Akomodasi, Transportasi, dan Bujet untuk Liburan di Boracay, Filipina (Bagian 3)


Lanjutan dari Bagian 2 dan Bagian 1.

Urusan makan di Boracay memang agak ribet bagi muslim karena babi merupakan bahan makanan umum di dapur Filipina. Saya menemukan dua restoran halal yang menjual makanan timur tengah tak jauh dari hotel, sayangnya harganya lumayan mahal. Seporsi nasi bisa di atas PHP 400. Yang rada mendingan adalah kebab yang harganya masih di bawah PHP 200.

Kebab daging kambing dari restoran arab halal, salah satu alternatif makanan halal di Boracay, Filipina
Kebab daging kambing dari restoran arab halal, salah satu alternatif makanan halal di Boracay, Filipina

Alternatif lain yang kami lakukan adalah mencari restoran yang tidak menjual babi, biasanya menjual makanan laut alias seafood. Sebenarnya banyak restoran yang menjual seafood, wajar karena di daerah pantai, namun hampir semua juga menjual babi. Seporsi seafood lengkap dengan kentang goreng atau nasi dijual sekitar PHP 300, masih agak mahal juga.

Ikan goreng tepung dengan nasi, lengkap dengan kecap asin, lombok, jeruk nipis, dan sayur kobis, dibeli dari restoran seafood yang tidak menjual babi, letaknya di pinggir Cafe de Mall, Boracay Filipina
Ikan goreng tepung dengan nasi, lengkap dengan kecap asin, lombok, jeruk nipis, dan sayur kobis, dibeli dari restoran seafood yang tidak menjual babi, letaknya di pinggir Cafe de Mall, Boracay Filipina

Kalau ingin lebih murah lagi sebenarnya adalah memasak sendiri. Bahan mentah banyak dijual di Cafe de Mall yang sebenarnya merupakan pasar basah, bukan mall. Anda juga bisa membeli makanan kaleng seperti tuna kaleng yang berlogo halal dari MUI-nya Filipina. Kalau ini tidak perlu dicampur bumbu, cukup dipanaskan atau dicampur mie instan. Kami juga membawa mie cup yang tinggal diseduh air panas saja, ini solusi universal di setiap perjalanan jauh. Kalau Anda tipe yang harus makan nasi seperti anak saya Oliq, Anda bisa beli nasi dari warung-warung kecil, harganya cuma PHP 10 per bungkus. Kalau mau sehat dan ngirit, bisa beli oat instan sachet di supermarket, harganya hanya PHP 15 per bungkus. Pilihan lain adalah roti tawar, kebetulan merek-nya juga Gardenia yang popular di Malaysia. Tinggal beli selai, mentega, atau susu sesuai selera. Memang tak ada logo halal-nya, tapi saya berkeyakinan makanan tersebut tetap halal karena bahan-bahannya dari tumbuhan semua.

Kami cukup beruntung ternyata makan pagi yang disediakan hotel Isla Gecko sangat sehat dan mengenyangkan, yaitu berupa oat semangkok dilengkapi buah-buahan segar dan sepotong roti gandum, lengkap dengan jus buah. Bisa juga pesan nasi dan telor goreng, masih ditambah buah segar seperti mangga dan pisang. Cukup mengenyangkan untuk sarapan pagi.

Sarapan sangat sehat berupa oat, buah segar, dan roti gandum, dari hotel kami, Isla Gecko, Station 2 Boracay Filipina
Sarapan sangat sehat berupa oat, buah segar, dan roti gandum, dari hotel kami, Isla Gecko, Station 2 Boracay Filipina

Saat pulang, saya memutuskan untuk mencoba layanan Southwest yang terkenal. Kali ini ongkosnya adalah PHP 650 per orang, lumayan mahal padahal sudah tidak ada environment fee. Mungkin ada ongkos agensi di Boracay yang mahal. Oliq seharusnya membayar PHP 500, tapi saya minta dipangku saja alias lap seat supaya gratis dan dibolehkan. Pesawat kami dijadwalkan terbang sekitar pukul 3 sore dan kami sudah akan dijemput jam 9.30 pagi. Pada pagi hari saat keberangkatan, petugas Southwest dengan seragam resminya sudah datang sebelum jam 9.30. Kami tetap harus berjalan keluar sampai jalan raya, tapi setidaknya kali ini koper dibawakan petugas. Kami diminta menunggu sebentar di pinggir jalan sembari menunggu mobil jemputan. Tak lama kemudian, mobil van datang dan tinggal menyisakan kursi buat kami.

Van dari Southwest yang mengantar kami dari hotel menuju dermaga Boracay, Filipina
Van dari Southwest yang mengantar kami dari hotel menuju dermaga Boracay, Filipina

Untungnya saya dapat duduk di depan sendirian, jadi Oliq tidak perlu dipangku. Yang menarik adalah sopirnya yang sangat ramah. Dia memperkenalkan diri sebagai seorang (calon) pendeta yang mengajar di sekolah minggu gereja di Boracay. Dia banyak bercerita tentang kehidupan religinya, tak mengherankan karena orang-orang Filipina memang terkenal religious. Pertanyaan pertama yang diajukan ke saya adalah, “Do you know Jesus?”

