Hati-Hati Traveling di Vietnam!


Seperti yang sudah pernah saya tulis di Peringkat Negara ASEAN Versi Simbok, Vietnam menduduki peringkat pertama dalam daftar saya. Sayangnya, saya harus menyebutkan bahwa dunia pariwisata di Negeri Paman Ho ini juga penuh dengan penipuan (scam) pada turis asing. Kriminalitas dengan korban wisatawan asing banyak terjadi di kota-kota Vietnam, yang biasanya melibatkan taksi, cyclo, penjual makanan, agen perjalanan, bahkan hotel!

Banyak situs yang sudah membahas masalah ini dan memberikan contoh penipuan yang umum di Vietnam, misalnya Go SE Asia juga Vietnam Online, dan Virtual Tourist. Saya pun sudah pernah menyebut tentang beberapa jenis penipuan yang umum di buku Backpacking Vietnam (Elex Media, 2013).

Korbannya siapa? Biasanya memang turis-turis pemula lebih rentan untuk menjadi korban, namun kenyataannya, avid traveler saja pasti pernah lengah — dan dompet melayang. Simbok pernah kena? BEBERAPA KALI!!!!

Honeymoon escape to Vietnam
Honeymoon escape to Vietnam

Saya menulis ini lagi karena saya tahu banyak pembaca yang berencana ke Vietnam, dan beberapa hari yang lalu seorang pembaca baru saja mengalami musibah dirampok di Ho Chi Minh City. Dia ingin saya menuliskan di blog agar pembaca yang lain jadi lebih hati-hati.

Dibandingkan dengan teman saya tersebut, kerugian yang saya alami tidak seberapa. Penipuan pertama yang Simbok alami adalah tahun 2008 ketika ke Ho Chi Minh City pertama kali. Saya dan Mbak Yudit — teman kantor — melakukan walking tour keliling HCMC. Saking panasnya, ketika tiba di depan Reunification Palace kami membeli kelapa muda. Baru satu seruputan, mau bayar dihargai 80.000 dong, alias Rp 40.000 per butir. Kelopo patang puluh ewu ndasmu! Langsung air kepala mendadak pahit, dan kami membayar sambil misuh-misuh, mengutuk dagangannya tidak laku. Salah kami juga sih tidak menanyakan harga sebelumnya. Tips: tanyakan harga sebelumnya, kalau perlu ditulis karena mereka suka menipu dengan menambahkan nol. Misalnya mereka bilang “five”, kita kira lima ribu. Tahu-tahu dia charge lima puluh ribu.

Kejadian ke dua waktu tahun 2010 di Hanoi, meleng sedikit saya kecopetan kamera pocket di seputaran Hoan Kiem Lake. Kerugian tidak banyak, sekitar Rp 1,5 juta karena harga kamera sudah mengalami penyusutan ekonomi. Langsung dipukpuk Puput, “Nanti takbeliin yang baru!” Kerugian memang tidak seberapa, tapi sakit hatinya itu, brader! Tips: hati-hati. Udah itu aja, gimana lagi kalau namanya kecopetan.

Kejadian ketiga adalah hari terakhir di Hanoi ketika kami hendak ke bandara. Intinya, kami berkelahi dengan sopir taksi. Cerita lengkapnya sudah ada di 7 Pengalaman Paling Sial Saat Traveling (yang sebenarnya sudah harus diupdate lagi). Tips: Benar-benar harus menggunakan taksi resmi, walau itu juga riskan karena banyak taksi gelap menyamar menjadi taksi resmi. Pilihan bus umum justru lebih aman.

Suatu hari saya mendapatkan message dari seorang pembaca blog bernama Reny dari Jakarta. Reny menceritakan pengalamannya, sebagai berikut:

(Saya mengubah editorial sedikit demi kejelasan)covervietnam

“Saya ingin berbagi cerita sekaligus peringatan kepada teman2 yang ingin berwisata ke Ho Chi Minh City Vietnam. Di salah satu foto dalam buku Backpacking Vietnam (Olenka Priyadarsani) nampak 2 tukang becak (cyclo). Mereka masih beroperasi sampai sekarang dan telah memeras kami.

