(Nggak) Belanja di Johor Premium Outlet


“Orang-orang Indonesia kaya, wang banyak!” ujar Pakcik Pemandu Teksi.
Pakcik…itu.hanya halusinasi Pakcik. Negara kami masih mawut. Eh tapi emang bener yang kaya banyaaaak banget.
Alkisah, karena bingung mau ke mana untuk CNY, kami memutuskan road trip ke Johor Bahru. Itu pun baru detik-detik terakhir jadi hotel semua udah fullbooked. Nemu satu budget hotel nyempil di antara…nganu…nganu…pijat plus-plus.
Jarak tempuh antara Kuala Lumpur dan Johor Bahru sekitar 5-6 jam sudah termasuk leren makan siang dan shalat. Hati girang ketika melihat signboard memasuki Johor. Sebelum memasuki Johor Bahru, tak jauh dari Senai, ada papan penanda arah ke Johor Premium Outlet (JPO) yang kondang kawentar di kalangan sosialita Indonesia.
Johor Premium Outlet alias JPO, incaran baru kaum sosialita Indonesia
Johor Premium Outlet alias JPO, incaran baru kaum sosialita Indonesia

“Belok, Cop, belok!” seru Simbok pada sopir. Agaknya pantat sopir juga sudah mulai tepos, jadi langsung setuju untuk mampir JPO.
Sebagai seorang ibu yang baik, niat saya bulat mau belanja buat si jabang bayi. Kalau bisa satu troli.
Sampai di parkiran mobil yang luas sudah terlihat plang-plang merk terkenal macam Gucci, Calvin Klein, Coach, dan banyak lagi. Wajar sih menyandang nama premium, karena yang berjualan di situ pun merk-merk premium (baca: mahal), walau ada juga yang agak murahan semacam Anakku (brand untuk bayi dan anak-anak di Malaysia).
Berbagai brand premium mengisi outlet di Johor Premium Outlet
Berbagai brand premium mengisi outlet di Johor Premium Outlet
Pandangan pertama saya suka dengan tempat ini karena layoutnya memang keren. Banyak bangku-bangku taman untuk mengistirahatkan kaki yang lelah berbelanja. “Mirip premium outlet di San Diego, yang aku beliin Teva-mu!” kata Puput. Langsung keinget sandal Teva yang udah jebol. Langsung saya menuju ke Outdoor World. Ternyata koleksinya ga banyak. Simbok kecewa.
Johor Premium Outlet memang tempat belanja premium yang nyaman walau masih tetep mahal buat kaum backpacker
Johor Premium Outlet memang tempat belanja premium yang nyaman walau masih tetep mahal buat kaum backpacker
Nah di JPO ini suasananya mirip di Eropa gitu tapi backsoundnya Indonesia banget. Gimana enggak, banyaaaaakkkk banget orang Indonesia di sini. Mungkin ini maksud Pakcik Teksi. Orang-orang Indonesia keluar masuk outlet sambil mencangking tas-tas belanjaan. Rasanya jumlahnya sebanding dengan orang Malaysia sendiri.
Sepertinya keluarga kami memang tidak ditakdirkan untuk belanja-belanji, terutama barang-barang bermerek. Tapi jangan heran kalau Simbok dilepas di pasar tradisional, langsung kalap. Mulai dari tahu tempe, pare, sampai kemangi diborong.
Rasanya Johor Premium Outlet memang mengincar kaum jetset Indonesia yang terkenal demen belanja, tak heran bahasa Indonesia gaul gampang terdengar di sini
Rasanya Johor Premium Outlet memang mengincar kaum jetset Indonesia yang terkenal demen belanja, tak heran bahasa Indonesia gaul gampang terdengar di sini
Setelah muter-muter akhirnya cuma beli satu baju buat jabang bayi dan dua kaos diskonan untuk Oliq (later I found out kalau di KLCC pun ada diskonan kaos Oliq itu). Selama saya muter-muter, Puput dan Oliq mainan di playground. Itu salah satu keunggulannya, sih, ada playground biar para mamah bisa belanja dengan tenang tidak diganggu para papah.
Ada playground alias taman bermain biar nyonya ibu ibu sosialita leluasa belanja sembari bapak , anak, dan pengasuhnya berkeliaran di sini
Ada playground alias taman bermain di Johor Premium Outlet biar ibu ibu sosialita leluasa belanja sembari bapak, anak, dan pengasuhnya berkeliaran di sini
Perut keroncongan membawa Puput menuju ke Dome, kirain mau ngupi-ngupi cantik. Simbok udah hepi aja kebayang mau makan cheesecake. Tapi setelah lihat harganya langsung mengibarkan bendera putih dan mundur teratur.
Yang ada cuma beli sebotol air mineral di foodcourt yang ramainya kaya medan pembagian Kartu Jakarta Pintar.
So, kami gagal belanja belanji karena menurut kami harganya juga nggak murah-murah banget. Diskon sih iya, tapi masih terlalu mahal buat kami. Buat kalian yang memang seneng barang bermerk mungkin cocok sih.
Yang paling sial adalah pas mau pulang, tiket parkir hilang. Puput sampai cari ke tempat sampah siapa tahu ga sengaja kebuang. NIHIL. Dan kami harus bayar denda RM 50!!!
Advertisements

17 thoughts on “(Nggak) Belanja di Johor Premium Outlet”

  1. Mungkin sebanding dengan jumlah penduduk ya, jumlah penduduk Indonesia yang segambreng membuat jumlah sosialita “kaya” juga segambreng while jumlah kaum menengah ke bawah juga lebih segambreng lagi :hehe. Yah, meski tak terjangkau kantong namun lumayanlah buat window shopping, kalau saya ke sana siapa tahu bisa foto terus bercerita ke orang kampung kalau sudah pernah jalan ke outlet premium meski kita sama-sama tahu kalau belanja di sana dengan kemampuan sekarang masih jadi sebuah kemustahilan… :haha.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s