Accomodation Review : Teduh Hostel, Jakarta Kota


Karena suatu hal yang mendesak, saya terpaksa menginap di Jakarta semalam untuk selanjutnya pergi ke Bogor di pagi harinya. Seperti biasa, hostel alias penginapan murah untuk backpacker yang menyediakan beberapa ranjang dalam satu kamar, menjadi pilihan saya. Kalau dulu saya pernah menginap di The Packer Lodge, kali ini pilihan saya jatuh ke Teduh Hostel di kawasan Kota Tua, lebih tepatnya di daerah Glodok.

Lobby Teduh Hostel, perpaduan warna ungu dan hijau yang selaras, dengan suasana nyaman meskipun di tengah hiruk pikuk ibukota
Lobby Teduh Hostel, perpaduan warna ungu dan hijau yang selaras, dengan suasana nyaman meskipun di tengah hiruk pikuk ibukota

Dari segi lokasi, hostel ini sangat strategis karena terletak dekat dengan Stasiun Jakarta Kota yang menjadi hub transportasi Jakarta, baik KRL komuter maupun Bis Trans Jakarta alias busway. Dari Stasiun Jakarta Kota jaraknya sekitar 200 m atau cukup 10 menit jalan kaki. Kalau naik Trans Jakarta, Anda tinggal turun di halte terakhir Jakarta Kota, lalu keluar menuju Stasiun Jakarta Kota melalui terowongan. Lalu dari stasiun, Anda harus menyeberang dulu untuk kemudian menyusuri Jalan Pinangsia Raya. Dari jalan tersebut, Anda akan segera melihat papan Teduh Hostel di mulut Jalan Gang Asem. Di jalan ini sebenarnya merupakan kompleks ruko-ruko. Teduh Hostel sendiri sebenarnya adalah ruko yang disulap menjadi penginapan. Sekilas daerah ini terlihat agak menyeramkan, tapi waktu saya datang tengah malam, rasanya aman-aman saja.

Tampak depan Teduh Hostel, dalam kompleks ruko-ruko Glodok, terlihat paling hidup dan terawat dibanding bangunan sekelilingnya
Tampak depan Teduh Hostel, dalam kompleks ruko-ruko Glodok, terlihat paling hidup dan terawat dibanding bangunan sekelilingnya

Dari luar, bangunan Teduh Hostel terlihat yang paling terang dan terawat dibanding ruko-ruko di sekitarnya. Begitu masuk, suasana hostel yang ramah dan bersahabat langsung terasa. Selain meja resepsionis yang kecil, lantai bawah didominasi ruang tamu dengan sofa-sofa besar berwarna merah dengan meja-meja kecil bermotif kayu. Desainnya simple dan modern, sangat nyaman untuk sekedar kongkow-kongkow santai dengan tamu hotel lain. Ada pula TV layar datar yang dilengkapi pemutar film, musik, maupun playstation. Wifi gratis pastinya juga tersedia di sini.

Resepsionis Teduh Hostel , hanya satu orang penjaga saja ditemani satu asistennya
Resepsionis Teduh Hostel , hanya satu orang penjaga saja ditemani satu asistennya

Di bagian belakang ruang bawah ada dapur dan kamar kecil. Di dapur tersedia air putih, teh, kopi, gula, dan krimer secara gratis. Semua peralatan masak dan makan juga disediakan seperti gelas, piring, sendok, dan garpu. Seperti halnya hostel lain, tamu diminta untuk mencuci sendiri peralatan makan setelah selesai dipakai. Untuk sarapan pagi, pihak hostel menyediakan roti tawar lengkap dengan selai dan panggangan.

Dapur Teduh Hostel, semua peralatan makan tersedia di sini, asal jangan lupa cuci sendiri setelah dipakai. Kopi teh gula juga tersedia gratis
Dapur Teduh Hostel, semua peralatan makan tersedia di sini, asal jangan lupa cuci sendiri setelah dipakai. Kopi teh gula juga tersedia gratis

Yang menarik, di dapur juga tersedia mini bar dengan konsep swalayan, termasuk urusan pembayaran. Ya, hotel ini menerapkan system kejujuran dalam membayar makanan yang bukan fasilitas gratisan alias complimentary. Di sini tersedia makanan ringan dan mie instant, yang tentu saja harus diseduh sendiri. Para tamu dipersilahkan meletakkan uang pembayaran dalam “honesty tray” sesuai harga yang tertera di mini bar. Kalau mau curang tentu saja bisa sekali karena pihak hotel juga tidak pernah mengecek apakah tamu benar-benar membayar atau tidak, karena itu para tamu diminta jujur dan membayar sesuai harga kalau mengambil sesuatu dari mini bar. Bahkan uang pembayaran juga dibiarkan begitu saja dalam rak, maksudnya untuk memudahkan tamu mencari uang kembalian.

