Mengatur keuangan kala Traveling ke Luar Negeri


Setelah banyak pertanyaan-pertanyaan tentang mengatur keuangan saat bepergian ke luar negeri, akhirnya saya tergelitik untuk menulis sedikit tentang manajemen keuangan bagi para traveler. Bepergian ke luar negeri berarti mata uang rupiah tidak akan laku lagi, atau dengan kata lain Anda harus menukar dengan mata uang local.

Pertanyaan yang paling sering adalah, “Apakah saya harus menukar di Indonesia atau di negara tujuan?”

Penukaran uang / money changer di Bandara Attaturk Istanbul, di sini rate-nya jelek seperti kebanyakan money changer di bandara...
Penukaran uang / money changer di Bandara Attaturk Istanbul, di sini rate-nya jelek seperti kebanyakan money changer di bandara…

Jawabannya bisa dua-duanya kalau rupiah diterima di negara tujuan. Sayangnya, rupiah hanya diterima di negara-negara tetangga. Dari pengalaman saya, rupiah hanya diterima di Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, dan paling jauh adalah Saudi Arabia. Di luar negara itu, Anda harus menukar dengan mata uang negara tujuan di Indonesia. Masalah berikutnya adalah tidak semua mata uang tersedia di Indonesia. Contohnya, kalau Anda mau ke Vietnam, sangat sulit mencari penukaran uang di Indonesia yang menyediakan Vietnam Dong (VND). Nah kalau seperti ini, solusinya Anda harus menukar dengan mata uang yang diterima di semua negara, yang paling umum adalah Dollar Amerika (USD) dan Euro (EUR). Dua mata uang ini diterima di semua negara. Bukan berarti Anda bisa belanja dengan USD di semua negara, tapi Anda bisa menukar USD dengan semua mata uang local.

Oya, buat Anda yang belum familiar, kode international mata uang terdiri dari 3 huruf. Dua huruf pertama adalah kode negara, satu huruf terakhir adalah kode mata uang. Mata uang yang harus diketahui traveler diantaranya adalah USD (United States Dollar), EUR (Euro), GBP (Great Britain Pound sterling), CHF (Swiss Franc), AUD (Australian Dollar), SGD (Singapore Dollar), MYR (Malaysian Ringgit), THB (Thailand Baht), PHP (Philippines Peso), JPY (Japanese Yen), HKD (Hongkong Dollar), KRW (Korean Won), CNY (Chinese Yuan), SAR (Saudi Arabian Real), AED (United Arab Emirates Dirham), dan INR (Indian Rupee). Selain kode international, tiap mata uang juga memiliki kode local. Misalnya rupiah kodenya Rp, sementara kode internationalnya IDR. Dollar kodenya $, ringgit malaysia kodenya RM.

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah dimana sebaiknya menukar mata uang. Kalau Anda berkunjung ke negara yang mata uangnya tersedia di Indonesia, saran saya tukar saja di Indonesia. Anda punya keleluasaan mencari tempat penukaran uang / currency exchange / money changer dengan nilai tukar terbaik. Jangan tukar di bank karena rate / nilai tukarnya biasanya lebih jelek. Lebih baik di tempat penukaran uang resmi yang biasanya banyak terdapat di pusat bisnis. Kalau pun mata uang negara tujuan Anda tidak ada, Anda tetap harus menukar rupiah dengan US Dollar / Euro. Begitu tiba di negara tujuan, kalau Anda tak punya mata uang local berarti Anda harus segera menukar mata uang di bandara / pelabuhan. Biasanya di tempat itu nilai tukarnya jelek, jadi tukar secukupnya saja, minimal untuk transportasi ke hotel, makan, dan kebutuhan mendesak lainnya. Nanti begitu Anda tiba di hotel atau pusat kota, Anda bisa mencari tempat penukaran uang yang rate-nya lebih baik. Pastikan tempat penukaran uang juga yang resmi, biasanya dalam kios yang cukup bagus. Kalau tempat penukaran uang bentuknya kurang meyakinkan, lebih baik cari tempat lain.

