Pengalaman Mencari Akomodasi dengan Airbnb


Traveling bersama keluarga tidaklah semudah ketika masih sendiri. Dulu, mau ngemper di stasiun, bandara, atau masjid mungkin tidak masalah. Kini, dengan dua balita semakin banyak yang dipertimbangkan.

  • Apakah lokasinya dekat dengan tempat-tempat wisata
  • Apakah lingkungannya oke
  • Apakah dekat dengan transportasi umum
  • Apakah dekat dengan minimarket/supermarket sehingga mudah mencari kebutuhan penting (misal: cemilan, popok, susu)
  • Apakah ada restoran halal di sekitar
  • Apakah akomodasinya punya dapur
  • Apakah rice cooker tersedia (haiyahhh!)

Saya pernah menulis di sini tentang pilihan menggunakan apartemen ketika bepergian terutama di tempat-tempat di mana makanan halal susah ditemukan, misalnya di Eropa. Buat kami, dapur (minimal kitchenette) itu faktor penting dalam memilih akomodasi. Simbok-simbok rempong yang punya anak balita (apalagi yang masih MPASI) pasti paham banget masalah ini.

Mencari sewa apartemen jangka pendek bisa dari berbagai situs, salah satunya melalui laman Vacation Rentals di TripAdvisor, atau melalui booking.com (dan Shortstay anak perusahaannya), VRBO (Vacation Rental By Owner). Atau bisa juga melalui banyak situs “kecil” yang dikelola sendiri oleh pemilik/manajemen rental apartemen. Saya pernah menginap dengan beberapa cara di atas, Alhamdulillah tidak pernah ada masalah.

Cara yang lain adalah dengan menggunakan AirBnB. Bagi saya situs ini lumayan user-friendly. Kita tinggal memasukkan nama kota dan tanggal pergi, akan muncul berderet apartemen yang bisa disewa berserta harga per malamnya. Harga itu belum total karena akan ada cleaning fee.

Setelah itu ada informasi lengkap tentang unit apartemen. Misalnya cukup untuk berapa orang, fasilitas yang ada apa saja (misal: dapur, wifi, hair dryer dsb), house rules (misal: sampah harus dipilah), waktu check in dan check out, sebagainya. Sama seperti ketika memesan hotel secara online, kita juga bisa melihat review orang-orang yang pernah menginap di sana. Bedanya dengan hotel adalah ada informasi tentang pengelola/pemilik. Selain itu, alamat lengkap baru akan diberikan setelah kita konfirmasi membooking properti tersebut.

Dibanding hotel, apartemen dari Airbnb ini lebih “intim” dan seringkali berada di daerah pemukiman penduduk sehingga kita dapat merasakan kehidupan lokal dengan lebih dekat.

Saya share pengalaman dengan Airbnb.

Rental Studio Close To Blue Mosque (Istanbul, Turki)

Ini adalah pengalaman pertama saya menyewa akomodasi lewat AirBnB. Saya memilih studio ini karena murah sekali, hanya sekitar Rp 500 ribu semalam. Letaknya pun strategis, cukup dekat dengan Grand Bazaar dan masih walking distance ke Sultanahmet. Ulas, pemilik apartemen, mempunyai toko jaket bulu tepat di bawah studio. Link-nya di sini: https://www.airbnb.com/rooms/4045449

Sejak awal saya tahu Ulas sangat responsif walau Bahasa Inggrisnya kacau balau. Dia merespon dengan cepat pertayaan-pertanyaan saya. Saat itu review untuk studionya masih sangat sedikit walau semuanya positif (saat ini, setahun setelah saya menginap di sana sudah ada hampir 50 review).

Saya sampai di sana pagi, sangat pagi, langsung menghubungi Ulas melalui SMS. Tidak kunjung dibalas, mungkin belum bangun. Setelah tidak tahu mau ngapain di Bandara Ataturk, kami naik Metro ke Stasiun Aksaray. Di sana masih berusaha telpon Ulas dari taman (sambil makan arem-arem bekal). Eh, masih belum nyaut. Akhirnya kami sambung naik trem turun di Beyazit-Kapali Carsi alias di Grand Bazaar. Di sini Ulas akhirnya membalas SMS dan bilang akan sampai 40 menit lagi.

