Tersihir Cappadocia


Batu-batu besar menghunjam langit, bentuk-bentuknya pun tidak lazim. Di beberapa tempat batu-batu tersebut berlubang. Ratusan tahun silam, batu-batu itu menjadi tempat tinggal, tempat berteduh, tempat keluarga-keluarga menikmati siang malam mereka.

Love Valley dengan batu-batu berbentuk penis
Love Valley dengan batu-batu berbentuk penis

Tidak pernah saya melihat pemandangan yang begitu surreal seperti di Cappadocia.

Cappadocia adalah sebuah daerah di Anatolia Tengah, Turki, mencakup beberapa distrik seperti Goreme, Nevsehir, Kayseri, Urgup, dan beberapa lainnya. Sejarah Cappadocia sangat panjang, bahkan dimulai sebelum Masehi.

Topografi Cappadocia sering disebut-sebut seperti dataran di bulan karena kering dan gersang. Letusan gunung berapi membuat formasi bergunung-gunung dengan batu-batu lancip menghunjam ke angkasa. Angin dan hujan menyebabkan formasi bebatuan itu membentuk cerobong asap, sering disebut dengan fairy chimneys.

Pada abad ke-11, daerah Cappadocia sudah dihuni oleh orang-orang Turki keturunan Yunani. Mereka memahat bebatuan menjadi rumah dan gereja. Kini, banyak peninggalannya direnovasi untuk dijadikan hotel-hotel butik cantik.

Kami merinding bukan kepalang di Love Valley, karena tersihir keindahan – namun juga kedinginan. Saat itu suhu rasanya mencapai minus. Angin bertiup sangat kencang karena bagian atas dari Love Valley adalah dataran terbuka. Gerimis menambah perih di muka.

Lembah ini dinamakan Love Valley karena formasi bebatuan yang mirip penis. Dan percayalah, formasi ini memang alami, bukan buatan manusia. (Lagian iseng banget kalau ada yang mahat batu-batu segede gambreng gitu jadi bentuk titit!)

Pigeon Valley jadi salah satu lokasi wajib kunjung. Kami pun tiba di sini sebenarnya karena kesasar setelah pergi ke Orthisar. Sesuai namanya, lembah ini ini dihuni oleh ribuan burung merpati. Di sini ada hiking trail yang dapat dimulai dari Uchisar atau Goreme, cocok ketika musim panas.

DEvrent Valley
Devrent Valley

Saya lagi-lagi terpesona dengan panorama yang mungkin paling aneh yang pernah saya saksikan di Devrent Valley. Di sini batu-batu berbentuk binatang terlihat. Ada onta, ular, lumba-lumba. Semuanya alami.

Pasabag dan formasi bebatuannya
Pasabag dan formasi bebatuannya

Pasabag mungkin jadi salah satu lokasi favorit saya di Cappadocia. Di sini, batu-batu menjulang tinggi dahulu dihuni oleh para pertapa. Mereka tidak mau tinggal di puncak batu, melainkan melubangi batu dari bawah dan membuat ruangan setinggi 10 hingga 15 meter di atas tanah. Mereka hanya turun saat hendak mengambil air atau makanan. Batu-batuan di Pasabag berbentuk seperti jamur dan ada beberapa batu yang memecah menjadi seperti beberapa menara yang berjajar.

Tuhan Yang Mahakuasa, terimakasih kami diizinkan melihat salah satu ciptaanMu yang paling menakjubkan.

Biara Zelve
Biara Zelve

Tidak jauh dari Pasabag, ada sebuah lokasi yang sering terlupakan. Namanya Zelve Monastery. Di sini dulunya adalah biara pada era sebelum Byzantium. Zelve terbagi menjadi tiga bagian, di tiga lembah, yang dua di antaranya dihubungkan oleh terowongan. Kompleks ini terdiri dari banyak ruangan yang banyak di antaranya dibangun di dalam batu-batu yang dilubangi. Antara abad ke-9 hingga ke-13 Zelve menjadi pemukiman dan kompleks keagamaan yang penting, saat itu orang-orang Kristen bermukim di Zelve pada masa invasi Arab dan Persia. Zelve masih dihuni hingga tahun 1952, ketika akhirnya pemukim terakhir pindah ke Yeni Zelve (Zelve Baru) sekitar 2 km dari lokasi ini. Kini, Zelve menjadi open air museum dan dilindungi sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Ruangan-ruangan di Goreme Open Air Museum
Ruangan-ruangan di Goreme Open Air Museum

Sesungguhnya, belum pernah kami menemukan museum seatraktif Goreme Open Air Museum. Oliq (3,5 tahun) dalam keadaan kedinginan, sedikit gerimis, sangat tertarik untuk mengelilingi seluruh museum. Menaiki tangga satu per satu, memasuki gua satu per satu, menengok semua gereja, rela berjalan kaki, memanjat, tanpa minta gendong sedikit pun. Padahal kompleks ini luas dan besar.

Anak balita saja bisa begitu terpesona apalagi orangtuanya. Tiket masuk untuk dewasa asalah TL 25, anak-anak gratis. Goreme Open Air Museum telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia sejak tahun 1984. Pantas memang, sejarah yang melingkupinya sangat panjang.

Kompleks museum terdiri dari biara dan gereja-gereja yang dibuat dengan cara melubangi bebatuan. Kebanyakan dibangun antara abad ke-10 hingga ke-12. Gereja-gereja di sini dihiasi oleh frescoe (lukisan dinding), antara lain Gereja St Barbara, Gereja Apel, dan Karanklik Kilise. Gereja-gereja ini dijaga dan pengunjung tidak diperbolehkan mengambil gambar di dalamnya.

Kami menyusuri jalan setapak yang dibuat dari cobblestones menuju ke Aziz Basil Sapeli, seorang pendeta kelahiran Kayseri. St Basil merupakan patron saint paling penting di Cappadocia. Di dinding ada gambar St Basil, dan Bunda Maria yang menggendong bayi Yesus.

Beberapa ruangan biaranya dihubungkan oleh terowongan dan tangga pahat. Sangat banyak ruangan yang bisa dimasuki, dikunjungi, dan tiap kali saya hanya dapat berpikir bagaimana orang ketika itu mampu melubangi batu tanpa alat-alat berat. Cappadoccia memiliki musim panas yang kering dan musim dingin yang berangin dan bersalju sehingga mungkin tinggal di dalam gua-gua batu adalah pilihan yang terbaik untuk melindungi mereka dari iklim.

Tidak ada capeknya membicarakan Cappadocia karena semua yang terlihat bagai tidak nyata. Kami menikmati kunjungan (yang terlalu) singkat dan hanya bisa berharap kembali untuk menelusuri tanah fantasi ini dengan lebih dalam.

Cappadocia, cinta!

Advertisements

14 thoughts on “Tersihir Cappadocia”

    1. stonehenge kabarnya agak mengecewakan karena kecil banget hueheheh tapi aku juga belum pernah seeeeh. kalo cappadocia ini edun maredun menakjubken

      Like

  1. Tiap ruangan open air museum nya bisa dimasuki satu-persatu? Menarik banget yah… Tapi kok foto batu titit e di tulisan ini kurang banyak, mbak e 😛 Ditunggu cerita lain tentang batu tititnya yah #tetep hihihi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s