Giveaway #GAWisataDaerahmu: Makanan Unik dari Daerahmu!


Setelah akhir-akhir ini cuma berbagi curhatan galau (ihiks), Simbok lagi pengen bagi-bagi hadiah yang lumayan keren.

Jadi awalnya bagini, saya dan beberapa orang teman ngobrol ngalor-ngidul dan berkesimpulan bahwa masih banyak potensi wisata Indonesia ini yang masih belum tergali. Kita yang orang Indonesia sendiri saja masih banyak tidak paham, bagaimana kita bisa memperkenalkan ke dunia luar? Masa yang kita kenalkan itu-itu saja, macam Bali, nasi goreng, Bromo, rendang. Laaaah, begini doang masa ngaku duta wisata di luar negeri? *kibas poni*

Sambel khas Suku Tengger yang dahsyat pedasnya... Jangan main-main dengan sambel ini kalau Anda tak ingin akrab dengan toilet
Sambel khas Suku Tengger yang dahsyat pedasnya… Jangan main-main dengan sambel ini kalau Anda tak ingin akrab dengan toilet

Walaupun saya bukan siapa-siapa dibandingkan para pelaku wisata di nusantara yang gemah ripah loh jinawi ini, saya ingin menyumbang sejimpit saja untuk pariwisata Indonesia. Salah satunya nulis blog, salah duanya nulis di media massa maupun sosial. Sedikit-sedikit ikut promosi wisata Indonesia, nggak apa-apa, kan? Kebetulan karena saya tinggal di luar Indonesia, tiap ketemu orang lokal saya bilang, “Iya, pigi bercuti ke Jogja. Very good lah, ada direct flight, hotel pun murah. Ada temple cantik elok, boleh shopping-shopping murah. Cik boleh compare dengan pigi Sabah!” *terus diendorse AirAsia #ngarep

Siapa sih yang nggak bangga dengan negeri sendiri? Apalagi kalau negerinya seperti Indonesia.

Karena potensi wisata yang sangat banyak di Indonesia, saya jadi bingung sendiri menentukan tema. Tapi karena lagi nggembol dan suka makan, akhir-akhir ini makin sering kangen masakan nusantara. Jadilah saya tetapkan temanya wisata kuliner. Variasi kuliner Indonesia pun banyak luar biasa, maka fokus ke yang unik dan sedikit ekstrem.

Adik saya @FadilaAdelin mengumpulkan beberapa contoh makanan unik dan ekstrem yang ada di Jogja sebagai berikut:

  •  Belalang Goreng

Hewan yang dianggap hama oleh petani ini, ternyata dapat dijadikan camilan yang gurih dan nikmat. Berawal dari keluhan para petani daerah Gunung Kidul yang merasakan kebun mereka yang terganggu oleh banyaknya belalang, hewan tersebut kemudian ditangkapi dan dijadikan santapan. Mengolah belalang goreng sangat mudah, cukup dibumbui bawang putih dan garam kemudian digoreng dalam minyak panas hingga garing. Anda dapat menemui penjual belalang goreng di pinggir jalan sekitaran kawasan wisata Gunung Kidul. Biasanya belalang yang dijual sudah dalam bentuk matang yang dikemas dalam plastik maupun toples namun ada juga yang dijual dalam bentuk mentah. Harga belalang goreng berkisar antara Rp 10.000 – Rp 25.000

  •  Kepompong Goreng

Sama halnya dengan belalang, kepompong ulat ini dianggap hama oleh masyarakat Gunung Kidul. Ketika musim hujan dan pohon jati bersemi, kepompong ulat mulai banyak bermunculan, saking banyaknya maka warga Gunung Kidul menjadikannya bahan pangan atau camilan layaknya belalang goreng. Cara pengolahannya juga sama seperti belalang goreng, cukup dibumbui dengan garam dan bawang putih kemudian di goreng garing. Warung terkenal menjual kuliner ini adalah Lesehan Pari Gogo yang terletak di Wonosari.

  •  Sate Kuda

Jika anda jalan-jalan ke Malioboro pasti sering melihat andong alias kereta kuda. Kuda yang terkenal karena salah satu hewan yang kuat ini ternyata dapat diolah menjadi santapan yang dicari-cari oleh banyak orang. Pak Kuntjoro adalah salah satu pemilik warung sate kuda di Yogya, konon katanya warung Pak Kuntjoro ini adalah perintis warung sate kuda di kawasan Yogya dan Jawa Tengah. Dari tekstur dan rasanya daging kuda berbeda dengan sate ayam, kambing, maupun sapi. Daging kuda memiliki tekstur yang lebih empuk dan mudah dicerna oleh lambung serta rendah kolesterol. Daging kuda ini diolah sedemikian rupa dengan bumbu rempah-rempah rahasia sehingga menjadi hidangan yang lezat. Tertarik untuk mencobanya? Silahkan kunjungi warung sate kuda Pak Kuntjoro yang terletak di Jl. Kranggan 64A.

  • Bacem Kepala Kambing

Gulai kambing, sate kambing dan tongseng kambing adalah berbagai macam olahan daging kambing yang sudah sangat umum kita temui di Indonesia. Kepala kambing yang mungkin bagi orang awam terdengar mengerikan ternyata dapat diolah menjadi masakan istimewa oleh H. Sukirman. Ya, beliau adalah pemilik warung bacem kepala kambing yang terkenal di Yogya tepatnya terletak di antara perumahan dekat pasar Kolombo, Jl. Kaliurang km 7. Di warung ini pembeli dapat memilih sendiri organ bagian kepala mana saja yang hendak disantap, seperti otak, lidah, telinga, mata, dan daging pipi. Organ-organ tersebut telah dibacem sehingga menghasilkan paduan rasa antara manis dan gurih yang membuat pembeli ketagihan.

  •  Tongseng Bulus

Bulus adalah hewan sejenis kura-kura yang hidup di darat dan memiliki cangkang lunak. Oleh Ibu rini, bulus ini diolah menjadi masakan yang membuat banyak orang penasaran. Tongseng tersebut terdiri dari daging bulus dan sirip bulus yang telah diolah dengan rempah-rempah. Tekstur daging bulus sendiri mirip dengan daging kambing sedangkan sirip bulus lebih menyerupai kikil sapi. Selain itu dijual pula minyak bulus, hati bulus, dan otak bulus. Warung Ibu Rini ini terletak di Jl. Kranggan. Eh tapi saya ga yakin bulus ini termasuk hewan dilindungi atau bukan. Setahu saya memang ada yg khusus diternakkan. Kalau Anda tahu bahwa bulus teemasuk binatang langka dilindungi ya jgn ikut-ikutan makan.

  • Oseng-oseng Mercon

Dari sekian banyak kuliner ekstrim Yogya mungkin oseng-oseng merconlah yang paling sering kita jumpai. Oseng-oseng mercon ini dapat dengan mudah kita temui di sepanjang Jl. KH Ahmad Dahlan. Oseng-oseng ini berbahan daging sapi dengan campuran tetelan sapi yang dimasak dengan banyak cabai rawit sehingga ketika kita menyantapnya mulut terasa meledak-ledak bagai mercon. Oseng-oseng ini disajikan sederhana saja cukup dengan nasi putih yang hangat. Walaupun rasanya sangat pedas namun tetap membuat pembeli ketagihan untuk mencobanya kembali. Salah satu warung oseng-oseng mercon yang terkenal adalah milik Bu Narti. Konon katanya Bu Narti adalah pelopor warung oseng-oseng mercon di Yogya.

Itu hanya contoh sih, mungkin masih ada yang lainnya. Nah giveaway kali ini akan bertemakan makanan unik/ekstrem seperti itu. Tidak perlu sangat ekstrem, yang unik, menarik, khas pun sudah cukup. Kuliner tradisional favorit pun boleh banget!!! Yang penting jadi makin mengenal kuliner daerah orang lain.

Syarat dan ketentuan:

  1. Peserta adalah manusia (bukan bot hakakakak).
  2. Peserta menjawab pertanyaan: “Sebutkan makanan unik di daerahmu!” disertai penjelasan seperlunya di kolom komentar blog post ini. Makin lengkap makin bagus (kalau ada alamat warungnya pun boleh disertakan beserta ancer-ancer). Boleh menjawab satu jenis makanan, boleh lebih. Sesuka hati saja. Tulis juga nama, akun Twitter (bila ada), atau nama FB, pokoknya alamat yang bisa dihubungi kalau menang.
  3. Bila peserta memiliki foto makanannya, silakan kirim link dalam kolom komentar, nanti akan saya post-kan fotonya.
  4. Bila peserta memiliki akun Twitter, silakan mentwit+twitpickan makanannya dengan mention @backpackologyID dengan hestek #GAWisataDaerahmu. Kalau lanjut follow Twitter saya lebih bagus lagi :)) *fakir followers*
  5. Bila peserta tidak memiliki akun Twitter boleh tag FB saya di Backpackology dengan hestek #GAWisataDaerahmu.
  6. Semua jawaban yang masuk akan saya twitkan dengan mention kepada Anda (bila menyertakan akun twitter). Ini adalah inti dari diadalah #GAWisataDaerahmu, yaitu saling membagikan informasi di jejaring sosial tentang potensi wisata daerah yang belum tergali. The least we can do, right?
  7. Deadline GA ini adalah 14 Februari 2015 tengah malam buta.
  8. Pengumuman dilakukan beberapa hari setelah deadline.

Hadiah:

Pemenang terdiri dari dua orang, masing-masing akan mendapatkan 1 buah tas batik khas Jogja dan 1 buah kaos Dagadu. Penampakannya adalah sebagai berikut:

tas batik

Jangan salah, bukan hanya saya lho yang mengadakan #GAWisataDaerahmu ini, ada beberapa teman lain, dengan tema yang berbeda dan hadiah yang berbeda juga akan segera menyusul dalam beberapa hari ini. Maklumlah ini anak-anak pemalas semua jadi Simboknya harus maju duluan. Kalau mereka sudah posting akan saya bagikan linknya di sini. Total akan ada 18 pemenang. Asyik kan???

