Ketika Anak Sakit Saat Liburan


Dalam kehidupan yang sempurna, anak-anak selalu sehat, ceria sepanjang liburan. Walaupun kita sudah berupaya sebisa mungkin menjaga kesehatan mereka sebelum berangkat berlibur, shit happens. Yup, shit happens beyond our control.

Drugstore penyelamat kami
Drugstore penyelamat kami

Apa saja jenis penyakit yang biasa menyerang anak saat travelling?

  • Mabuk darat/laut/udara
  • Panas
  • Sakit perut/Diare
  • Sembelit
  • Alergi
  • Flu/batuk
  • Ada lagi?

Walaupun kami sudah sering travelling dengan anak (sekarang anak-anak), jangan dikira semuanya senang-senang saja. Oliq, yang relative sehat dan jarang sakit, juga pernah kok terserang sakit saat liburan. Kalau Anda sudah baca postingan Korea terbaru, pasti tahu bahwa waktu di Seoul Oliq kena diare. Selain itu, Oliq juga pernah panas tinggi waktu di Istanbul dan Cappadocia – anehnya panas 2 malam hanya waktu malam saja, waktu pagi sudah normal dan ceria. Pernah juga panas tinggi di Langkawi yang berakhir dengan diopname semalam ketika balik ke KL. Ola pernah beberapa hari tidak BAB saat ke Penang dan Oliq pernah sampai 4 hari tidak BAB di hari-hari pertama di Australia, kemungkinan faktor biologis karena penyesuaian. Tapi bikin khawatir juga kan?

Saya pernah menulis daftar obat yang dibawa saat travelling di sini, tapi ada baiknya saya perbarui lagi.

Obat esensial untuk anak ketika travelling

  1. Apa saja yang penting mengandung paracetamol, untuk anak demam, tumbuh gigi, sakit kepala. Intinya pereda rasa sakit. Merk obat terserah, saya biasa pakai Sanmol atau Panadol Kids.
  2. Thrombopop, buat yang anaknya suka kejeduk-jeduk
  3. Betadine
  4. Plester
  5. Obat diare
  6. Microlax untuk berjaga-jaga kalau sembelit
  7. Dramamine Kids atau obat anti mabuk lain. Saya tidak pernah bawa kebetulan anak-anak saya tahan banting di perjalanan, termasuk naik perahu yang bumpy.
  8. Minyak telon/kayu putih/minyak angin/Vicks baby untuk baluran di perut dan dada, terutama pada udara dingin
  9. Mungkin ada yang biasa pakai Tolak Angin anak

Pada anak-anak yang memiliki penyakit tertentu pasti harus bawa peralatan tambahan, seperti: nebulizer (boleh dibawa di kabin), inhaler, obat alergi, vitamin, dsb.

Alami vs Obat

Ya, saya tahu bahwa pengobatan alami lebih baik daripada obat kimia. Kalau bisa. Kalau pas di rumah. Kalau lagi di jalan, seperti kejadian Oliq diare kemarin, rasanya sulit untuk tidak melakukan intervensi medis. (((INTERVENSI MEDIS))) bahasamu Mbok Simbok!

Selain dikasih obat, kita juga bisa kasih pengobatan alami. Standar saya itu kasih banyak cairan, terutama buat demam atau diare. Air putih, jus buah, susu. Apa aja yang anak mau. Yang lainnya ya tetap kasih buah yang gampang didapat, biasanya jeruk. Kemarin di Korea andalannya stroberi yang guide-guede dan manis itu.

Selain itu, dikasih baluran mnyak telon di perut, leher, dada, punggung, buat menghangatkan.

Langkah yang saya lakukan kalau anak sakit saat travelling

  1. Kasih home remedy dulu, cairan dan buah itu
  2. Google lokasi apotek terdekat (kalau kebetulan sudah tahu ya lebih baik lagi)
  3. Cari bahasa lokal dan tulisan penyakit itu. Kalau perlu cari juga bahasa lokal gejala-gejalanya. Siapa tahu apotekernya tidak bisa berbahasa Inggris.
  4. Cari tahu klinik terdekat, sebagai antisipasi kalau sakit semakin parah
  5. BERDOA BERDOA BERDOA
Advertisements

12 thoughts on “Ketika Anak Sakit Saat Liburan”

  1. memang selalu menginspirasi mbok…

    mugo sok nek ketemu iso jaluk tanda tangan neng novele sampeyan.

    duuuh, emang susah ya nek travelling anak loro. kemampuan wong tuo gag panik juga patut diacungi jempol

    Like

  2. Iya, plesiran must go on. Salutlah dengan para orang tua yang super mengurus anak-anak dengan sakit dan masalah lain padahal di tengah jalan-jalan :hehe. Sehat-sehat terus yo, mudah-mudahan jalan-jalan selanjutnya seisi keluarga sehat walafiat jadi bisa bersenang-senang sepanjang perjalanan :amin.

    Like

  3. anakku 2x sakit di jalan, panas tinggi gitu…
    pertama kelelahan naik bus ugal2an dari cirebon ke brebes yg cuma sejam, terus pas ke bintaro kemaren 😦
    terus kalo mudik ke boyolali yg uadem juga langsung watuk pilek 😦

    Like

  4. Mb minyak kayu putih yg dibawa apa kudu under 100ml,krn cairan lebih 100ml katanya disita di imigrasi…krn blm pernah backpackeran ke luar negeri hehh…

    Like

  5. untung si mbok sigap kalo mbakku yang kaya gini pasti yang drama mbokku dirumah.

    pasti ngomel , anak jangan dibawa ngeluyur jadinya sakit…
    makanya permitnya agak susak kalo ngajak liburan agak panjang.
    simbahnya rempong

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s