Walaupun ada alamat lengkap, namun jalan-jalan di sekitar situ agak membingungkan karena kebanyakan adalah toko-toko kecil. Akhirnya kami menunggu di depan sebuah hotel. Dan 40 menit kemudian Ulas datang menjemput ternyata kami memang berada di jalan yang salah haha.

Apartemannya kecil, terletak di atas toko, jadi harus naik tangga dua tingkat. Tapi memang sangat sesuai dengan foto di Airbnb. Putih, bersih. Satu kamar tidur, dengan sofa, kursi, kursi makan, dan kitchenette dengan kompor dan peralatan masak dan makan yang cukup. Puas.

Ketika kami ke Cappadoccia pun Ulas menyuruh kami meninggalkan barang di apartemennya tanpa membayar. Dan ketika kami memperpanjang tinggal di situ bayar tunai tanpa ada tambahan lagi.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Itinerary dan budget liburan ke Turki ada di sini

Quiet 1BD in the heart of Boracay (Boracay, Filipina)

Tiket ke Boracay seenarnya sudah dibooking jauh hari, tapi paspor Ola tertahan di Pejabat Imigresen. Jadi, kami baru mencari akomodasi sekitar 10 hari sebelum keberangkatan setelah paspor Ola di tangan. Dan menurut Trip Advisor 95% hotel di Boracay sudah penuh untuk liburan Hari Raya Cina itu. Duuuh. Saya juga mengecek Agoda, booking.com, hotelscombined, expedia. Hasilnya nihil. Yang tersisa tinggal hotel dan losmen dengan review yang ngenes dan harga selangit. Boracay memang terkenal mahal, sih.

Setelah 2-3 hari bolak-balik mengecek segala macam situs, pilihan jatuh di sebuah kamar lumayan bagus dan strategis yang diiklankan di AirBnb, ternyata tanggal tersebut sudah penuh (namun kalender di AirBnB tidak diupdate). Ditolak. Sakit hatinya kaya lihat mantan gandengan dengan cewek lain. Ada lagi kamar lain yang mengiklankan sangat dekat dengan White Beach, ternyata harganya melonjak jadi 1,5 juta semalam begitu diberitahu kami lebih dari 2 orang.

Pilihan makin menipis. Awalnya memang ingin AirBnb yang punya dapur karena di Boracay sulit untuk mencari makanan halal. Tapi sudah tidak ada harapan. Akhirnya kepentok dengan kamar yang diiklankan oleh Teddy ini https://www.airbnb.com/rooms/5537179. Dibanding yang masih tersisa di AirBnB harganya termasuk yang terjangkau (tapi sampai 1 juta juga huks). Akhirnya saya booking lengkap dengan extra bed. Dari review saya tahu bahwa ini sebenarnya adalah sebuah hotel kecil. Sarapan pagi sudah termasuk, tapi tanpa dapur.

Proses pemesanan sangat cepat, dibalas oleh staf bernama John. Sayangnya setelah itu respon agak lama ketika saya menanyakan direction ke sana. Tapi beberapa hari sebelum keberangkatan Teddy membalas memberikan ancer-ancer lengkap.

Karena sudah diberi petunjuk, mudah saja mencari Isla Gecko. Dari jeti naik becak ke Dmall Craft. Turun, masuk ke arah Dmall belok kiri, ikuti tanda nanti akan menemukannya. Proses check in sangat mudah dan cepat.

Kamar ada di lantai paling atas, yaitu lantai 5, jadi tiap hari hari naik turun tangga. Kondisi kamar sangat bersih, bahkan lebih bagus daripada yang ada di foto. Daerah ini sangat ramai tapi karena berada di lantai atas jadi tidak berisik. Dan di lantai itu hanya ada kamar kami. Di luar adalah balkon dan semacam rooftop yang digunakan untuk menjemur. Jadi pagi atau malam hari kami bisa nongkrong manis sambil ngopi di situ, dengan pemandangan hotel-hotel di Boracay.

Con-nya adalah wifi lantai 4 yang tidak bekerja, jadinya harus turun sampai lantai 2 untuk nyangkutin wifi dari lantai dasar. Dispenser disediakan di lantai 2 dan 3, jadi terpaksa bolak-balik.

