Menyiapkan Calon Petualang Sejak Dini dengan IMD


“Thousand miles of journey begin with a single step” (unknown). Kata-kata ini cukup popular di kalangan penggemar jalan-jalan dan petualangan. Tapi kadang timbul keraguan, langkah pertama seperti apa yang harus dilakukan?

Kuala Terengganu, Malaysia
Semua sayang dik Ola…

Bagi kami, the backpackologist, langkah pertama menyiapkan seorang petualang sudah dimulai jauh di awal saat dia baru saja lahir, yaitu dengan Inisiasi Menyusui Dini alias IMD. Dulu, pada saat Oliq mau lahir dengan cara disesar, saya sempet khawatir si bayi Oliq akan kesulitan menyusui pada simbok yang masih kesakitan setelah disayat perutnya. Tapi rupanya kekhawatiran saya tidak terbukti, pada saat Oliq baru lahir, dia memang harus menunggu beberapa saat sampai Simbok keluar dari kamar operasi, baru bidan mulai menaruh bayi Oliq pada susu Simbok hingga akhirnya mulut mungilnya Oliq bisa ngenyot susunya Simbok dengan perlahan-lahan… Oliq lahir sekitar jam setengah 6, sementara dia mulai menyusui mungkin sekitar jam 8 malam. Momen yang sangat membahagiakan bagi kami. Selanjutnya bayi Oliq sudah pinter ngenyot, tinggal Simbok yang kesakitan karena Oliq kuat nyusunya.

Bayi lucu yang pinter nyusu sekarang udah gede dan tambah lucu
Bayi lucu yang pinter nyusu sekarang udah gede dan tambah lucu

Manfaat ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun memang sangat dahsyat. Oliq bisa dibilang jarang sakit, Alhamdulillah, walaupun memang dia pernah masuk RS dua kali gara-gara muntah plus mencret yang pertama kali, yang kedua panas tinggi dan gak mau makan selepas pulang dari Turki. Untungnya, selama jalan-jalan ke berbagai tempat justru Oliq jarang sakit, satu hal yang sangat kami syukuri. Oliq lumayan tahan berbagai cuaca dan jarang rewel kalau dibawa kemana-mana, daya tahan tubuhnya juga lumayan kuat. Pengalaman paling mendebarkan adalah pada saat kami harus terbang dari Denpasar ke Stavanger, Norway, selama total lebih dari 24 jam termasuk transit. Saat itu rute pesawat adalah DPS-CGK-AUH-AMS-SVG (Denpasar-Cengkareng-Abu Dhabi-Amsterdam-Stavanger) yang sangat melelahkan, bahkan bagi orang dewasa. Untungnya Oliq lumayan anteng selama di perjalanan meskipun harus nemplok simboknya terus. Dan begitu sampai di Stavanger Oliq langsung dicium-cium supir taxi muslim yang sepertinya imigran Afrika. Rupanya dia sangat hepi bisa bertemu keluarga muslim di kota kecil nan terpencil seperti Stavanger. Alhamdulillah lagi Oliq juga sehat wal afiat meskipun saat itu masih musim dingin dan salju sesekali turun, sementara danau masih membeku.

Memberi makan bebek dan burung
Memberi makan bebek dan burung

Pengalaman selanjutnya adalah pada saat adiknya Oliq, Ola, dilahirkan hari Minggu kemarin tanggal 7 Juni 2015. Saya yang berharap Ola bisa keluar normal akhirnya terpaksa nurut bahwa Ola harus keluar dengan cara SC alias sesar gara-gara detak jantungnya lemah. Kali ini diluar perkiraan, lebih cepat seminggu dari HPL, dan saya harus membatalkan tiket kembali ke KL pada hari Minggu sore. Belajar dari pengalaman Oliq yang molor dari HPL, saya mengantisipasi dengan memesan tiket pulang KL sampai seminggu setelah HPL. Eh rupanya dik Ola sudah kepingin keluar.

