Mau Bertemu Helen di Kellie’s Castle?


Kellie’s Castle berdiri megah di sebuah bukit di Batu Gajah, Ipoh, Perak. Sekelilingnya ditumbuhi rumput hijau dan pepohonan. Sebuah sungai kecilmengalir membelah pekarangan. Dari kejauhan Kellie’s Castle tampak damai, namun tidak menutupi secercah misteri di dalamnya.

Kellie's Castle
Kellie’s Castle

Berbeda dengan banyak tempat “seram” yang pernah saya sambangi, Kellie’s Castle justru tidak memiliki sejarah kekejaman. Ketika Tuol Sleng adalah sekolah yang diubah menjadi penjara S-21 oleh Khmer Rouge, lawang Sewu adalah Kantor Jawatan Kereta Api yang sempat menjadi tempat penyiksaan pada zaman penjajahan Jepang dan Belanda, Kellie’s Castle sebenarnya adalah rumah biasa. Dibangun dengan penuh cinta oleh seorang pria untuk keluarganya.

Sayang, tidak sempat ditinggali. Namun,kabarnya, penampakan keluarga yang sebenarnya tidak pernah tinggal di mansion tersebut sering terlihat.

Kellie’s Castle dibangun oleh William Kellie Smith, seorang insinyur dari Skotlandia. Smith mengembangkan usahanya dengan membuka kebun karet dan pertambangan timah. Pada tahun 1915, setelah enam tahun sebelumnya membangun sebuah rumah besar di kompleks tersebut yang diberi nama Kellas House. Smith membangun Kellie’s Castle tersebut sebagai hadiah untuk keluarganya, setelah kelahiran anak laki-laki yang diberi nama Anthony.

Bagian yang belum selesai
Bagian yang belum selesai

Demi membangun rumah untuk keluarganya, Smith mendatangkan 70 pekerja dari Madras, India. Semua batu bata dan marmer juga didatangkan dari India. Rencananya puri ini akan dibangun 6 lantai dan dilengkapi dengan lift – yang merupakan lift pertama di Malaya.

Niat yang penuh cinta tersebut ternyata dirundung nasib buruk. Pada awal pembangunannya, banyak pekerja yang meninggal akibat wabah flu Spanyol. Setelah itu, kembali terjangan flu yang menginfeksi sekitar 40 pekerja.

Tidak jauh dari Kellie’s Castle terdapat sebuah kuil India yang dibangun oleh para pekerjanya. Di sana terdapat patung William Smith sebagai tanda terimakasih dari para pekerja. Kabarnya, ada terowongan yang menghubungkan antara mansion dengan kuil. Entah bagaimana kebenarannya.

Sebelum rumah itu diselesaikan, William Smith meninggal dunia akibat pneumonia saat berada di Portugal, katanya sedang memesan lift yang akan dipasang di Kellie’s Castle. Janda dan anak-anaknya patah hati dan memutuskan untuk melanjutkan hidup mereka di Skotlandia. Rumah itu dibiarkan tidak terselesaikan. Kini, Kellie’s Castle menjadi salah satu atraksi utama wisata Perak. Pada tahun 2014 diluncurkan Paranormal Night Tour untuk mereka yang memiliki nyali besar.

Saya sih untuk hal-hal seperti ini tidak bernyali tertarik. Dan memilih melakukan melakukan kunjungan pada siang hari seperti kebanyakan orang normal.

Sebenarnya waktu pertama kali ke Ipoh sudah berniat ke sini tapi karena salah jalan nyasar sampai ke Tapah (sudah arah Kuala Lumpur), akhirnya lanjut pulang. Jadi ketika pergi ke Ipoh untuk ke dua kalinya, berangkat langsung ke Kellie’s Castle dulu. Bangunan ini sudah terlihat dari agak jauh, dari jalan raya karena letaknya di pinggir jalan di atas sebuah bukit kecil. Bentuk bangunannya pun sudah sangat familiar seperti yang saya lihat di internet. Pegunjung lumayan banyak pada saat itu.

Ruangan yang sudah jadi di atas
Ruangan yang sudah jadi di atas

Ada beberapa warung kecil dan penjual souvenir di dekat loket penjualan tiket. Harga tiket masuk RM 5 untuk wisatawan asing.

Kompleks mansion ini – despite its horror and depressing history – asyik buat foto-foto. Mansion yang tua dan tidak terselesaikan terlihat kontras dengan rumput hijau muda yang terawat rapi. Bendera Malaysiadan Perak berkibar di puncak gedung. Mansion bergaya Moor ini sedikit mengingatkan saya akan gedung-gedung tua yang pernah saya lihat di India. Tapi sebenarnya banyak juga gedung tua di Malaysia yang mengambil arsitektur Moor.

Dari bawah terlihat jendela-jendela besar menganga, seolah-olah hendak bercerita.

Pengunjung dapat naik hingga ke rooftop bangunan yang sudah jadi. Koridor-koridor sepi itu menyimpan asa tak terwujud William Smith. Harapan anak cucunya berlarian di sana tidak tercapai. Kellas House, yang merupakan rumah asli masih berdiri dan dapat dikunjungi wisatawan. Di kompleks mansion ini terdapat bangunan annex yang sebenarnya diperuntukkan bagi para pembantu kelak.

Pemandangan dari rooftop
Pemandangan dari rooftop

Sebenarnya ketika sudah berada di dalamnya, ternyata puri ini tidak sebesar yang saya bayangkan. Mungkin karena memang belum selesai ya…

Sudah banyak orang yang melihat penampakan William Smith berjalan di koridor lantai dua. Sementara itu penampakan Helen – putri pertamanya – terlihat di kamar tidur lamanya.

Salam dari kami :)
Salam dari kami 🙂

Ingin bertemu Helen yang cantik, mengenakan pakaian putih dan berambut ikal? Ikuti Kellie’s Castle Paranormal Tour dengan biaya sebesar RM 80.

Simbok sih langsung mengibarkan bendera putih.

Cara ke sana: bila naik mobil sendiri sangat mudah. Dari KL tinggal pergi ke arah Ipoh, melewati Gopeng. Nanti akan ada Gopeng Industrial Park, nah setelah itu arah Batu Gajah. Akan ada petunjuk untuk belok ke kiri menuju ke Kellie’s Castle. Petunjuk sangat jelas.

Kalau mau naik kereta dari KL Sentral turun di stasiun Batu Gajah disambung naik taksi.

 

Advertisements

3 thoughts on “Mau Bertemu Helen di Kellie’s Castle?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s