Giveaway: Bagaimana Gaya Travelingmu?


Halo, Simbok kembali lagi mau bagi-bagi hadiah. Dalam rangka apa ini? Hmmm bingung juga sih dalam rangka apa, pokoknya dalam rangka bersyukur atas semua berkah dan rahmat dari Allah pada keluarga kami *kibas kerudung*

Hehehe…mungkin juga dalam rangka bersyukur Oliq sembuh dari demam #halah.

Tema kali ini adalah tentang gaya traveling. Gaya travelling orang itu berbeda-beda, ada yang suka ngemper ada juga yang pilih hotel bintang 5 – minimal bintang 4 deh. Dan buat saya nggak ada yang lebih baik karena preferensi dan kemampuan orang juga berbeda-beda. Toh sama-sama tukang jalan bukan?

Ada yang harus pakai high heels ada juga yang ke mana-mana sandal jepitan.

Ada yang suka bandingin fasilitas antara full-serviced airlines dengan LCC. Uhuks, kalau saya jelas pilih yang paling murah regardless fasilitasnya.

Dulu ketika saya masih menjomblo (karena pilihan bukan karena nggak laku huahahha), saya lebih leluasa memilih gaya jalan-jalan. Namun seingat saya, ada satu hal yang biasanya saya pertimbangkan dengan matang – dari dulu hingga sekarang: akomodasi.

Waktu melakukan solo travelling, kadang saya tidak memesan hotel sebelumnya, sehingga harus mengecek satu per satu. Tampilan depan dari hotel tentu saja menentukan pilihan. Pernah kami masuk ke lobi hotel di Parapat yang bau kemenyan dan terasa singup. Langsung saja mengurungkan niat untuk melihat kamar.

Oh ya, bila go show dan hotelnya tidak meyakinkan, saya biasa minta lihat kamarnya lebih dulu. Di Bali kami pernah melihat sebuah kamar hotel yang luasnya se-LAPANGAN BASKET. Sumpah! Begitu keluar kamar langsung ngikik habis-habisan, apalagi setelah melihat tulisan tangan di papan “Recommended by Lonely Planet”. Byuh.

Saya memang sangat picky ya masalah hotel. Dan Oliq pun nuruni Simboknya.

Ada yang hobinya Couchsurfing ada juga yang maniak AirBnB. Ada yang fanatik dengan Agoda. Ada yang booking tiket selalu di website maskapai (saya!), ada yang suka pake Traveloka. Ada yang pesen tiket bisa setahun sebelumnya, ada juga yang hobi dadakan. Beda-beda kan?

Walaupun boros di masalah hotel, kami irit di tiket pesawat (biasa cari yang promo, off peak), irit juga di makan (nggak pernah fine dining di mana pun), irit di transportasi (sebisa mungkin kendaraan umum dan jalan kaki). Yang jelas kami tidak irit secara keseluruhan karena frekuensi travelling kami lumayan tinggi, setiap bulan pasti ada trip ke luar kota/negeri.

Nah, sekarang saya pengen dengar gaya travelingmu. Bukan untuk membanding-bandingkan dengan kesan negatif, tapi untuk saling berbagi bahwa ternyata gaya orang sangat variatif. Juga, bagi yang baru mulai travelling, untuk berbagi bahwa ada banyak alternatif jalan-jalan asyik – dan menghemat biaya. Nggak ada gaya traveling yang lebih baik dari yang lain 🙂

Caranya bagaimana?

1. Jawab 2 pertanyaan di bawah ini, di kolom komentar bawah blog post ini. Pertanyaannya:
a. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!
b. Tulisan favoritmu di http://backpackology.me apa? Dan alasannya apa?

2. Kalau bisa nih ya, follow Twitter kami di @backpackologyID, serta like FB kami di sini. Kalau sudah ikutan boleh colek Simbok di Twitter ya.

3. Giveaway ini akan ditutup pada tanggal 31 Maret 2015.

4. Jangan lupa tulis akun Twitter atau FB ya biar bisa dimention dan dihubungi kalau menang.

Hadiahnya apaan?

Kami punya 3 T-Shirt kece untuk 3 pemenang ditambah dengan souvenir – entah dari mana saja Simbok lupa wekekekke.
Ini penampakan T-shirtnya:

kaos gratisan
Kaos gratisan

Mudah kan caranya? Taktunggu jawabannya!

Oh ya, kalau mau pesan kaos dengan gambar unyu-unyu kaya gini bisa kontak WA Dino: +6285729256523

Advertisements

39 thoughts on “Giveaway: Bagaimana Gaya Travelingmu?”

  1. 🙂 Ikutan Jawab;
    1. Berhubung waktu liburku hanya saat tanggal merah, jadi aku agendakan sebelumnya, nggak pernah main jauh. Biasanya ke kota sebelah terus nyari penyewaan sepeda ontel dan keliling daerah-darah pakai sepeda ontel. Kalau masalah tidur biasanya lebih dadakan, kalo dekat sama kenalan langsung numpang.

    2. Menurutku yang “CERMAT MENGGUNAKAN UANG TUNAI DAN KARTU KETIKA LIBURAN DI LUAR NEGERI” ini, biar nggak kaget saat ke Luar Negeri harus gimana persiapan uangnya. Selain itu juga tulisan tentang review kamera juga bermanfaat.

    Udah gitu aja haaa, Salam kenal

    Like

  2. Mau iseng ah, siapa tahu isengnya dapat kaos 😉

    gaya traveling saya? kemana-mana bawa 2 gembolan: satu bekpek buat penyimpanan. karena punya 2 bekpek (My Red & Meywah); biasanya pakai drama dulu sebelum packing karena mesti ngebujuk salah satu yg nggak diajak. Satu lagi bawa daypack atau selempangan buat printilan. untuk tempat nginap, lebih suka homestay biar akrab sama lokal tapi kalau diajak jalan ya nggak nolak juga dikasih kamar di hotel bintang, transportasi seringnya ya naik mass transportation.

    tulisan yg paling disukai? nggak ada, semuanya sukaaaa! tapi kalo terpaksa mesti nyebut salah satu ya pilih Traveling itu Hak Jangan Diatur. kenapa? ada namaku disebut hahaha

    selamat pagi mbok

    Like

  3. Ikutan ah….
    1. Kalau jalan sendiri, sebisa mungkin ditempelin sama kerjaan, jadi hemat tiket pesawat, akomodasi sebagian sudah ditanggung kantor, dan biasanya kawan di tempat tujuan udah ngasih orientasi daerah tujuan. Seringnya sih sy extend utk jalan2 setelah kerjaan selesai.
    Kalau jalan bareng keluarga, seringnya malah mendadak. Kalau bisa sih naik pswt yang paling murah overall, gak cuma harga tiketnya, tapi diperhitungkan juga masalah bagasi, in flight meal, timing, sampai lokasi terminal. Booking hotel juga biasanya beberapa saat sebelum check in. Cek agoda, telpon ke hotel, sama tanya di reception, harga yang paling murah tentunya yang diambil. Gak jarang Booking via agoda di depan reception. Hehehe..
    Makanan sih gak begitu picky kalau lagi jalan. Apa aja yang kira2 bisa dimakan semua anggota rombongan aja. Asal bukan di restoran super duper fancy yang seporsinya USD100 sebelum tip.
    Kalau daerah tujuan itu baru, sy milih lihat common attraction aja dulu. Pasti ada alasan kenapa common attraction itu jadi favorit. Meskipun kadang mengecewakan juga setelah didatangi.

