Pantai Morib, Alternatif Tujuan Wisata Keluarga di KL dan Sekitarnya


Bagi warga Kuala Lumpur, Selangor, dan sekitarnya, wisata pantai yang paling umum pastinya Port Dickson alias PD. Tapi sebenarnya masih banyak pantai-pantai lain yang menarik tapi kurang terkenal dibanding PD. Dulu kami pernah melancong ke Pantai Bagan Lalang setelah mengantarkan orang tua ke KLIA2, sekarang setelah bayi Ola kembali ke KL, saya ingin mencari pantai yang lain. Setelah browsing-browsing pilihan pantai seputaran KL dan Selangor, akhirnya kami putuskan untuk menuju Pantai Morib, tak jauh dari Bandar Banting.

Pantai Morib, alternatif wisata keluarga murah meriah di sekitar Kuala Lumpur
Pantai Morib, alternatif wisata keluarga murah meriah di sekitar Kuala Lumpur

Dari pusat kota KL, Pantai Morib bisa dicapai dalam 1,5 jam dalam kondisi lalu lintas normal melalui Lebuhraya Lembah Klang Selatan (SKVE – South Klang Valley Expressway) atau lebuhraya alias jalan tol yang menuju KLIA. Menjelang Bandar Banting, jalanan terasa lebih padat namun masih lancar. Setelah melewati Bandar Banting, lalu lintas kembali lancar hingga sampai ke Pantai Morib.

Pantai Morib yang tertata rapi, terletak tak jauh dari Bandar Banting
Pantai Morib yang tertata rapi, terletak tak jauh dari Bandar Banting

Secara alami, sebenarnya Pantai Morib ini masih kalah menarik dibanding PD yang berupa pantai pasir putih dengan garis pantai yang panjang. Seperti halnya PD yang menghadap Selat Malaka, ombak pantai ini juga cenderung tenang. Suasana sunset pun kurang dramatis karena matahari tidak benar-benar terlihat tenggelam di laut karena terhalang Pulau Sumatera di hadapan. Namun pemerintah setempat cukup cerdik mengatasinya dengan membangun kawasan wisata yang unik dan ramah bagi keluarga.

Bibir Pantai Morib sudah disemen sehingga pengunjung tidak bisa langsung merasakan ombak laut, namun kawasan yang rapi membuat pantai ini menyenangkan bagi keluarga dan anak-anak
Bibir Pantai Morib sudah disemen sehingga pengunjung tidak bisa langsung merasakan ombak laut, namun kawasan yang rapi membuat pantai ini menyenangkan bagi keluarga dan anak-anak

Kesan pertama begitu tiba di pantai ini adalah kawasan yang tertata rapi. Parkir mobil cukup luas dengan slot parkir yang jelas. Kami tiba pada saat matahari masih tinggi, jadi kawasan pantai masih agak sepi. Begitu keluar dari mobil, tampak tulisan Pantai Morib yang besar, cocok sebagai background foto-foto. Kita bebas masuk ke kawasan pantai secara percuma alias gratis. Begitu masuk kawasan pantai, terlihat banyak permainan anak layaknya taman bermain anak-anak. Kawasan restoran juga berjejer rapi namun tidak menghadap pantai langsung. Makanan yang dijajakan pun beragam, mulai dari seafood hingga yang simple seperti nasi goreng dan mie instant. Karena sudah sangat lapar, akhirnya kami memilih restoran seafood dengan menu andalan masa ikan bakar ala portugis. Saya memilih ikan siakap yang memang menjadi favorit saya. Untuk Oliq, saya pesankan udang goreng tepung kegemarannya. Ikan siakap bakar ala portugis ternyata lumayan enak juga, ikannya pun masih segar. Harganya masih wajar untuk ukuran daerah wisata, sekitar RM 30 untuk ikan ukuran sedang yang lebih dari cukup untuk berdua.

Ikan Siakap ala bakar portugis, ada di Pantai Morib
Ikan Siakap ala bakar portugis, ada di Pantai Morib

Garis Pantai Morib sudah disemen dan ditinggikan sehingga ombak hanya menghantam tanggul semen. Awalnya saya agak kecewa dengan setting seperti ini karena artinya pengunjung tidak bisa langsung menikmati deburan ombak, namun setelah berputar-putar kawasan pantai, rupanya banyak hal-hal menarik yang membuat pantai ini layak dikunjungi. Yang paling mencolok adalah banyaknya wisatawan, baik dewasa maupun anak-anak, yang bermain bubble alias gelembung busa sabun di area Taman Layang-layang.

