Camera review : Samsung NX Mini


Awalnya saya tidak berniat membeli kamera baru, tapi gara-gara kamera Canon S110 tiba-tiba lensanya rusak dan biaya reparasinya hampir sama dengan harga kamera baru, saya terpaksa kembali mencari-cari kamera baru untuk bekal perjalanan ke Turki.

Kali ini criteria kamera yang saya cari mirip dengan pengganti S110, antara lain :

  1. Kamera saku berukuran kompak, cukup dalam saku celana / kemeja.
  2. Ada fungsi manual dan gambar RAW.
  3. Ada fitur wifi untuk berbagi.
  4. Harga kurang dari 4 juta rupiah, atau kira-kira RM 1100.

Kualitas gambar atau IQ (Image Quality) jelas menjadi prioritas, namun dengan criteria diatas pada umumnya IQ sudah sangat bagus untuk ukuran kamera saku kompak. Namun tentu kualitasnya secara umum masih di bawah kamera SLR atau mirrorless. Fitur kamera saku kelas ini juga cukup lengkap, namun sangat bervariasi dari satu kamera ke kamera lain.

Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)
Samsung NX Mini hitam dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24mm)

Karena saya pengguna kamera Canon S110 dari generasi pertama, yaitu S90, awalnya pilihan utama saya adalah S120. Namun mempertimbangkan kasus lens error di S110, yang juga banyak terjadi di S100, saya menjadi ragu. Kamera ini juga memiliki beberapa kelemahan yang cukup mengganggu buat saya, antara lain batere yang boros dan mahal, focus yang lambat, dan miskin fitur. Tentu saja, kelebihan utama kamera ini seperti ukuran yang kompak, ring lensa yang intuitif, lensa zoom 5x dengan lensa lebar 24mm, dan tentunya kualitas gambar yang bagus, membuat kamera ini tetap menjadi pilihan banyak orang.

Pilihan utama kelas kamera kompak sebenarnya adalah Sony RX100 yang sudah mencapai generasi ketiga, RX100 Mark III, namun harganya jauh di atas batas saya. Canon juga baru saja menelurkan pesaing utama RX100 yaitu Canon Powershot G7X, namun juga masih terlalu mahal walau lebih murah dari Sony. Fujifilm juga memiliki pilihan lain yang cukup meggoda yaitu Fujifilm XQ1. Secara umum, kamera ini memiliki kualitas gambar lebih bagus dari S120, wajar karena ukuran sensor yang lebih besar (2/3” vs 1/1.7”), serta fitur yang lebih lengkap. Tak heran, harganya pun lebih mahal dari S120. Namun, setelah membanding-bandingkan beberapa kamera, akhirnya saya terpikat pada kamera baru Samsung NX Mini yang sebenarnya tergolong mirrorless, bukan kamera saku.

Sebenarnya, Samsung NX Mini bukan satu-satunya mirrorless yang memiliki rentang harga di bawah RM 1100. Pada saat itu, Sony NEX-5A dan Olympus Pen EPM-1 juga di bawah RM 1000, namun keduanya kurang cocok buat saya. Paket Sony NEX-5A termasuk lensa pancake 16mm f/2.8, namun sayangnya tanpa flash dan wifi. Saya sendiri dulu pemakai Sony NEX-5R yang dimensinya mirip dengan 5A, kamera ini tidak bisa dibilang kamera saku walaupun dengan kamera pancake sekalipun. Sementar Olympus Pen EPM-1 datang dengan paket lensa standard 14-42mm f/3.5-5.6, tanpa flash juga. Dimensi dengan lensa standard juga tak bisa dimasukkan dalam saku, sementara kalau ingin mengganti lensanya dengan lensa pancake yang bagus, harganya cukup mahal. Sebenarnya yang membuat keduanya murah adalah karena produk lama, sehingga ini adalah strategi produsen untuk menghabiskan stok barang lama.