Awalnya kami hanya ingin pergi ke Ben Thanh Market dan disepakati ongkos 15.000 dong. Ternyata mereka membawa kami berputar-putar menunjukan ini itu dan tahu-tahu meminta uang 1.500.000 dong (setara dengan Rp 800rb) sebagai jasa sewa becak 1jam!! Mereka memanfaatkan posisi kami yang hendak ke airport hingga suami tidak mau memperpanjang masalah dan membayarnya.

Dari awal saya sudah curiga apalagi 2 tukang becak ini tidak mau difoto. Ternyata tampang 2 orang ini ada di buku Olenka – Backpacking Vietnam. Saya harap Mba Olenka dapat memposting foto kembali agar teman-teman kita dapat mengenali muka para pemeras ini dan berhati-hati. Terimakasih”

Tukang cyclo penipu
Tukang cyclo penipu

Tips: tulis pada secarik kertas harga kesepakatan awal sehingga nol tidak ditambah semena-mena sepihak.

Waktu menumpang cyclo kedua orang ini saya dan Mbak Yudit tidak ditipu, kami minta diturunkan di Ben Thanh Market dan membayar sesuai kesepakatan. Tapi, saya yakin sudah banyak yang menjadi korban mereka.

Kejadian lebih parah dialami oleh Eko, baru beberapa hari yang lalu. Dia dirampok habis-habisan sampai uangnya ludes. Saya kutipkan cerita Eko pada saya, dengan beberapa perubahan editorial:

“Pagi itu sekitar jam 9 saya tiba di Bandara Tan Son Nhat, Ho Chi Minh City Vietnam, setelah semalam transit di Malaysia. Seperti biasa saya kayak orang ilang deh, karena solo traveling dan baru pertama kali trip ke Vietnam. Keluar airport saya langsung ke area bus 152 ke pusat kota Saigon. Untuk menuju station bus Ben Thanh Market kurang lebih sekitar 30 menit, dan saya langsung ke Pham Ngu Lao naik ojek bayar 15.000 dong, jaraknya kurang lebih 3 km, karena saya bawa koper jadi saya memilih naik ojek. Hehe.. Saya langsung menuju hostel Saigon Backpacker yang letaknya di dekat pasar Pham Ngu Lao. Saya tiba di hotel jam 11 siang dan harus menunggu 3jam untuk bisa ke kamar hotel. Karena di hotel ini check in nya harus setelah jam 2 siang. Setelah jam 2siang akhirnya saya bisa rebahan di kamar hotel. Ahh senengnya bisa istirahat.

Sehabis mandi saya langsung ke luar cari makanan, laper nih perut. Saya makan di KFC tak jauh dari hotel tempat saya menginap. Karena di KFC kan pasti ada nasi, hehe biasa orang Indo kalao belum makan nasi ya disebutnya belum makan. Hari pertama saya jalan-jalan aja yang deket-deket. Saya paling suka di Taman Pham Ngu Lao, karena tamannya bersih, bisa buat berolahraga juga dan anginnya yang sejuk makin nambah betah di taman. Malampun saya nikmati dengan berjalan kaki keliling Saigon. Lalu hari ke 2 makin mulai mengenali kota Saigon, saya juga sempet ke pasar beli pisang rebus, hahaa dan sempet kaget juga lihat di Pasar ada yang jual rambutan kayak di Indonesia nih. Seharian jalan-jalan badan terasa lelah dan balik ke hotel untuk mandi dan istirahat sampai habis Isya’. Saya mulai betah di hotel dan merasa nyaman, karena pegawai hotelnya baik-baik dan ramah, meski saya ngga terlalu pinter berbahasa Inggris tapi kita ngobrol nyambung kok. Kalau bahasa Vietnam saya malah ngga bisa samasekali. Huhuu,, Malam ke 2 saya jalan-jalan ke Ben Thanh Market sambil nyari makan malam. Saya nyari restoran halal di Ben Thanh Market dan disitu banyak sekali restoran halal punya warga Malaysia. Saya juga sempet menikmati Pho Bo makanan khas Vietnam. Seusai makan, saya lanjut keliling beli oleh-oleh, kaos, gantungan kunci dan lain sebagainya.