    2. Posting favorit, yang nyebut namaku. Lupa yg mana. Hehehe…

    @veriyanta

    Like

  4. Hallo selamat siang
    gaya travelling ku adalah gembelpacker (gabungan antara gembel dan backpacker). dengan style saya yang begitu saya begitu saya bisa merasakan kehidupan lokal dan berinteraksi dengan warga sekitar bagiku sangat menyenangkan. Dengan style seperti itu saya selalu mendapat kejutan dari setiap perjalanan. kamu ga akan pernah tahu kamu akan ditawari menginap di salah satu rumah warga atau tidur di emperan stasiun atau bandara. kamu juga ga akan pernah tau akan menumoang truk ataupun pick up sampai mobil mewah sekalipun. Dan yang lebih menarik kamu tidak akan pernah tahu tempat-tempat yg tersembunyi yang hanya warga sekitar saja yg mengetahui. Tapi intinya dengan style seperti itu saya dapat memaksimalkan budget yg saya punya dan bukan berarti menjadi gembelpacker harus selalu murah tapi saya disini mencoba untuk mengefesiensikan budget.

    Tulisan yang menjadi favorit saya adalah “Simbok Pemburu Langit Biru” karena saya sangat menyukai langit apalagi langit biru yang senantiasa menggambarkan ketenangan dan kesabaran sama ketika kita ingin memotretnya butuh kesabaran agar langit biru tersenyum poto kita. Saya suka langit birunya mbok yang di Eiffel. tapi pastinya langit biru indonesia lebih bagus lho 🙂
    Doakan saya juga supaya bisa memburu langit biru sampai keliling dunia bersama keluarga seperti kalian. Amiin

    Salam @gembellganteng

    Like

  5. Ikutan aaahhh .. 😀

    1. Gaya traveling saya, uhm, sangat well-prepared. Terencana, pake bingits. Agak panik kalo jalan tanpa perencanaan, bahkan sampai hal-hal detailnya, saya susun rapi. Transportasi, akomodasi, peta, destinasi dan lain sebagainya, biasanya saya siapkan sejak masih di rumah, jauh-jauh hari. Ketika hari eksekusi ada yang berubah, ngga sesuai sama rencana, ya ngga papa, yang penting hati tenang dulu, udah bawa list macem-macem. Hehehe. Trus, saya juga picky dalam hal akomodasi, jarang banget mau nginep di dorm. Sebisa mungkin cari private room. Kamar mandi berbagi, ngga masalah, tapi kalo tidur sama orang lain, duh, ngga deh. Apa lagi yaaa. Makan? Wah, kalo itu ngga masalah banget! Di kamus kulinari saya cuma ada 3 pilihan rasa makanan : enak, enak banget & haram. Hahahaha.. 😀

    2. Postingan favorit banyak sebenernya, Mbok, tapi kalo ditanyanya saat ini ya yang ini lah : https://backpackology.me/2015/02/10/itinerary-dan-budget-turki-7-hari-istanbul-dan-cappadocia/. Kenapa? Soalnya tulisanmu itu jadi semacam motivasi buat sering-sering nengok saldo buat jalan ke Turki. Plus ngintip sisa cuti dink. Ihiks. Hahahaha.. 😀

    Menangin aku ya, Mbok >> @noerazhka, makasih loh.

    *ngganyik*

    Like

  6. a. Hi Mbok! 😀

    Aku selama ini traveling lebih sering backpacking sama teman-teman komunitas Petualang24. Mau laut, mau gunung, atau city tour ya sama mereka. Selain bisa share cost, seru aja tukeran cerita dengan orang-orang yang baru. Tiap ngetrip, pasti ada teman barunya. 🙂

    Backpacking paling seru adalah waktu road trip ke Makassar. Wah itu ya di mobil terus-terusan. Dari bandara sampai Toraja. Baru hari terakhir nginep di hotel biar sedikit segar menuju Tanjung Biranya.
    🙂

    Nah, karena backpacking, pasti beli tiket kereta api atau pesawat harus jauh-jauh hari. Selain sama tmn2 komunitas, aku juga pernah ngetrip sendirian. Kalau ini lebih santai. Gak perlu grusak-grusuk cari penginapan yang murah meriah atau dengan kapasitas tertentu. 😀

    b. Tulisan favoritku di blog ini adalah yang ini Mbok, https://backpackology.me/2012/06/17/cermat-menggunakan-uang-tunai-dan-kartu-ketika-liburan-di-luar-negeri/

    Meski baru beberapa kali ke LN, tapi tips ini guna banget untuk diaplikasikan. Karena keseringan kan kita gesek-gesek sana sini kalo lagi di LN tanpa memikirkan bunganya berapa persen. So far, karena aku bukan pemegang CC, aku selalu gunain uang tunai. Nah, tricky juga kan mau nuker di Jkt atau di negara tujuan.

    Kayaknya itu aja Mbok untuk jawabanku kali ini.

    Makasiiiih Mbok. 🙂

    Like

  7. a. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!
    Dulu sih gembel abis mbok. Bukannya miskin tapi memang kere sih. Aslinya dulu punya jadwal libur panjang. Jadi kalau bisa ngebis kenapa harus naik pesawat. Kalau bisa jalan kaki kenapa harus naik angkot. Ya kata anak sekarang jalan woles.

    Kalo nginepnya dulu lebih suka numpang tempat anak2 backpacker lokal. Sekaligus silaturahmi , siapa tahu jodoh :D.

    Kalau sekarang sih pilih gaya jalan yg hemat waktu dan uang. Dipilih2 transportasi yg paling murah, rute yg bisa merangkum banyak spot. Tempat istirahat yang nyaman biar besok bisa jalan lagi krn waktunya ngga banyak.

    Kalo gaya makan teteplah semua makanan dicoba maklum saya traveler doyan makan.

    b. Tulisan favoritmu di http://backpackology.me apa? Dan alasannya apa?
    Tulisan favevorit “Petualangan NST di Negeri Jiran”. Ya kisahnya membumi banget, masalah dengan PRT yang kadang lebih susah diselesaikan dibandingkan soal Kalkulus.

    Apalagi diwarnai bumbu kehidupan sebagai kaum urban pemburu dollar di negeri orang. Bacanya senyum2 campur ngenes, kalau saya yang di posisi NST pasti lebih binal lagi punya majikan super tabah kaya si Mbok. <~~ lari pagi keliling komplek pake kutang dan celana dalam.

    Ampun Mbok… saya hanya olahraga dan dagang.