Sebagai pendatang baru, Samsung NX Mini ditawarkan dengan harga cukup menggiurkan, RM 919 untuk paket dengan lensa 9mm f/3.5 (setara 24 mm pada full frame) dan RM 979 untuk paket lensa 9-27mm f/3.5-5.6 (setara 24-72 mm). Kamera ini juga sudah dilengkapi built-in flash walau kecil, setidaknya cukup untuk fill-in flash. Sebagai kamera yang diproduksi oleh manufaktur smartphone ternama, kamera ini dilengkapi fungsi wifi dan NFC yang lebih canggih dari kamera di kelasnya. Samsung menyebutnya sebagai Smart Camera, untuk menegaskan fitur connectivity dan smart mode yang disematkan dalam kamera ini. Yang menarik lagi adalah layar yang bisa dilipat ke atas untuk fungsi selfie. Dari segi dimensi, bila dipadu dengan lensa 9mm, kamera ini setara dengan kamera saku seperti Canon S120, Sony RX100, dll, dan bisa masuk saku dengan mudah. Namun, bila dipadukan dengan lensa 9-27mm, lensanya menjadi terlalu besar, bahkan karena bodynya terlalu tipis, kamera akan jatuh ke depan bila diletakkan pada permukaan rata. Yang paling menarik dari kamera ini adalah sensor 1” yang juga digunakan Sony RX100, Canon G7X, dan Nikon 1. Dari semua kamera yang menggunakan sensor 1” (inch/inci), Samsung NX Mini adalah kamera yang paling terjangkau.

Dari segi ukuran, body Samsung NX Mini lebih panjang sedikit namun lebih tipis dari Canon S110. Tapi kalau lensa 9mm f/3.5 dipasang, tebalnya hampir sama. Tinggi kedua kamera juga mirip. Namun, ukurannya yang sedikit lebih panjang ternyata menyulitkan saat mencari wadah yang benar-benar pas. Kalau Anda mencari wadah yang agak besar tentu ada, namun menjadi kurang praktis karena tidak bisa dimasukkan dalam kantong.

Kualias gambar (Image Quality / IQ) kamera ini setara dengan kamera lain yang juga menggunakan sensor 1”, dan lebih bagus dari kamera kompak lain yang menggunakan sensor lebih kecil. Anda bisa membandingkan sendiri, cukup banyak website yang menyajikan perbandingan kualitas gambar, biasanya saya merujuk ke website www.dpreview.com Kecepatan fokus pun lebih cepat dari S110, walau sepertinya bukan tercepat di kelasnya.

Kubah Blue Mosque yang sangat cantik, sangat mudah difoto tanpa perlu mendongak dengan layar lipat di Samsung NX Mini, tanpa edit, hanya sebatas resize
Kubah Blue Mosque yang sangat cantik, sangat mudah difoto tanpa perlu mendongak dengan layar lipat di Samsung NX Mini, tanpa edit, hanya sebatas resize

Tidak seperti kamera kompak professional atau mirrorless yang mengandalkan tombol putar untuk mengatur fungsi manual seperti lebar dan lama bukaan, Samsung NX Mini mengandalkan layar sentuh dan tombol standard. Bagi Anda yang lebih senang menggunakan mode manual atau semi-manual, tentu pengaturan lewat layar sentuh tidak nyaman dan kurang “feeling” dalam memotret. Tapi kalau Anda lebih sering menggunakan mode auto, rasanya bukan masalah besar. Ini tinggal masalah selera.

Layar sentuh yang bisa dilipat (flip touch screen) ke atas 180 derajat (menghadap ke depan) tentunya demi mengakomodir penggemar selfie yang makin menjamur. Tapi sebenarnya, layar fleksibel ini sangat berguna untuk memotret dengan berbagai sudut. Ketika saya ingin memotret kubah Ayasofya yang legendaries, tak perlu repot-repot mendongak ke atas. Cukup buka layar ke atas, lalu hadapkan kamera ke atas, saya tinggal melihat layar ke bawah untuk mencari komposisi yang cantik. Kalau ingin memotret dari sudut rendah pun tinggal melipat layar sedikit ke atas. Kalau ingin dari sudut tinggi pun gampang, tinggal buka layar sedikit ke atas, lalu balik kamera sehingga tombol shutter di bawah dan voila… Anda pun bisa mengatur komposisi dengan mudahnya. Nanti Anda tinggal memutar foto ketika di komputer, atau bahkan bisa langsung di kamera.