Taman Layang-layang di Pantai Morib, tempat pengunjung bermain layang-layang dan gelembung busa sabun
Taman Layang-layang di Pantai Morib, tempat pengunjung bermain layang-layang dan gelembung busa sabun

Rupanya ada kedai yang menjual busa ini, lengkap dengan tongkatnya. Ternyata bermain busa di pantai ini sangat menyenangkan karena angin sepoi-sepoi yang bertiup dari arah laut. Jadi tinggal arahkan tongkat menghadang angin laut, gelembung-gelembung busa akan terbang terus-menerus dan anak-anak akan sangat senang mengejar sambil memecahkan gelembung busanya. Tak heran banyak keluarga muda yang betah berada di sini, biasanya orang tuanya yang bermain busa sementara anak-anaknya mengejar gelembung-gelembung yang terbang.

Anak-anak pasti senang bermain gelembung busa di Pantai Morib, tak terkecuali si Oliq yang sangat ceria
Anak-anak pasti senang bermain gelembung busa di Pantai Morib, tak terkecuali si Oliq yang sangat ceria

Sesuai nama tamannya, sebetulnya daerah ini juga cocok untuk bermain layang-layang, tapi saat itu tak banyak pengunjung yang bermain layang-layang. Pantai ini juga dilengkapi taman tematik bertajuk Taman Eksplorasi Marin yang berisi informasi tentang gastropoda.

Taman Eksplorasi Marin di Pantai Morib, sarana belajar biologi yang menyenangkan
Taman Eksplorasi Marin di Pantai Morib, sarana belajar biologi yang menyenangkan

Selain itu, kawasan pantai juga dilengkapi lajur pejalan kaki yang sudah disemen, yang banyak dimanfaatkan sebagai jalur bermain sepatu roda dan in-line skate. Menjelang matahari terbenam justru semakin banyak anak-anak muda yang bermain in-line skate di sini.

Anak-anak bermain in-line skate di Pantai Morib
Anak-anak bermain in-line skate di Pantai Morib

Oya, satu hal yang menarik lagi adalah konsep wisata syariah yang diusung pengelola pantai ini. Di setiap papan petunjuk selalu ada kutipan hadits Nabi Muhammad S.A.W. yang berbunyi “Awaslah kamu daripada berduaan dengan wanita, Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang berduaan dengan wanita melainkan akan dimasuki syaitan diantara keduanya (Riwayat Ath-Thabrani)”. Dari pengamatan saya, memang mayoritas pengunjung pantai ini adalah keluarga muda, kalaupun remaja biasanya ramai-ramai, bukan berduaan. Surau di kawasan pantai pun cukup besar dan terawat, jauh lebih baik dari kebanyakan surau di tempat wisata lain.

Konsep wisata syariah di Pantai Morib, papan petunjuk dilengkapi hadits Nabi
Konsep wisata syariah di Pantai Morib, papan petunjuk dilengkapi hadits Nabi

Menjelang matahari terbenam, akhirnya kami sudahi petualangan di Pantai Morib. Pastinya, Oliq dan Ola sudah sangat ceria setelah bermain-main gelembung busa yang lucu. Rasanya, kami akan kembali lagi ke pantai ini suatu saat nanti.

6 thoughts on “Pantai Morib, Alternatif Tujuan Wisata Keluarga di KL dan Sekitarnya”

  1. Wah…di KL punya pantai yang cantik juga ya.. Dan kelihatannya pantai di sana bersih banget ya.. Mungkin kesadaran yg besar bagi warga di sana utk menjaga kebersihan di tempat publik atau kawasan wisata .. Sehingga kesannya nyaman dan adem banget ya …

    Like

  2. Bagus pantainya… meski memang bukan pantai yang terbaik dan beruntung dari segi posisi, tapi otoritas di sana bisa memaksimalkan potensi yang paling baik buat pantai ini :hehe. Jadi terbayang, pantai-pantai di Indonesia kalau dimaksimalkan betul potensinya, dan dikelola secara tepat, pasti akan dapat mencapai prestasi lebih tinggi dari yang sekarang ya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s