    Like

  8. Melu melu melu… numpang lewat di blognya si mbok keceh…

    A. Wlpn sbnrnya bingung dgn definisi kategori gaya travelling, krn kt sbnrnya adlh in between, lbh tepatnya yg pasti sesuai BUDGET secara kt family traveller so anak2 dan papanya yg gayanya lbh cuek ber ransel ria, sementara mamanya yg miss matching hrs sll geret koper dan tvl bag utk printilan2 narsis. Bahkan ketika umroh pun ada tambahan koper yg d dlmnya isi tvl bag kecil… Ketika dinas isi lemari saya bawa shg rekan2 pun bs minjam2 haha… Prnh jg ktk ada misi budaya dimarahin krn keberatan bawaan… duh gusti wong gennya udh bgt… dulu si mami sll bawa koper n beauty case malah…
    Kl suami type go show, saya yg freakin’ organised. Ketika Tour De Java wkt liburan sklh sekaligus lebaran, kota2 yg kami singgahi saya atur hotel dll, brp lama bs stay spy pas msk sklh tdk keteter. Budget pun diatur antara menginap di keluarga dan menginap di hotel, sekelas Hyatt Yogya atw hotel kecil di Madiun, mixed, yg ptg dinikmati kebersamaan pd saat travelling, it’s the journey itself that counts.
    Ke LN pun bgt, ransel yg nyaman dibawa kemana-mana atw rempong dgn koper yg gredekan… Tp justru krn udh mupeng bin mabok googling rencana itinenary akhirnya rute plus hotel go show sajah… dan ternyata it’s fun ketika menemukan hotel yg nyaman sesuai budget, nyoba transport lokal, taxi only to n from airport kecuali capek muter2 ya taxi wae gk ngoyo… mengalir aja smw sesuai budget.

    Yg plg penting adalah dr smw trip atw travelling kt, gaya hidup kt utk memanage keuangan, smw cash basis, NO CREDIT CARD AT ALL, adieu to CC sejak thn 2012. Prinsip hidup yg diamanahkan suami. Ada uang berlebih ya jalan, senang2 sbl mensyukuri hidup, gk ada uang pun ttp bs mensyukuri hidup dgn apa yg ada, belajar menjauhi dr riba sejak ikut seminar tsb.

    B. Tulisan favorit dr http://backpackology.me Ya Allah beneran deh si mboke beserta konco2 rekan2 blogger mjd penghibur di saat hrs melewati masa krisis kehamilan muda alias bedrest… mjd inspirasi bhw menulis bs dimulai kapan aja, berupa sharing maupun syiar. Jazakallah khairan katsiiran ya. Tp yg paling2 ya mgn kehidupan di Msia (mengenang masa lalu wkt kuliah), trip Umroh, mgn ibadah sholat d mancanegara, trip India, villa bali… Akeh mbok… hehe syukron…

    @jacintha_box
    Fb jacintha chandrasari

    Like

  9. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!
    Jawab Mbok, kalau aku gayanya bebas. Yang penting bisa jalan-jalan. Tapi lebih ke backpacker sih karena disesuaikan dengan keuangan. Maunya sih jalan-jalan jinjing hermes kayak mas Danan *semoga beliau gak baca* tapi apa daya, sekarang mampunya ngegendong backpack.

    Pokoknya jalannya kudu seru. Bikin itin oke cuma jangan terpaku banget juga. Biasa aja. Sebisa mungkin kunjungi banyak tempat di satu negara. Kalau ada yang komen, “ih perjalanan kayak gitu gak menikmati. Maunya banyak-banyakan foto di latar berbeda tapi gak dapet apa-apa” ya sah-sah saja sih, mungkin yang komen banyak duit jadi bisa datang ke negara yang sama berkali-kali. Kalo yang duitnya (masih) terbatas kan ya wajar aja. Masak iya ke Jepang misalnya mau ngeliat gunung Fuji aja lama-lama biar meresapi. Kalau ke gunung Fuji bisa setengah hari trus udahnya loncat ke Kyoto kan lumayan siapa tahu bisa ketemu neng Geisha 🙂

    Tulisan favoritmu di http://backpackology.me apa? Dan alasannya apa?
    Jawab :
    Yang tentang memulangkan ART mbok. Asli itu keren bangeeeeet! macam nonton pilem James Ngebon eh Jason Bourne. Trus dari sana banyak dapet ilmu. Gimana susah dan ribetnya membawa ART ke LN. Trus link-linknya kan mengarah ke banyak tulisan tuh. Diantaranya yang aku ingat adiknya mbok yang ketahan di imigrasi Singapura dan harus menjalani mesin pendeteksi kebohongan. Mantap dah! trus…. yang mbok diinterogasi kepolisian di Agra juga seru hehehe.

    Like

  10. a. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!
    –> Aku bisa dikatakan sebagai seorang yang suka travelling tapi bukan termasuk golongan traveller sejati karena pengalaman jalan-jalan dan kunjungan ke daerah yang menarik bisa dihitung pake jari dan sudah pasti dilakukan jika liburan aja.
    Gaya liburannya? Rame-rame dong, gak seru kalau cuma sendirian, biasanya sama keluarga atau teman-teman. Dari segi tujuan, biasanya yang masih bisa dijangkau lewat jalan darat dengan beberapa jam perjalanan saja. Kalaupun menginap, tidak lebih dari 3 hari. Tujuannya biasanya wisata alam dan tentunya tempat kuliner. Travellingnya dengan budget backpacker.
    Saat ini, aku dan teman-teman kuliah sedang merancang liburan keliling Bali. Ya, setidaknya biar nggak kagok kalau ditanyain wisata rekomended dari daerah asal hehe.. Jadi, tiap libur semester kami memiliki tujuan wisata di kabupaten yang berbeda-beda, berhubung daerah asal kami berbeda. Selama beberapa hari kami mengeksplor semua obyek yang menarik dan bisa melepaskan penat di kabupaten itu. Menginap di salah satu rumah teman, biaya perjalanan hanya uang bensin saja. Hematlah, sebanding dengan kantong mahasiswa.
    Tujuan selanjutnya, keliling Jawa Timur aja dulu 😀

    b. Tulisan favoritmu di http://backpackology.me apa? Dan alasannya apa?
    –> Catatan perjalanan ke Malaysia, Singapore, Turki bahkan Norwegia benar-benar bikin ngiler deh. Pengin ngedatengin semuanya dan eksplor negara-negara lain, walaupun Indonesia sendiri merupakan destinasi wisata dunia yang punya beragam hal menarik.
    Saya suka artikel yang membahas tentang keamanan Ibu Hamil saat Naik Pesawat ketika ingin travelling. Dalam tulisan tersebut sudah dijelaskan secara detail tentang trimester yang aman untuk bepergian, tips-tips dan persiapan sebelum berangkat. Tentu sangat membantu para ibu-ibu traveller yang ngidam banget ngajak anaknya travelling dan menularkan hobi menyenangkan itu kepada bayinya bahkan sejak masih dalam kandungan. Jadi, ibu-ibu nggak perlu risau karena sudah dapat informasi yang benar 🙂

    Terima kasih
    twitter @rinicipta

    Like

  11. 1. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!

    Kalau semasa lajang dulu tiap bepergian yang paling difikirkan adalah budget. Naik pesawat harus tiket termurah kalau bisa nol rupiah. Booking tiket jauh-jauh hari. Transportasi kalau bisa numpang truk atau colt juga lebih seru. Gratis pula. Untuk akomodasi seringnya menginap di rumah teman, jadi sebelum berangkat sudah siap-siap kontak teman yang mau diinapi. Kalau nggak punya teman, cari penginapan termurah, atau numpang di rumah penduduk dan kepala desa. Namun setelah berkeluarga fokus utama adalah kenyamanan bagi suami dan anak. Nginap nggak numpang rumah teman lagi, lebih memilih di hostel ataupun hotel. Kelas-kelas melati pun tak apalah. Udah jarang jalan kaki jauh-jauh kecuali pas naik gunung 😀 kalau harus sewa taksi pun rela demi kenyamanan mereka.

