Transportasi di Korea Selatan


Sebenarnya isi tulisan ini cuma transportasi di Seoul wong kami nggak keluar-keluar dari Seoul, tapi biar kethok keren tur mumpuni dikasih judul Korea Selatan. Ya Allah, saya sudah teracuni situs abal-abal yang butuh trafik. Nista, Mbok!

So, jadi begini, buat kita yang tinggal di Indonesia, yang namanya transportasi umum terintegrasi (dengan baik) itu sesuatu yang sangat didambakan, digadang-gadang tapi tidak kunjung terlaksana. Seperti pungguk merindukan bulan. Ibaratnya seperti menunggu Timnas Indonesia juara Piala Asia. Seperti menunggu WNI bebas visa ke Australia.

Mejeng di stasiun
Mejeng di stasiun

Sistem transportasi di Seoul itu, subhanallah, lebih bundet daripada rambutnya Puput kalau lagi habisnaik motor. Lebih mbingungi daripada kisah percintaannya Delin.

Rapi iya, tapi buat wisatawan lumayan ruwet karena sangat kompleks dengan berbagai jalur. Lagipula kami punya masalah lain, susah sekali menghapalkan nama-nama dalam Bahasa Korea. Jadi suka bingung sendiri sama nama stasiunnya, kewolak-walik, ketuker-tuker.

Waktu hari pertama mau jalan-jalan, di Stasiun Itaewon Puput ditanyai nenek-nenek dalam Bahasa Korea. Walau nggak mudeng, kami tahu maksudnya bertanya, “Mau ke mana?” Maklumlah kami bawa peta sambil celingak-celinguk. Nah, Si Puput mendadak grogi di-PDKT nenek-nenek dan lupa sendiri sama nama stasiun yang kami tuju. Dia bilang, “Gondok, Gondok!” Nenek-neneknya bingung sendiri.

“Heh ngawur kowe!” saya bilang seperti itu.

“Lha aku lali e jenenge!”

Padahal maksud kami adalah Gyeongbokgung….malah jadi Gondok. Adoh banget, Dab!

Transportasi paling diandalkan di Seoul adalah subway, yang terintegrasi dengan A*REX (Airport Express), setiap stasiun pun langsung tersambung dengan bus kota. Nyaman memang. Subway memiliki 18 jalur, brooo! Yang mana ternyata lebih complicated daripada subway Tokyo yang ‘hanya’ punya 9 jalur.

Coba lihat peta subway Seoul

Ruwet kan?Sumber di sini
Ruwet kan? Sumber di sini

Bandingkan dengan peta subway Tokyo di bawah ini

Subway Tokyo
Subway Tokyo

Lalu, salah satu yang bikin rumit adalah jalur-jalur yang seperti ular naga panjangnya bukan kepalang, menjalar-jalar selalu kian kemari….*malah nyanyi*Dan tidak ada stasiun-stasiun yang sentral seperti KL Sentral misalnya wekekekke. Pokoke, stasiun interchange bisa ada di mana saja.

Bandingkan dengan jalur Metro Melbourne di bawah ini, yang mana semua kereta berpusat di City Loop (Flinders St, Southern Cross, Parliament, Flagstaff, dan Melbourne Central), jadi lebih mudah dibaca petanya dan lebih mudah bertukar kereta.

Metro Melbourne. Sumber di sini
Metro Melbourne. Sumber di sini

Bandingkan lagi dengan jalur LRT dan monorail Kuala Lumpur yang bahkan lebih sederhana seperti berikut.

LRT KL sumber dari sini
LRT KL sumber dari sini

Enaknya di Seoul — berkat jalur subway yang ruwetnya ngalah-ngalahin gang-gang Dolly — adalah hampir semua lokasi wisata dapat dicapai dengan kereta. Hanya beberapa yang terpaksa naik bus, mungkin cuma Namsan Tower karena memang letaknya di atas bukit.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bila naik subway di Seoul:

