Chin Swee Temple, Genting dari Sisi Lain


Genting Highlands selalu identik dengan kasino, cable car, dan wahana-wahana pemacu adrenalin. Orang datang ke Genting untuk berhura-hura membelanjakan ringgit mereka. Tahun depan, mungkin, Genting telah selesai bersolek dengan wahana-wahana barunya setelah bertahun-tahun mengalami renovasi yang tak kunjung usai.

Bagi orang Indonesia, terutama yang bar pertama kali ke Kuala Lumpur, agenda ke Genting seolah-olah menjadi sesuatu yang wajib – sama wajibnya dengan Colmar Tropicale di Berjaya Hills yang menurut saya overestimated.

Chin Swee Temple letaknya sangat scenic
Chin Swee Temple letaknya sangat scenic

Baiklah, naik skycab Genting memang selalu jadi pesona tersendiri, termasuk bagi kami yang mungkin sudah 5 kali melakukannya. Tapi, ternyata di Genting ada sebuah kuil cantik dan besar yang justru kebanyakan dilewatkan.

Chin Swee Temple, terletak sekitar 10 menit perjalanan dari resor Genting, dibangun pada tahun 1976 di atas tanah yang diwakafkan oleh Dato’ Seri Lim Goh Tong. Lokasi kuil sangat fotogenik karena berada di atas bukit berbatu.

Tadinya saya mengira kuil ini kecil. Saya salah besar. Kompleks kuil besar, indah, dengan beragam patung warna-warni.

Patung warna-warni
Patung warna-warni

Sesuai dengan namanya, kuil ini dibangun sebagai persembahan kepada Biksu Chin Swee yang disembah di Provinsi Fujian, Cina.

Ketika berkunjung ke sini, pada akhir pekan, parkiran sangat penuh sehingga kami harus memarkir di seberang jalan. Sebagian hanyalah pengunjung penggembira – seperti kami – tapi banyak pula yang datang untuk berdoa. Bau dupa menyeruak. Kami melewati berbagai patung hewan yang dibangun di sekitar tempat parkir.

Tempat berdoa
Tempat berdoa

Saya, yang waktu itu sedang hamil besar, terengah-engah mendaki tangga untuk menuju ke patung Buddha di pelataran atas. Kontur kompleks yang berbukit memang memaksa arsitektur untuk membuat pelataran menjadi berundak. Dengan taman, patung warna-warni, relief bunga, pemandangan tampak menawan.

Dari atas, makin terlihat pagoda bertumpuk sembilan yang menjulang. D dalamnya tadinya terdapat 10.000 lampion yang kini tinggal 2000 karena diambil pengunjung – dianggap membawa berkah. Pagoda ini memang seolah menjadi atraksi utama di Kuil Chin Swee. Pagoda putih, merah, emas itulah yang tampak dari kejauhan.

Di pelataran ini juga terdapat berbagai patung dan relief yang menceritakan kehidupan Biksu Chin Swee. Ada beberapa ruangan tempat berdoa.

Biksu Chin Swee dari Anxi di Fujian bukan hanya biksu yang memahami ajaran Buddha, melainkan juga ahli pengobatan Cina. Chin Swee hidup sekitar 900 tahun yang lalu dan dengan kemampuannya ia berhasil menyembuhkan banyak orang sakit. Bahkan, kabarnya, ketika terjadi kekeringan berkelanjutan, orang-orang datang kepada Biksu Chin Swee agar tanah mereka didoakan. Dan tidak lama kemudian hujan turun. Karena itulah Chin Swee didewakan di tempat asalnya, bahkan hingga ke wilayah-wilayah lain seperti Malaysia ini.

Patung Buddha
Patung Buddha

Kami dapat melihat hamparan hijau hutan-hutan Pahang dari atas. Ketika menengadah, terlihat hotel-hotel dan kasino di puncak Genting. Sekilas terlihat pula gondola-gondola yang membawa pengunjung ke dari Goh Tong ke puncak Genting.

Di belakang patung Biksu Chin Swee ada sebuah batu besar alami yang kemudian diberi tambahan berupa air terjun kecil. Mata air yang mengalir di situ disebut Dragon Mineral Water dan dipercayai oleh orang desa setempat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Sounds familiar, right?

Seperti halnya banyak kuil Cina di Malaysia (misalnya Kek Lok Si di Penang), kuil Chin Swee pun terus berkembang dan semakin besar. Kini tengah dibangun beberapa bangunan tambahan.

Mblegendhong!!!
Mblegendhong!!!

Di sini ada pula patung-patung yang menceritakan tentang keadaan di neraka. Hih serem. Emoh cedak-cedak!

Cara ke sini: Agak sulit untuk pergi ke Kuil Chin Swee bila Anda naik kereta gantung. Cara yang paling mudah adalah dengan naik taksi dari puncak Genting.

Advertisements

7 thoughts on “Chin Swee Temple, Genting dari Sisi Lain”

  1. Sebenarnya, dari puncak Genting ke Kuil Chin Swee gak harus pakai taksi sih, mbok. Ada shuttle bus gratis di lobby First World Hotel ke sana. Dan itu yang numpang juga gak harus tamu hotelnya.

    ***)Itu yang patung-patung siksa neraka malah aku video-in, mbok

    Like

  2. Waktu diana ke chin-swee-temple, bolak balik naik kereta gantung (genting-temple-genting). Pas turun, kereta gantungnya ga terlalu jauh dari temple ini mba. Tinggal jalan dikit, 100 meter an deh, dah sampe ke gerbang templenya. Tapi itu sekitar tahun 2009, apa mungkin sekarang kereta gantungnya sudah ga berfungsi yah.
    Tapi iya, tempatnya bagus banget, berasa damai apalagi ada tambahan kabut tipis. Dan waktu itu sich ga rame, lupa weekend ato bukan pas kesananya. Hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s