    2. Postingan favorit di Backpackology?

    Well, ini bingung yang mana ya. Tiap si mbok posting apa pun aku suka semua. Selalu nyempetin baca walau jarang komen. Soalnya males dikit kudu ngetik-ngetik alamat email kalau Blogspot nyebrang main ke WordPress.

    Kalau tetap kudu milih aku suka semua postingan tentang Turki, baik yang ditulis si Mbok maupun Mas Puput. Ini benar-benar mencerahkan bagi aku yang buta banget tentang negara ini. Dibaca baik-baik mana tau bisa ngetrip hemat bareng keluarga ke sana, apalagi si mbok juga posting tentang detail budget yang dikeluarkan selama di Turkey. It’s worthed bingit.

    Like

  12. hai mbok 🙂

    1. a) karena masih mahasiswa, gaya travellingku cenderung serba “cukup”. akomodasi cukup yang cukup “bersih” di lingkungan yang cukup “aman” dan harga yang “cukup”. transportasi cenderung lebih seneng jalan kaki karena bisa foto foto terus, terutama kalo pas keluar negeri. konsumsi yang penting halal dan “sreg”.

    b) tulisan yang paling aku suka yang tentang NST ini https://backpackology.me/2014/06/21/petualangan-nst-di-negeri-jiran/ karena bikin aku jadi termotivasi ngerjain (hampir) semua kerjaan rumah sendiri, jadi hati hati juga kalo sama pembantu, jangan sampe deh kayak NST.

    Rifa Akhsan @riffatakhsan

    Like

  13. Fb : Sabil Adam
    Twitter : @SabilAdam

    1. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu .
    Gaya Treveling? sering solo travelling daripada rame rame bareng temen. Serta serba dadakan tapi tetap penuh perhitungan, tak ada rencana jauh hari untuk pergi ke suatu destinasi. pokoknya apa yang saat itu terlintas di pikiran langsung saja dilaksanakan, walopun jadwal kuliah full tapi kudu wajib tiap minggunya nyempetin waktu buat menuju destinasi . Tak jarang bahkan kalo pas besoknya kuliah jam 12 siang sampe sore, malam ini juga nyempetin naik gunung dg ketinggian sedang (2000 mdpl an) agar esok hari setelah sunrise bisa langsung turun gunung dan siangnya bisa tetep kuliah.
    Kalo untuk destinasi selain gunung? pantai, air terjun dan lain lain hmm sering bepergian naek motor jadi uang hanya keluar di bbm. untuk perbekalan cukup bawa minum yg cukup dan roti, (yg penting perut terisi.. hehe) + uang saku 50 ribu ditambah recehan di tas, ikat pinggang maupun di jok sepeda. Kalo untuk penginapan maupun tempat tidur sih bisa diatur, kontak temen2 sesama pejalan baik dalam kota/luar kota ijin buat numpang tidur sehari duahari pasti dipersilahkan atau menginap di rumah saudara di luar kota. msalah yg lain? BAB atau buang air kecil ditengah perjalanan? mampir di rumah yang ada warungnya, alesannya beli mineral tapi ujung ujungnya ” buk/pak sy bisa ke toilet sebentar? ” , “oh mari dek monggo monggo”
    Destinasi wisata yg saya kunjungi juga mayoritas free alias GRATIS TIS TISS… , untuk menuju rute ke suatu tempat jga tinggal kontak telpon/chat temen2 sesama pejalan.

    2. Postingan favorit di Backpackology.me adalah https://backpackology.me/2014/08/31/terios-7-wonders-mengenang-kemegahan-dan-kearifan-merapi/ .
    Kena banget ceritanya, serta setelah sy membacanya lalu pikiran ini mengingat sebuah tulisan yg berbunyi “Sebelum meletus, Merapi selalu memberikan sinyal sinyal yg tak pernah disembunyikan, Merapi tak pernah bermain culas,licik atau sembunyi sembunyi, Merapi selalu gamblang dalam setiap aktivitasnya. Letusan Merapi merupakan cara alam untuk mengembalikan Tanah Jawa agar tetap subur Gemah Ripah Loh Jinawi, “

    Like

  14. Ikutan ah siapa tau berhadiah
    1. Ceritakan Gaya Travelling Kamu

    Gaya apapun terserah sih bebaaasssss, tapi lebih asik kalo bisa nyesuaiin tempat yang akan kita kunjungi. Saya pribadi sih lebih suka naik motor/mobil buat travelling, ada sensasi tersendiri saat nyetir jarak jauh. Untuk tujuan wisata sih saya tidak perlu terpaku pada itinerary, jadi lebih banyak go show aja, meskipun nantinya jumlah tempat yang dikunjungi ga sebanyak kalo pake itin hehehe. Kalo soal makanan dan tempat menginap sih menyesuaikan budget, pernah saya cuma makan mie instan selama travelling, mau menginap di pom bensin, hotel bintang, hotel melati, masjid, maupun di mobil atau malah ga tidur sama sekali sih ga masalah, yang penting hati senang, bukannya tujuan travelling itu untuk menyenangkan hati dari rutinitas yang bikin sumpek kan? Jadi fleksibel aja soal travelling itu hehehe.

    2. Postingan Favorit di backpackology.me
    https://backpackology.me/2015/02/08/lots-of-hugs-in-turkey-travelling-with-kid/#more-4590
    ” Lots of Hugs in Turkey: Travelling With Kid ”
    Anak kecil memang selalu menggemaskan, wajahnya yang polos dan lucu membuat orang-orang disekitar Oliq menjadi gemas sama doi.
    Salam buat anak mbak ya 😀 hehe

    Twitter : @_zhfrn

    Like

  15. akuu mauu ikutaannn :3

    1. Gaya travelling aku bisa dibilang simpel yet picky at the same time 🙂 transportasi sih lebih milih pesawat dan biasanya promo *ngikik*, milih pesawat karena mungkin waktu liburan aku yg ga terlalu banyak, jadi mau save time diperjalanannya. Untuk barang bawaan biasanya pasti bawa koper sih mbok, soalnya saya suka pusing dan sakit bahu kalo musti gemblok ransel berat, tiap travelling tetep bawa ransel tapi isinya cuma daily needs sama kamera aja. Meskipun pake koper tapi saya sudah terbiasa light travel sih mbok :3. Nah pickynya itu di masalah hotel, pada dasarnya saya ga masalah mau hotel atau hostel, tapi biasanya kalopun pilih hostel pasti karena memang hostel tersebut nyaman, artsy, dan menyenangkan. Kalo makanan sih biasanya aku selalu siapin bujet lebih karena biasanya justru di hal ini aku pengeluarannya lebih besar ahhahahaha suka penasaran sama street food dan dessert ditempat-tempat yang aku tuju, malahan sekarang jadi sering cafe hopping juga :)). Ya tapi semua balik ke keadaan duit saat trip tersebut sih mbok, kadang bisa ga jajan sama sekali ahhahahaha

    2. Artikel fave aku di sini teteeepp cerita-cerita si mbok ttg Oliq 🙂 dan bagaimana keseruan bawa anak kecil setiap jalan-jalan, soalnya saat ini kan aku ada keponakan yg masih 2stgh tahun juga yang seneng banget kalo diajak jalan-jalan