Lotus rootle salad. Delicious!
Lotus rootle salad. Delicious!

Nah di Vietnam kalao malam banyak sekali yang menawarkan jasa massage atau pijat keliling menggunakan sepeda onthel. Saya sering ditawari untuk nyobain pijat namun saya tolak dengan bilang ‘No, thanks’. Awalnya sih saya menolak ditawarin pijat, setelah ke 2 kali ditawarin, saya mikir, oiya saya lagi capek karena jalan-jalan terus, lalu saya mau deh untuk dipijat karena saya juga pengen tahu pijat ala Vietnam kayak apa sih. Malam itu saya dibawa ke sebuah hotel dengan membonceng sepeda tak jauh dari Ben Thanh Market.

Di hotel yang pertama pemilik hotelnya menolak untuk sewa tempat. Lalu saya dibawa ke hotel ke 2, dan saya dibawa ke kamar untuk dipijat. Sebelum memijat dia masuk toilet dulu (yang kemudian setelah saya pikir pasti dia sedang menghubungi partner in crimenya, memberitahu di hotel mana, kamar nomor berapa).Begitu masuk kamar saya langsung dipijat dan pijatan dia itu sama sekali ngga enak alias ngawur. Saya berfikir “mijat kok kayak gini sih”. Oiya sebelumnya dia patok harga 100ribu dong perjamnya. Namun nahas, setelah saya dipijat sekitar 15 menitan ada orang yang ketok-ketok pintu. Sayapun kaget, “Itu siapa ya?”. Saya mengira itu petugas hotel yang mau cek kamar, tapi ternyata apa yang terjadi?? OMG yang datang seorang lelaki berbadan kekar menyeramkan. Saya kaget seribu kaget, dia langsung mengambil tas saya dan mengancam saya, pemijatnyapun juga mengancam saya. 2 dompet saya diambil, semua duit diambil, ada rupiah, ringgit dan dong semua raib dibawa si perampok itu. Namun kala itu dipikiran saya cuman terlintas “Astaga paspor saya gimana”.

Saya ngga berani melawan, takutnya saya malah diapa-apain. Karena saya ngga ada temen sama sekali. Si perampok dan tukang pijitnyapun kabur. Saya kemudian minta tolong ke petugas hotel dan saya ceritakan semuanya, petugas hotelnya pun kasian sama saya, bahkan saya disuruh mengejar pelakunya. Saya bener-bener panik dan langsung down kondisi saya kala itu. Duitnya saya ludes semuanya, namun saya sempet minta untuk dibalikin 100rb dong ke perampoknya, dengan alasan untuk beaya taksi ke airport, lalu saya dikasih 100ribu dong itu. Saya juga sempet diketawain sama orang-orang sekitar hotel tempat kejadian, karena mungkin mereka sering tahu kejadian serupa. Saya pergi dari hotel itu dengan keadaan ngga semangat sama sekali. Saya syok banget dengan kejadian ini. Karena saya baru pertama kali mengalami tindakan kriminal, apalagi di negeri orang. Untungnya saya ngga apa-apa dan paspor saya aman. Alhamdulillah

Saya jalan menuju hotel tempat saya menginap seperti orang linglung. Di tengah jalan, saya ketemu dengan pemijat kriminal tadi. Saya sempet teriak minta tolong, tapi kayak ngga ada yang peduli. Ada beberapa tukang ojek, mereka tanya, “Ada apa ada apa” dengan Para tukang ojek memahami cerita saya. Saya dianterin keliling untuk mencari si pelaku. Tukang ojek bilang, “Kamu masih ingat mukanya nggak? Dan duit kamu berapa yang ilang?”

Pada akhirnya saya dianterin ke hotel tempat saya menginap secara GRATIS, karena dia tahu saya ngga punya uang sama sekali. Si tukang ojeknyapun lalu menceritakan ke pegawai hotelku dengan bahasa Vietnam bahwa saya habis dirampok dengan modus pijat keliling.

