No Rings Big Enough For Us


The best thing to hold onto life is each other.  – Audrey Hepburn

Tidak terasa sudah lima tahun yang lalu kami naik ke pelaminan, padahal nggak ada juga yang namanya pelaminan wong cuma gelaran kloso bhihik. Tidak terasa juga begitu banyak yang sudah berubah.

Lima tahun yang lalu, saya mbak-mbak kantoran yang terpaksa memakai sepatu pantofel. Rambut berkibar, dada membusung. Lima tahun berlalu, saya mbok-mbok pawon, memakai daster. Rambut diuntel-untel, perut membusung. Gelambir di mana-mana.

Lima tahun yang lalu, Puput masih bujangan. Lima tahun berlalu, ia hampir jadi bapak beranak dua. Lainnya tidak terlalu banyak berubah. Rambut masih gondrong, hanya uban yang bertambah.
IMG_3359

It is not a lack of love, but a lack of friendship that makes unhappy marriages.Friedrich Nietzsche

Do you remember how long we have been friends?

29 fucking years!

Masih ingat pertama kali kamu kasih bunga?

Tahun 1988. Jauh sebelum orang Indonesia mengerti arti kata Reformasi. Jauh sebelum Inter Milan dimiliki oleh orang Indonesia. Sebelum Facebook ada karena Zuckerberg masih terlalu belia. Masih beberapa tahun sebelum Uni Soviet bubar dan Uzbekistan merdeka, serta banyak para pemudinya mengembara ke negeri kita.

Nilai tukar waktu itu untuk 1 dolar hanya 1700 rupiah. Bayangkan, mungkin kita bisa keliling dunia beberapa kali putaran kalau saja nilai uang tetap sama.

Ah, pikiran yang terlalu jauh.

Yang jelas, tahun itu, harga sebungkus kacang bawang hanya dua puluh lima rupiah. Selawe. Dan bunga tapak dara masih mudah ditemukan di halaman-halaman rumah orang.

We have been friends for many-many years. Long before we understand the meaning of love.

Our friendship lasts until destiny spoke. And we met again, in a circumstance we did not understand: 2007.

Hanya dalam sekejap mata kita menjadi teman perjalanan. Menikmati indahnya ciptaan Tuhan di sini, di sana, di mana saja. Menikmati riuhnya angkutan umum di tempat-tempat asing, menikmati kumuhnya pasar-pasar di daerah terpencil.

Kita menikmati menjadi pejalan.

Masih butuh beberapa bulan bagi kita untuk saling mengenal. Then, we were finally a couple.

Aku tidak pernah mengharapkan lamaran mewah dengan berbaki-baki seserahan diantarkan ke rumah. Seragam, jajaran kerabat, dan semerbak wangi itu bukan untuk kita. Kamu ingat kita sedang apa waktu lamaran? Ah, tentu kamu lupa, kamu saja pernah lupa sedang bersamaku dan malah meninggalkanku dalam busway.

Ketika orangtuamu melamarku ke rumah, kita di Jakarta. Kamu sedang bermain futsal bersama-sama teman sekantormu. Aku sedang berjongkok-jongkok di Blok M mencari komik bekas untuk dijual kembali.

Bagai hari biasa tapi setelah itu hidup kita tidak sama.

Ketika Hari H tiba, tidak ada cincin melingkar. Tidak ada foto cincin kupamerkan di jejaring sosial. Jariku masih perawan.

But, ain’t no rings big enough for our love. It takes the world to prove the love. Let’s circle it. Twice.

Happy 5Y anniversary, Dear Travel Mate!

Advertisements

22 thoughts on “No Rings Big Enough For Us”

  1. Selamat mbak Olen-mas Puput, langgeng terus ya mbak-mas pasangan seru 🙂 btw, rambutnya masih gondrong aja. Gimana tuh menyikapi keluarga yang komen, “Put, potong rambut gih biar rapi” 😀

    Like

  2. Beberapa kali baca tulisanmu soal ini, beberapa kali nyimak langsung darimu, tapi ga pernah bosan menyimak cerita kalian

    Happy anniversary, Simbok!
    Semoga semakin harmonis, makin seru keluarganya (setelah ketambahan debay yang pasti lucu banget), makin banyak negara yang dikunjungi, dan tentunya makin menginspirasi

    Like

  3. Happy anniversary! Semoga langgeng selalu dan rukun terus sampai kapan pun. Semoga bisa terus berbagi, terus menginspirasi dengan kisah-kisah perjalanan yang banyak mengandung pelajaran yang bisa kita ambil :)).
    Ayo terus jadi pejalan, Mbak, selama kaki masih bisa melangkah! :)).

    Like

  4. Happy aniversary mbak….moga2 langgeng trs,dan bs khatam keliling dunianya hehe
    Ak ngakak wkt baca km pernah ditinggal di busway,krn ak pun pernah ditinggal wkt ssuami main bilyard,dia lupa ada aku n main pulang aja hahaha
    #dasar pria

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s