serepot yang disangka orang. Kalem saja. Kalau ada orang lain yang risih saat kita menyusui ya cuek aja, wong kita melakukan sesuatu yang sangat natural. Toh, menyusui juga bukan berarti mengumbar payudara, bukan? Tinggal sedia nursing apron, atau pakai selendang batik seperti saya untuk menutupi bagian aurat yang kelihatan. Saya termasuk orang yang jarang ke ruang menyusui karena anak-anak saya nyusunya sewaktu-waktu, kan repot kalau bolak-balik ke ruangan. Sering juga harus menyusui sambil menggendong kalau misalnya harus masuk pesawat.

Cerita menyusui di tempat umum: Menyusui Saat Traveling.

The Backpackologist di pesawat menuju Boracay, Ola anteng nyusu simbok
The Backpackologist di pesawat menuju Boracay, Ola anteng nyusu simbok
  1. Bagaimana meyiapkan MPASI?

Bagi yang memang idealis harus memberi makanan homemade, berarti harus bawa persenjataan lengkap. Kalau menginap di apartemen dengan dapur jelas lebih mudah. Kalau tidak berarti harus bawa kompor listrik, panci kecil, mungkin juga rice cooker, saringan, steamer bahkan blender. Saya sempat kok sangat idealis semacam itu dan ceritanya ada di sini. Sekarang enggak lagi, walau tetap berusaha kasih makan homemade seperti waktu di Boracay (baca di sini), saya juga kasih Ola makanan instan. Entah kenapa saya tetap menghindari bubur-buburan model Cerelac atau Milna. Saya lebih suka produk Heinz yang menurut saya lebih “aman” tapi sebenarnya jauh lebih bahaya di dompet wekeke. Untuk cemilan pun saya lebih percaya Gerber dan Happypuff, dan Ola juga lebih doyan model puff daripada biskuit bayi. Jangan lupa bawa bib alias tadah iler.

  1. Pakaian untuk anak seperti apa?

Pakaian yang disiapkan tergantung cuaca di destinasi. Kalau Asia Tenggara saja anak-anak saya biasa pakai celana dan kaos. Bahkan di pesawat pun biasa cuma celana pendek dan kaos, plus sandal buat Oliq. Anaknya nggak suka pakai sepatu kalau nggak terpaksa. Kalau Ola, sepatunya suka copot jadi jarang dipakaiin. Bahkan naik pesawat dan pergi-pergi pun kami sering lupa pakaikan kaos kaki. Ya jadi nyeker aja gitu. Nah untuk perjalanan biasanya saya tetap sedia jaket. Untuk musim semi/gugur dicek dulu cuaca di tempat tujuan. Kalau mendekati iklim tropis ya bawa jaket tipis saja, kalau lebih mendekati dingin berarti persenjataannya harus lebih lengkap. Untuk tips membawa anak ke negara dingin bisa dibaca di sini.

Musim dingin pakaian lengkap
Musim semi dengan pakaian lengkap
  1. Menginapnya di mana?

Saya lebih suka menginap di apartemen karena ada dapurnya dan lebih terjaga privasinya. Lebih homey. Saya biasa booking lewat airbnb yang tipsnya ada di sini. Kalau cuma untuk 2-3 hari hotel mungkin lebih leluasa, terutama bila tempat tujuan adalah kota-kota yang tidak beda jauh dengan negara kita, banyak restoran, dan banyak makanan halal. Tips booking hotel secara online bisa dibaca di sini.

Kamar yang nyaman dengan bed empuk
Kamar yang nyaman dengan bed empuk
  1. Obat-obatan apa yang dibawa?

Paracetamol bukan racun bila diberikan sesuai dosisnya, so jangan percaya hoax yang beberapa waktu lalu sempat tersebar ya. Nah ini andalan saya, karena paracetamol bisa untuk demam, gigi sakit (biasanya karena tumbuh gigi) dan sakit kepala. Untuk daftar lengkap obat yang saya bawa ada di sini dan sini.

  1. Bagaimana kalau anak sakit?

Been there. Oliq pernah sakit di Turki, Langkawi, dan Seoul. Rasanya kaya apa? Tercabik-cabik hati ini. Bingung antara nggak bisa enjoy liburan dan nggak tega lihat anak. Cerita tentang anak sakit dan tipsnya dapat dibaca di sini.

  1. Bawa stroller dan baby carrier seperti apa?

Karena sekarang punya anak dua jadi saya bawa stroller plus baby carrier. Jadi kalau Oliq kecapekan atau ngantuk dia bisa duduk di stroller dan Ola digendong dengan carrier. Saya suka stroller yang ringan, murah, kalau rusak buang hahahahha. Punya Ola merk Coco latte, dilipat gampang. Tapi stroller jenis ini memang nggak kuat kalau medannya berat seperti Eropa dengan jalanan dari cobblestones dan kurang hore untuk musim dingin karena tidak ada protector dan tutupan di atasnya seadanya. Tapi sejauh ini Ola oke-oke saja dengan stroller jenis ini walaupun kalau bobo terlihat nggak nyaman dan ada aja orang yang ujug-ujug mbenerin posisi kepalanya hahahha.

Stroller ringkas
Stroller ringkas
ergobaby cocok untuk simbok yang strong
Baby carrier

Lebih lengkapnya baca di sini: Stroller, Baby Carrier, Baby Wrap, atau Jarik?

  1. Kalau anak tidak nyaman bagaimana?

Nggak usah travelling. Di rumah aja *keluar tanduk *

Udah kudu diupdate ini! Fifth country soon!
Udah kudu diupdate ini! Fifth country soon!
Advertisements

6 thoughts on “10 Pertanyaan yang Sering Muncul Ketika Akan Travelling dengan Anak”

  1. Yang paling susah itu adalah anak kita ga cocok sama udara yang berubah ubah itu, kasian kalo dia sakit kan. Jadi kita harus siapin obat2an dan pakain yang paling utama.

    Like

  2. Mau tanya. Saya baru saja punya anak laki2. Usia 3bln sdh pernah saya ajak ke Makassar. Bln Desember nanti, usianya 8 bln. Dan saya berencana ke Jogja naik kereta dari Malang berangkat jam 20.15

    Selama perjalanan, bagaimana membuat bayi merasa nyaman. Apakah dengan memangku dia, membuat bayi nyaman?

    Teruma kasih sebelumnya.

    Like

    1. Kalau kereta api malah santai banget ya. Saya terus terang belum pernah bawa anak saya naik kereta api jarak jauh. Terjauhnya hanya Paris-Amsterdam 3 jam. Tapi jelas lebih enak naik kereta daripada pesawat. Apalagi kereta malam. Pasti anak tidur kan? Kalau saya kepala dipangku di paha ibunya, badan lurus dan bagian kaki dipangku papanya. Dibawa santai aja

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s