Sesampainya di hotel, kala itu jam 12 tengah malam. Saya berusaha ditenangkan oleh pegawai hotel. Tiba-tiba ada 2 orang wanita ke luar dari kamar hotel dan pegawai hotel menceritakan kejadian yang menimpa saya. Lalu si pegawai hotel bilang ke saya, “Ini orang Indonesia”. Saya kaget senang mendengarnya, lalu saya samperin mereka, saya cerita sampai lama sekali padahal mereka mau jalan malam. Duit saya habis, saya minjem 50 ringgit ke salah satu dari mereka. Dan mereka ngasih uang itu, dia bilang ngga usah minjem, saya ikhlas kok. Tapi saya nggak mau begitu, saya tetap bilangnya minjem, sekalipun dalam keadaan darurat. Karena saya punya kerjaan, jadi pasti punya penghasilan πŸ™‚ dan saya minta nomer rekening bank dia.

Alhamdulillah mereka baik banget. Yang minjemin saya uang orang Johor Bahru, dan yang satunya lagi orang Indonesia tapi sudah pindah warganegara ke Singapore. Saya bilang, nanti kalau sudah tranfer saya kabari ya!! Terimakasih kalian sudah menolong saya :). Lalu mereka lanjut jalan.

Dan sayapun istirahat ke kamar, tapi tetap saja ngga bisa tidur karena sangat syok dan bikin trauma tentang kejadian itu. 1 point plus lagi, awalnya saat check in hotel, saya ngga boleh bayar hotel di saat check in. Karena peraturan hotelnya, bayar saat check out. Tapi saya nggak mau, saya pilih bayar pas di saat check in aja. Lalu diperbolehkan, saya bayar 300ribu dong untuk 2 hari 2 malam. Saya bayar di awal karena takut nanti duitnya sudah keburu abis.

Sekitar jam 2 pagi temen sekamar saya yang orang Hong Kong balik dari jalan2. Lalu saya juga ceritakan kejadian yang menimpa saya. Saya tinggal di kamar dormitory, jadi rame-rame. Orang HK itu juga baik banget, saat saya mau check in dia kasih duit sekitar 30rb dong ke saya untuk transport ke airport karena saya mau pulang dengan transit dulu di KL.

Saya ucapkan banyak-banyak terimakasih temen-temen baru kenal yang telah menolong saya. Kalian baik banget *hugs semoga perbuatan baik kalian dibalas dengan kebaikan yang berlimpah juga oleh NYA. Amin πŸ™‚

Lalu saya cek out bersamaan dengan orang HK tadi, dia bilang hati-hati good luck *versi saya* saya berjabat tangan juga sambil ucap thanks ya :). Saya ke airport Saigon, terbang ke KL. Tadinya mau jalan2 dulu di KL, karena masih ada waktu 1 hari 1 malam untuk jalan2. Tapi berhubung sudah ngga ada duit yaaa stay di airport saja sampai pagi terbang ke Jakarta.

Sebelum terbang ke KL, naik bus 152 ketemu orang Surabaya dan 3 temennya yang mau balik juga ke Indonesia via KL tapi mereka penerbangan ke 2. Saya ceritakan juga peristiwa yang menimpa saya kepada mereka sambil bus berjalan menuju airport Saigon. Mereka kaget dengar cerita saya dan pastinya kasian juga. Mereka juga baik, saya dikasih biscuit buat cemilan kalao transit di KL. Lalu saya terbang duluan. Saya bilang ke mereka; “makasih udah bisa sharing cerita ke kalian” jadi saya plong.

Di sini saya bisa mengambil hikmahnya :). 1. Harus lebih berhati-hati dengan orang baru dikenal. 2. Besok-besok kalau jalan, duit jangan dibawa semua, seperlunya saja dan sesuai mata uangnya aja. Sisanya bisa ditinggal di hotel kunci lokernya :). 3. Ngetrip sendiri harus selalu waspada.

Tadinya di perampok juga nanya-nanya; mana ATM nya? ATM nya mana? Untungnya semua ATM saya tinggal di Indonesia, jadi saya bawa uang pas aja.

