Pengalaman dan Tips Traveling Bersama Dua Balita


Tadinya saya kira traveling dengan dua balita itu repotnya dua kali lipat. Bawaannya dua kali lipat. Rewelnya dua kali lipat.

Makanya waktu tahu Puput booking tiket ke Boracay Filipina, saya enggan banget. Perjalanan ke sana jauh, harus terbang 4 jam disambung naik van 2 jam lanjut nyeberang pulau naik perahu. Habis itu masih harus naik becak sampai penginapan.

Becanda di pesawat
Becanda di pesawat

Dengan bayi dan balita.

Ngebayanginnya aja udah capek.

Tapi ternyata nggak segitunya juga. Bisa dibilang liburan keluarga kami yang pertama ke luar negeri ini sukses besar. Ternyata tidak serepot itu, bahkan bisa dibilang kerepotannya tidak jauh berbeda dengan waktu punya anak satu.

Berdasarkan pengalaman, ada beberapa tips:

1. Persiapan akomodasi
Mau anak satu, anak sepuluh juga sama persiapan kudu matang. Persiapan ini termasuk akomodasi. Ketika traveling dengan anak kami selalu menghindari cari penginapan go show, beda dengan traveling sebelum punya anak — mau ngemper ayo aja. Jadi, ketika sampai, sudah ada tempat yang dituju. Waktu tidak terbuang sia-sia untuk cari hotel.

Mainan di lantai bandara
Mainan di lantai bandara

2. Bawaan
Anak 2 bawaan bertambah itu biasa, tapi tidak lantas menjadi dua kali lipat banyaknya. Ada beberapa benda yang bisa dibuat barengan, misalnya cemilan, mainan, buku bacaan, bahkan kaos dan celana pun bisa. Oliq dan Ola karena jarak umur yang agak signifikan, cemilan harus beda. Baju pun terpaksa beda (walau semua baju Ola lungsuran Oliq). Yang digunakan bersama paling handuk, sabun sampo.
Agar lebih mudah dan nyaman di perjalanan bawaan saya bagi 2 yaitu di koper dan di hand carry.

Yang dibawa di tas antara lain: beberapa popok sekali pakai, tisu basah, cemilan Oliq (Biskuat, Oreo, KitKat) Ola (Baby Bites), makanan Ola (saya bawa makanan bayi instan puree Heinz. Go, judge me :)), bib alias tadah iler, kaos dan celana ganti Ola buat jaga-jaga, gelas plastik dan sendok Ola. Udah itu aja. Nggak banyak juga kan? Semua masuk kok di sling bag saya yang kecil mungil.

Untuk yang masuk koper saya bawa makanan Ola: beberapa puree Heinz, oat instan yang sudah diblender lembut untuk nanti dicampur buah segar (kalau untuk di rumah saya biasa pakai oat quick cook). Saya bawa saringan karena Ola masih 7 menjelang 8 bulan, makannya bubur saring.
Saya juga bawa selendang gendong (Ergo ketinggalan hiks). Yang lainnya standar-standar aja. Sama dengan mereka yang traveling tanpa anak. Saya malah lupa bawa obat-obatan dan susu untuk Oliq. Susu untuk Ola masih gemandul available setiap saat.

Mainan jangan lupa dibawa
Mainan jangan lupa dibawa

3. Sounding
Ola mungkin belum paham, tapi Oliq sudah mengerti. Jauh-jauh hari saya sudah bilang perjalanan dengan pesawat adalah 4 jam (dia paham itu berarti lebih jauh daripada KL-Jogja, tapi tidak sejauh ke Turki), disambung mobil dan perahu. “Aik nggak boleh rewel ya, kalau bosen di pesawat bisa nggambar, main aipik (iPad), bobo, mainan sama adik,” kata saya. Anaknya paham.

4. Pipis dan Popok
Di sini kami melakukan kesalahan fatal. Kami lupa suruh Oliq pipis di pesawat sebelum landing di Kalibo. Anaknya kebelet pipit ketika kamu turun dari pesawat. Dan ternyata nggak ada toilet. Yang ada adalah antrian imigrasi mengular. Bisa ngompol anak ini. Akhirnya Puput yang sangat kreatif menyingkir ke pinggiran apron dan nyuruh Oliq pipis di dekat tempat pembuangan dan dicawiki dengan air tetesan AC. GYAAAAA.
Waktu pulang saya juga lupa ganti popok Ola, akhirnya kami ganti di pesawat. Anaknya jerit-jerit di toilet tapi begitu selesai langsung ayem tentrem.