Berikut host #Ghttps://backpackology.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=4583&action=editAWisataDaerahmu lainnya:

Ayo tunjukkan kalau daerahmu punya kuliner unik andalan!

 

google-site-verification: google5194a36db9762fd1.html

 

 

82 thoughts on “Giveaway #GAWisataDaerahmu: Makanan Unik dari Daerahmu!”

  1. Ikutan ya Mba..🙂 Tapi mungkin nggak seekstrim makanan yg jadi contoh🙂. Twitter : @RiskiFi
    Daerah asal saya namanya Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.
    Ada beberapa kuliner khas yg saya sedikit tau cara membuatnya,
    1. Oseng Ceriwis/Cuciwis
    Cuciwis atau di Bumiayu disebut Ceriwis itu sejenis dengan kol atau sawi putih, hanya saja daunnya lebih kaku. Biasanya Cuciwis akan diiris tipis2, kemudian dioseng dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabe rawit, laos, daun salam, terasi, garam, gula jawa. Ada warung makan yang terkenal karena Oseng Cuciwis Dage-nya enak dan pedas, namanya WARJOK, alamatnya di dekat pom bensin Sakalibels, Jalan Lingkar Bumiayu.
    2. Sogol
    Entah kenapa dinamakan sogol. Makanan ini terbuat dari 2 bahan utama, yakni kecambah dan kelapa parut. Kalau biasanya kelapa hanya diambil santannya, tapi untuk sogol, kelapa parutnya juga digunakan sebagai guyuran. Jadi cara bikinnya, kecambah direndam air panas sampai layu, sisihkan. Bikin kuahnya: kelapa parut diambil santannya yg encer; Bawang merah, bawang putih, cabe rawit, garam gula jawa dihaluskan, laos digeprek. Tumis bumbu halus, laos dan daun salam, masukkan parutan kelapa sampai harum, masukkan santan encer. Masak sampai mendidih. Penyajian: Ketupat dipotong, taburi dengan kecambah layu, lalu guyur dengan kuah santan. Ketupatnya bisa diganti nasi. itu semakin pedas semakin nikmat. Sogol ini adalah sayur yang umum dijual untuk sarapan. Jadi kalau ada penjual makanan pagi2 (jam 5-7 pagi) di bumiayu, biasanya dia juga jual sogol.
    Sebetulnya masih banyak, tapi takut jadi postingan, hehe.. untuk foto, saya lupa tidak pernah memfoto. Saya taunya memakan… hehehe. nanti coba saya minta foto ke adik.
    Semoga sukses GAnya ya Mba..🙂

    Liked by 1 person

  2. Saya dari Sumatera Barat, kampung di pedalaman Bukittinggi, Magek namanya. Teman-teman hampir pasti sudah mengenal semua masakan yang tersedia di Rumah Makan Padang. Dari Rendang yang sudah ngetop itu, gula nangka, kalio, ayam pop dan lainnya. Nah ada beberapa masakan kampung saya hampir tak pernah di jumpai di rumah makan padang manapun. Kalau kawan ingin mencicipi mesti bertamu ke rumah ornag Minang di sumbar baru pesan masakan ini.

    1. Kurabu Taruang

    Bahan kurabu taruang adalah terung ungu, di rebus utuh sampai lunak, disuir-suir kemudian disiram dengan Kuah Kurabu. Bumbu kuah kurabu adalah cabe, bawang merah, kemiri, air jeruk asam (sundai) dan garam.Bayangkan segarnya karena semua bahan harus mentah…

    2. Uwok Tunjang

    Bahan Uwok Tunjang adalah tulang kaki sapi yang sudah dipotong-potong tipis dan dikeringkan. Bumbunya cabe, bawang merah, garam dan air nasi. Iya air nasinya diambil dari nasi yang masih menggelegak. Tulang belulang dicampur dengan bumbu, siram dengan air nasi, masukan ke dalam mangkuk kaleng, lalu taruh di atas nasi setengah matang, tutup. Nasi matang uwok tunjang siap dihidangkan. Note: Masak Uwok tunjang tak bisa pakai rice cooker🙂

    Tuh kan mengapa tulang dan gigi saya masih sehat hingga saat ini berkat waktu kecil makan Uwok Tunjang tiap hari…:)

    3. Uwok Pado

    Pado adalah tauco khas minang yang terbuat dari kedelai hitam. Bumbu dan cara masaknya persis seperti Uwok Tunjang. Hanya Uwok Pado diberi tambahan ikan teri asin..

    Sayang saya gak punya foto-fotonya..

    Liked by 1 person

  3. Saya mau ikut😀
    Nama: Gara
    Twitter: @gara_pw
    Alamat blog: pwgara.wordpress.com

    Kalau dari daerah saya, yang khas selain Ayam Taliwang atau Plecing Kangkung, ada Sate Belayak (ketahuan deh asalnya dari mana).
    Dinamakan belayak karena teman makannya adalah semacam lontong yang bungkusnya janur yang digulung-gulung. Satenya sendiri sate ayam, tapi kalau mau pesan sate yang ada jeroan (dan terutama usus), bisa sekali.
    Sausnya dibuat dari ampas minyak kelapa dan bumbu-bumbu pedas khas Lombok. Ditaburi potongan cabe rawit supaya pedasnya lebih berkesan di hati.
    Bisa ditemui di sepanjang Jalan Udayana (pusat kota Mataram), meski aslinya dari Desa Lembuak, Narmada, Lombok Barat. Di Pantai Senggigi juga ada. Di Taman Narmada pun begitu. Tapi yang menurut saya paling jos itu di Suranadi, sebuah pura dengan lima mata air suci. Entah, di sana menurut saya rasa satenya lebih enak🙂

    Liked by 1 person

  4. Assalamu’alaikum Mbak, ikutan GA-nya ia😀
    Makanan di daerah saya mungkin masih gak se-ekstrim contoh diatas lho😀
    FB : Dhyna Thenovembertheory
    Asal dari Banda Aceh, Provinsi Aceh
    Sebenarnya saya masih miskin banget pengetahuan tentang makanan di provinsi saya sendiri, tapi saya coba share aja beberapa yang saya tahu.
    1. Keumamah atau Ikan Kayu
    Dari namanya aja udah ketahuan kalau makanan yang satu ini pasti keras karena memang seperti itulah keadaannya. Keumamah ini dibuat dari sejenis ikan tongkol yang dikeringkan dengan memakai garam dan abu dapur, sebagai pengawet alaminya. Sebelumnya ikan direbus dulu sampai matang, baru dijemur sampai kering benar. Jadi setelah ikan tersebut kering maka tampilannya sangat mirip dengan kayu😀. Keumamah ini adalah makanan favorit bagi sebagian besar masyarakat Aceh, khususnya Aceh Besar dan Banda Aceh. Biasanya dimasak dengan memakai santan kental dan beberapa bumbu lainnya sehingga aromanya begitu menggoda. Sebelum dimasak, keumamah ini direndam terlebih dahulu dalam air panas agar teksturnya sedikit melunak, lalu diserut tipis-tipis, baru di masak. Dulu, makanan ini disajikan pada saat acara-acara penting dan acara adat, namun kemudian lambat laun menjadi makanan sehari-hari. Tapi meskipun sudah menjadi makanan umum, keumamah ini tetap menjadi masakan istimewa dalam masyarakat. Dan sebagian besar rumah makan di Aceh menjadikannya sajian special di dalam daftar menu. Dan Keumamah ini dapat disimpan dalam waktu berbulan-bulan.

    2. Sie Balu atau Daging Kering
    Sie Balu, adalah sebutan bagi daerah Banda Aceh dan Aceh Besar, mungkin di kabupaten lain di Aceh memiliki sebutan yang berbeda terhadap makanan ini. Sie Balu ini akan sering dijumpai di daerah pedesaan pada saat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran. Sebenarnya ini adalah teknik pengawetan daging melimpah yang pada saat tradisi Meugang (beberapa hari sebelum Ramadhan dan Lebaran, di Aceh memiliki tradisi hari special dimana semua penduduknya memasak daging, walaupun sedikit dan juga berbagi makanan). Oleh masyarakat setempat, daging yang berlebih tersebut kemudian di awetkan dengan cara tradisional. Namun pemilihan daging untuk Sie Balu ini juga tidak boleh sembarangan, harus daging bagus, tanpa urat ataupun gajih/lemak. Pemilihan daging ini akan berdampak pada kualitas Sie Balu, karena jika daging tersebut berlemak maka akan berbau bahkan membusuk, dan jika berurat maka terksturnya akan sangat alot. Pembuatannya sangat sederhana, daging yag telah dibersihan diiris tipis setebal 0,5 cm, dilumuri garam, lalu ditusukkan dengan bamboo yang telah diruncingkan secara berjajar, kemudian dijemur dipanas matahari. Selama proses penjemuran, jangan pernah terkena air, karena akan merusak kualitasnya. Setelah kering, penyimpanannya dapat dimasukkan dalam wadah yang kering dan tahan air atau di gantung di langit-langit dapur tempat biasa memasak. Sie Balu ini dapat dimasak dengan berbagai cara, umumnya dimasak dengan cara disambal atau di goring saja seperti ikan asin. Namun alangkah baikknya sebelum digoreng/disambal, dagingnya di potong dulu ukuran 1 – 2 cm, lalu digeprek agar dagingnya melunak saat digoreng. Sie Balu ini juga dapat bertahan berbulan-bulan. Namun sekarang untuk mencari Sie Balu ini sudah sulit, kecuali melakukan pemesanan khusus jauh-jauh hari, begitu juga di toko-toko yang menyediakan oleh-oleh khas Aceh, Sie Balu tetap harus dipesan dulu sebulan sebelumnya.

