Nasib Blogger Nyonya-Nyonya


Sebaris…dua baris….ngeeeeeek bayi nangis. Sekata…dua kata…”Mamaaaa!”

Bubar kabeh!

Nggak dink 😌sebagai blogger nggak profesional tapi serius, saya sih tetap berkomitmen buat konsisten ngeblog, walau agak seret publishnya, agak pendek postingannya, dan itu-itu aja fotonya. Huahaha maklum, suka-suka ngeblog cuma modal hape aja jadi susye cari foto baru yang kebanyakan tersimpan manis di hard disk, di negeri tetangga sono *mewek*

image

Sebagai ibu, istri, sekaligus pelita dalam rumah tangga, adaaaa aja yang sering gangguin aktivitas ngeblog. Yang pertama, tentu anak. Minta makan pakai lele goreng padahal masaknya opor ayam, ngamuk gara-gara bandara legonya ambruk, atau mendadak sontak kebelet. Lalu ada juga suami. Lagi asyik-asyiknya merangkai kata, bercumbu dengan keyboard, malah diminta…anu…nemenin cari tiket promo. Aahhhsyeeeeek!!!

Ketak ketik ketak ketik…pikiran melanglang ke dinginnya Herengracht di tepi Amstel, bulir-bulir salju membasahi pipi mulus Simbok. Tiba-tiba MAMBU GOSONG! “Bajiguuuuur, tempekuuu!”

Buat para blogger nyonya-nyonya (atau nyonya-nyonya blogger sih? Ash mbuhlah), kayanya pernah mengalami pengalaman serupa. Yang anaknya masih kecil mungkin pernah juga ngalamin lagi di tengah-tengah proses nulis, laptop ditutup anak, sebelum dokumen sempat di-save maupun nge-save otomatis. Wah rasanya pengen….istighfar…lalu tersenyum #SimbokSolehah

Pasti pernah juga ngalamin blogging sambil masak. Simbok sih sering banget. Kadang pas masak justru ide-ide berlompatan bak minyak gorengan babat. Pokoknya pasti disambi-sambi deh.

Buat blogger nyonya yang punya bayi — kaya Simbok ini — mungkin justru memanfaatkan proses menyusui sambil ngeblog. Zaman sekarang kan bisa nulis dan ngepost lewat hape jadi gampang aja. Terus pada saat seperti ini berharap aliran ASI dan ide-ide mengalir sama derasnya.

Selain itu, tentu momen paling cihui adalah ketika anak-anaknya tidur. Eh tapi saat itu masih kudu meres ASI buat persediaan, beberes kamar, atau mengaji *ahem.

Ribet banget sih jadi blogger? Kenapa juga nyonya-nyonya ini nggak diem aja di rumah, ngerjain pekerjaan rumah tangga, ngelayanin suami, duduk manis menanti jatah bulanan suami. Kalau kurang, tinggal minta tambah *dikeplak*

Moms, Born Multitasker

Kalau menurut saya ya, para simbok memang lahir sebagai orang yang bisa (dan beres) mengerjakan beberapa hal berbarengan. Laki-laki enggak. Misalnya Puput lagi di depan laptop, ditanyai pun nggak bakal langsung ngeh. Harus diulang lagi, lebih keras. Kalau Bahasa Rusianya lemot, gitu. Huahahaha

Sementara para ibu, bisa ngetik di laptop sambil ngetes hapalan Al Quran anaknya. Bisa masak sambil nggendong bayi, pakai gaya pemain anggar, biar berada di radius aman dari cipratan minyak. Bisa juga nyusui bayi sambil digendong, nggemblok ransel, sementara tangan kanan nyangking stroller, turun tangga gara-gara naik kereta yang salah. Bi

image

sa.

Jadi kalau cuma ngeblog disambi ini itu sih….sipil….

Blogging Keeping Me Sane

Rumangsane ora gendeng saben ndino mung ngopeni anak, masak, nyusoni? Buat saya blog juga jadi sarana supaya saya tetap waras. Lewat blog saya bisa curhat, bisa sharing, atau sekedar menulis surat-surat cinta untuk suami ketika banyak maskapai sedang promo untuk mencurahkan rasa dalam kalbu.

Blogging jadi semacam me-time murah meriah, bisa dilakukan di rumah, dan insya Allah bermanfaat walau sedikit. Walau me-time-nya kadang nggak me-me banget sih wong bisa jadi dilakukan sambil gendong anak.

Traveling Melalui Blogging

Yes, tantangan berat dari habis melahirkan (dan punya bayi) adalah frekuensi jalan-jalan yang turun drastis. Ola, umur sebulan, baru diajak ke luar (yang naik mobil) dua kali. Bayangken! Betapa Ola dan Simboknya sutris.

image

Lewat ngeblog saya jadi serasa jalan-jalan. Kan blognya juga blog traveling. Jadi sembari melakukan hal yang domestik banget macam menyusui, saya tetap bisa jalan-jalan ke mancanegara. Sambil bikin sayur lodeh sambil menuliskan tentang musim dingin di Melbourne, misalnya.

Biar Nggak Nganggur-Nganggur Amat Terus Nyebarin Hoax

Subjudulnya panjang banget kaya judul berita di Lampu Hijau ya? Eh masih hijau apa udah ganti sih?

Saya sih daripada sibuk banget sharing berita-berita ngga jelas yang seliweran di media sosial mending ngeblog. Lalu share blog saya. Paling tidak saya tidak menjadi bagian dari laskar penyebar hoax apalagi fitnah. Saya sharing tulisan saya sendiri yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sahih!

Paling enggak, kalau lagi nganggur, jari nggak gatel banget share ini itu yang ga jelas hanya biar eksis di dunia maya.

Nyonya blogger undur diri dulu deh, boyok udah ambrol.

Advertisements

14 thoughts on “Nasib Blogger Nyonya-Nyonya”

  1. Semangat terus ya bloggingnya Mbok, meski dengan semua keterbatasan itu Mbok masih bisa blogging, saya salut dan berterima kasih sekali soalnya Mbok mau memikirkan pembaca seperti kami-kami ini *terharu*. Moms are great because they are like demigods with thousand hands and thousand brains! Para ibu memang menakjubkan sekali :)).

    Ditunggu tulisan-tulisan lainnya!

    Like

  2. salam nih untk para lancong yah mungkin da niat melancong ke pulau lombok indonesia zullombok tunggu yah…!!! untk info lengkap nya invited kami di http/www.lombokwisatatransport.com

    Like

  3. salam,,,

    zullombok transport,,,siap menanti kedatangan anda untuk bercuti di lombok,,,dan mengantar ke semua obyek tujuan wiasata yg ada di pulau lombok…just call or via watshap +62 8223 7711 304

    zullombok salam

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s