Isla Gecko berada di gang kecil
Isla Gecko berada di gang kecil
Kamar minimalis tapi bersih
Kamar minimalis tapi bersih
Kamar kami dekat dengan tempat jemuran TKP cawet Puput hilang
Kamar kami dekat dengan tempat jemuran TKP cawet Puput hilang
Sarapannya mengenyangkan
Sarapannya mengenyangkan
Malam atau pagi bisa nongkrong sambil ngopi di rooftop
Malam atau pagi bisa nongkrong sambil ngopi di rooftop

Sarapan di Isla Gecko sangat memuaskan. Tadinya saya pikir paling Cuma disediain roti tawar sama selai. Ternyata enggak. Ada tiga pilihan yaitu Filipino (nasi, telur, sosis Filipina dsb), American (telur bacon, roti dsb), dan continental (oat, buah-buahan, roti). Nah yang paling aman adalha continental karena tidak mengandung pork. Untuk hari-hari berikutnya saya pesan Filipino tapi tanpa sosis buat Ola dan Oliq yang dua-duanya penggemar nasi. So far, tidak mengecewakan juga. Waktu check out sempet ada mishap dikira kami ngambil minuman di minibar (Puput yang pelit kaya gitu, mana mungkin mau ambil), tapi langsung diklarifikasi.

Sunny 2BR in Nganu

Trip berikutnya untuk bulan depan pun saya sudah booking lewat AirBnb. Letaknya agak jauh dari keramaian, harganya sungguh masuk akal. Kami memang tidak cari di tempat yang ramai-ramai amat. Toh sama anak-anak balita begini paling keluar juga siang aja. Yang jelas ada dapur, muat untuk berempat, dan gampang cari makanan halal.

Ini unit yang kami pesan untuk trip berikutnya
Ini unit yang kami pesan untuk trip berikutnya

Ownernya sangat responsif, langsung membalas begitu saya tanyai. Dia juga langsung menanyai berbagai hal, misalnya berapa selimut ekstra yang saya perlukan, dsb. Review unit ini sudah sangat banyak dan rata-rata puas. Ratingnya 4.5/5. Mbak pemilik kantornya Cuma di seberang jalan, jadi mudah dihubungi kalau ada apa-apa.

Semoga pengalaman ke tiga dengan Airbnb ini memuaskan juga.

***

Keuntungan memesan akomodasi Airbnb:

  1. Harganya seringkali lebih murah dari hotel
  2. Banyak menyediakan unit dengan dapur sehingga cocok untuk keluarga, dan bisa irit makan
  3. Letaknya di daerah pemukiman setempat
  4. Bila ada ketidakpuasan pihak Airbnb (katanya) sangat responsif dan akomodatif
  5. Dibandingkan dengan situs layanan hotel, review di Airbnb terasa lebih “jujur” karena yang bisa mereview adalah yang pernah menyewa, sementara kalau hotel siapa saja bisa mereview (jadi bisa saja review bohongan)
  6. Pembayaran menggunakan kartu kredit akan dipegang Airbnb, setelah selesai masa tinggal dan tidak ada masalah baru ditransferkan ke owner.
  7. Kadang ada diskon untuk sewa seminggu/sebulan

 

Kontranya:

  1. Ada cleaning fee – tapi hotel pun ada service charge yang seringkali lebih mahal
  2. Ada minimal stay : ada yang bisa semalam, ada yang minimal 2-3 malam
  3. Kadang lokasi jauh dari lokasi wisata
  4. Anda harus hidup dengan cara lokal, misalnya memisahkan sampah
  5. Kebanyakan tidak ada yang membersihkan setiap hari, tidak seperti hotel yang ada housekeeping

Butuh invite untuk memesan airbnb pertama kali? Colek Simbok ya untuk dapat diskon J

 

9 thoughts on “Pengalaman Mencari Akomodasi dengan Airbnb”

  1. Sepertinya aman ya mba memesan lewat AirBnB. Rencananya dlm waktu dekat pengen coba pesen lewat sini, untuk di lokal dulu sementara, hehe..

    Makasih infonya..

    Like

    1. Ada keterangannya. Misal kita sewanya kamar mungkin serumah sama owner. Tapi kebanyakan berupa unit (studio/ atau berkamar) jadi ga serumah sama owner.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s