    3. Pliek Ue atau Patarana
    Mungkin jika dicari kata kunci ini, informasinya menyebutkan bahwa makanan ini berasal dari kelapa busuk. Tetapi pada dasarnya yang saya tahu adalah kelapa yang sudah tua tetapi dalam kondisi bagus, dikukur kemudian dijemur. Nah dalam proses penjemuran ini lah kelapa tersebut membusuk secara alami dan dalam pantauan. Karena jika tidak dipantau, maka selama proses pembusukan itu adan muncul ulat/belatung yang akan merusak hasil akhir dari pliek ue sendiri. Selama penjemuran, biasanya akan menghasilkan minyak, dan semakin banyak minyak yang dihasilkan, maka kukuran kelapa itu akan semakin mengering dan mulai menebarkan aroma yang khas. Setelah warnanya berubah coklat kehitaman, maka kukuran kelapa yang dijemur itu kemudian dikumpulkan untuk diperah minyaknya. Minyak tersebut dapat dijual atau dipergunakan untuk berbagai hal, dan ampas kelapa sisa perahan minyak yang berwarna kehitaman inilah yang disebut pliek ue. Teksturnya berbentuk buliran-buliran kasar dan kering, rasanya asam dan beraroma khas. Pliek ue ini dapat dimakan langsung dengan mencampurnya dengan garam, bawang merah, dan cabe sebagai lauk, dimasukkan dalam bumbu rujak, sebagai bumbu cocolan buah, atau sebagai bumbu untuk memasak sayur Pliek Ue. Sayur Pliek Ue ini sangat familiar di masyarakat Aceh, dan semua rumah makan Aceh pasti menyediakan menu ini, walaupun tidak setiap hari. Namun sekarang pliek ue, terancam punah, karena tidak banyak lagi orang yang mau membuatnya sehingga harganyapun meroket berkisar Rp. 40.000 – Rp. 60.000 per kilonya.

    4. Asam Sunti atau Asinan Belimbing
    Tradisi masyarakat Aceh lain adalah menjemur belimbing kalau musim belimbing sedang melimpah. Setiap rumah di Aceh umumnya memiliki pohon belimbing wuluh. Proses pembuatannya masih tradisional banget. Belimbing yang dusah dipetik, dibersihkan, lalu dijemur dipanas matahari 2-3 hari, kemudian diberi garam agar kadar airnya berkurang, selang sehari kemudian dijemur lagi dan digarami lagi, setelah belimbing menciut dan mengering, baru disimpan dalam wadah tertutup. Asma sunti ini merupakan bahan dasar dalam semua masakan Aceh. Meskipun begitu Asam sunti juga dapat menjadi makanan yang nikmat jika diolah menjadi Asam Tumis untuk Keumamah atau Udang, yaitu dengan melumatkan sebagian besar asam sunti yang telah dicuci sebelumnya agar rasa asin dan asamnya berkurang. Kemudian ditumis dengan bawang merah, bawang putih, cabe rawit hingga mengering, baru dimasukkan keumamah ataupun udang. Lauk ini akan sangat nikmat jika dimakan dengan nasi putih saja. Dan lagi-lagi makanan ini sedang menuju kepunahan, karena semakin sedikit orang yang membuatnya. Mungkin nanti anak cucu kami tidak kenal lagi dengan Asam Sunti yang katanya khas “Aceh Banget” ini.

    Liked by 1 person

  5. Ikutan yaa mbak Olen😀

    Aku berasal dari Bogor. Tepatnya dari dusun kecil bernama Pabuaran, lokasinya persis bersebelahan dengan sungai Ciliwung. Tapi berhubung dataran tinggi, jadi sungai Ciliwung nampak dibawah seperti jurang pendek kalau dilihat dari jendela. Kuliner khas Bogor, banyak, jangan ditanya, pasti udah pada tau. Tapi kuliner ini, entah, sepertinya belum banyak yg tau.
    Namanya Koneng Tutut. Tau keong kecil-kecil yg suka nempel di batu kali yg segede-gede alaihim gambreng itu? Nah entah nama lazimnya apa, tapi di kampungku disebut Tutut. Keong ini cukup dibumbu kuning (koneng) pakai kunyit terutama, bumbu dapur sederhana, dan garam saja.. dimakan pakai nasi panas, wah lezatnyaa!! Berhubung sampai detik ini saya masih aja gak pandai mengolah bumbu, dan kalau cuma makan doang ya ga enak.. jadilah saya pilih untuk bagian nyari tututnya, tentunya sambil main kecipak air Ciliwung. Berbekal baskom plastik saya dan sepupu turun ke sungai Ciliwung. Batunya besar-besar, tapi si Tutut itu mana mau nempel di batu yg kering, jadi perjuangannya adalah ketika tangan kita harus meraba-raba kedalam sungai, ke bagian batu yg terendam air sungai. Tutut ini hobi beranak pinak mungkin ya, sebab ga perlu waktu lama tau-tau baskom sudah hampir penuh. Ngambilnya pun gratis, gak pake bayar. Untuk ukuran kampungku dengan level ekonomi masyarakatnya yg menengah kebawah, cukup banyak yg menjadikan Koneng Tutut ini sebagai lauk nasi.

    #Backpackology
    #GAWisataDaerahmu

    Liked by 1 person

  6. Di daerahku juga ada yg suka jualan belalang goreng dulumah *Pengen nyobain, tapi ada geli2 gimana…
    Yg lainnya terlalu ekstrim, ga berani nyoba. Dicatet dulu… dikumpulin dulu & diinget2 makanan unik daerahku yaaa

    Like

  7. Ikooooot, mboook jan uayuuu tenaaan, mboke Oliq ikiii

    Nama: Nurul Rahmawati
    Akun twitter: @nurulrahma
    Blog : bukanbocahbiasa.com

    Selama ini, kalau makan bebek, so pasti takut kolesterol jadi naik drastis kaaan? Makanya, coba deh, nguliner ke bebek songkem, di Bangkalan, Madura. Pokoke, abis nyebrang Suramadu, sekitar 1,5 kilometer deh, kanan jalan, ada bebek songkem.

    Kenapa dinamai Bebek Songkem?

    Dalam bahasa Jawa, songkem sama artinya sungkem, sering dikaitkan dengan sungkem pada orang-orang yang kita hormati, seperti orangtua, kyai dan tokoh.

    Di setiap desa di Madura, minimal ada seorang kyai, yang dengan sukarela mengajari ngaji anak-anak desa tanpa digaji. Sebagai bentuk tanda terima kasih wali murid pada kyai tersebut, maka pada hari-hari tertentu, wali murid membawakan oleh-oleh spesial berupa bebek atau ayam.

    Bebek ini dimasak dengan cara dikukus tanpa air selama kuranglebih 3 jam dengan posisi leher dan kepala bebek ditekuk menunduk seperti orang sungkem. Sebagai ganti air, dipakai batang pohon pisang.

    Karena cara mengukus dengan menggunakan pohon pisang belum ada istilahnya. Nah, di kampung bebek songkem tadi, cara masak seperti itu diberi istilah “songkem”, karena masakan spesial ini khusus diberikan kepada kyai atau orang yang sangat kita hormati. Bebeknya dibuat berposisi “nyongkem”

    Kalo pengin lihat penampakan bebek ini, bisa cusss ke sini: http://bukanbocahbiasa.com/2015/01/23/bebek-rendah-kolesterol/

    Like

  8. Ikutan Ah…
    Nama: Ophi Ziadah
    Twitter: @ophiziadah
    URL: http://ophiziadah.blogspot.com
    Kuliner Khas Cirebon nih
    1. Nasi Lengko

    Nasi lengko sebenarnya sejenis menu sarapan pagi berisi nasi dan lauk pelengkap yang sederhana. Ibarat nasi uduk di masyarakat betawi, nasi lemak di masyarakat melayu atau nasi kuning di sebagian masyarakat sunda. Nasi lengko masih tetap menjadi menu sarapan pagi sebagian masyarakat Cirebon. Nasi lengko dijual oleh penjual rumahan layaknya nasi uduk atau nasi lemak. Namun menu yang terdiri dari nasi putih dengan topping irisan tempe dan tahu goreng, tauge rebus dan irisan timun, irisan daun kucai (pilihan sesuai selera), irisan bawang goreng, yang kemudian disiram dengan kecap yang khas, tidak lupa sambal kacang yang juga khas, tidak hanya menjadi menu makan pagi.

    2. Nasi Jamblang

    Nasi Jamblang… ini bukan diambili dari nama buah “jamblang” tapi dari nama desa di Cirebon…Desa Jamblang dan bisa jadi dari desa inilah awalnya menu makanan dengan ciri khas bungkus daun jati ini berasal. Nasi jamblang merupakan hidangan dengan menu utama nasi putih yang dibungkus dengan daun jati.Selain nasi dengan bungkus daun jati, yang khas dan otentik adalah pelengkapnya. Kita bisa memilih berbagai lauk pauk yang tersedia dan disajikan secara prasmanan, bisa ambil dan pilih sendiri atau tinggal tunjuk sama yang menjual. Yang paling khas adalah “Balakutak atau Blekutak’ cumi bulat yang rasanya legit dan menggoda dengan kuah yang tak terlalu banyak dan rasa pedas yang pas di lidah. Terkadang tintanya dibiarkan menjadi bagian dari kuah bumbunya…yang hitam ini justru yang bikin kita pingin nambah. Lalu ada sambal goreng khas Cirebon, biasanya dibungkus/pincuk kecil di daun pisang. Irisan cabai merah yang dibuang kulitnya digoreng dan dibumbui dengan bumbu minimalis dan pas, ada yang mencampurnya dengan irisan jeroan atau hati..tapi yang polos lebih otentik.

    Ada semur-semuran, mulai dari semur tahu, telor, daging, ati rempela dan banyak lagi..tapi semurnya Cirebon tidak semanis dan sekental semur Jawa yaa…rasanya lebih pedas dan cair…saya banget deh..lalu ada “sate-satean”, mulai dari sate kikil dengan bumbu kelapa atau sate kentang dan jeroan laiinya, yang tak pernah saya lewatkan adalah goreng tempenya. Tempe diiris dengan irisan tebal tanpa tambahan tepung namun kering dan renyah hingga ke dalam, aah menurut saya tempenya beda deh dengan tempe di mana pun hihihi otentik banget.