Inilah Kisahku… Terimakasih Ya Allah Engkau masih melindungi hambaMu ini πŸ™‚ sehingga bisa selamat sampai ke Indonesia lagi. Terimakasih Ya Rabb πŸ™‚

Niat saya baik. Saya Traveling ingin melihat kekuasanMU ya Rabb di belahan bumi lainnya. Dan pasti saya ucap Alhamdulillah Subhanallah sujud syukur bisa melihat kekuasaanMU sesampainya I tempat tujuan traveling :)”

Panjang ya cerita Eko. Kabar baiknya, katanya dia sekarang udah bisa cengar-cengir lagi dan nggak kapok traveling.

Teman-teman yang mau ke Vietnam hati-hati, ada banyak ragam penipuan dan kriminalitas di sana. Kalau memang pergi dengan teman, jangan terpisah-pisah. Kalau pergi sendiri, sebaiknya menghindari tempat-tempat sepi atau bisa jalan bareng teman sehostel. Tulis semua kesepakatan harga, jangan cuma diomongkan.

Keep travelling!

Advertisements

45 thoughts on “Hati-Hati Traveling di Vietnam!”

  1. Speechless baca ceritanya.
    Tuhan selalu menolong umat-Nya di mana pun berada. Namun sebelumnya, rasanya bijak kalau kita sedikit merencanakan dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, sembari selalu waspada akan semua kejahatan.
    Mesti lebih waspada ya. Tapi tetap tidak boleh kapok buat jalan :hehe :)).

    Like

  2. April 2011 aku travel sendiri naik bis dr Phnom Penh ke HCM city, nginep bbrp mlm di htl dkt pasar Ben Thanh. Krn lokasi htl yg di tengah2, dan krn hobi jln kaki, termsk di Jkt yg smskli tdk nyaman utk jln kaki, slm di HCM aku keliling sendiri kemana2 jln kaki, mpe gempor por…..Alhamdulillah selamat aman tdk ada pengalaman negatif. Mungkin krn mukaku yg amoy2 mirip orang lokal (pdhal swear jawa tulen), jd mungkin dikira slh satu dr mrk, bkn turis. Nyatany wkt beli bbrp tshirt di Ben Thanh aku dikasih harga jauh lbh murah dibanding harga yg diberikan kpd seorang ibu turis Amrik. Dlm hati kasihan jg sm si ibu Amrik, wong belinya bareng di lapak yg sama……

    Liked by 1 person

  3. Wahhh..aku ke Vietnam aman banget, memang mengurangi interaksi dengan tukang taksi, tukang ojek dan tukang2 yang lainnya. Untungnya waktu kebingungan masih ada mas baik yang bantuin cari penginapan..Masuk ke Scooter Cafe di Pham Ngu Lao, makan, minum cuma abis 62500dong. Semua harga yang saya dapet masih wajar. Lebih bete waktu di Bangkok, hampir kena scam beberapa kali udah kecapean dan naek tuk tuk..ehh emang mamang2 taksi dkk itu sumber scam..hati-hati buat para travellers! nice artikel mba..reminder banget..thanks.

    Like

  4. alhamdulillah mbok, waktu aku ke Saigon itu semuanya aman dan baik-baik aja. Kebetulan aku nginep di hotel namanya Luan Vu di Bui Vien st, sumpaaah staffnya bener2 baik bangeettttt, ini juga direkomendasiin dari temen aku sih, dari awal sampe aku juga udah minta jemput jadi bayarnya langsung di hotel dan itu memang murah.

    Si staff itu juga sampe banyaaak banget ngasih info dan larangan ini itu ke kami loh, dari mulai jangan stop taksi sembarangan, jangn naik cyclo sembarangan, jangan selempangin kamera, ngasih tau jalan-jalan mana aja yg rawan kejahatan, aslii baikk bangeettt :((

    bahkan pas kami trip ke Mui Ne, dan ternyata ada salah paham antara seating bus dan sleeper bus di counter bis di Mui Ne juga yang bantu urusin masalahnya mereka, Uang bis yang awalnya kami bayar untuk sleeper kelebihannya mereka balikin, soalnya bus pulang ke Saigon cuma dapet yang seating.