Selfie dengan background kubah Ayasofya yang legendaris menjadi sangat mudah dengan layar lipat pada Samsung NX Mini
Selfie dengan background kubah Ayasofya yang legendaris menjadi sangat mudah dengan layar lipat pada Samsung NX Mini, tanpa edit, hanya sebatas resize

Konektifitas via wifi dan NFC juga sangat memudahkan koneksi dengan smartphone Anda. Kalau kamera lain seperti S110 hanya menyertakan fungsi transfer gambar ke HP, Samsung NX Mini juga menyertakan fungsi remote shutter dan pengaturan kamera dari HP. Anda cukup mengunduh aplikasi Samsung SmartCamera di smartphone Android (tak harus Samsung phone) & iPhone dan sedikit setting di permulaan. Selanjutkan kalau Anda ingin mengaktifkan fungsi remote, Anda tinggal menyentuh fungsi konektifitas di kamera dan membuka aplikasi SmartCamera di HP, lalu otomatis kamera akan tersambung dengan HP dan layar HP Anda menjadi layar kamera. Sangat mudah dan berguna kalau Anda ingin foto selfie atau beramai-ramai dengan latar yang lebih dramatis. Gambar yang dihasilkan pun bisa langsung tersimpan di HP, tergantung dari setting di kamera. Ketika di dalam Ayasofya, saya memanfaatkan celah jendela untuk menempatkan kamera, lalu berfoto dengan latar tembok dan tiang Ayasofya yang klasik nan dramatis.

Kali ini selfie dengan memanfaatkan Android Smartphone sebagai remote shutter Samsung NX Mini, dengan latar tiang-tiang Ayasofya
Kali ini selfie dengan memanfaatkan Android Smartphone sebagai remote shutter Samsung NX Mini, dengan latar tiang-tiang Ayasofya, tanpa edit, hanya sebatas resize

Sesuai nama SmartCamera yang disematkan Samsung, NX Mini memiliki fitur smart mode yang sangat berguna bagi Anda yang ingin terima beres tanpa repot-repot menyeting kamera. Bagi saya, yang paling berguna adalah mode panorama dan waterfall. Dengan mode panorama, Anda tinggal menekan tombol shutter dan merekam gambar selebar yang Anda inginkan, kamera akan berfungsi seperti video yang mengambil banyak gambar lalu otomatis menggabungkannya. Gambar panorama yang dihasilkan sangat halus, tidak terlihat sambungan seperti kalau Anda memotret berurutan secara manual lalu menggabungkan / menjahit di komputer. Mode panorama juga memudahkan Anda memotret air terjun dengan hasil yang lembut. Tanpa mode ini, Anda harus menggunakan mode manual dengan setting slow shutter / bukaan lambat, ditambah dengan filter ND, untuk menghasilkan gambar air yang halus dan lembut. Oya, Anda tetap harus menggunakan tripod atau letakkan kamera di tempat datar untuk menghindari goncangan yang berakibat gambar menjadi blur.

Foto panorama di salah satu sudut Cappadocia, langsung dari kamera Samsung NX Mini, tanpa edit, hanya sebatas resize
Foto panorama di salah satu sudut Cappadocia, langsung dari kamera Samsung NX Mini, tanpa edit, hanya sebatas resize

Keunggulan lain yang sangat siginfikan adalah battery life. Kapasitas batere yang mencapai 2300 mAh jauh lebih banyak dari S110 yang cuma sekitar 1100 mAh. Dulu, kalau saya ingin hunting seharian yang biasanya menghasilkan 300-400 foto, saya harus menyiapkan 2 batere full dan umumnya satu batere akan habis dan satu lagi tinggal sisa sedikit di penghujung hari. Kini, dengan Samsung NX Mini, satu batere full belum juga habis dengan hasil foto yang sama. Harga batere originalnya pun lebih murah, dapat bonus battery charger juga. Oya, paket Samsung NX Mini tidak menyertakan battery charger terpisah (seperti pada kamera saku umumnya) karena kamera bisa di-charge langsung dengan charger yang seperti charger HP dengan colokan micro-USB. Charger yang seperti charge HP sudah dalam paket penjualan, namun charger untuk mengecharge batere tanpa kamera tidak disertakan.