    3. Empal Gentong.

    Jangan membayangkan irisan daging gepuk yaa…Empal yang ini beda. Empal Gentong sejenis soto khas Cirebon berisi daging, jeroan atau kikil/kaki yang empuk dan diiris-iris kecil dengan kuah soto yang bersantan namun tidak kental dan ringan, dilengkapi taburan daun kucai dan irisan bawang goreng, untuk menambah pedas dapat ditambahkan bubuk cabai, bukan sambal biasanya. Empal gentong dapat disantap dengan nasi atau lontong. Hmm lebih seru makan dilengkapi dengan acar dan kerupuk.

    Untuk lengkapnya saya sudah pernah posting di blog lhoo, lengkap dengan alamat dan potonya terutama..
    http://ophiziadah.blogspot.com/2014/08/kuliner-khas-cirebon-nasi-lengko-nasi.html

    Like

  9. Nama: Winda Krisnadefa
    Twitter: @windakrisnadefa
    Link blog: http://www.emakgaoel.com
    Simbok, aku ikutan yak.
    Ini makanan kesukan mamaku yang asli sumatera barat, tepatnya Payakumbuh. Buat aku makanan ini termasuk ekstrim karena gak kemakan sampe sekarang gara2 tau dibuatnya gimana dan gak nahan baunya. Tapi mamaku doyan banget. Namanya DADIH atau orang minang nyebutnya DADIAH. Dadih ini sebenernya sejenis yogurt, sih. Tapi terbuat dari susu kerbau. Kerbau yak. Hihihihi. Cara bikinnya yg tradisional itu, susu kerbau dimasukin ke bambu yg udah dilapisi daun pisang, trus didiemin aja gitu selama berhari2 sampe mengental kayak agar2. Dengan kata lain: itu susu basi, bukaaaaan??? T_T
    Baunya ya asem2 gitu deh, tapi lebih menyengat dari yogurt2 yg biasa kita temuin. Yang bikin aku tambah mules, mamaku doyan banget makan dadih pake nasi! Jadi kayak lauk gitu. Emejing! Aku cuma bisa melongo liatnya. Dan ini termasuk makanan tradisional yang populer di sumbar dan udah dibuat versi modernnya dalam kemasan dengan berbagai varian rasa. Teuteubh, aku pass aja deh. -_- kalau mau liat fotonya ada di sini http://id.m.wikipedia.org/wiki/Dadih bukan punyaku tapi ya, mbok.🙂

    Like

  10. Nama : Asri Rahayu MS
    Twitter : @princessashr
    Blog : ashtrella.blogspot.com

    Mbok, anakmu ikutan yaaa🙂
    Kebetulan pernah aku tulis juga di blog, mbok.

    Makanan yang ngga pernah disangka-sangka dan kebetulan favorit aku dan teman-temanku juga. Namanya Mie Ayam Mekaton. Menu disini hanya mie ayam. Ada 2, yaitu mie ayam kuah dan mie ayam goreng. Menu yang pertama tentu saja sama persis dengan mie ayam yang selama ini dikenal, terdiri dari mie dengan potongan daging ayam, sayur sawi matang, ketimun, dan kuah. Sedangkan untuk menu kedua tergolong baru dalam dunia mie ayam, yaitu mie ayam tanpa kuah (saya menyebutnya mie goreng), terdiri dari mie, potongan daging ayam, daun sawi, ketimun, dan di atasnya diberi taburan lada dan bawang goreng.
    Untuk menuju ke sana kendaraaan diarahkan ke Jalan Magelang sampai di perempatan Mlati tepatnya di sebelah selatan Makam Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Setelah itu, belok ke kiri atau arah ke barat lurus terus sampai nanti menemukan Pasar Cebongan. Dari situ lurus ketemu pertigaan lalu ambil jalan ke kiri mengikuti jalan tersebut menuju arah ke Minggir, Sleman. Nah, kira-kira sepenggalah jalan, tepat setelah lewat sedikit tanjakan di kanan jalan ada plang bertulis Pasar Srikaton. Di deretan paling ujung, paling barat, warung Mie Ayam Mekaton itu berada.
    Fotonya ada disini, mbok🙂 –> http://ashtrella.blogspot.com/2015/01/lezatnya-mie-ayam-mekaton.html

    Monggo kalau mbok suka, silahkan mampir kesana, mencicipi lezatnya mie ayam goreng🙂

    Like

  11. Ikutaaan,,
    Nama : Nur Aini
    Twitter : aini_nur1985

    Kebetulan saya baru setengah tahunan ini menetap di jawa timur (Gresik),belum nemu kuliner yang terlalu ekstrem sih,,tapi ini makanan makanan yang cukup cocok di lidah saya,,

    1. Rawon
    Sayur daging dengan kuah hitam yang berasal dari kluwek dipadu dengan kecambah kedelai dan sambal,,rasanya maknyoss.. di gresik ini ada rawon balungan letaknya di belakang pasar krempyeng, buka 24 jam,,tapi kalo saya kurang suka, kuahnya kurang kental jadi kurang berasa.

    2. Kelo Merico Ikan Manyung
    Pertama kali makan sayur kelo merico ini di daerah Juwana/Pati, kemudian baru makan lagi di Lamongan. Sayur Ikan Manyung dengan bumbu kuning yang pedas gila ini cukup memanjakan lidah,,endesss…

    3. Nasi Krawu
    Yang ini khasnya gresik, Nasi putih yang pulen dengan suwiran daging sapi serta serundeng dan sambel petis yang pueddes.

    Yang lainnya banyak di jawa timur ada nasi pecel, nasi campur, nasi ayam/bebek. Nasi pecel, nasi dengan lauk pecel (sayur sayuran yang direbus dan kemudian disiram dengan bumbu kacang) plus rempeyek. Nasi campur, kalo di jawa barat namanya nasi rames. Nasi ayam/nasi bebek biasanya hanya nasi dengan lauk ayam atau bebek goreng dengan sambal.

    Bon Apetite…

    Like

  12. Ikutan ya Mbookk…
    Perkenalkan,
    Nama: Ika Hardiyan Aksari
    Twitter: @diyanika

    Makanan yang akan saya ceritakan ini adalah makanan kesukaan bapak sejak kecil dan nular ke saya. namanya REMPEYEK ENTUNG (kepompong ulat jati). Hampir sama ekstremnya dengan belalang goreng. Tapi rasanya gurih REMPEYEK ENTUNG ini Mbok. Saya pernah makan keduanya, karena di tempat saya juga ada tuh REMPEYEK BELALANG.

    Untuk bisa makan REMPEYEK ENTUNG kita harus rekoso dulu. Alias nyari dulu. Jadi, pas musim hujan begini nih entung itu banyak ditemui mbok. Kita nyarinya di bawah pohon jati. Kalau ada daun yang jatuh coba aja dibuka, di bawahnya pasti ada entung jati.

    Kalau menurut bapak, entung itu awalnya kan ulat jati yang makan daun jati dan kemudian berubah jadi kepompong yang semedi di sisa daun yang dimakan tadi. Lama kelamaan jatuh bersama daun tadi.

    Cara masaknya juga mudah, bumbu rempeyek biasa, entung tadi dicuci bersih langsung dicampur dengan adonan rempeyek tadi, digoreng dan disantap. Enak. Tambah mantap kalau pakai saos.

    Like

  13. Halo Mbok..

    Kenalkeun, nama saya Adhit biasa dipanggil Ochoy pemilik akun twitter @SiOchoy ..

    Saya asli Bekasi namun saya ditakdirkan tinggal dan menjadi duta pariwisata di Kota Depok, dan sebagai Duta Pariwisata Kota Depok saya berkewajiban mempromosikan potensi wisata yang ada di kota saya, salah satu nya dalam segi gastronomi/kuliner.. Depok ? Punya apaan sih? Kayaknya gak ada yang spesial ya.. Well, selain jalan Margonda dan kampus UI yang hits itu, ada beberapa makanan dan tempat makan favorit di kota ini yang juga menjadi favorit saya, berikut saya kasih list nya yaa…

    1. Nasi Bebek Bumbu Wiko
    Sebenernya ini bukan makanan khas dari Depok, tapi merupakan dari Jawa Timur, kenapa saya bilang begitu karena pemiliknya berasal dari Jawa Timur dan nama Wiko merupakan akronim dari sepasang suami-istri yang mendirikannya. Berada di Jalan Akses UI, Kelapa Dua, Kota Depok, di sebrang komplek Brimob tepatnya.

    Sebenernya seperti bebek goreng pada umumnya dan juga ayam goreng pada umumnya, tapi disini yang bikin berbeda adalah sambalnya yang cair dan rasanya unik bikin ketagihan, ditambah bumbu nya yang meresap pada daging ayam gorengnya merupakan perpaduan yang pas di lidah!

    Pic. : N/A

    2. Healthy Beans, Tongkrongan Gaul Nan Sehat
    Healthy Beans merupakan sebuah tempat makan yang berawal dari gerobak biasa. Healthy Beans menjual kembang tahu, susu kedelai, kacang hijau dan kacang merah yang dijual dengan inovasi baru dan dibuat dan disajikan sehigienis mungkin. Beberapa kali pindah tempat dan akhirnya sekarang ada di sebuah ruko di Jalan Margonda Raya di samping gang Kampus D Universitas Guna Dharma.

    Menu favorit saya : Kembang tahu + susu + marsmallow , Kacang Hijau Vanilla Float, Susu Kedelai Yakul

    Pic :

    Kembang Tahu+Susu Kedelai + Marsmallow at @HealthyBeansIND enak! ! #healthyfoods #healthylifestyle!