    Balik lagi ke bandaranya juga pake jasa taksi yang mesennya langsung dari hotel aja dan bayar di depan, sampe bandara udah cuma tinggal turunin barang ajah. Ya ampunn jadi nyesel ga ngasih tip :((. Tapi yakin deh kalo balik lagi ke Saigon bakalan nginep di sana lagii :3

    Liked by 1 person

  5. Ihhh…pengalaman travelling ke Vietnam serem banget Mbak? Mengerikan… Maju mundur nih mau ke sini alias jadi mikir2 dua kali nih… Btw, kalau travellingnya via agen travel gimana Mbak? Apakah situasi menyeramkan itu masih juga terjadi nggak ya kira2?

    Like

  6. Ah…ga ush diceritain lg pengalamanku ditipu cyclo sana ya mba… Moga2 kena karmanya aja mereka. Yg past I aku msh pgn jelajah Vietnam trutama daerah Sapa Dan halong bay. Cuma kyknya milih ama suami aja deh drpd ama temen

    Like

  7. kalo kelapa muda emang udah jadi modus ya mbak.. Waktu kesana, aku sama temenku kena scam semir sepatu.. Dia minta 1 juta dong buat semir sepatu 10 menit doang.. Kayaknya ini komplotan karena banyak temennya juga mbak 😦

    Like

  8. Serem banget ceritanya apalagi yang pijet…
    Semoga dari cerita-cerita ini pas saya ke Vietnam nanti bisa menghindari scam semacem ini.
    Terima kasih Mbak dan pembacanya yang udah sharing πŸ˜€

    Like

  9. Wah nyesel ngga nemu web ini sblm brngkt ke ho chi min, brusan papa sy jg mengalami hal yg sama persis.. dirampok dan ditodong pisau oleh pemuda2 yg nawari papa saya dan 1 teman utk pijat dgn harga 100.000 dong per jam di hotel kami sendiri.. tetapi di tengah jalan, mrka membelokkan jalan tidak ke hotel kami dengan alasan pihak hotel tidak mengijinkan tukang pijit masuk ke area hotel–
    Ciri-ciri mereka mengendarai sepeda, membunyikan semacam tutup botol yg di tusuk kawat (bunyi *cring cring* seperti pengamen)… mereka selalu berkeliling ben than setiap malam.. 1 org dari mereka saya sdh temui 3x sebenarnya.. tetapi menurut info tour guide, mrka memang tukang pijat.. tetapi ia tidak memperingatkan kami mengenai modus penipuan baru tsb (atau mungkin dia belom tau karena ini modus baru)..
    Perawakan tukang pijit ini kekar dan cenderung tampan dan sangat ramah.. tetapi hati-hati,tas putih di keranjang sepeda mereka ada PISAU dan benda tajam lain utk menodong korban..
    Papa saya kehilangan handphone nya (untung uang tinggal 100.000 dong saja krn sudah penghabisan, besok pagi nya flight balik indo).. dan 1 teman kehilangan 800.000 dong.. tetapi untung semua paspor ada d hotel
    Menurut orang lokal pedagang dan pihak hotel, mereka tersebut adalah kelompok besar MAFIA.. bahkan pihak sekuriti bank di sekitar tempat kejadian tidak berbuat apa2 ketika kami minta tolong.. POLISI maupun polisi lalu lintas pun tidak terlihat sama sekali..
    Share pengalaman saja utk teman-teman mungkin ini modus baru..

    Like

  10. Iya … yang penting hati-hati. Nggak cuma di HCMC, di kota kecil Vietnam seperti Hue dan Hoi An juga ada tourist scam. Di tempat-tempat rawan seperti ini, kadang-kadang sewa mobil dari hotel justru lebih murah karena harganya pasti. Tapi memang jadinya wisatawan koper sih … bukan backpacker.