Foto air terjun di Johor, memanfaatkan smart mode waterfall di Samsung NX Mini, dengan bantuan mini tripod
Foto air terjun di Johor, memanfaatkan smart mode waterfall di Samsung NX Mini, dengan bantuan mini tripod, tanpa edit, hanya sebatas resize

Kelemahan kamera ini selain pengaturan manual tanpa tombol putar adalah lensa pancake 9mm f/3.5 yang tanpa penutup. Menurut Samsung, lensa ini sudah dilindungi lapisan anti gores, namun menurut saya tetap lebih baik bila ada penutupnya. Solusinya adalah melapisi lensanya dengan filter yang ditempel seperti screen protector. Sebagai kamera mirrorless yang bisa diganti lensanya, pilihan lensa Samsung NX Mini masih sangat terbatas. Saat ini baru ada 3 lensa untuk NX mini mount, walaupun kamera ini juga bisa menggunakan NX mount dengan adapter. Namun, dengan lensa NX mount dan adapter menjadikan kamera ini menjadi besar dan berat, tidak kompak lagi.

Kalau diringkas, kelebihan kamera ini adalah kamera mirrorless dengan ukuran kompak (dengan lensa pancake 9mm f/3.5), sensor 1” dengan hasil gambar memukau, layar sentuh lipat 180 derajat untuk fungsi selfie dan foto dari sudut rendah/tinggi, konektifitas dengan smartphone yang mudah dengan fungsi remote shutter, smart mode yang lengkap dan simple, kapasitas batere besar, ada built-in flash, harga terjangkau, serta bonus Adobe Photoshop Light Room.

Sementar kelemahannya adalah pilihan lensa yang masih terbatas, hanya 3 lensa saat ini, lensa zoom 9-27 mm f/3.5-5.6 yang terlalu besar untuk ukuran body, tiada penutup lensa pada lensa 9mm f/3.5, tiada tombol putar untuk pengaturan manual yang nyaman, tombol-tombol yang terlalu kecil bagi Anda yang berjari besar, serta flash external dengan port non-standard, harus menggunakan keluaran Samsung.

Kalau Anda bisa hidup dengan keterbatasannya, kamera ini sangat recommended bagi Anda yang menginginkan kamera saku dengan fungsi lengkap, gambar bagus, dan harga terjangkau.

 

Advertisements

79 thoughts on “Camera review : Samsung NX Mini”

  1. thanks reviewnya.. karena review yang OK.. saya jadi beli deh ini camera.. tapi saya mau nanya dong.. kalau mau zoom gimana ya caranya. harus ganti lensa?? mohon infonya.. tq ya..

    Like

      1. HI mas, kalau butuh untuk liburan doank, enakan pake go pro atau NX mini yah?

        Plus lagi kalo dari segi kualitas foto, lebih bagus pake NX mini atau go pro yah?

        mohon infonya ya mas puput

        Like

  2. Mau tanya Mas, saya baru beli camera nx mini ini, tapi kok beberapa kali setelah tekan tombol on dan putar zoom untuk ambil gambar, kok malah hang/gambar di layar kamera freezing, agan2 semua yang pakai nx mini pernah ngalami yang begitu kah?

    Like

  3. mas mau tanya aku orangnya awam sama camera bagus mana…. tapi aku suka foto2… kalo untuk camera bagusan nx mini atau sony a5000? thnkyou

    Like

  4. Mas, kamera ini termasuk jenis prosumer atau mirrorless ya kalau dikelompokkan. Soal lensa, karena ukuran sensor 1″, dicocokkan juga sama lensa samsung yang sejenis ya. Gak bisa kita cocokkan sama lensa dslr pakai adapter?