    A photo posted by Adhitya Pratama (@siochoy) on

    Kacang Hijau Vanilla Float ! Finally @HealthyBeansIND is Back! #depok #healthy #foods #drink #indonesia

    A photo posted by Adhitya Pratama (@siochoy) on

    Sari Kacang Hijau + Susu + Black Pearl from Healthy Beans! #foods #healthy

    A photo posted by Adhitya Pratama (@siochoy) on

    3. Pancong Mang Kumis
    Ketika mendengar pancong pasti pada mikir sebuah kue basah dengan adonan inti tepung dan parutan kelapa dan dibakar kan? Hehe yang ini beda.. Seperti pancong kekinian, sebenernya ini lebih cocok disebut kue cubit setengah matang dengan cetakan kue pancong. Warung Pancong Mang Kumis yang ada di Ujung jalan Aburrahman Hakim Beji merupakan sebuah warkop yang cukup melegenda dan jadi tongkrongan anak muda yang buka 24 Jam, sajian utamanya adalah kue pancong dan minuman sari kacang hijau. Namun kita juga bisa memesan mie rebus disana dan minuman lainnya.

    Pic :

    Sebenernya masih ada beberapa kuliner lainnya yang bisa saya kasih tau, tapi kalau ada rekan atau sahabat yang datang pertama kali ke Kota Depok, saya akan mengajak ke tiga tempat favorit saya tersebut terlebih dulu. Biasanya sih pada ketagihan🙂

    Terima kasih dan salam berbagi!

    Like

  14. Mboke Oliq, aku ikutan yoooo

    Nama : Menik Dmayanti P.
    twitter: @_menikdp

    Jajanan khas dari Madiun ada Manco dan Madumongso.
    1. Manco, terbuat dari tepung ketan, gula dan taburan wijen atau karak (berondong beras). bentuknya gendut tapi isinya angin doang😀 jajanan ini di produksi di Desa Grogol, Kec.Kebonsari, Kab. Madiun. Rasanya manis (dari balutan gula) dan gurih wijen ataupun karak. gambarnya bisa diintip disini https://nyonyahm.files.wordpress.com/2014/08/13970179811961704266840.jpeg?w=225&h=300

    2. Madumongso, terbuat dari ketan hitam, santan dan gula. Ketan hitam dibuat tape (di kukus kemudian diberi ragi dan didiamkan), kemudian tape ini dimasak dengan gula dan santan sampai tidak ada kuahnya. Hasilnya nanti lengket dan berminyak. Setelah diangin-anginkan sampai dingin, madumongso siap di bungkus. Rasanya manis legit dan agak asam. Biasanya dibungkus dengan kertas krepe warna-warni yang dilapisi plastik kecil di dalamnya😀

    Madumongso biasanya gampang ditemui di toko oleh-oleh khas Madiun, tapi kalo manco agak jarang karena kurang terekspos😦 Biasanya sih beli di pasar-pasar kawasan Madiun ada😀

    Yok dolan Mediun😀

    Like

  15. Ikutan ah mak
    Nama Fb: Ika Candra
    Akun twitter: @Naymahaq
    Blog : naymahaq.blogspot.com
    makanan daerahku di kuningan
    1. Rujak Kangkung
    Makanan khas asli luragung – kuningan ini banyak di jumpai disekitar pasar luragung. asli pedes endess. bikin lidah ngahot hot. terakhir makan rujak kangkung bareng suami habis air mineral 500 ml sampe 4 botol dan kerupuk seplasik. asli pedesnya nendang banget. makanannya sih sederhana, kangkung yang direbus dan dicampur sama bumbu rujak tapi yang spesialnya justru bumbu rujaknya. selidik punya selidik dapat bocoran rahasia perusahaan nih. letak kelezatannya dari terasi cap jempol. dan asli aku nyariin terasi ini cuma ada di pasar tradisonal saja.
    2. Nasi Kasreng
    Modelnya kayak nasi kucing yang di yogyakarta,nasi dibukus seucrit. do’i cuma ngitung nasinya aja lalapan sama sambal bisa makan sepuasnnya. da orang sunda mah makan aja harus pake lalalapan sama sambal. jadi deh terkenal nih kasreng. setiap warung punya kekhasan sambalnya sendiri dari semua warung kasreng yang saya sambangi. ada tuh warung kasreng di depan bale desa lebakwangi juara banget sambelnya mana harganya paling murah lagi. karena menurutku sambel mah diuleg bukannya diblender cari deh warung si emak yang ada di depan bale desa lebakwangi.
    3 Sate Cibingbin
    Nih saya kasih bocoran deh sebenarnya sate yang enak tuh di pasar cibingbinnya. doi dah cabut plang nama warungnya tapi kamu bisa kok cari di pasar cibingbin yang jual sate cuma satu kok dan tu endess banget. sumpah, juara deh. aku dah coba sate luragung (menurutku pelit kecap dan sebagai anak blesteran jawa sunda kecap tuh nomor satu kedudukannya sederajat dengan sambal. dan sate maranggi juga kayaknya masih enakan sate ini bahkan disandingkan dengan sate tegal yang terenak sejagat kuliner saya masih merekomendasikan sate cibingbin. empuk banyak dan bumbu kecapnnya itu loh pedes pedes ngeri. coba atuh pasti deh enak. cuma warung ini kurang pamor kejauhan kali ya dari kota kuningan. nih fotonya https://www.facebook.com/photo.php?fbid=924603637549819&set=a.104699316206926.9558.100000005750111&type=1&theater
    4. Cuing
    cuing yang enak itu ya cuingnya siemak emak suka ngider pagian di jalan siliwangi kok. deuh apalagi ya atasnnya ada lelehan air gula yang kental sama nangka yang dipotong potong. gak dingin sih cuma adem diperut.
    5. Hucap
    kupat tahu yang enak itu buatannya mamaku, hehe. iya soalnya dapat rahasia dapur dari almarhum mang latief yang ngontrak di depan rumahku. tapi kalau pengen banget bisa tuh di depan pohon beringin taman kota yang sampingnya bakso goreng tea.
    6. sop tutut
    banyak lah di seputaran taman kota kuningan berjualan apalagi malem malem abis ujan
    7. wedang koneng
    anget, berkhasiat dan murah. cari deh di depannya pasar darurat jualannya 24 jam sih. tapi tenang aja selalu panas kok tiup tiup biar dingin baru di minum
    apalagi yaa. banyak sih cuma itu menurutku yang juara banget menggoyang lidah

    Like

  16. Mbok, saya ikutan juga masio ini yang terberat…

    Nama: Cak Oyong
    Akun Twitter: @cakoyong
    Blog: http://cakoyong.blogspot.com/
    Domisili: Jember

    Jember sebagai kota percampuran budaya dan pusat pendatang ini memang agak susah mencari kuliner khasnya. Setiap pendatang yang kemudian menetap masing-masing membawa kuliner dari asalnya dan tidak ada perubahan sedikitpun kecuali rasa yang mungkin sedikit lebih asin. Dimaklumkan karena pada masa penjajahan Belanda banyak tenaga kerja perkebunan belanda yang didatangkan dari Pulau Garam.
    Kondisi ini rupanya mampu menciptakan sebuah kuliner baru dan satu-satunya yang mungkin hanya ada di Jember. Dua kuliner yang tercipta dari kreatifitas orang Jember adalah:

    1. Wedang Cor
    Belum ke Jember kalau belum pernah mencicipi Wedang Cor ini. Minuman Hangat dengan nama yang unik ini memang berfilosofi persis seperti Cor (Bahan campuran untuk bangunan sebagai penguat). Berasal dari campuran Tape ketan, Jahe, Susu dan Air panas ini akan membuat badan terasa hangat. Namun tidak disarankan bagi yang punya mag akut apalagi perut belum terisi makanan. Bisa-bisa bolak balik ke kamar mandi.
    Warung yang terletak di sebelah kantor Perhutani Jember (masuk 100meter) ini setiap malamnya mampu menyajikan 300-500 gelas. Merasakan sebuah kesederhanaan Jember sangat tepat disini. Duduk lesehan dipinggir jalan gang dan menikmati udara malam Jember.

    2. Bakso Kabut
    Bakso memang kuliner yang selalu ada hampir di setiap daerah di Indonesia. Tidak mau kalah dengan Bakso Solo atau Bakwan Malang yang sudah terkenal. Di Jember tercipta Bakso dengan nama Bakso Kabut. Hasil kreatifitas salah seorang masyarakat Jember ini pun sudah terkenal (baca: masuk tv). Rupanya bakso ini masuk tv bukan sekedar strategi pemasaran biasa. Rasanya pun memang cukup yummy… Sebuah bakso berukuran lebih besar dari bola tenis dan dibalut dengan telur ini menjadi cikal bakal nama Bakso kabut. Agak aneh memang karena biasanya pentol bakso isi telur, lah ini telur isi pentol.
    Sekalipun berada jauh dari pusat kota yaitu di desa baratan Kecamatan Arjasa ini sangat ramai oleh pengunjung. Bahkan kerap antri untuk menunggu tempat yang kosong. Jangan sampai ketipu ya… karena ada yang menduplikasi bakso kabut ini dijalan sebelum menuju ke tempat yang sebenarnya.