  1. Pastikan tahu turun di stasiun apa dan exit berapa karena dalam satu stasiun pintu keluarnya banyak
  2. Setiap stasiun ada lift (buat yang bawa stroller), walau kadang letaknya nyempil
  3. Yang tidak bawa balita, tidak hamil, jangan coba-coba pakai lift kalau tidak mau dipelototi para lansia
  4. Tiket bisa dibayar di mesin tiket secara ngeteng atau pakai T-Money seperti kami (T-Money dibeli KRW 4000 di minimaket seperti 7eleven kemudian di-top-up di mesin. T money lebih irit dan sisa uang dapat direfund
  5. Ongkos per trip beda-beda tergantung jarak. Rata-rata sekitar KRW 1000-1500 per tap
  6. T-Money selain bisa dipakai buat subway, juga buat A*REX, bus, taksi, bahkan bayar di minimarket
  7. Pengalaman saya, orang-orang di Seoul lebih suka duduk daripada orang-orang di Tokyo maupun kota-kota di Australia. Jadi mereka rela duduk berdempet selagi masih ada kursi kosong (orang-orang di Australia banyak yang lebih memilih berdiri)
  8. Ada kursi prioritas, tapi tidak selalu diberikan pada keluarga dengan balita seperti kami. Mungkin faktor buaaaaanyaaaaak banget lansia di Seoul yang hobi jalan-jalan sendiri jadi kursi prioritas wis kebak kabeh.
  9. Antre sangat rapi, langsung membentuk dua baris di depan pintu stasiun (yang tepat pintu kereta juga)
  10. Tidak ada larangan makan/minum di stasiun, bahkan di peron ada penjual makanan kecil. Ini beda dengan di KL, yang petugasnya tidak ragu menegur yang bawa minuman (kecuali air putih dalam botol)
  11. Kami juga tidak melihat tanda larangan makan/minum di dalam kereta
  12. Perjalanan dengan subway sebagian besar akan mengalami pindah kereta, di mana pun Anda menginap, sesentral apapun hotel Anda. Jalur yang berbeda, biasanya tingkatan letak peronnya pun berbeda (misalnya Line 6 di B3, Line 4 di B5)
  13. Jalan kaki untuk pindah kereta dan untuk ke exit (pintu keluar) kadang jauh (bagi lansia dan anak-anak), tapi menurut saya masih lebih mending daripada subway di Hong Kong
  14. Ada toilet di setiap stasiun tapi jangan berharap ada musholla apalagi angkringan
  15. Interval kereta sekitar 5-10 menit
  16. Cara masuk ke stasiun dengan tap T-Money dan keluar pun dengan cara yang sama
  17. Rute jalur di dalam kereta kadang semuanya menggunakan huruf Korea (ada juga kereta dengan denah rute Bahasa Inggris) tetapi pemberitahuan lewat suara juga menggunakan Bahasa Inggris
  18. Jarak antar stasiun relatif dekat, misalnya dari Hyoehoen (Namdaemun) ke Myeongdong, dari DDP ke Dongdaemun, bisa ditempuh berjalan kaki 10-15 menit. Namun tentu tidak semuanya dekat.

Perjalanan dari dan ke Bandara Incheon paling murah adalah menggunakan A*REX, turun di stasiun tergantung tempat Anda menginap. Kami tinggal di Itaewon, jadi turun di Gongdeok, dilanjut dengan subway Line 6. Ongkosnya KRW 3850, setara dengan 40 ribu rupiah, murah untuk jarak sekitar 60 km. Perjalanan antara Incheon dengan kota sekitar 40-60 menit.

Cara lain adalah menggunakan Airport Limousine, yaitu bus bandara yang harganya lebih mahal.

Sementara itu bus kota di Seoul terbagi empat

Biru: rute jauh hingga ke pinggiran Seoul

Merah: bus ekspress

Hijau: bus jarak pendek menghubungkan stasiun-stasiun subway dan terminal besar

Kuning: rute melingkar

Total ada 400 rute bus di Seoul, jadi silakan mulai browsing dari sekarang karena saya tidak menemukan situs lengkap tentang rute-rute bus ini.

Jujur kacang ijo, di Seoul saya lebih suka perjalanan dengan bus dibandingkan dengan subway. Selain karena jalan ke halte bus lebih dekat daripada stasiun, dengan bus jadi bisa menikmati pemandangan kota. Seementara subway cuma bisa menikmati pemandangan berupa penumpang lain yang nggak ada yang mirip sama anggota K-Pop. Lha wong kita perginya pas nggak rush hour, ya isinya mbah-mbahnya K-Pop semua.