Banyak juga pertanyaan tentang kartu ATM. Secara umum, selama kartu Anda terhubung dengan jaringan Visa / Mastercard dan ATM negara tujuan juga terhubung dengan jaringan Visa / Mastercard, Anda bisa menarik uang dari ATM di negara tujuan. Lihat saja di ATM yang Anda tuju, kalau ada logo Visa / Mastercard berarti kartu Anda bisa dipakai. Di Malaysia bahkan ada bank yang tergabung jaringan ATM Bersama. Tapi, sebelumnya cek dulu dengan bank Anda apakah kartu Anda bisa menarik uang di luar negeri. Beberapa bank mengeblok penarikan uang di luar negeri untuk alasan keamanan, jadi Anda harus datang ke bank dulu untuk membuka blokir. Namun saya tidak menyarankan menarik uang dari ATM di luar negeri karena dua hal. Pertama, nilai tukarnya biasanya lebih jelek. Kedua, Anda akan kena charge penarikan uang di jaringan ATM Visa / Mastercard, besarnya bervariasi, sekitar Rp 25 – 50 ribu. Tapi cara ini lebih aman kalau Anda merasa riskan membawa uang tunai yang banyak ke luar negeri. Kartu debit / ATM Anda juga bisa dipakai sebagai kartu debit selama toko yang Anda tuju menerima kartu debit Visa / Mastercard international.

Beralih ke kartu kredit, banyak juga yang masih bingung apa perlu membawa kartu kredit ke luar negeri. Kalau Anda menginap di hostel, hotel murah, atau apartemen, kartu kredit tidak terlalu penting. Tapi kalau Anda menginap di hotel berbintang, kartu kredit cukup penting. Umumnya hotel berbintang akan meminta deposit, meskipun hotel sudah dibayari kantor kalau Anda dalam business trip. Biasanya nilai deposit akan lebih tinggi dari biaya hotel yang harus dibayar, misalnya Anda menginap 3 malam dengan rate $ 100, hotel akan meminta deposit lebih dari $ 300, bisa $ 350 atau $ 400. Nah, kalau Anda tak ada kartu kredit, Anda harus membayar tunai. Kartu debit tidak diterima untuk pembayaran deposit hotel, setidaknya hingga saat ini. Kalau ada kartu kredit, Anda cukup menggesek saja tanpa perlu tanda tangan alias di-open. Ini artinya Anda memberi kewenangan pada pihak hotel untuk menagih senilai itu jika Anda tiba-tiba lari dari tanggung jawab. Saya sendiri lebih sering menggesek kartu kredit untuk deposit hotel daripada membayar tunai, buat saya ini lebih praktis tanpa perlu menukar banyak uang. Selama ini, masih baik-baik saja, asalkan kita check out dengan baik, deposit akan dikembalikan dengan merobek tagihan kartu kredit. Kartu kredit juga diterima di lebih banyak tempat daripada kartu debit, jadi memang kartu kredit ini lebih nyaman sebagai alat pembayaran. Tapi saya sendiri memilih membayar tunai kalau di luar negeri karena nilai tukar jika membayar dengan kartu kredit biasanya lebih jelek, sama kasus dengan kartu debit.

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah keamanan. Kalau Anda bepergian bersama rombongan, usahakan semua orang tetap membawa uang masing-masing, jangan dikumpulkan ke satu orang. Lalu uang juga jangan diletakkan di satu tempat seperti dompet, lebih baik disebar seperti di tas atau koper.

Terakhir, biasanya banyak yang bertanya berapa uang yang harus dibawa. Kalau ini, sangat tergantung gaya travelling Anda, dan juga apa saja yang perlu Anda bayar di negara tujuan. Kalau tiket pesawat dan hotel sudah Anda bayar secara online, mungkin uang yang perlu Anda bayar tidak terlalu banyak. Tapi kalau Anda berencana mencari hotel secara go show, Anda perlu bawa uang yang lebih banyak. Jadi untuk masalah ini tidak ada jawaban pasti, semua sangat bergantung dari perencanaan Anda, gaya travelling, dan juga harga-harga di negara tersebut.

Artikel lain terkait keuangan bagi kaum pelancong bisa dilihat di sini.

Advertisements

3 thoughts on “Mengatur keuangan kala Traveling ke Luar Negeri”

  1. Terima kasih atas perkongsian ini.
    Walaupun saya kurang mahir dengan Bahasa Indonesia namun sedikit sebanyak.. cuba jugak untuk memahamkan.

    Terima kasih sekali lagi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s