    Like

  17. Simboke Oliq ..aku ikutan ya
    Nama : Muna Sungkar
    Twitter : @momtravelerblog
    Link : https://momtravelerblog.wordpress.com/2013/12/30/wisata-kuliner-di-semarang/

    Kalo ngomongin kuliner Semarang mah nggak ada abisnya mak. karena banyak makanan enak, jadi aku pilih 2 aja ya, satu menu utama satunya lagi side dish… or camilannya
    1. Nasi Mangut
    Bukan cuma tahu gimbal yg wajib dicoba, nasi mangut ini andalan semarang banget. apalagi yg doyan masakan pedes. bahan utamanya adalah ikan, macem2 ikan sih. kalau di Jogja pake lele, di semarang pakenya belut atau ikan manyung. Ikan manyung nya sudah di asap dulu, setelah itu diguyur kuah mangut yang puedess nan endess. Kuahnya bersantan dengan banyak rempah dan cabe yg nggak kalah banyak. Puedess nya nuampol banget.Kuahnya yang gurih dan pedes itu yang bikin nggak bisa berhenti, apalagi makan bagian kepala ikan manyung yang lembut dan gurih itu. sampai tetes kuah terakhir dan tulang terakhir deh heheeh. Untungnya kuah manyung tersedia dalam berbagai level, jadi kalau nggak terlalu kuat pedes bisa minta level sedang, itupun di jamin tetap akan bercucuran airmata. Tips untuk menikmati nasi mangut ikan manyung adalah bawa tissue..karena sepiring nasi mangut bakalan bikin kita berderai airmata dan meler, tapi nggak bisa berhenti. endang markondang lah pokokny.
    kalau simbok kebetulan ke Semarang cuzz aja ke kawasan Sampangan or Banyumanik untuk menikmati nasi mangut bu nasimah, the best mangut in town, I may say.🙂

    2. Ganjel Rel
    Kue ini namanya cukup mengerikan ya, tapi cocok banget untuk oleh2 lho. Menurut penelitian ganjel rel ini ternyata kaya serat makanya sangat cocok untuk jadi menu sarapan. apalagi di cocol teh atau kopi panas … wuuuiiihhh…. top markotop!!!
    seperti apakah bentuknya? dinamakan ganjel rel karena memang teksturnya yang keras dan bentuknya yang kotak dan padat(persis kaya ganjelan atau bantalan rel kereta api hehehe).
    mungkin kalo coro bulene mirip sama roti perancis yang panjang itu lo mbok, bedanya ini lebih manis dan padat.
    sayangnya kue ini sudah agak sulit dicari, tapi masih aada kok di pusat oleh2 khas Semarang, tepatnya di kawasan jl. Pandanaran.

    Oke deh, semoga simbok berkenan dengan sajian menuku pagi ini. untuk penampakannnya monggo dibuka di link nya tadi yah🙂
    Bonapetite mbok🙂

    Like

  18. Simbok ayu lan kece yg lagi nggembol, saia ikutan yaakk😀
    Nama : Ceria Wisga
    Twitter : @C3R1A
    Blog : cesandutty.wordpress.com

    Ngomongin perkara makanan ni hukumnya wajib yak secara doyan banget makan pastinya yg enak-enak hihi. Makanan ini khas kota Sidoarjo, gak lengkap klo belum nyobain menu ini😀
    1. Lontong Kupang. Bahan utama yg digunakan adalah Kupang, sejenis kerang kecil. Lontong kupang disajikan dengan kuah dicampur racikan bumbu khas, bawang putih, cabe, petis udang. komposisi bumbu yg tepat menambah kelezatan lontong kupang. Ditambahkan irisan lontong dan lentho (bahan dasar singkong diolah sedemikian rupa dibentuk bulat), dan sebagai pelengkap, jangan lupa sate kerang nya yak.
    Makan Lontong Kupang musti ada temennya Es Degan/Es kelapa muda, konon katanya minuman ini gak cuman sebagai pelepas dahaga tapi bisa untuk obat penawar bagi sebagian orang yang tidak tawar makan kupang. Klo saia seh alhamdulilah belum ada keluhan selama makan lontong kupang, doyan banget malah hehe.
    Dewasa ini, udah banyak banget yg jual lontong kupang tapi beda warung beda rasa, langganan saia ada di terminal larangan, Sidoarjo ato di warung pak samat, gelam-candi. Maknyuuss pemirsah😀

    2. Ceker Lapindo. Ngomong-ngomong soal lapindo pasti udah pada tau kan yak lumpur lapindo yg cetar membahana smpe ke luar negeri. Banyak juga loh yg wisata ke lumpur lapindo sekedar melihat kubangan lumpur seluas itu. Nah saking ngehits lumpur lapindo, ada warga yg bikin terobosan baru bikin makanan judulnya ceker ayam lapindo. Kuah panas ceker lapindo ini berasa rempah banget, pedeesss nya tiada tara, buru-buru deh masukin sesendok2 nasi buat ngalahin pedesnya. Saia penggemar ceker ayam, menu ini pas banget di lidah tapi klo bukan penggemar pedas,sebaiknya mundur teratur deh hihi. Warung ceker lapindo ini ada di sebelah selatan LAPAS Sidoarjo. Yuk meluncuuurrr😉

    Tenkyu yak simbok, monggo mampir :*

    Like

  19. Mb Olenka, aku melok yooohhh…

    Pernah dengar makanan bernama ‘Gembrot’? Terus terang saya ga tau dimana ada warung di Semarang yg menjual si Gembrot ini. Gembrot (yang ga bakalan bikin kita gembrot) ini adalah lauk khas Semarang (yg sudah makin tdk dikenal lagi oleh masyarakat Semarang). Terbuat dari rajangan daun simbukan, kelapa muda parut dan diberi bumbu ulekan bawang merah, bawang putih, cabe, ketumbar, daun jeruk dan sedikit tempe bosok kukus. Iya, tempe bosok alias tempe yg udah ‘amat matang’ ini yg bikin beda cita rasanya. Tapi jangan lupa, tempenya harus dikukus dulu agar tdk menimbulkan sensasi rasa pahit di masakan. Campuran adonan tadi dibungkus dalam daun pisang, diberi 1 biji cabe rawit, dikukus hingga matang, baru kemudian dibakar sesaat sebelum disajikan.

    Daun simbukan adalah sejenis perdu yg biasa tumbuh di tembok atau pagar, berkhasiat untuk mengobati sakit perut, terutama bagi orang yg susah BAB. Klo orang lokal bilangnya daun entut (kentut), selain karena saat diremas menimbulkan aroma seperti kentut, juga berkhasiat melancarkan kentut (bagi yg sedang menderita susah BAB tadi).

    Makanan ini perlu dilestarikan nih mba… murah meriah, sehat dan citra tradisionalnya dapet banget. Cuma memang rumah2 di kota mana ada perdu daun simbukannya yah🙂

    Foto ada di sini ya : https://scontent-a-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-xaf1/v/t1.0-9/p180x540/374808_10150369284112297_1057876392_n.jpg?oh=2b1edf10ac076578800a88d2c37a3f0c&oe=552A79E5

    Terima kasih🙂

    Nama : Uniek Kaswarganti
    FB : Uniek Kaswarganti
    Twitter : @UniekTweety

    Like

  20. Haseek nyoba ikutan yess *podopodowongjowo*
    Nama : Aprillia Arifiyanti
    Twitter : @aprill1a
    Blog :www.nulis.in
    Domisili : Purwokerto Banyumas Jateng

    Cerita kuliner khas daerahku ya :

    1. Sroto Sokaraja

    Nah kalau didaerah Saya ada yang namanya soto, tapi kalau orang asli Banyumasnya sih manggilnya Sroto gitu. Isinya seperti soto pada umumnya ada kecambah, kupat, bihun,tauge, irisan bawang goreng, dan daun bawang trus kasih perasan jeruk nipis. Segerrr! nah kalau protein hewaninya sesuai selera mau ayam, jeroan, babat dll. Yang bikin beda sroto sokaraja ini ada bumbu kacangnya baik diulek kasar maupun halus diatas kuahnya dan krupuknya itu juga wiiih banyak (ga boleh sdikit) dan itu diancurin diatasnya baru dikasih kuah. Awh seger pokoknyah…!! Kalau mau liat contohnya pernah Saya kupas juga diblog ini linknya (http://www.nulis.in/2014/09/soto-babat-sokaraja-rasanya-pengen-nambah.html) dan untuk ukuran soto babat menurut Saya hanya didaerah Kebon Dalem yang terenak namanya “Bakso & Soto Ragil Jaya Purwokerto) alamatnya persis dibelakang Matahari Kebon Dalem (pas didepan mangkalnya angkot H)

    2. Mendoan

    Saya termasuk yang paling gila makan mendoan, apalagi pas panas celupin kecap n rawit whooo bisa abis sepiring sendirian. :p Kalau mendoan ini gampang dimana-mana banyak yang jual, harganya seribuan sekarang. Tempenya lebar tipis gitu…kalau mau asli mendo gorengnya jangan kelamaan alias asal nyelup aja,karena mendo itu sendirikan artinya basah. Cek gambarnya diblog ku ya http://www.nulis.in/2014/04/mendoan-purwokerto.html

    Eh harus yang unik ya…wah, kalau unik bukan khas daerah sama aja ga seru dong! ya wesdah itu saja dulu…cemilannya boleh juga ga?🙂

    Like

  21. assalamualaikum..ikutan nih mba olenka🙂

    kalau singgah di wonosobo, kita akan menjumpai aneka kuliner yg bahan dasarnya dari singkong. apa saja:
    1. mie ongklong
    sesuai namanya, mie ini dibuat setelah “diongklok”. campuran mie, tahu, kuah dari bumbu kacang dan tepung tapioka (tepung singkong) dan kucai. sambalnya berupa cabe rawit hijau yg dipotong kecil atau dihaluskan. harganya pun relatif murah sekitar 4000-5000 rupiah saja.
    2. Tempe kemul
    tak lengkap makan mie ongklok tanpa nyemil tempe kemul. tempe ini khas banget rasanya, digoreng dg daun kucai dan tepung tapioka. rasanya gurih dan enak. cemilan wajib dan banyak dijumpai di wonosobo.
    3. geblek
    terbuat daribumbu dan tepung tapioka, sehingga rasanya agak keras, alot tapi tetap gurih.
    4.Combro
    masih berbahan dasar singkong. berupa cemilan ringan seperti keripik.
    5. Rolade singkong
    Rolade yang dibuat dari singkong, telur, dan tahu dicampur bumbu lalu digoreng
    6. Opak
    Ada banyak jenis opak di wonosobo. berbahan dasar singkong, ada yang berbentuk kotak, bulat, oval, ada opak hijau (banyak daun kucainya), ada opak pedas, selain enak, harganya juga murah meriah

    selain aneka kuliner dari singkong, wonosobo juga terkenal akan Manisan Carica, dan Jamur dieng yang enak dan gurih.
    kalau mampir ke wonosobo, jangan lupa cobain ya🙂

    nama: siti latifah
    fb: siti lathifah
    twitter: lathifahsan

    Like

  22. Di daerah saya di Kuningan Jawa Barat, terkenal dengan peuyeum ketan nya. Banyak industri rumahan yg memproduksi makanan ini. Peuyeum ketan adalah makanan hasil fermentasi dari beras ketan, rasanya manis, kalo sudah matang maniiiiis banget. Biasanya disimpan di ember atau plastik. Di sepanjang jalan kota Kuningan banyak yg menjual ini.
    Ada juga keripik gemblong yang terbuat dari singkong. Kalo di daerah lain, gemblong itu ketan yg dilapisi gula. Kalau di Kuningan gemmblong itu keripik dari singkong. Rasanya asin gurih. Banyak yg jual juga di sepanjang jalan kota Kuningan sebagai oleh-oleh khas. Saya punya gambarnya di link berikut: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=4483384844124&set=pb.1275183972.-2207520000.1422348187.&type=3&theater