Ongkos bus dapat dibayar dengan T-Money. Tap di mesin ketika masuk dan tap di mesin ketika aka turun lewat pintu belakang. Jangan lupa tap ketika turun, kalau tidak, penggunaan berikutnya akan didenda dua kali lipat dari ongkos trip yang terlupa.

Bayar bus boleh menggunakan uang tunai tetapi harus pas, karena dimasukkan ke kotak langsung, tanpa tersedia kembalian. Praktek ini persis sama dengan di Hong Kong dan Kuala Lumpur.

Oh ya jangan lupa, kalau nunggu bus di halte. Jangan di depan kantor pemadam kebakaran. Busnya dilihat juga jalurnya. Jangan ngejer-ngejer bus pariwisata yang disewa BNI Syariah. Baca sini dulu….

 

Advertisements

19 thoughts on “Transportasi di Korea Selatan”

  1. Tapi menurutku nih mbok…
    Meski subway map yang di Seoul itu terlihat paling jelimet di antara yang lain, tapi yang paling ribet dalam prakteknya pindah2 kereta adalah yang punya Jepang. Soalnya bikin eike sering kesasar kalau di setasiun besarnya (apalagi waktu itu belum baca tulisan simbok tentang transportasi di jepang)

    Terus masalah kursi prioritas…
    Kursi ini juga sering teriisi oleh orang2 non-lansia (orang yg membutuhkan) kok. Dan mereka jarang banget (#juaraaanngg buaaanget) mau ngasih kursinya ke orang-orang yang membutuhkan, apalagi kalau orangnya bukan orang mereka

    Like

    1. Aku di Jepang juga pernah kesasar wakakakak. Hooh Korea kaya gitu. Lihat kami dorong stroller sering ga ada yg nawarin tempat duduk. Kalo jepang otomatis ada yg kosong. KL juga mesti banyak yg langsung berdiri

      Like

  2. Menurutku subway Jepang lebih ribet mbok, ada JR line dan non JR, perusahaannya juga beda-beda. Trus tiba-tiba keretanya bisa berubah jadi line lain. Pas ke Jepang kemarin kerasa banget kalo Seoul Subway super gampang.
    Kalo install aplikasi Subway Korea harusnya nggak ribet (bisa dipake offline juga), dikasih tau transfer dimana dan ada pilihan mana yang paling cepet atau yang transfernya paling sedikit.
    Harga T-Money rata-rata 2500 won (terakhir beli Januari 2016), mungkin lebih kalo edisi khusus.

    Like

    1. Kemarin beli 4000 krw hikz. Iya emang Jepang ada JR ada ga, walau kebanyakan bisa pake JR. Masalahku di korea adalah susah nginget namanya. Jado bingung dewe

      Like

  3. uwaahh lbh ribet toh mbak…. aku yg feb besok, abis dr jepang mau terbang ke seoul sekalian, mumpung lbh deket drpd klo brangkat dr jkt :D.. Aku pikir transportasinya lbh ribet jepang.. tp gpp lah, jd bljr mbak :D.. Dinikmatin aja sgala kerempongannya, mumpung liburan 😉

    itu tips no 3, jgn naik lift kec hamil ato bawa bayi, hihihii, ini suami siap2 deh.. aku sih juga lbh seneng jln kaki drpd naik lift yg suka lama.. tp suami kdg muka tembok bgt klo udh yg bgitu2 -_-

    Like

  4. kok prasaku lebih mbulet Korea daripada Jepang ya mbo’ Eh tapi saya juga belum pernah ke Jepang heuhehehe

    Waktu ke Korea kemarin saya tertolong banget dengan aplikasi Subway yang ada di IOS gampang banget naik turun subway.

    Like

  5. Halo Mbak… aku baca blognya informatif banget nih. Lengkap. Jujur ya, kalo masalah itinerary aku nggak begitu masalah. Justru yang jadi masalah itu transportnya dan di sini nemu deh.

    Aku yang masih bingung soal bus nih Mbak. Jadi masuk kita lewat pintu depan, terus tap T-card di depan ya. Nah, pas pulangnya lewat pintu belakang, ada sensor buat tap Tcard lagi berarti ya?

    Kalo subway gimana? Perlu tap pas masuk dan keluar juga?

    Terus aku kan belum kebayang sama sekali soal station di sana. Maksudnya line dan B itu gimana ya Mbak? Hehe thanks buat jawabannya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s