Siap-siap masuk kamar operasi...
Siap-siap masuk kamar operasi…

Pada saat Simbok mau dibelah perutnya, saya kembali sibuk nyuting bermodalkan kamera SJCAM pinjaman dan Samsung NX mini andalan saya. Oya, sebenarnya tidak semua RS membolehkan orang luar masuk RS, namun karena suatu hal saya bisa diijinkan masuk kamar operasi dan menyuting Simbok yang tengah berjuang hidup mati melahirkan bayi Ola. Sekali lagi, jangan ditiru, apalagi kalau Anda tidak kuat melihat adegan perut disayat dengan darah mengucur deras. Kali ini operasi berjalan lancar, Alhamdulillah. Sebenarnya, karena operasi ini di suatu RS besar, prosedurnya bayi setelah operasi sesar akan dibawa ke ruang khusus bayi untuk diobservasi selama 24 jam. Namun karena kami ingin langsung IMD dan bayi dirawat bersama dengan ibunya, akhirnya bayi Ola tidak masuk ke ruang khusus bayi namun langsung dibawa bersama ibunya. Nah, untuk kasus bayi Ola, begitu bayi Ola berhasil dikeluarkan dari rahim, dia langsung dibersihkan, dan setelah selesai langsung dimulai kegiatan IMD pada saat Simbok masih dijahit perutnya di dalam ruang operasi. Ini lebih cepat dari Oliq yang baru mulai IMD saat Simbok keluar dari ruang operasi dan sudah berbaring di kamar. Di sini terlihat bayi Ola sedikit lebih lambat mencari puting susu ibunya, apalagi ibunya juga masih tak berdaya walaupun kondisi sadar. Oya, operasi sesar itu tidak dibius total ya, hanya dibius dari perut ke bawah, jadi ibunya masih dalam kondisi sadar. Saat itu bayi Ola baru mulai belajar menjilat dan menempelkan mulutnya ke puting ibunya. Namun sebelum perut Simbok selesai dijahit, rupanya bayi Ola sudah bisa mengenyot puting susu ibunya walaupun masih lemah.

Inisiasi Menyusui Dini sejak dalam kamar operasi pada masa ibunya sedang dijahit
Inisiasi Menyusui Dini sejak dalam kamar operasi pada masa ibunya sedang dijahit

Begitu Simbok keluar dari kamar operasi, bayi Ola sedang dihangatkan di box bayi khusus sembari dicek oleh dokter anak. Di ruang pemulihan pasca operasi, bayi Ola kembali diajari menyusui, kali ini dia sudah mulai pintar mengenyot susu mamanya, meskipun belum terlalu kuat. Begitu Simbok dan bayi Ola dibawa ke kamar, baru dia mulai kuat nyusunya dan nangisnya mulai keras kalau minta mimik mama, Alhamdulillah.

Mas Oliq sayang banget sama dik Ola
Mas Oliq sayang banget sama dik Ola

Tips dari kami, IMD bisa dilakukan secepatnya walaupun bayi harus lahir dengan operasi sesar. Kalau bayi harus lahir dengan sesar, carilah RS yang mendukung IMD meskipun ibu masih di dalam ruang operasi kalau memungkinkan, kalau tidak segera setelah ibu keluar dari kamar operasi. Ibu dan bayi sebisa mungkin berada dalam kamar bersama, kecuali kalau bayi ada masalah yang harus diobservasi khusus.

Tulisan ini sekaligus sebagai rasa syukur kami atas lahirnya bayi Ola yang bernama lengkap Laura Sofya Risanto. Sebuah nama yang diilhami oleh kemenangan (Laura berarti kemenangan dalam bahasa Latin) gemilang Sultan Muhammad Al Fatih dalam menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453, yang kemudian diubah namanya menjadi Islambol (Islam Keseluruhan). Beliau pula yang mengubah Aya Sofya (Hagia Sophia = Holy Wisdom) menjadi sebuah masjid sebagai balasan jaminan kebebasan penduduk dan pemuka agama Konstantinopel untuk tetap bebas menjalankan agamanya masing-masing, sebuah hal langka pada masanya, namun inilah yang selalu dicontohkan pada setiap peperangan yang dilakoni oleh Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat-sahabatnya.

Advertisements

20 thoughts on “Menyiapkan Calon Petualang Sejak Dini dengan IMD”

  1. Selamat atas kelahiran bayi perempuannya, semoga tumbuh menjadi anak yang solehah dan sifatnya nanti sejalan dengan nama lengkapnya yang sarat makna, semoga ibunya juga sehat dan cepat pulih pascaoperasi :)).
    Saya tak terlalu paham soal IMD, tapi menurut hemat saya, bagaimanapun seorang anak yang baru lahir memang mesti dekat dengan ibunya supaya ikatan yang ada sejak dari dalam rahim itu bisa terus berlanjut :)).

    Like

  2. Wow… baca 2 tulisan berturut-turut tentang kelahiran baby Ola, seru sambil mringis inget 2 kali sectio, abis itu derita tiap jalan dan menyusui…
    Anyway, congrats buat kelahirannya Ola, semoga menjadi anak yang berguna bagi dunia dan alam semesta, tetap sehat buat mamanya dan kebahagiaan seterusnya buat seluruh keluarga.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s