    Kanianingsih
    FB: Kania Ningsih
    Twittter: @kanianingsih

    Like

  23. Nama : Lusi Cinta Dewi
    Facebook : Lusi Cinta Dewi
    Twitter : @dlusicinta
    Blog : http://www.lusicintadewi.com/

    Sebenarnya saya bingung mau nulis makanan khas daerah mana disini, karena saya orang perantau yang hidupnya berpindah-pindah tempat seperti anak kucing. hehe..😀 Jadi, saya mau menulis beberapa review makanan di beberapa daerah yang pernah saya singgahi.😉

    1. PAPEDA
    Papeda merupakan makanan khas daerah Indonesia timur yaitu Maluku dan Papua. Papeda terbuat dari tepung sagu yang kemudian diolah hingga menjadi bubur. Tekstur dari bubur ini tidak seperti bubur kacang ijo atau bubur ketan ya.. Teksturnya sangat lengket dan lebih menyerupai lem dengan rasa yang hambar. Kalau tidak terbiasa makan makanan seperti ini pasti merasa geli dah bahkan tidak mau mencicipinya. Hehe.. Saya sendiri pernah mencicipi makanan ini ketika tinggal di Jayapura, Papua. Papeda ini biasa disajikan bersama ikan tongkol, atau ikan gabus dan sambal. Berani mencoba???😀

    2. SATE BUAYA
    Makanan jenis ini termasuk dalam kategori makanan khas suatu daerah atau bukan, saya sendiri juga kurang paham. Yang pasti, saya pernah “tanpa sengaja” memakan hidangan ini saat masih di Jayapura, Papua. Tepatnya ketika ada acara EXPO di salah satu daerah disana. Bentuk dari sate buaya ini tidak jauh beda dengan sate-sate pada umumnya. Tapi, ketika dimakan, daging ini lebih terasa alot dan keras. Perlu perjuangan extra keras untuk bisa melunakkan daging ini. Dari sinilah, saya beserta keluarga baru menyadari bahwa makanan yang kita makan tadi adalah SATE BUAYA!! Penasaran ingin mencoba???

    3. BEKICOT/ 02
    Anda tahu bekicot? Bekicot adalah hewan berlendir sejenis siput yang biasa hidup di sawah. Di daerah ortu saya Ngawi, hewan ini bisa diolah menjadi makanan yang super ueenaaakk.. Dengan bumbu rempah-rempah khas jawa timur, dan rasa pedasnya mampu membuat saya dan suami merasa kangen untuk pulang ke Ngawi. Karena di Makassar, tidak ada makanan khas seperti ini. *ngecezz* Tapi sekarang makanan bekicot ini hampir langka di Ngawi. Hanya beberapa warung saja yang menjualnya.😦

    4. KAPURUNG
    Kapurung adalah makanan khas daerah sulawesi selatan. Saya mengenal makanan khas ini karena domisili saya sekarang di Makassar. Bahan utama kapurung hampir sama dengan Papeda, yaitu terbuat dari tepung sagu yang diolah hingga bertekstur kenyal, lengket dan seperti lem. Yang membedakan adalah, penyajian kapurung ini dicampur dengan berbagai macam sayur-sayuran dan ikan/udang/ayam (tergantung selera). Awalnya saya merasa aneh juga dengan makanan campur aduk ini, tapi karena ibu-ibu disini sering ramai-ramai memasak Kapurung, akhirnya saya pun ketagihan. Rasanya??? Mantabzz!!! Penampakan dan cara pembuatan Kapurung pernah saya tulis disini :
    http://lusicintadewi.com/kapurung-kenyal-kenyal-sedap-dan-sehat/

    Nah, semoga reportase singkat saya tentang makanan khas dan unik dari beberapa daerah ini bisa membuat air liur anda menetes dan penasaran juga ingin mencobanya.. ^_^

    #LoveKulinerIndonesia
    #GAWisataDaerahmu

    Like

  24. Jadi peserta saja ah😀

    Nama: Rifqy Faiza Rahman
    Twitter: @anandarifqy
    Facebook: Rifqy Faiza Rahman

    Saya asli Pacitan. Yang unik dari Pacitan menurut saya adalah Pulen dan Bakso. Sayang, tidak ada fotonya, tapi izinkan saya menjelaskan, hehe.

    Pulen. Entah apa namanya dalam bahasa Indonesia. Ia seperti bonggolan nasi yang dibungkus daun pisang. Disajikan dalam keadaan panas, ditambah dengan sambal terasi pedas. Dengan memakan 2-3 bungkus saja saat sarapan sudah cukup kenyang. Rasa panas dan pedas bercampur jadi satu dan hasilnya adalah keringat!😀

    Bakso. Tidak ada yang spesial karena rasanya mirip2 bakso Solo. Tapi yang unik adalah orang-orang yang beli Baksonya. Orang Pacitan itu kalau mbakso ibarat njajan/ngemil. Karena itu, tidak heran saat pagi, siang, sore, malam warung bakso tidak pernah sepi. Makan bakso bagi mereka ibarat pelengkap setelah/sebelum makan berat di rumah.

    Terima kasih🙂

    Like

  25. Ikutan ya mbak:
    Nama :Prima Hapsari
    Twitter :@Chrisstabela FB, Prima Purbantono
    Link :http://www.stayofme.blogspot.com/2015/01/makanan-unik-dari-bantul.html
    Jawaban :
    1. Mides
    Mi yang terbuat dari sari ketela ini sangat nikmat dimasak mi godog atau rebus. Tekstur mi yang kenyal dan berukuran besar menjadi ciri khas mi dari Pundong Bantul ini. Tanpa pengawet dan kadar indeks glisemik nya rendah. Dibuat secara manual dan hanya diproduksi di Pundong.

    2. Geplak Pundong
    Geplak ini berbeda dengan geplak biasanya yang bulat kecil-kecil, geplak ini berwarna coklat dan berbentuk lonjong. Waalaupun bahan baku sama, tapi rasanya berbeda karena ada taburan tepung beras di luarnya. Diproduksi oleh masyarakat Pundong, bisa didapatkan di pusat jajanan tradisional di daerah Bantul.

    3. Wedang uwuh
    Minuman herbal yang menyehatkan ini sekilas isinya seperti uwuh atau sampah, karena memang wedang uwuh diracik dari daun salam, daun cengkeh, cengkeh, jahe, daun pala dan secang. Konon minuman ini kegemaran raja-raja mataram tempo dulu. Untuk mendapatkannya cukup mudah, tinggal jalan ke Makam raja Imogiri Bantul, kita bisa langsung menikmatinya disana atau membawa ramuan yang di kemas, untuk diracik dirumah.
    Untuk lebih lengkapnya, gambar bisa dilihat di http://www.stayofme.blogspot.com/2015/01/makanan-unik-dari-bantul.html

    Like

  26. Nama : Tyaseta Rabita Nugraeni Sardjono
    Twitter : @guru5seni8
    Nasi Tumpang (bukan nasi tumpeng) yang aku makan saat ke Kota Solo, kota kelahiran ayahku, rasanya enak dan bumbunya unik, soalnya nasi atasnya ditaruh bumbu tempe dengan harga yang ekonomis. Wah!

    Like

    1. Hahaha aku pun dulu waktu jadi mahasiswa perantauan bikin apapun yg penting murah. Apel pir buat rujakan. Lettuce jadi pengganti kangkung. Makan pisang biar kenyang

      Like

  27. Nama: Adie Riyanto
    Twitter: @adieriyanto
    Facebook: Adie Riyanto

    Makanan ‘unik’ kayaknya banyak sih di Nganjuk. Tapi aku gak ngerti namanya. Karena, beberapa makanan itu dibuat sebagai bagian dari sebuah ritual. Mungkin untuk adat Jawa sepertinya gambaran umumnya sama, tapi ada beberapa daerah yang membuat resep baru (entah dengan menambah, mengurangi, atau mengombinasikan dengan bahan lain) sehingga tercipta jenis makanan baru.

    Kalau di Nganjuk, setidaknya ini yang pernah aku cicipi.

    1. Dumblek

    Nama sederhana yang sungguh kampung dan sangat Jawa untuk sebuah kudapan istimewa. Jajanan ini hanya dibuat pada Pon dan Kliwon saja mengikuti hari pasaran dalam kalender Jawa. Terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula aren, dumblek kualitas terbaik harus ditanak di atas wajan tembaga selama lima sampai dengan enam jam dengan perapian dari kayu jati.

    Sekilas, orang akan mudah mengasosiasikannya dengan dodol. Padahal jauh berbeda. Jika dodol bertekstur agak keras, sementara jenang sangat lembek, maka dumblek berada di antara keduanya: kenyalnya sangat lembut di lidah. Bungkusnya yang terbuat dari pelepah pohon pinang membuatnya tidak mudah langu serta menjadikannya bermotif gerigi saat diiris. Namun demikian, dumblek juga makanan yang termasuk manja. Makanan ini seperti membuat aturan tegas kepada pemangsanya untuk segera menghabiskannya atau membuangnya sama sekali. Untuk sebuah adonan yang selesai ditanak kemarin sore, hanya mampu bertahan hingga sore berikutnya sehingga sangat susah untuk dijadikan buah tangan.

