Jom Balik Kampung!


Tradisi mudik saat lebaran ternyata bukan cuma milik Indonesia saja. Di Malaysia, mudik atau apa yang mereka sebut ‘balik kampung’ bagaikan agenda wajib, terutama bagi yang tinggal di kota-kota besar. Kalau orang Malaysia saja balik kampung, apalagi kami yang jarang bertemu keluarga. Jom balik kampung ke Jogja!

Pulangke Jogja
Pulang ke Jogja

Untuk warga negara Indonesia yang tinggal di Malaysia seperti kami, perjuangan cari tiket pun sama saja dengan teman-teman yang ada di Jakarta. Semua mahal! Bagaimana tidak, hampir semua teman TKI yang berada di Malaysia pun pulang kampung. Bagi mereka, Lebaran mungkin menjadi satu-satunya kesempatan bertemu sanak saudara karena biasanya hanya pulang kampung setahun sekali.

Jadilah perjuangan mencari tiket murah dimulai. Saya sih bisa pulang ke Jogja sebelum tiket terlalu mahal. Nah, Puput yang nggak bisa cuti lama-lama harus pulang mepet. Tidak ada pilihan lain, terpaksa rela bayar mahal. Penerbangan langsung KL – Jogja sangat terbatas, hanya satu maskapai sehari dua kali. mau cari penerbangan lain, misalnya KUL-CGK-JOG memang pilihan lebih banyak tapi harganya juga lebih mahal. Dan yang jelas lebih repot!

Apa sih pesona Lebaran yang bikin semua orang rela berepot-repot dan bermahal-mahal ria untuk pulang kampung?
Padahal…lho ya…di kampung ketemu sama saudara-saudara dan bakal ditanyain, “Kapan kawin?”
#HAKJLEB
Atau, “Udah isi?”
Atau, “Si X kapan dibikinin adik?”
Pokmen rauwis-uwis.

Buat kami, ada beberapa alasan kenapa “wajib” pulang kampung waktu Lebaran.

1. Dulu waktu saya masih single, saya diharapkan pulang oleh orangtua. Sekarang udah jadi ganda campuran, saya diharapkan pulang oleh orangtua dan mertua. Nah lo, siapa yang mau jadi menantu durhaka, coba? Untungnya nih, rumah orangtua saya dengan orangtua Puput cuma sepelemparan ketupat aja, jalan kaki cuma 5 menit. Jadi, sekali pulang dua destinasi tercapai.

2. Setor cucu. Ini hukumnya wajib banget. Walaupun tinggal di luar negeri (ehm, luar negeri yang deket banget) sebenarnya kami sering pulang dan orangtua kami juga sering ke KL, tapi yang namanya mbah-mbah selalu kangen sama cucu. Lebaran ini waktu yang sangat tepat bagi para simbah untuk pamer cucu-cucunya sama saudara-saudara. #uhuks

3. Pengen wisata kuliner. Salah satu pesona Lebaran yang paling mempesona adalah trio ketupat, sambel goreng, dan opor ayam. Ayamnya harus ayam kampung, ini penting banget. Walau pas Lebaran hari ke-2 udah eneg banget sama makanan ini dan langsung banting setir cari lotek. BTW, itu pesona mudik berikutnya, wisata kuliner Jogja. Biasanya kalau kami pulang kampung ke Jogja ada beberapa tujuan makan-makan, salah satunya adalah Lotek Colombo Bu Bagyo, sate Klatak Pak Pong, atau sekadar mampir ke Soto Sholeh. Kalau malam lapar, biasa cari bakmi Jawa atau makan sega kucing di angkringan. Murahan banget ya Simbok ini hahahha

Penampilan kumal mie lethek
Penampilan kumal mie lethek

4. Pulang pas Lebaran biasa sekalian reunian. Saya dan Puput teman satu SD, biasanya kami ketemuan sama teman-teman SD. Lebaran 2015 juga spesial karena saya baru saja melahirkan anak ke dua — Ola — jadi saya sering dapat kunjungan teman-teman. Ada teman SMA, teman kuliah, juga kunjungan beberapa teman blogger, termasuk seorang blogger sekelas NatGeo pun sungkem sama Simbok. Ciyeeeee ciyeeee *ditapuk*

5. Sekalian jalan-jalan. Biasanya saya sama Puput iseng jalan ke Gunungkidul ke pantai-pantai baru atau wisata alam baru lainnya. Tapi, khusus Lebaran dan libur panjang kami anti banget ke arah sana. Maklum, pantai Gunungkidul jadi tujuan wisata para pemudik. Kebayang itu macetnya jalan Jogja-Wonosari. Nyerah deh. Langsung kibarkan bendera putih. Kami pilih wisata-wisata yang dekat saja, misalnya ke candi-candi kecil seputaran Prambanan di Sleman dan Klaten. Nggak kalah keren kok!

cropped-candi-candi-kecil-yang-berdiri-di-samping-candi-utama.jpg

6. Alasan terakhir nih. Kami pulang dengan hati yang enteng karena tiga pertanyaan sensitif di atas sudah dapat terjawab.
Q: Kapan kawin?
A: Udah lima tahun yang lalu tuh!
Q: Udah isi?
A: Udah dua kali.
Q: Kapan Oliq dikasih adik?
A: Udah dikasih adik. Nih, Ola namanya, cantik kan kaya Simboknya? By the way, jangan nanya-nanya anak ke tiga ya! Kami ikut anjuran pemerintah, dua anak lebih baik. Kalau keseringan melahirkan bisa bahaya juga buat ibunya. Selain itu, tahu nggak kalau resources bumi ini makin habis karena overpopulation. Kita harusnya sadar. Lagian, beli tiket liburan buat 4 orang aja mahal, belum lagi kalau harus apply visa. Nggak bisa bayangin deh kalau harus beli tiket buat 5, 6 orang. Kamu mau bayarin?
*hening seketika*
The point is, there are always reasons for people (to bother) to go back home for Eid. Always. Though they may be different. They may be unique.

Kamu punya alasan mudik Lebaran yang unik? Kamu punya pengalaman Lebaran yang mengesankan? kamu punya cerita Lebaran yang menarik? Ada tempat wisata asyik yang kamu kunjungi?

Photos speak louder than words. So, take picture, guys! Hahahha, apaan Simbok nyuruh-nyuruh.

Maksudnya gini, kalau kamu punya foto menarik seputar Lebaran, kenapa nggak diikutin aja ke Kontes Foto Instagram Pesona Lebaran? Hadiahnya banyaaaak, bisa ditabung buat mudik Lebaran tahun depan.

Buruan ikutan, gih!

Advertisements

4 thoughts on “Jom Balik Kampung!”

  1. Sugeng ndalu
    Salam kenal mbak atau mas 🙂 Sya Lugas asal Jogja Lantai 2 hehhehe
    Setelah muter2 cari blog sana sini tentang KL kecanthol disini.
    Maaf sebelumnya kalau senggang tanya info tentang KL 😉
    Best regard

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s