    Like

  11. Wah..saya dua kali ke vietnam so far fun ajah.. yg ke dua ke dalat.. mm kebiasaan saya kl travelling ada teman di negara tujuan..waktu di HCM saya ada byk tmn org vietnam baik2 banget org nya.. gk cm di vietnam..kl lg travelling mmg harus waspada ..apa2 tanya dulu..googling pengalaman2 org2 yg dah pnh ke negara tujuan.. eh saya beli air kelapa batok juga di ben than mrkt..cm 10000 dong .. selalu pengin balik lg ke vietnam…

    Like

  12. Wah seru2 ceritanya. Harus waspada banget nih. Mbak, saya tanggal 1 Maret 2016 mau ke Hanoi. Kalau ke Halong Bay ikut Sinh tourist 2 hari 1 malam & menginap di SAPA & jalan2 di Hanoi juga. Itu butuh berapa hari enaknya mbak? Terima kasih banyak atas inspirasinya

    Like

  13. Saya tidak sampai dirampok, tapi kena charge tidak wajar. Pertama waktu sampai di bandara sudah malam banget, taksi innova yg saya pesan dari petugas SATCO tarifnya 315 ribu Dong, Mark up dari tarif yg wajar (harga aslinya dicoret/diurek2 sampai tak kelihatan, diganti tulisan tangan), kedua kelapa di depan theater, 100 ribu, ketiga di money changer kantor pos besar, kurang 10% dari yg terpampang di papan exchange rate. Saya memang biarkan mereka melakukan itu tanpa perdebatan, pingin tahu karakter mereka aslinya seperti apa. Cyclo dan pasar Ben Tanh saya cuekin karena yakin bahwa disana banyak yang culas, meski dengan ramahnya mereka menyapa ” From Malaysia? Apa kabar? Malaysia is good” emang gue pikirin, lagian saya orang Indonesia, hahaha… Untungnya Ho Chi Minh City itu enak banget buat jalan kaki, banyak bangunan kuno terawat sedap dilihat, teduh dan rapi tak sesemrawut Jakarta, orang Ho Chi Minh nya saja yang semrawut.

    Like

      1. Pake Uber mbak buat di Hcmc.. Saya rekomen banget.. Tarif lebih murah dari harga taksi, mobil baru dan nyaman.. Bisa dipesan via wifi pula..

        Like

  14. kalau mau inap si ho chi min ygmoke dmn ya dan murah?kalau bawa anak 2 aman ga ya?balita semua…makanan halal byk ga mba?dan murah? uber sdh bisa di hcmc? budget yg harus disiap kan utk 10 hari brp ya kira2 tanpa belanja..dari bandara ke hcmc jauh mba? maaf byk nanya…serem soalnya baca diatas…

    Like

    1. Cek tulisan lain ttg vietnam di sini. Nginep paling murah di pham ngu lao. Yg lebih elit di dong khoi. Murah. Terakhir ke sana belum ada uber. Blm kr sana lagi. Bandara tan son nhat ga terlalu jauh.

      Like

  15. saya kesana Februari 2016, di pham ngu lao ngineo nya murah2 kira2 20USD per malam, klo di dong khoi bisa diatas 100USD. bawa balita aman kok, asal hati hati dan banyak berdoa..:D
    Makanan halal ada nya di dket pasar ben thanh cuman agak mahal kira2 5USD, padahal diluar yang gak halal paling 1 USD aja.
    Budget 10 Hari mungkin sesuai selera.:D
    naik bus aja murah banget cuma sekitar 0.2 USD

    Like

  16. tx for sharing. saya juga pernah kena scam di Vung Tau, vietnam.tahun 2011. makan di seafood resto kecil, sekitar 1 km dari pantai. makan 1 porsi udang, 2 nasi dan 1 sayur total kena lebih dari 1,2 juta rupiah. pdhl persediaan dong dan dolar pas habis. hari minggu pula. jadinya nuker rupiah di toko emas dengan rate jelek banget. wkt itu kami satu keluarga (2 balita). pengunjung lain warga lokal. di menu ga ditulis harga. sialnya kami ga nanya dulu harganya.

    Like

  17. Assallamualaikum,terima Kasih da sharing pengalaman ya πŸ™‚
    Saya ingin bertanya…Kalau agent travel disana ad yang namanya di Facebook “Muslim travel Vietnam” kira2 resmi Dan terpercaya tidak ya,soalnya saya mau bawa Tamu…Terima Kasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s