    @geretkoper

    Like

  16. Ikutan jawab ya..:
    a. Gaya travelling favoritku adalah backpacker style. Kenapa? Karena aku tipe orang yg simpel dan gak mau ribet saat travelling. Yang paling aku suka tuh ya travelling berdua dengan suami ketimbang bareng2. Kenapa? Karena kalo bersama suami kami bebas memilih mau ngapain aja selama travelling, mau nginap di mana, mau naik moda apa. Yang jelas kalo backpacker style tentunya jalan-jalan yang murah meriah. Kami lebih memilih naik turun angkutan umum baik bus AKAPmaupun kereta api, bahkan ojek atau mikrolet ketimbang naik pesawat. Bahkan pernah lho jalan kaki sampe berkilo-kilo…hehe…ngirit apa pelit ya? Trus, biasanya nih aku bawa makanan pengganjal perut bikinan sendiri. Misal, aku bikin martabak mie yg sdh kusiapkan dari rumah. Tujuannya ya agar tdk boros jajan di jalan, hehe… Trus, kalo pilih tempat nginap, kami lebih memilih penginapan murah meriah ketimbang hotel. Alasannya, selain sewanya murah kalo di penginapan kami bisa memilih kamar yg pake fan (kipas angin). Aku gak kuat pake AC. Bisa jadi batu es tubuhku kalo tidur di kamar ber-AC. Ternyata ada manfaatnya juga ya gak tahan AC, bisa pilih pinginapan aja yg menyediakan kamar non AC, haha…

    b. Tulisan favorit di blog ini adalah: http://www.backpackology.me/tag/vietnam/ dengan judul postingan: “Peringkat Negara Asean Untuk Jalan-Jalan Versi Simbok”. Aku suka tulisan ini karena memberikan informasi yg kubutuhkan seputar negara ASEAN sebagai pilihan untuk travelling. Kenapa ASEAN? Yah…tentu saja biayanya kan lebih murah ketimbang kita pilih negara Asia lainnya atau Eropa dan negara di jazirah Arab. Artikel ini cukup memberikan wawasan bagiku dan suami yang pengen banget jalan-jalan keluar negeri dengan kocek yang terbatas. Gitu aja deh.

    Like

  17. Ikutan ya, Mbok. Hihihi.

    1. Gaya traveling-ku ini adalah BUDGET FLASHPACKER. Duh, udah pengen kilat, harus murah lagi. Banyak maunya! Maklum, sebagai anak kantoran *kibas dasi*, aku cuma bisa memanfaatkan hari libur akhir pekan. Terus, keluargaku ini keluarga dwi-agama, jadi mau lebaran, natal, paskah, ya kudu pulang.

    Terus, dasarnya emang traveler abal-abal yang memulai dari nol, yang bahkan beli kamera aja nggak mampu, aku juga nggak bisa menghabiskan banyak uang buat traveling. Dapet full sponsored trip pun belum pernah, hihihi. Paling-paling dalam setahun cuma bisa 2 kali trip jarak jauh.

    Jadilah saya seorang BUDGET FLASHPACKER SWADAYA SWASEMBADA seperti sekarang.

    2. Aku paling suka tulisan Peringkat Negara ASEAN Untuk Jalan-Jalan versi Simbok. Bikin ngakak!
    https://backpackology.me/2015/01/05/peringkat-negara-asean-untuk-jalan-jalan-versi-simbok/

    Matius Teguh Nugroho / @Nugisuke

    Like

  18. a. Ketika sedang berpindah kota/negara, saya paling suka bawa satu ransel aja di punggung, tanpa tas tambahan seperti daypack atau tas selempang, oleh karenanya, setelah urusan dokumen beres saya selalu memasukan semuanya ke dalam ransel, dan menyiapkan uang secukupnya di kantong. Hal ini saya lakukan untuk menghindari ketinggalan barang dan gak ribet ketika berjalan. Soal akomodasi, saya memilih yang nyaman dan murah. Couschsurfing selalu jadi pilihan pertama karena saya bisa berinteraksi dan melihat langsung kehidupan warga lokal dan mendengarkan mereka berbicara dengan bahasa mereka, dan kalau mereka sendiri, biasanya punya informasi menarik yang tidak ada di buku panduan wisata. Ketika tidak ada respon positif dari Couchsurfing, barulah saya memilih akomodasi berbayar. Tinggal di dorm hostel, tidak pernah mengecewakan saya selama ini. Dan soal makanan, saya lebih memilih makanan lokal yang tidak ada di kota/negara saya karena itulah gunanya kita bepergian, melihat dan merasakan yang tidak ada di tempat kita tinggal. Untungnya saya bukan termasuk gila makan, jadi masih bisa menahan dan memilih makanan apa saja yang sesuai dengan budget. Satu hal lagi, saya lebih memilih berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum di setiap kota yang saya kunjungi. Alasannya mirip seperti soal akomodasi. Saya bisa meliht dan berbaur dengan masyarakat setempat. Yah, kecintaan saya pada traveling didasarkan karena saya ingin merasakan sesuatu yang berbeda dari keseharian saya.

    b. Tulisan favorit saya adalah ’17 Wisata Gratis di Kuala Lumpur’, Malaysia’ karena saya baru 2 kali ke sana, dan masih penasaran mau ke KL lagi. Sekalian survey untuk bikin trip ke sana.

    Like

  19. Kali ini usaha lagi ah, ikutan giveaway nya si mbok.. Semoga saja kali ini beruntung… Hihihiii…

    Ikutan jawab ah..

    Gaya travelling blom ketemu yang fix.. Masih suka semau gue aja.. Cmn utk saat ini lebih sering gembol backpack, ketimbang geret koper.. Kenapa? Karena gak punya koper uk kabin.. *haha* alasan.. Biar simple aja sih, gak ribet saat harus naek mass transportation.. Untuk urusan akomodasi emang msh picky bwt milih hotel or homestay or dorm, tergantung review an aja..tapi klo ada temen jalannya, hayo aja dah… Dan karena belum bisa nyetir mobil, sebisa mungkin klo jalan lebih suka sewa motor, biar puas jelajah jalan2 di kota destinasi, *mupeng sama adeknya simbok, motoran di penang*. Utk makan sih standar sing penting halal, dan sebisa mungkin kulineran favorit or yg lg hits di kota destinasi.. Panjang ya mbok jawabnya, hihihii..

    Semua Tulisan di backpackology.me ini menginspirasi, bikin mupeng dan gigit jari, sekaligus pelipur lara klo jatah cuti abis, or tabungan lg defisit. Hihihiiii.. Tapi klo dipaksa milih satu yowis, milih tulisan ini mbok backpackology.me/2015/02/10/itinerary-dan-budget-turki-7-hari-istanbul-dan-cappadocia/ punya mimpi, someday i’ll be there…

    Terima kasih si mbok yg udah baek banget bikin GA #GayaTraveling ..

