Akomodasi, Transportasi, dan Bujet untuk Liburan di Boracay, Filipina (bagian 1)


Sebenarnya, saya tidak ada niat khusus pengen ke Boracay. Tapi gara-gara ubek-ubek promo tiket murah pada masa liburan imlek 2016 tanpa hasil signifikan, alias udah gak dapet yang harga promo untuk tujuan inceran, akhirnya saya putuskan ambil tiket ke Kalibo-Boracay yang masih lumayan murah walau gak murah banget. Untuk perjalanan 4 jam, saya bisa mendapatkan tiket kira-kira RM 700 alias Rp 2,2 juta pp. Lumayan murah, sebagai perbandingan tiket KL-Jogja yang 2,5 jam harga normalnya sekitar RM 300-400 sekali jalan kalau pas wiken.

Boracay, destinasi wisata favorit di Filipina
Boracay, destinasi wisata favorit di Filipina

Buking tiket ke Kalibo-Boracay sebenarnya juga rada was-was, karena dari bandara Kalibo masih harus disambung perjalanan darat ke pelabuhan Caticlan selama 2 jam, lalu naik perahu 30 menit, lalu disambung jalan darat lagi selama 30 menit – 1 jam, tergantung lokasi hotel. Kalau cuma sendiri atau berdua tanpa anak sih gak mikir, tapi berhubung bawa balita 2, satunya masih 8 bulan, pastinya rada ketar-ketir dan ribet karena harus bawa barang-barang perawatan bayi. Kalau dihitung dari rumah, perjalanan total bisa sampai 12 jam estimasi saya, cukup melelahkan buat orang dewasa, apalagi anak-anak. Tapi ya sudahlah, kalau gak dicoba rasanya kurang afdol wekekekk….

The Backpackologist di pesawat menuju Boracay, Ola anteng nyusu simbok
The Backpackologist di pesawat menuju Boracay, Ola anteng nyusu simbok

Setelah sempat was-was gara-gara visa Ola yang telat, akhirnya Simbok sukses memesan hotel Isla Gecko via AirBnB. Rupanya karena pas liburan imlek, tingkat hunian di Boracay mencapai lebih dari 95%, alias hampir full. Masih untung dapat kamar, walau sebenarnya harganya agak mahal, kena EURO 190 untuk 4 hari 3 malam atau sekitar PHP 10.200 alias PHP  3400 per malam. Sebenarnya masih ada yang lebih murah, namun Simbok tidak berkenan karena kurang ramah kalau bawa anak katanya. Lokasinya lumayan strategis, dekat dengan pantai dan Boat Station 2, pusat keramaian di Boracay. Secara teori rasanya cukup ideal, mengingat kami sudah browsing berhari-hari mencari hotel yang nyaman namun masih terjangkau dan ramah balita.

Hotel Isla Gecko di Station 2 Boracay, tak jauh dari White Sand Beach dan Cafe de Mall.
Hotel Isla Gecko di Station 2 Boracay, tak jauh dari White Sand Beach dan Cafe de Mall.

Akhirnya pada hari H, kami berangkat dari rumah sekitar jam setengah 8 untuk penerbangan jam 11. Penerbangan kami lumayan lancar, tiba di Kalibo kira-kira jam 3 sore. Setelah insiden Oliq yang harus pipis di pojokan bandara gara-gara tak ada toilet sebelum lewat imigrasi, kami sukses keluar dari bandara kira-kira jam 4. Niatnya mau pesan travel langsung ke hotel di Boracay biar lebih gampang, tapi gak sempat. Awalnya kami mau pakai travel Southwest yang paling terkenal dan paling banyak armadanya, namun antriannya lumayan panjang. Akhirnya kami coba naik van yang banyak ditawarkan, kebetulan penumpang lainnya juga dari Malaysia dan berhijab, jadi rasanya lebih aman. Harganya PHP 250 per orang, anak-anak gratis, jadi kami bayar PHP 500. Mobilnya nyaman, tapi gaya nyetirnya ala sopir angkutan Medan-Parapat alias ngebut, tapi untungnya tidak ugal-ugalan. Berhubung di Filipina banyak becak motor alias betor, kadang-kadang perjalanan melambat karena menunggu celah untuk menyalip betor. Sopir disini cukup sabar menghadapi betor, kalau depan kosong baru dia nyalip, tidak main klakson betornya disuruh minggir.