    Like

    1. masuk mirrorless karena bisa diganti lensanya.. kalau lensa samsung NX harus pakai adapter ke kamera NX mini.. lensa lain pun sama

      Like

  5. Mas mau tanya dong. Yang paket nya lensa 9mm itu dpt microsd nya ga? Sama mau tanya flip touch screen nya harus pakein anti gores ga? Thanks

    Like

  6. Mas mau tanya dong. Yang paket lensa 9mm itu dpt microsd nya ga? Sama mau tanya flip touch screen nya tuh harus dipakein anti gores ga? Thanks

    Like

  7. Halo mas, mau tanya, apa nx mini punya mount berbeda dari nx series yang lain? Saya punya lensa nikon dan mau beli adapternya untuk nx mini. Tapi rata-rata penjual tidak menyebutkan secara spesifik, hanya “nx series”. Kalau pun disebut, nx mini tidak ada dalam pilihan meski sudah ditulis “for nx series”. Saya mau beli, tapi takut nggak cocok. Terima kasih sebelumnya.

    Like

    1. NX beda dengan NX mini.. lensa NX bisa dipasang di NX mini mount, tapi harus pakai adapter.. saat ini cuma ada 3 pilihan lensa NX mini, 9-27mm, 9mm fix, dan 17mm fix (tapi yang ini masih susah dicari).

      Like

  8. Mas mau tanya kalo beli lensa tambahannya si nx mini ini dimana yah? Dan kalo tau harganya kira2 berapa? Saya udah cari2 via google ttp ga nemu titik terang. Saya beli camera ini dan dapet lensa yang 9 -f: 3.5 . Trims.

    Like

  9. mas, apa kamera ini videonya bisa auto fokus,?
    soalnya mau coba buat review produk.
    terus di paket pembelian apa sudah dapat 3 lensanya?

    Like

  10. Siang mas. Mau nanya, kamera nx mini itu worth it nggak ya buat jd kamera vlog di youtube/foto-foto di instagram? Saya punya budget hanya 4jt dan sedang mencari kamera jenis apapun itu baik pocket, prosummer atau dslr yang bisa di flip 180 derajat layarnya agar memudahkan membuat vlog/selfie. Ditunggu balasannya, terimakasih mas, sukse selalu. 🙂

    Like

  11. Halo mas,
    Boleh dibisikin waktu itu belinya di toko mana? Atau langsung ke samsung centernya? Saya coba ubek2 kok harganya gak semurah yang mas beli ya.

    Like

  12. Halo mas,
    boleh dibisikin di toko apa beli kameranya? soalnya saya liat2 via web kebanyakan harganya di 1000 lebih. Thanks mas

    Like

  13. Mas aplikasi samsung smart cameranya ada fitur remotenya? Kok saya dwonload aplikasi samsung smart cameranya cm bisa buat transfer gambar ke hp ya? Apa hny di hp tertentu fitur remotenya? Klo blh tau mas pke hp apa ?

    Like

    1. beda kelas.. tz57 kelas super compact long zoom, kalo nx mini mirrorless 1 in.. secara umum gambarnya pasti lebih bagus samsung krn sensor lebih besar

      Like

  14. Mas tau harga lensa kit nya 9-27mm gak? Soalnya lensa kit bawaan saya rusak. Saat membuka lensa tetap ada tulisan “geser lensa untuk membuka kamera” mungkin masalah di lensa. Padahal pemakaian wajar baru 5-6bln an

    Like

  15. Hai mas, maaf awam bgt ni ttg kamera

    Kamera ini, bgs ga utk foto2 bokeh? Tp bukan dari jarak dkt kyk macro gt mas mksdnya

    Utk kondisi lowlightnya, apa bisa lebih dari bgs dari kamera HP sekelas S7 edge atau iphone?

    Terima kasih mas

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s