Honesty Tray, tamu dipersilahkan membayar sendiri dengan jujur sesuai makanan apa yang diambil. Ingat, jangan curang ya...
Honesty Tray, tamu dipersilahkan membayar sendiri dengan jujur sesuai makanan apa yang diambil. Ingat, jangan curang ya…

Pada saat check in, tamu diminta menunjukkan bukti identitas seperti biasa. Kali ini saya memesan kamar melalui situs hostel.com seperti dulu waktu memesan the packer lodge. Kalau melalui situs tersebut, Anda harus membayar uang muka alias DP dulu, kali ini sebesar US$ 1.90 ,sementara sisanya sebesar US$ 7.90 dibayar langsung ke hotel. Pada saat check in, saya harus membayar sebesar Rp 115.000 yang setara US$ 7.90, atau kalau dihitung total kira-kira Rp 145.000 per malam per kasur (bukan per kamar ya). Pembayaran dengan kartu kredit dikenakan charge tambahan, jadi akhirnya saya bayar pakai Debit BCA. Kalau mau bayar tunai tentu saja bisa. Dibandingkan pilihan lain di hostel.com, Teduh Hostel termasuk yang paling murah. Setelah check in, petugas hotel memberikan kunci kamar yang berupa proximity card, lengkap dengan kunci loker dan lampu dengan colokan USB. Konsep yang bagus untuk kartunya, tapi aneh untuk lampu USB. Oya, saya harus membayar jaminan sebesar Rp 200.000 untuk barang-barang yang dipinjamkan, termasuk bantal dan selimut.

Suasana dalam kamar Teduh Hostel, ranjang susun alias bunk bed memenuhi ruangan ini
Suasana dalam kamar Teduh Hostel, ranjang susun alias bunk bed memenuhi ruangan ini

Kamar-kamar terletak di lantai atas semua. Kali ini saya kebagian di lantai 2, tidak perlu capek-capek naik beberapa lantai. Kamarnya cukup luas sebenarnya, tapi karena konsepnya dorm, kamar terasa sesak dengan ranjang susun yang dirancang privat dengan model bunk bed, lengkap dengan tirai. Jadi kalau Anda tutup tirainya, Anda benar-benar terisolir dari dunia luar, kecuali kalau ada yang ngorok lumayan kencang. Kualitas ranjang susunnya cukup lumayanlah, meski masih kalah dari The Packer Lodge, namun setidaknya masih cukup nyaman. Ranjangnya berukuran standard, namun ruang kepala alias head room tergolong pendek, jadi kalau Anda lumayan tinggi, pastikan saat bangun tidur harus ekstra hati-hati agar tidak terbentur langit-langit. Dalam ranjang ada dua colokan biasa dan colokan USB. Saya coba colokkan lampu USB, tapi belum beruntung alias lampunya mati. Jadilah saya terpaksa mengandalkan HP karena tidak ada lampu lain. Sebuah konsep gagal paham menurut saya. Untungnya colokan listriknya tidak masalah, setidaknya saya bisa mengecas HP yang hampir tewas. Loker terletak persis di bawah ranjang, termasuk yang berada di ranjang atas. Lokernya sendiri cukup besar, bisa untuk menyimpan carrier besar sampai 100 liter perkiraan saya. Sebenarnya, loker di ranjang atas ini yang menyebabkan ruang kepala menjadi sempit. Kalau di The Packer Lodge, lokernya terpisah dari ranjang, jadi ruang kepala lebih tinggi dan terasa lega. Kasurnya lumayan empuk, spring bed kelas menengah lah, bukan kasur busa sekadarnya.

Bagian dalam ranjang, tersedia dua colokan listrik dan colokan USB untuk lampu, yang sayangnya tidak menyala waktu saya tempati... selain masalah itu, ranjang ini cukup nyaman ditiduri
Bagian dalam ranjang, tersedia dua colokan listrik dan colokan USB untuk lampu, yang sayangnya tidak menyala waktu saya tempati… selain masalah itu, ranjang ini cukup nyaman ditiduri

Kamar mandi terletak di luar, seberang pintu kamar. Kualitasnya cukup lumayan, ada WC duduk dan shower, tapi tidak ada sabun dan sampo. Jadi, Anda harus membeli sendiri, atau bisa beli dari pihak hotel dengan harga terjangkau. Satu sachet sampo dihargai 2000 rupiah saja. Anda juga bisa menyewa handuk kalau tidak membawanya. Ada pula wastafel di luar toilet kalau hanya sekedar cuci tangan atau gosok gigi. Yang menarik, di sekitar kamar mandi dihiasi bambu-bambu yang memberikan kesan alami.

Wastafel di area kamar mandi, persis di depan pintu kamar Teduh Hostel, dihiasi aksen bambu yang memberi kesan alami
Wastafel di area kamar mandi, persis di depan pintu kamar Teduh Hostel, dihiasi aksen bambu yang memberi kesan alami

Secara keseluruhan, hostel ini layak untuk disinggahi kalau Anda hanya sekedar perlu tidur nyaman tanpa perlu membuang banyak uang. Letaknya pun sangat strategis, hanya perlu berjalan kaki sebentar ke Stasiun Jakarta Kota maupun Halte Busway Transjakarta jalur Kota – Blok M. Hanya saja, lingkungan sekitar Glodok memang terkenal semrawut, namun tidak perlu risau masalah keamanan. Namun kalau Anda memang ingin menjelajahi Glodok dan kawasan kota tua, lokasi hostel ini sangat pas, Anda tinggal mencari ojek sepeda di sekeliling Glodok kalau ingin jelajah santai kawasan kota tua. Selamat berlibur di kota tua…

 

Advertisements

2 thoughts on “Accomodation Review : Teduh Hostel, Jakarta Kota”

  1. uwow, ternyata begini dalemnya Teduh Hostel. beberapa kali ngeliat namanya wara-wiri di situs booking online. lumayan ya buat singgah, kalo abis eksplor Kota Tua. hihihi ..

    thanks review menariknya, Papa Oliq .. 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s