Tetap makan sehat
Tetap makan sehat

5. Makan
Sepertinya the purpose of my existence is kasih makan anak-anak wakakaka. Hati ini nggak tentrem banget kalau anak-anak belum makan. Nah kalau di rumah kan waktu dan tempat fleksibel. Kalau di jalan ini jadi tantangan tersendiri. Alhamdulillah Oliq makin gampang makan apa aja, bahkan Nasi Thai Basil AirAsia yang agak pedes pun dia hampir habis walau bolak-balik minta minum. Ola juga sukses makan di bandara dan pesawat. Saya sampai harus ngelapin kursi pesawat yang belepotan makanan Ola. Di Filipina, saya usahakan Ola tetap makan bukan instan, misalnya saya ambil porsi breakfast nasi, telur, tomat, saya saring. Alhamdulillah Ola doyan banget. Kami beli ikan goreng, saya saring daging ikannya dicampur nasi saring. Insya Allah garam yang katut cuma sedikit wekekek. Karena asupan sayur saat liburan itu pasti kurang, kami berusaha menambal asupan serat pakai buah. Untungnya porsi sarapan hotel buahnya seabrek-abrek jadi bisa disimpan sampai siang.
Kalau anak makannya bagus, stamina mereka jadi terjaga, bukan?

6. Itinerary
Intinya, itinerary kami nggak ngoyo nggak ngrekoso. Dua hari full di Boracay kami cuma ke White Beach Station 2 (pantai paling dekat), jalan ke Station 2, jalan-jalan sekeliling Dmall, dan ke Pantai Bulabog yang terkenal tempat Kite Surfing. Biasanya bangun pagi santai dulu, sarapan butuh waktu satu jam, mandi, baru jalan. Siang pulang ke hotel sudah bawa makan siang. Makan di hotel. Anak-anak tidur siang, ortunya ngapain gitu. Sore keluar lagi. Menjelang magrib pulang hotel, mandi, makan, krunthelan. Pokoknya liburan santai nggak ngoyo. Nggak harus lihat semua sites. Pokoknya hepi.
And guess what, saya menemukan kenyataan yang berbeda dari bayangan awal saya bahwa traveling dengan dua balita repotnya dua kali lipat. Justru, anak-anak saya tenang dan senang. Di bandara, di pesawat tidak rewel karena tidak sempat bosan. Mereka saling mengentertain. Becanda-becanda di dalam pesawat, di van, di mana-mana. Sampai dipuji-puji sama sopir van yang nyopirnya ngalahin sopir rute Medan-Parapat.

Kasih buah sebagai pengganti sayur
Kasih buah sebagai pengganti sayur

Masih takut liburan dengan dua anak kecil?

Advertisements

17 thoughts on “Pengalaman dan Tips Traveling Bersama Dua Balita”

  1. Gaya traveling pasti beda dengan saat masih lajang dulu ya Mbok, kalau sudah berkeluarga. Tapi ini jadi contoh kalau traveling dengan balita itu tidak melulu berisi keremfongan sih yak. Kalau sudah niat, persiapan, eksekusi tepat, pasti bisa jadi liburan yang menyenangkan :)).

    Like

  2. halo mbak olen 🙂
    menyenangkan membaca perjalanan dari single sampai ada 2 traveler cilik mengiringi. saya suka jalan jalan tapi sekarang kayanya tidak pantas lagi kalau disebut backpacker. beberapa perjalanan karena ikut suami dinas atau ikut eyangnya simposium. sebagian besar perjalanan dalam negeri.

    20 tahun lalu saya berani bilang kalau saya ini backpacker. naik bus dari solo sampai sumbawa. cuma bawa satu ransel kecil. isinya serba satu. satu celana panjang, 1 kemeja, 1 tshirt lengan panjang, kecuali underwear yang 3 pasang. 1 dipakai 1 dicuci 1 bersih.

    waktu anak masih bayi sampai umur 4 atau 5 tahun, kami mencari tempat menginap yang nyaman dan bersih. sebab anakku g bisa bobo’ sembarangan. g bisa poop kalau toiletnya kotor. belakangan standar hotel ini menurun asal bersih saja. tapi biasanya saya mencari yang dekat masjid yang berarti dekat makanan halal. karena lingkupnya baru 2 – 4 jam perjalanan.

    selain tips keren yang mbak olen tulis diatas, biasanya saya juga menyiapkan mental anak sebelum jalan. terutama makanan sebab anakku susah makan. kalau sempat ditunjukin foto foto makanan lokal. saya carikan padanannya disini, kalau ada. saya ceritakan kami mau kemana dan beberapa mainan atau baju dia boleh pilih sendiri.

    terakhir kali jalan jalan minggu lalu, kami berkenalan dengan solo traveler dari kuala lumpur. untuk saya yang nggumunan, mbak tia ini menarik sekali. dia menemukan ada sekolah yang mencari guru relawan. karena memang dosen, mbak tia menyelipkan ke jadwalnya untuk mengajar. katanya sekolahnya hanya ada 2 kelas. 1 kelas untuk taman kanak kanak. 1 kelas untuk SD. jadi sambil jalan jalan juga sedekah ilmu.

    kalau mbak olen pasti sudah biasa mendengar dan melakukan hal hal seperti ini ya. nanti ditularkan pada Ola dan Oliq. selalu ada pelajaran berharga di setiap perjalanan.

    keep traveling keep writing and keep inspiring yaaa …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s