    @anio_nio

    Like

  20. salam kenal mbok 🙂

    gaya backpacker sy apalagi klo bukan gaya simbokbackpacker *halah*
    dengan 2 bocil yg satu digendong satunya lagi digandeng dg suami narik koper rasanya udah masyaallah rempongnya. Meski udah bikin list bawaan tp kok ya rasanya ada aja barang yg ketinggalan, dr yg penting sampe yg dibikin penting kyk waslap, sarung tangan, masker anak, dll.
    jadi biasanya kita travelling ke yg deket2 dulu. pernah kita ajak 2 bocil ke pantai bandengan sekalian naik kapal ke pulau panjang, terakhir kemarin baru aja ngajarin anak naik gunung ke Dieng. liat telaga menjer dan kawah sikidang. sengaja ga bawa mobil krn *ngirit bensin* jaraknya deket. dari beberapa travelling sbg simbok2 sy selalu ingat klo bepergian hrs bawa : bekal makan dan minum, baju ganti dg segala perlengkapannya, perlengkapan sesuai tujuan spt pelampung klo mau berenang atau masker dan sarung tangan klo ke gunung, gendongan yg nyaman dan aman, serta alas kaki yg aman dan mendukung.

    Dan yg paling penting masalah kesehatan dan akomodasi. naik apapun hrs dikondisikan kendaraan fit. Kalo perjalanan deket kadang kita pake motor aja dengan bagasi kecil di belakang motor. Jadi bisa buat nampung bawaan. Kalo perjalanan jauh luar kota, kadang bawa mobil, dan kita udah kayak orang pindahan. Space bagasi yg besar memungkinkan utk bawa barang banyak. dan yg utama, mau pergi kemanapun juga modal utama sehat karena cuaca dan kondisi alam di tempat yg kita kunjungi kadang berbeda. Oh iya, sebelum pergi biasanya sy kasih 2 bocils madu dan sari kurma buat tambahan suplemen. Buat kmi, anak2 emang penting diajak travelling agar mengenal alam ciptaan Allah dr yg di gunung sampe di laut, selain itu melatih fisiknya kuat, mandiri, dan hati-hati.

    Saya suka banget artikel ini yg mewakili jeritan hati para simbok *jiiaah*
    https://backpackology.me/2012/07/20/traveling-dengan-anak-anak-part-3-berkemas-ringkas-walau-membawa-balita/

    Waktu baru punya anak 1 saya pernah bepergian bawa 2 koper dan 1 tas punggung utk keperluan sy, suami dan anak.
    begitu punya 2 balita, eh kok bisa ya cuma bawa 1 koper dan 1 tas gendong? Tapi entah kenapa meski udah bikin list dan pas berangkat rasanya udah komplit kenapa pas dijalan rasanya ada yg ketinggalan, kurang inilah, kurang itulah, ujung2nya perlengkapan anak lengkap malah simboknya yg lupa perlengkapan sendiri *nunjukdiri sendiri*

    sukses GA nya mbok, ditunggu kaos n sopenirnya *uuppss

    @lathifahsan

    Like

  21. Ikutan ya mbokk…
    1.Gaya traveling saya itu pastinya yang low budget mbok. Saya akan cari referensi dari teman-teman yang udah pernah mengunjungi destinasi yang jadi tujuan traveling saya. Soal tiket, saya biasanya cari promo di berbagai travel agent seperti taveloka. Saya bandingkan dulu harganya, biasanya tiap travel agent punya harga yang bervariasi. Ada yang lebih murah dan sedikit lebih mahal. Cari tiket dari jauh-jauh hari juga bisa membantu buat menekan budget traveling. Nah, kalo soal akomodasi, saya prefer ke hostel (walaupun pengen juga nginep di hotel, tapi balik lagi… lirik budget hahaha) Tapi, tetep saya akan cari referensi dari teman-teman. Termasuk teman yang tinggal di negara/kota tersebut. Referensi dari mereka akan sangat membantu saya dalam membantu saya menghitung budget dan membuat itinerary

    2. Blogpost yang saya suka itu yang ini mbok.. https://backpackology.me/2014/12/21/17-wisata-gratis-di-kuala-lumpur-malaysia/

    Malaysia jadi negara yang menarik buat dikunjungi. Selain satu rumpun dan ngga susah-susah banget berkomunikasi, destinasi wisatanya juga ngga kalah menarik dari negara-negara lain. Insya Allah, dengan gaya traveling yang udah saya sebutkan di point 1, saya akan menjelajah KL. Pastinya dengan berbekal blogpost ini mbok 🙂 supaya ngga nyasar dan bingung mau kemana saat di KL nanti

    Facebook :https://www.facebook.com/suci.risalah
    Twitter : http://www.twitter,com/suci_risalah

    Like

  22. 1. Gaya travellingku pengennya simpel tapi entah kenapa, kalau packing suka segala mau diangkut kayak rumah keong gitu..pindahan..takut ketinggalan barang penting..

    2. Artikel yang aku sukai 17 wisata gratis di KL, lagi berencana main kesana dengan bujet terbatas, jadi cari yang murmer atau gratis sekalian hihihi

    Twitter: @dewirieka

    Like

  23. Hai Simbok..
    1. Gaya traveling saya combine low budget + kenyamanan, untuk tiket biasanya cari yang promo dipesan dari setahun sebelumnya. Tapi kalau untuk hotel karena travelingnya bawa balita jadi cari kalau bisa yang kids friendly, agak mahal dikit gapapa asal transportasinya gampang. untuk destinationnya, yah udah pasti utamanya cari tempat rekreasi untuk anak, kalau masih ada waktu diselipin tempat favorit emak bapaknya 🙂
    2. favorite artikel saya “Tiga malam, satu ransel, satu balita : husbandless travelogue” …. salut sama simbok bawa balita tapi tetep bisa bawa hanya satu ransel. Saya mah boro-boro, kebanyakan parnonya kalau bawa balita cuma satu ransel aja hahaha….

    Twitter : @endah_sulistya

    Like

  24. Ikutan ya,

    1. Kami sekeluarga jalan-jalan senengnya dadakan. Biasanya sabtu-minggu atau pas hari libur panjang yang kejepit-kejepit itu. Jarang direncanakan. Begitu nemu waktu yang pas langsung cabut. Soalnya kadang suami libur sayanya lagi gak libur. Kalau lagi mood jalan-jalan ke luar kota, sebulan bisa dua kali pergi. Tapi kalau jadwal lagi padet banget, ya terpaksa jalan-jalannya sekitar rumah aja. Itu masalah time. Kalau akomodasi, senengnya dateng ke daerah yang ada saudara/teman, jadi bisa nebeng nginep disana. Wuahahaha, lumayan ngirit budget. Dananya bisa dipakai buat belikan oleh-oleh untuk dikasih ke teman/saudara yang kita inepin tersebut. Kalau objeknya, lebih suka yang ada tempat bermain anak. Soalnya si kecil Akmal (2 tahun) masih suka eksplorasi sana-sini. Sebisa mungkin jalan-jalan yang juga menghibur dia. Kalau masalah makan, gak ribet deh. Makan di pinggiran juga oke. Yang penting bersih. Yang gak pernah ketinggalan adalah nyicipin kuliner lokal. Misal kalau pas lagi ke Cirebon, kudu nyobain nasi jamblang, ke Bogor kudu nyobain laksa dsb… Nyum..nyum..