Tentu saja saya jawab, “Yes, of course I know.”

Dia juga bercerita tentang dilema yang harus dihadapi terkait wisata di Boracay, terutama banyaknya wanita-wanita berbusana minim, bahkan nyaris tanpa busana, di satu sisi dia harus mengajarkan ke anak-anak bahwa pakaian tersebut tidak sesuai dengan ajaran agama. Saya bisa merasakan tantangan yang harus dihadapinya.

Dalam 30 menit kami sampai di pelabuhan, lalu kami dibagikan stiker Southwest dan tiket terminal fee. Stiker ini untuk menandakan bahwa kami adalah klien Southwest. Kami menunggu sebentar dalam ruang tunggu khusus, lalu kami dipanggil untuk menaiki kapal. Rupanya Southwest memiliki kapal khusus berbentuk speed boat dari fiber yang digerakkan motor tempel di belakang, jadi lebih cepat.

Kapal cepat dari fiber yang digerakkan motor tempel, milik Southwest sendiri, mengantar kami dari Boracay kembali ke Caticlan, Filipina
Kapal cepat dari fiber yang digerakkan motor tempel, milik Southwest sendiri, mengantar kami dari Boracay kembali ke Caticlan, Filipina

Saat menaiki kapal semua barang bawaan dibawakan oleh porter pelabuhan. Awalnya saya pikir ini termasuk servis Southwest, tapi begitu sampai di kapal porter ini langsung meminta fee. Saya beri PHP 20, dia minta PHP 40 karena ada 2 barang yaitu koper dan stroller. Saya ngotot cuma satu barang saja, akhirnya dia mau juga. Jadi, siapkan uang porter PHP 20 per item, kalau tidak bawa saja sendiri barang bawaan Anda. Speed boat ini Cuma memerlukan waktu kira-kira 20 menit sampai pelabuhan Caticlan. Sampai di sana, koper dibawakan naik kembali ke darat, kali ini oleh awak kapal dan mereka tidak meminta tips.

Selanjutnya kami diminta menunggu di pool Southwest dan dibagikan semacam boarding pass yang menunjukkan nomer mobil. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya datanglah bis ukuran sedang. Bisnya cukup bagus, interiornya pun terlihat masih baru.

Interior dalam bis sedang milik Southwest yang membawa kami dari Caticlan menuju bandara Kalibo, Filipina
Interior dalam bis sedang milik Southwest yang membawa kami dari Caticlan menuju bandara Kalibo, Filipina

Untungnya bis tidak penuh jadi Oliq bisa duduk sendiri, tidak perlu dipangku. Dia pun hepi bisa duduk sendiri di dekat jendela. Pemandangan sepanjang jalan cukup indah, perbukitan yang hijau dipadu dengan garis pantai yang meliuk-liuk. Di atas bukit kami bisa melihat kincir angin alias wind turbine dengan skala cukup besar, tak beda jauh dengan yang kami liat tatkala kami terbang dari Amsterdam menuju Stavanger, Norway.

Kincir angin alias wind turbine yang terlihat di sepanjang jalan Kalibo-Caticlan, Filipina
Kincir angin alias wind turbine yang terlihat di sepanjang jalan Kalibo-Caticlan, Filipina

Yang paling berkesan adalah sepanjang perjalanan sopir menyetel house music non-stop, benar-benar tanpa jeda dari berangkat sampai tiba di bandara Kalibo. Dan klimaksnya adalah ketika sampai di kota Kalibo, kok rasanya lagu yang diputer bahasa Indonesia. Setelah pasang kuping lebih seksama, barulah nyadar, rupanya lagu Goyang Dumang yang diaransemen ala house music. Rupanya orang Filipina terkesan juga dengan Goyang Dumang sampai dibuat house musicnya hehehe…. Pas lagu ini selesai, sampailah kami di Bandara Kalibo.

Masalah baru timbul, rupanya kami masih harus membayar airport tax PHP 700 per tiket. Karena Ola masih belum tiket sendiri, jadi kami harus membayar PHP 2100 untuk 3 tiket, sementar duit tinggal PHP 1200. Akhirnya saya terpaksa menukar RM 100, kalau di Boracay kurs RM 1 = PHP 10, berhubung di bandara pasti rate lebih jelek, saya dapat PHP 980 untuk RM 100. Ini masih lumayan, kalau rupiah tidak laku di sini. Anda terpaksa tarik tunai di ATM kalau kekurangan cash, pastinya rate lebih jelek lagi plus kena charge dari bank. Jadi pastikan Anda bawa uang yang cukup ketika mau terbang kembali dari Filipina.

Advertisements

6 thoughts on “Akomodasi, Transportasi, dan Bujet untuk Liburan di Boracay, Filipina (Bagian 3)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s