Itinerary jombler (jomblo traveler): Keliling Bali naik motor


Ibarat orang meninggal, kalau 40 hari kan diperingati dengan yasinan. Saya pun begitu, menginjak usia jomblo saya yang memasuki 40 hari saya pun memutuskan untuk memperingatinya dengan piknik ke Bali ala-ala sis Julia di Eat, Pray, Love..
IMG_8513
kece kan? wakakaka

Dengan modal gaji bulan lalu yang alhamdulillah udah ada kenaikan, akhirnya saya nekat buking tiket pesawat PP AirAsia yang ternyata harganya nggak mahal. Biasanya saya kalau mau piknik konsul dulu sama Simbok Olen tapi kali ini nggak.
Saya berangkat dari Jogja Hari Minggu tanggal 27 Maret flight jam 8 pagi, alhamdullah tongsisnya lolos. Sampai di Bali ternyata panas ngentang-ngentang. Hidung saya sampai berembun. Dari bandara semua transport mahal, bakule taksi ngampleng.
Maka saya memutuskan buat keluar bandara dan order Gojek. Harus keluar ya karena Bli Gojek nggak bisa masuk. Cukup Rp 15.000 aja saya sudah sampai di Jalan Legian tempat saya nginep.
Setelah check in di CX Hostel Legian Kelod, saya ngadem dulu di kamar soalnya saat itu pas tengah hari. Saya udah eksotis, males kalau harus berjemur di pantai siang bolong gitu.
Hari pertama agak sorean saya habiskan jalan kaki ke Pantai Kuta sama Legian, pakai sandal jepit. Jajan nasi jinggo, makan bareng supir taksi yang lagi nongkrong.
IMG_8541
sunset yang diburu para newly wed
Sambil nungguin sunset berharap ada bule laki yang bottomless. Astaghfirullah. Untunglah pas menjelang sunset yang dibilang orang-orang romantis, segerombolan cabe-cabean yang lagi study tour dateng. Jadilah perhatian saya teralihkan dari para newlywed yg gandeng2an di sana.
Hari kedua:
Saya udah sewa motor dari hostel untuk dua hari. Harganya cuma Rp 50.000/harinya. Motornya jelas matic. Hari pertama saya keliling Bali Selatan dimulai dari GWK, Uluwatu, dan pantai-pantai sekitar sana seperti Padang-padang.
IMG_8300
Padang-padang Beach yang isinya bule semua
Karena saya superbuta arah, semua mengandalkan GPS. GPS dinyalain terus ditaruh di kantong motor di bawah setang, jadi tinggal ngelirik dikit aja. Jalannya cukup mudah kok, tapi emang lumayan rada jauh. (Cerita soal tempat wisata nyambung di lain postingan ya)
Hari ketiga:
Masih dengan motor Beat itu saya menuju tempat yang belum pernah saya datengi di Bali, yaitu Ubud! Jalan menuju Ubud itu emang gampang banget, tapi jauhnya naujubilah. Kalau ngaji mungkin udah sampai khatam. Tujuan utama saya adalah Museumnya Pakde Antonio Blanco! And yes, that is the most beautiful museum that I’ve ever been.
IMG_8438
sayangnya lukisan erotisnya nggak boleh difoto
Dari sana saya ke Goa Gajah yang nggak kalah eksotisnya sama muka saya yang mulai menghitam dan keminclong. Abis dari Goa gajah lanjut menyusuri Jalan Raya Ubud terus ke Puri Sangen Agung. Dari sana rintik-rintik syahdu mulai berjatuhan. Saya cuma bisa misuh karena nggak ada jas hujan!
Malemnya saya balik hostel, mandi-mandi cantik terus ke Krisna buat beli oleh-oleh. Karena sebackpackernya kamu, kamu tetep orang Indonesia kalau nggak bawa oleh-oleh bisa dihujat netizen!
Hari keempat:
Order Gojek dari pagi terus ngemper di Bandara karena flight saya di resechedule. Ngemper cantik sambil baca Diary Tak Kasat Mata yang heboh di Kaskus itu lho..
Advertisements

6 thoughts on “Itinerary jombler (jomblo traveler): Keliling Bali naik motor”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s