Penampakan mobil van dari Kalibo ke Caticlan, cukup nyaman walau sopirnya ngebut ala trayek Medan-Parapat
Penampakan mobil van dari Kalibo ke Caticlan, cukup nyaman walau sopirnya ngebut ala trayek Medan-Parapat

Tidak sampai 2 jam kami tiba di pelabuhan Catyclan. Di sini kami harus membayar Terminal Fee PHP 100, Environment Fee PHP 75, dan tiket perahu PHP 25, semua per orang, anak-anak gratis. Jadi totalnya untuk masuk Boracay adalah PHP 200, diluar ongkos van Kalibo-Caticlan. Penyeberangan dari Catyclan ke Boracay ada beberapa jenis kapal, yaitu kapal feri yang sanggup memuat kendaraan, speed boat, dan perahu kayu. Kapal yang kami naiki berupa perahu kayu yang di sampingnya dipasangi bambu panjang sebagai penyeimbang. Rasanya kapal ini adalah kapal rakyat yang memang digunakan penduduk sehari-hari, bukan hanya turis. Enaknya, kapal ini tanpa jendela, jadi tidak pengap dan segarnya angin laut langsung terasa. Pelampung juga disediakan meski kebanyakan penumpang hanya sekedar memakai tanpa mengikat erat-erat. Tapi Anda harus hati-hati ketika naik perahu, tangganya agak licin dan bergoyang-goyang. Kalau bawa bayi kudu ekstra hati-hati lagi, kalau gak yakin bisa gendong bayi sambil lewat tangga, sebaiknya minta tolong anak buah kapal. Perjalanan naik perahu hanya 30 menit, ombaknya pun tenang sehingga perjalanan menyenangkan.

Perahu rakyat dari Caticlan ke Boracay, mirip perahu kayu nelayan yang dilengkapi bambu penyeimbang di pinggirnya
Perahu rakyat dari Caticlan ke Boracay, mirip perahu kayu nelayan yang dilengkapi bambu penyeimbang di pinggirnya

Setibanya di dermaga Boracay, kami segera mencari becak. Dari petunjuk hotel AirBnB, ongkos dari dermaga ke Cafe de Mall di Station 2 adalah PHP 100, dan ternyata memang demikian. Tanpa perlu tawar menawar, kami langsung naik becak begitu pak sopir menyebutkan harga yang sama. Perjalanan ke Cafe de Mall memakan waktu setengah jam juga, sebenarnya bisa lebih cepat kalau lalu lintas tidak terlalu padat. Jalan-jalan di Boracay sangat sempit, sangat pas untuk mobil berpapasan, jadi kalau ada becak yang berhenti semua kendaraan di belakang harus ikut berhenti. Begitu tiba di Cafe de Mall, kami masih harus berjalan kaki sambil menyeret koper dan mendorong stroller, untungnya tidak jauh, kira-kira hanya 10 menit. Hotel kami, Isla Gecko, mudah dicari dan petunjuk dari pegawai hotel sangat membantu. Kami sampai hotel kira-kira jam 6 sore, sudah mulai gelap. Jadi total waktu dari rumah sampai hotel kira-kira 10 jam, lebih cepat 2 jam dari estimasi awal berkat abang sopir yang ngebut sepanjang Kalibo-Caticlan.

Tricycle alias becak motor ala Filipina, transportasi andalan di Pulau Boracay
Tricycle alias becak motor ala Filipina, transportasi andalan di Pulau Boracay

Bersambung ke Bagian 2 dan Bagian 3.

Advertisements

3 thoughts on “Akomodasi, Transportasi, dan Bujet untuk Liburan di Boracay, Filipina (bagian 1)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s