Tips Membawa Orang Tua Traveling


Anak mana sih yang tidak mau membahagiakan orangtuanya? Saat kini kita sudah punya penghasilan sendiri, paling tidak pengen bawa ortu jalan-jalan walau nggak jauh-jauh.

Konteks orang tua dalam tulisan ini luas, boleh jadi orangtuamu, nenek kakek, tetangga, mertua, calon mertua, pokoknya lansia dengan usia di atas 60 atau bahkan 65.

image

Ada beberapa tips dari Simbok, misalnya dari segi pemilihan destinasi. Lebih baik mengutamakan kenyamanan orang-orang tua yang kita bawa. Misalnya, pilih liburan ke Bali atau ke Singapura daripada mendaki sampai Ranu Kumbolo atau malah naik trek Annapurna. Yaelah bro, naik tangga satu tingkat aja menggeh-menggeh.

Untuk masalah transportasi, kalau saya (dari dulu) tidak pernah mempermasalahkan pakai LCC. Toh beda kenyamanannya nggak jauh banget. Pokmen murah. Toh sama capeknya, sama durasi penerbangannya, sama waktu nunggu di bandaranya. Yang akan saya prioritaskan hanya rute direct atau transit, karena transit menghabiskan banyak energi.

image

Dari sisi akomodasi, Nduk, Le, kalian kan udah mapan mbok ya jangan pelit-pelit amat. Inapkan orangtua (kalau lansia yang kalian bawa adalah ortu) di hotel yang layak. Nggak harus yang mewah. Jangan di hostel, apalagi yang dorm. Nggak nyamanlah ortu sekamar dengan banyak orang, ada yang ngorok, bau, telanjang. Apalagi nih orang tua kan biasanya udah beser, nggak nyaman banget kalau harus sharing toilet. Terus bayangkan nih ortu di bunk bed bawah, eh di bed atas ada yang lagi ML. Eaaa. Neh ciloko mencit!
Note: ada hostel yang menerapkan batas bawah usia dan batas atas, tapi kebanyakan hanya menerapkan minimal usia.

Saat traveling, itinerary jangan hardcore, tenaga jalan-jalan lansia beda sama Simbok yang umurnya masih 24,5 tahun. Jangan seharian penuh jalan. Jangan iseng nyeberang Banpo Bridge. Jangan seharian muterin pulau pakai motor. Pokoknya jalan-jalan santai yang penting mereka seneng. Toh inti kita bawa mereka jalan-jalan adalah buat nyenengin mereka, kan? Bukan buat diri kita sendiri.

Terus nih lokasi wisatanya disesuaikan. Jangan suruh naik wahana tornado, atau ikutan skydiving. Cukup duduk-duduk di lokasi dengan pemandangan bagus, piknik pinggir danau atau di pantai. Boleh banget ajak ke pasar suvenir, bakalan sibuk ngitungin siapa aja yang mau dikasih oleh-oleh. Tetangga sebelah, sohib di kompleks, grup pengajian, si A, si B.

image

Urusan perut nih, jangan sampai mereka kelaparan. Kalian sih biasa ngegembel makan pop mie doang, minumnya air keran. Wealah, orang-orang tua perutnya lebih sensitif. Ajak ke rumah makan yang layak. Biasanya orang tua juga cenderung kurang suka makanan-makanan ‘aneh’, lebih baik makanan yang tidak terlalu berbeda dengan makanan sehari-hari. Jangan biasa makan nasi sayur lodeh, kamu paksa makan roti canai atau simit oles nutella. Kalau doyan sih nggak apa-apa juga.

Perkara narsis nih, orang-orang tua juga pengen difoto dengan ikon-ikon wisata, buat bisa dipamerin sama grup WA pengajian atau buat tetangga-tetangga. Ambil foto-foto bagus. Nggak perlu ngotot minta mereka foto dengan pose kekinian seperti yoga pose, split, atau kayang.

Sekian dulu tips hari ini.

Advertisements

23 thoughts on “Tips Membawa Orang Tua Traveling”

  1. Intinya nyaman dan aman ya Mbak kalau mengajak orang tua itu :hehe. Saya membayangkan sebuah liburan yang tenang banget kalau sama orang tua, duduk-duduk di bawah pohon pada sebuah lapangan rumput luas dan akhirnya tidur-tiduran hahaha… nyaman banget.
    Terima kasih tipsnya!

    Like

  2. Perkara mangan tak pasrahke Bapak Ibu mbok. Pihak konone sing okeh pantangan. Biasalah asam urat plus kolesterol. Nek semangat, kayane semangat e isih semangat 45. Tur nek mlaku rodo adoh, kekeselen sithik, njuk kesehatan e nge-drop, hehehe.

    Like

    1. With toddler. Ortu mah kalo capek bisa bilang. Asal diajak ke masjid udah hepi wakakak. Kalo bayi asal dinenenin anteng. Tidur2 melulu. Kalo umur 1-3 udah repot ngurusin makannya, suka gerakan tutup mulut yg bikin kita stres, bosenan, ngambekan, kadang ga jelas pengennya apa. Pengen makanan kadang maunga merk tertentu yg ga ada di sana. Nah gitu *malah curhat*. Oliq sih udah melewati masa itu. Udah terbiasa juga. Asal ga terlalu padat itin masih oke

      Like

  3. Hahaha… bener banget yang ngajak ke toko souvenir, bakal sibuk ngitungin siapa yg mau dikasih oleh2. Malah ada yg pesen khusus segala maunya oleh2 apa. Itu minta ampuuunn nyarinya. 😀

    Like

      1. Dulu waktu neneknya nisa ke Jepang, ada bosnya di kantor yg pesen samurai dooong dong dong. Haiyaa… akhirnya dibeliin samurai yg bukan asli, tapi emang samurai buat souvenir. Tapi tetep kita minta surat keterangan dari si penjualnya. Trus kita paketin pake pos ngirimnya, daripada dibawa sendiri nenteng2 itu samurai di bandara. hahaha. *fiuh*

        Like

    1. Ning Jogja Om, Sewon Bantul tepatnya. Acara Golek Garwo tiap bulan ada. Pernah diulas di blog ini juga lho *jawab serius

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s