    2. Artikel favoritku yang ini nih: TRAVELING DENGAN ANAK-ANAK PART 21: MENGAJAK ANAK KE LUAR NEGERI. Pengen banget ngajakin Akmal ke luar negeri. Udah bikin paspor sejak Akmal umur 1 tahun, tapi sampai sekarang Akmal 2 tahun belum sempet pergi. Ada aja alasannya. Makanya bolak-balik buka tulisan tersebut, baca lagi, baca lagi. Diinget-inget biar kalau nanti pergi ke luar dengan Akmal gak ada yang ketinggalan.

    sip, okeh, ya gini deh Mbok perjalanan kami. Semoga bisa saling berbagi ya ^^

    2.

    Like

  25. ikutan jawab, dong.

    a. Gaya Travelling
    Aku masih baru nih di dunia travelling, tp kalau dari pengalaman selama ini sih mbok, aku suka mixing aja, misal nih masalah akomodasi. Kalau liburannya agak lama dan ga sedang rame2, kadang nginap di rumah kenalan di daerah yg dituju kalau ada (biar tau kebiasaan sekitar dan juga dapet rekomendasi tempat wisata atau tempat makan yang oke atau nggak umum), dan juga nginap di penginapan/ hotel, karena kadang kita butuh privasi juga. Kalau memang selama jalan2 aku sewa penginapan (biasanya lg jalan ber 3 atau ber 4), di hari2 awal kita nginep di hostel yg murah, dorm ga masalah kalau memang harganya jauh sama yg private; ntar deket2 waktu pulang, biasanya kan pindah lokasi, cari hostel atau hotel yg lebih nyaman (murah ga selalu ga nyaman sih, tp kadang ada harga ada barang), buat rekap pengeluaran, ngumpulin data perjalanan, dan mengembalikan tenaga sebelum pulang..
    Aku paling suka jalan berdua. Maksimal ber empat (kalau sama teman2, kalau sama keluarga sih berapa aja boleh).
    Kalau untuk transportasi, kalau jalur darat, biasanya cari yang aman dan nyaman, termasuk kalau bisa ditempuh dengan jalan kaki. Kalau harus naik pesawat, cari yang affordable. Hehehe. Pengennya sih suatu saat bisa nyoba naik yg first class. 😀 Aamiin. (Mbok ga bikin sayembara yang hadiahnya tiket pesawat first class? Hehehe) 😀
    Kalau untuk makanan, makan dimana aja oke, asal mengenyangkan dan enak (kalau bisa :p), nyobain makanan baru pas lagi laper banget, jadi kalau ga cocok tetep bisa masuk ke perut.hehe. ga maksain juga untuk makan makanan jenis baru terus, kalau perut protes, ya cari Mc D :p however, trying new kind of food is a must.
    Kalau untuk tempat wisata, suka datengin semuanya selama ada waktu dan budget, ke common places atau trade mark suatu tempat (misal merlion singapura waktu pertama kali kesana, twin tower malaysia, Angkor Wat kamboja, malioboro Jogja; pasti pengen tau juga kan tempat yang sering dibicarain orang), dan biasanya sekali kesana udah cukup, kalau ke negara itu lg ya cari yg lain; ke tempat2 budaya, museum, mall (suka nge mall, jd suka lihat mall2 di negara lain), ke gunung, ke pantai, dataran tinggi, tempat2 ibadah, ke tempat wisata anak2, dll, semua sukaaa..
    Selalu (Pengennya) well organized (buat itinerary, dll), tapi praktiknya sih biasanya menyesuaikan.hehe
    Eh, kepanjangan ya mbok?

    Dikit lagi deh,,,
    b. Tulisan favorit di backpackology.me
    https://backpackology.me/2014/11/20/tentang-berhenti-bekerja/#more-4497.
    Sudah setahun ini resign krn nikah, setelah sebelumnya kerja kantoran dan banyak juga ngalamin kayak yg di artikel itu. Eh, jadi ibu rumah tangga juga lebih gampang ya mbok ya, untuk ngatur jadwal liburan (cuma menyesuaikan jadwal 1 orang aja, yaitu si suami yg bekerja)..hehehe

    [@anitanisa / FB: Anita Nisa’i]

    Like

  26. – kalo ditanya gaya travelingku kaya apa? aku termasuk yang suka merencanakan sesuatu cukup detil mbok, tapi nggak terlalu terpaku juga dengan rencana yang udah aku bikin, soalnya aku juga suka dengan kejutan kejutan yang aku dapat selama jalan-jalan. kalo traveling itu renang yang ada gaya, aku termasuk yang bisa banyak gaya. mau bareng sama temen-temen bisa, open trip boleh, traveling gratisan malah oke, traveling diundang gitu juga mau, tapi paling seneng kalo travelingnya sendiri. yoi, sendirian mbok. menyendiri berteman dengan sepi, merasakan lirik lagu dewa yang “di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri memikirkan kamu”. meskipun aku juga seneng jalan bareng orang lain, tapi aku juga nggak suka diribetin, makanya aku lebih suka jalan sendiri. tapi kalo pas jalan sendiri gitu kadang lihat pasangan yang jalan bareng jadi sedih 😦
    tapi kalo mau jalan bareng pun males juga kalo pasangannya ribet. rempong kan? makanya aku suka galau mbok 😦

    – artikel yang aku suka di backpackology.me itu yang https://backpackology.me/2014/11/14/menjadi-pejalan-mandiri-jangan-malas/
    melalu artikel itu aku akhirnya follow si mbok hahaha.
    kenapa suka? di situ mbok olen bilang kalo salah satu hal yg seru dari perjalanan itu merencanakan perjalanan, yoi aku setuju mbok. kalo pas merencanakan perjalanan gitu suka browsing tempat wisata, terus ngeliat indahnya di sana jadi suka berimajinasi gitu, terus kadang senyum senyum sendiri, udah membayangkan kalo di sana. hahaha. padahal berangkat aja belom. tapi itulah kekuatan imajinasi emang warbiyasak.

    oh iyo akun twitterku @kidtsany mbok, ojo difollow lho mbok, engko malah galau :3

    Like

  27. halo selamat sore, aduh rada telat nih bacanya mbok, hehehehe..

    1. gaya travelling saya sebagai traveller amatir (masih newbie), pertama harus plot tanggal dari jauh hari plus tujuannya kemana, dan langsung cek tiket *terutama kereta*. kedua, tinggal memastikan tanggal yang benar2 terplot ga komplain sama jadwal kampus dan kantor, plus ada duit atau ga (hehehe, biasanya sih kalau ada tugas dari kantor saya sempatkan berkunjung kemana saya mau, jelaslah jikalau tugas kantor sudah selesai, at least hemat biaya). Saya lebih suka pergi sendirian daripada bersama teman-teman yang lumayan rempong bawaannya sampai harus ngerepotin diri. Hal yang harus terbawa adalah satu daypack perlengkapan pribadi yang ga ribet-ribet bawanya, dan itu daypack udah include sama kamera kesayangan, kemudian bawa tas pinggang yang isinya dompet, kacamata minus, buku bacaan saat diperjalanan, mukenah, dan topi. Itu aja sih mbok gayanya, yang jelas salah satu yang jadi prioritas adalah mahal tidaknya suatu perjalanan yang akan saya lalui.hehehehe

