Cokelat nDalem, Cokelat Rasa Yogyakarta


Kalian ke Jepang belinya KitKat Green Tea, umroh beli cokelat isi kurma di Ballad Jeddah, ke Sydney makan gorengan Mars dan Snickers di pinggir Bondi, ke KL mampir ke pabrik cokelat Beryl’s, terus kenapa ke Jogja malah beli gudeg?
image

Hehe becanda. Yu Djum, Bu Amad, Yu Narni, sama Bu Tjitro jangan cemberut gitu, dong!

Maksudnya, kalau ke Jogja, selain beli makanan basah seperti gudeg atau bakpia, kenapa nggak beli juga oleh-oleh kering yang bisa dibagi-bagikan. Yang relatif murah dan tahan lama. Yang nggak makan tempat di bagasi. Yang manis di lidah dan enak di hati. Yang penuh endorphine.

Eh, BTW, pernah minum wedang uwuh nggak? Pada tahu wedang uwuh nggak sih? Terjemahan bakunya minuman sampah. Isinya berbagai rempah seperti cengkeh, kayu manis, secang, dll. Warnanya kemerahan, rasanya segar, cocok buat yang lagi kena flu.

Bajigur enak tenan! Minuman khas ini sepertinya sudah makin jarang ditemui di Jogja, atau sayanya aja ya yang kurang blusukan? Bajigur memiliki rasa manis yang spesial karena memakai gula merah. Apalagi kalau umur kelapa serutnya pas — udah kriuk tapi belum bangkotan — enak banget disesap hangat.
image

Kalau ronde semua pada tahu kan? Minuman yang minumnya dari mangkok, ada glinding-glinding tepung yang enak sekali. Diminum malam-malam waktu udara dingin sambil didekap pacar. Eh, wutah menko, ding. Ngomong-ngomong tentang ronde, dulu jaman pacaran Puput suka pelit banget. Kalo pas pelitnya kumat cuma nongkrong di angkringan dan minum ronde di Alun-Alun Kidul. Murahan banget ya saya? Ronde to win my heart. Hiks.

Jadi, kesimpulan dari tulisan ini adalah sampai beberapa paragraf nggak nyambung. HAHAHAHAHAHAHAHA

Enggak dink, lagi pengen becanda aja di malam-malam dingin sunyi tanpa ronde dan dekapan pacar ini.

Tahu apa hubungan antara cokelat dengan minuman-minuman tradisional tersebut? Jreng jreeeeng. Ternyata ada lho produk-produk cokelat yang bisa meramu tradisionalisme wedangan tersebut dengan modernitas elit dalam bentuk cokelat batang.
image

Cokelat rasa bajigur, ada. Cokelat rasa wedang uwuh, ada. Cokelat rasa ronde, ada. Yang punya cuma Cokelat nDalem.

Cokelat nDalem digawangi oleh dua orang muda Jogja — pasangan suami istri– Meika dan Yuda. Mulai dari nol, produk mereka kini sudah dapat dijumpai di supermarket-supermarket besar, tidak hanya di Jogja tapi di Jakarta.

Kalau pas berkunjung ke Jogja, mampir aja di Galeri Cokelat nDalem di Jl Bhayangkara No 23 Jogja. Nggak terlalu jauh dari Malioboro. Bahkan dekat sekali dengan pusat Oseng-Oseng Mercon. Nah, makan malam sekalian mampir beli oleh-oleh.

Produk Cokelat Ndalem tidak hanya cokelat rasa wedangan saja. Ada macam-macam, mulai yang klasik seperi milk chocolate dan dark chocolate (saya masih nunggu white chocolatr nih), hingga cokelat rasa cabai. Dan ikut kekinian dengan varian cokelat green tea.

Bukan hanya itu, Cokelat nDalem juga punya varian rempah, antara lain cokelat rasah sereh dan kayu manis.

Selain itu, kesukaan Simbok, adalah cokelat dengan rasa (dan filling) kopi arabika: Aceh Gayo, Flores Bajawa, Toraja Kalosi, Jogja Merapi, Papua Wamena, dan Bali Kintamani. Bisa ditebak.mana favorit saya? Udah baca kan postingan Coffeeholic Traveller? Yup, Bajawa Flores kesukaan saya.

Cokelat mahal, ah! Mbelgedhes, saudara-saudara. Cokelat nDalem dijual mulai harga Rp 15.000. Ada juga yang dijual per paket.
image

Dikemas dalam bungkus berbagai corak batik dan dengan nuansa kedaerahan yang kental, Cokelat nDalem sangat cocok untuk oleh-oleh nggak hanya buat orang di rumah, tapi juga kalau kalian pergi ke negeri. Ringkas, ringan, aman lolos imigrasi. Aamiin.

NDalem rumiyin, nggih!

Advertisements

6 thoughts on “Cokelat nDalem, Cokelat Rasa Yogyakarta”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s