    2. tulisan paling aku suka ini mbok, https://backpackology.me/2014/12/10/belajar-menjadi-minoritas-dengan-traveling/
    karena disitu mbok bilang “Salah satu contoh adalah shalat. Ketika berwisata ke negara-negara di mana Islam adalah minoritas, sangat sulit menemukan masjid apalagi ketika kita sedang jalan-jalan. Walhasil, shalat dilakukan di tempat-tempat seadanya, kadang bahkan ruang terbuka di mana banyak orang lalu lalang.”, minoritas bukan berarti harus meninggalkan kewajiban pada Allah ya Mbok, adem gitu pas baca bagian ini, orang yang kerjanya dikantor kadang lupa buat shalat, padahal mereka ada di tempat yang mayoritasnya muslim, proud of you mbok 🙂
    yah walaupun ga pernah keluar negeri kayak si mbok ceritain, saya dan kawan-kawan sebisa mungkin selalu menegakkan shalat dimanapun, termasuk saat masuk hutan dan mendaki gunung. doakan istiqamah, amin 🙂

    3. akun twitter di @stqaini dan FB di St Qurratul Aini mbok, makasih 🙂

    Like

  28. Mau ikutaan ya Mbooook
    1. Gaya traveling, aku bukan tipe yang suka bikin rencana detail mbok, paling cuma list utama aja, setelah itu improve pas sudah sampai. Kadang-kadang malah pilih go show, baru pesen penginapan/tiket kereta/tiket bus pas sampai tempat tujuan. Paling apesnya kehabisan tiket kereta atau bus (sudah beberapa kali terjadi dan fine2 aja, malah seru). Tentu saja berani go show kalau pas gak peak season. Males bawa-bawa peta, padahal cacat geografis hahaha. Kalau pergi ke destinasi yang jauh, pilih agak lama minimal seminggu. Soalnya kalau enggak capek thok di jalan. Sekarang juga sukanya agak lama di suatu destinasi, malas pindah-pindah seperti pas jaman masih “remaja”. Kalau penginapan sih fleksibel, hostel oke, hotel juga mau banget, disesuaiin sama budget. Transportasi ya pilih yang promo doong. Jarang beli barang2 buat diri sendiri pas jalan, tapi sebisa mungkin bawain oleh2 yang oke buat keluarga *maklum anak berbakti*. Trus paling cuma ngribetin satu hal kalau jalan ke destinasi manapun : nyari stadion di kota itu..hahaha.
    2. Postingan Favoritku https://backpackology.me/2014/11/20/tentang-berhenti-bekerja/ “Tentang Berhenti Bekerja”…soalnya paling nyebelin kalau ngelihat perdebatan tentang topik ini, entah di GB atau grup WA.
    3. Akun twitter : @usemay

    Like

  29. a. Ceritakan dengan singkat bagaimana gaya travelling kamu!

    Saya suka melakukan sebuah perjalanan seorang diri walaupun saya tahu kalau beramai-ramai itu lebih seru. Saya melakukan sebuah perjalanan jika saya memiliki tiket murah untuk menuju suatu lokasi kota atau negara. Jadi perjalanan yang saya lakukan tergantung promo tiket yang diadakan =)

    Saya lebih senang membeli tiket secara online langsung dari situs maskapai atau kereta api dan melakukan pembayarannya dengan kartu kredit.

    Begitu pula dengan penginapan, saya selalu booking penginapan minimal untuk malam pertama melalui situs pencarian kamar penginapan sebelum saya berangkat. Karena menurut saya waktu krusial saat kita tiba disebuah kota atau negara adalah pada saat kita keluar bandara/terminal/stasiun dan menuju penginapan. Setelah tiba di penginapan, saya baru merasa aman.

    Saya selalu memcoba membuat itinerary sebelum melakukan perjalanan, tapi pada kenyataanya saya tidak pernah patuh pada itinerary yang saya buat. Saya lebih senang berjalan santai dan menyesatkan diri dalam sebuah perjalanan.

    b. Tulisan favoritmu di http://backpackology.me apa? Dan alasannya apa?

    Saya suka tulisan yang ini ~> https://backpackology.me/2014/12/21/17-wisata-gratis-di-kuala-lumpur-malaysia/

    Seseorang yang baru keluar negeri biasanya memilih Kuala Lumpur atau Singapore sebagai tujuan, tulisan tentang 17 wisata gratis di Kuala Lumpur tersebut tentu saja bermanfaat sekali buat mereka.

    Twitter : @adisn84
    FB : Adi Nugraha
    Blog : http://www.adindut.com

    Thanks =)

    Like

  30. Hai mbak, daku juga ikutan yaa. Mumpung sudah hari terakhir #Eh

    a. Kalau soal gaya traveling, sebagai (mantan) anak Planology, aku terbiasa bikin perencanaan sebelum jalan2. Kalau pergi ke tempat2 baru, biasanya perencanaan yang dibikin lumayan detail, mulai dari transportasi, akomodasi, sampai anggaran. Tapi kalau ke tempat yang sudah pernah dikunjungi, biasanya lebih fleksibel sih gaya travelingnya. Trus kalau pergi ke tempat2 yang di situ ada temennya, biasanya sih anut grubyug ke si temen. Ngikut aja kalau mau diajak jalan kemana #Gampangan #manutan #nurutan

    b. Untuk postingan terfavorit, aku suka artikel2mu di kategori Rambling (Waton Nggambleh) mbak. Isinya seru-seru!
    Contohnya nih ya, artikel soal belajar menjadi minoritas ini => https://backpackology.me/2014/12/10/belajar-menjadi-minoritas-dengan-traveling/. Disadari atau tidak, merassakan menjadi minoritas memberikan kita pengalaman yang berbeda, membuat kita menjadi lebih peka & melihat “dunia” dengan cara yang lebih baik.

    Contoh artikel Waton Nggambleh yang lain (yang disuka) ya ini => https://backpackology.me/2013/12/21/finding-love-through-traveling/. Kalau yang ini, ga perlu dikasih alasan ya mbak. YouKnowWhatIMeanLah #Eh 😆

    Btw, kaosnya ketje-ketje mbak #uuhhuukkk

    Nama : Dian
    Twitter : @awardeean

    Like

  31. Tak jawab pertanyaan nmr 2 sek ya mbok
    2. Tulisan favorit:semua tentang travelling dengan anak anak terutama travelling dengan anak luar biasa.
    Yo mergo tulisan iki aku berani jalan jalan lagi.setelah punya anak 3 taon lalu berhenti jalan jalan.cuman mudik ae jalan luar kota.
    1.gaya travelling: setelah sekian lama minggu kmrn mencoba travel backpack dengan suami dan anak istimewaku. Gak jauh mbok tp pengen ajak anakku naik angkutan umum.Dari purwokerto tujuan cipanas/cibodas.satu tas isinya khusus untuk anakku.satu tas buat emak bapaknya.kereta hotel wis pesan sebulan sebelumnya.rencana perjalanan rapi di notes.detail.turun mana naik apa ongkos brp rapi di notes.dan teryata anakku enjoy ae naik kereta bajaj krl angkot bis..ngerti ngono ket biyen ajak dia pergi pergi hihihi.soale nek naik kendaraan dewe dia okeh rewelnya.dan di kebun raya cibodas plus taman bunga nusantara dia seneng sekali sesenang emak bapaknya. Ternyata ketakutan emak bapaknya tak terjadi. Ini wis ancang ancang pergi ke tempt yg agak jauh.

    Fb:pramasyara radityo
    Twitter:syara_radityo

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s