    2. Nasi Becek

    Nasi becek ini semacam gulai dengan santan yang sedikit encer. Seporsi nasi becek berisi nasi putih pulen yang ditutup dengan isi perut kambing yang dicacah kasar, beberapa iris daging, dengan taburan kol, tauge renyah, dan seledri. Menu tersebut tersaji dengan siraman kuah santan encer yang gurih. Untuk menambah rasa, boleh ditambahkan sedikit kecep manis, perasan jeruk nipis, dan sedikit sambal. Konon, nasi becek terbaik bisa ditemukan di sepanjang Jalan Dr. Soetomo.

    3. Madumongso

    Masih dalam keluarga jenang-jenangan. Bahannya dari ketan putih atau ketan hitam, sesuai selera, yang dicampur dengan santan dan gula aren. Lalu dimasak, diaduk-aduk kayak orang lagi mendayung perahu di wajan tembaga ukuran jumbo. Setelah santannya kesat, adonan yang udah kayak dodol cair ini ditaruh di loyang, diangin-anginkan, lalu dibungkus kertas minyak dalam ukuran kecil-kecil.

    Buat cewek-cewek cantik dan sholehah yang pengen banget ngrasain ketiga kuliner di atas dengan rasa yang autentik, gratis, dan boleh nambah sepuasnya, minta aja bapak ibukku untuk jadi mertua kalian. Mereka pasti senang berbagi resep juga. Atau kalau cuma mau main kakak adik-an aja sama aku, yo wis lah kunjungi aja sih link ini untuk lebih jelasnya: http://adiedoes.blogspot.com/2013/11/sejuta-rasa-di-bumi-anjuk-ladang.html🙂

    PS: btw, aku udah 10 tahun lebih pindah ke Jakarta *gak penting* #abaikan

    Like

  28. Nama: Xaveria
    Blog: aktivitasedomita.blogspot.com
    Twitter: @xaveria81

    Saya dari Surabaya.

    Masakan khas Surabaya, kebanyakan berbumbu petis dan pedas. Salah satunya Rujak Cingur. Untuk menikmatinya tak terlalu susah. Mulai warung pinggir jalan, restoran, sampai foodcourt di mal ada. Penampilannya memang tidak terlalu istimewa. Campuran sayur seperti irisan mentimun, kecambah (tauge), kangkung, irisan buah segar, dan irisan cingur (dari moncong sapi). Semua itu berpadu dengan guyuran petis dan taburan bawang goreng di atasnya.
    Satu warung rujak cingur yang legendaris, yaitu, Rujak Cingur SK di kawasan Mayjen Sungkono. Awalnya pada 1982, Rujak CIngur SK cuma warung kecil di pinggir jalan. Sekarang berkembang menjadi sebuah restoran bahkan di beberapa mal. Ternyata, racikan bumbu dari empat petis yang berbeda menjadi rahasia kelezatan rujak cingur SK. *ini petikan dari hasil liputan kuliner saya pada 2009.

    Ada lagi nih, Sate Hiu. Saya pernah nyoba juga pas liputan kuliner di warung milik Windi Artoko. Dagingnya empuk dengan bumbu lezat.
    Daging hiu yang akan dibakar, dipotong terlebih dulu sebesar dadu dan diolesi bumbu. Banyak bahan yang digunakan untuk bumbu, seperti, bawang putih, kunyit, jahe.
    Proses pembakarannya sekitar 15 menit. Tujuannya supaya daging matang. Setelah dibakar, tusukan daging hiu diolesi bumbu lagi untuk mempertegas rasa yang khas.

    Lagi-lagi nemu pas liputan kuliner,
    Untuk penggemar ikan sungai, harus coba wader goreng. Yang terkenal ya Warung Wader Kedai Kincir di kawasan Ketintang. Wader ukurannya sebesar ikan teri dan tergolong ikan sungai yang langka.
    Penyajiannya diletakkan di dalam cobek dilengkapi sambal terasi, lalapan berupa kemangi, mentimun, kenikir, kacang panjang, daun singkong, dan daun pepaya. Kalau makan di warung wader milik Sumardi itu, Anda bebas mengambil nasi putih.

    Like

  29. Halo mak…ikutan GA nya yaa…

    Nama: Xaveria
    Blog: aktivitasedomita.blogspot.com
    Twitter: @xaveria81

    Saya dari Surabaya.

    Masakan khas Surabaya, kebanyakan berbumbu petis dan pedas. Salah satunya Rujak Cingur. Untuk menikmatinya tak terlalu susah. Mulai warung pinggir jalan, restoran, sampai foodcourt di mal ada. Penampilannya memang tidak terlalu istimewa. Campuran sayur seperti irisan mentimun, kecambah (tauge), kangkung, irisan buah segar, dan irisan cingur (dari moncong sapi). Semua itu berpadu dengan guyuran petis dan taburan bawang goreng di atasnya.
    Satu warung rujak cingur yang legendaris, yaitu, Rujak Cingur SK di kawasan Mayjen Sungkono. Awalnya pada 1982, Rujak CIngur SK cuma warung kecil di pinggir jalan. Sekarang berkembang menjadi sebuah restoran bahkan di beberapa mal. Ternyata, racikan bumbu dari empat petis yang berbeda menjadi rahasia kelezatan rujak cingur SK. *ini petikan dari hasil liputan saya pada 2009 di rubrik Jalur Enak Sosro.

    Ada lagi nih, Sate Hiu. Saya pernah nyoba juga pas liputan kuliner di warung milik Windi Artoko. Dagingnya empuk dengan bumbu lezat.
    Daging hiu yang akan dibakar, dipotong terlebih dulu sebesar dadu dan diolesi bumbu. Banyak bahan yang digunakan untuk bumbu, seperti, bawang putih, kunyit, jahe.
    Proses pembakarannya sekitar 15 menit. Tujuannya supaya daging matang. Setelah dibakar, tusukan daging hiu diolesi bumbu lagi untuk mempertegas rasa yang khas.

    Lagi-lagi nemu pas liputan kuliner,
    Untuk penggemar ikan sungai, harus coba wader goreng. Yang terkenal ya Warung Wader Kedai Kincir di kawasan Ketintang. Wader ukurannya sebesar ikan teri dan tergolong ikan sungai yang langka.
    Penyajiannya diletakkan di dalam cobek dilengkapi sambal terasi, lalapan berupa kemangi, mentimun, kenikir, kacang panjang, daun singkong, dan daun pepaya. Kalau makan di warung wader milik Sumardi itu, Anda bebas mengambil nasi putih.

    Like

  30. Ikutan mboook… numpang tenar…
    Nama panggung : Java Chic
    Twitter : jacintha_box
    FB : jacintha chandrasari
    (lah ketauan dah nama aslinya, no spam, endorse welcome *ngareeep)

    KULINER PEKALONGAN
    Tentunya yg hanya bs membuat seorang wanita gemuk hanyalah suaminya, atw dlm urusan perut ya apalagi kl bukan kuliner… Kebetulan saya tmsk tipe ectomorph atw kurus dr sononya… tetapi ternyata takdir tinggal di Pekalongan slm 1,5 thn berhasil menaikkan bobot saya 5kg dlm tempo singkat… Gmn enggak simak aja deh kuliner andalan Pekalongan dbwh ini:
    1. Soto Taoto PPI/ Taoto Kunawi
    Soto unik dr bhn utama taoco dan daging CS (daging murni atw jerohan) dicampur potongan gorengan tempe atw tahu goreng dipadu dgn lontong atw nasi
    Lokasi Jl. Dr. Wahidin atw area Klego
    2. Gule kacang ijo
    Kacang ijo tdk hanya utk bubur kacang ijo tp bs menjadi olahan nikmat spt gule kacang ijo yg dimasak dgn daging kambing… ancaman utk penderita kolesterol (derita elu) tp kenikmatan utk pecinta gastronomy unik
    Lokasi: area Krapyak
    3. Nasi Megono
    Semacam nasi rames atw urap yg terbuat dr cacahan tipis nangka muda yg dikukus dgn parutan kelapa, rempah2. A must utk sarapan pagi ala Pekalongan. A must utk yg berkantong tipis, krn dgn IDR 4000 saja sdh bs mengantongi sebungkus nasi megono dgn gorengan tempe, varian lauk pendamping bebas sak karepmu…
    Lokasi: Warung Pak Bon lapangan Sorogenen/sblh rumah (nasi megono Maknyak plus lodeh) di Krapyak Kidul gg V
    Nikmat sederhana… nasi megono, lodeh, tempe goreng
    4. Nasi Uwet Zarkasih
    Nah ini endes jg bwt sarapan/brunch krn porsi yg cukup fantastis utk uk. perut saya… Nasi campur gule kambing (tanpa santan) yg daging n jerohannya diuwet-uwet pake usus kambing, nah dr situ istilah nasi uwet, biasanya jg disediakan sate lilit daging, telur brongkos, dsb…
    Stlh makan , harap cek tensi…
    Lokasi : Jl Sulawesi 25

    Sebetulnya banyak lg daftarnya tp yg diatas kunjungan wajib deh kl lg pulang kampung… oh dan yg menjadi catatan adalah suguhan tehnya yg legit… gak ada yg mau pake teh celup instan, rata2 racikan dr bbrp merk teh “tubruk” istilahnya… #VisitPekalongan

    Yuk mareee, colek saya yg bth guide, tp naik argo yaaah…

    Like

  31. Nama: Anisa Listya
    Twitter: @417154
    Kota: Palembang, Sumatera Selatan

    Hallo Mbok, salam kenal😀
    Saya dari Palembang mau ngenalin makanan khas kam, payoook diaturin:
    1. Pempek Kapal Selam
    Pernah nggak bayangin makan kapal selam? Cuma di palembang ini kapal selam bisa dimakan. Yup, pempek kapal selam ini adalah pempek berisi satu butir telur bebek yang disajikan bersama kuah cuka dan grabat (mie kuning + timun). Ini penampakannya:
    Sumber: https://pempekjakarta.files.wordpress.com/2012/02/pempek-kapal-selam-tukangpempek.jpg

    2. Model gandum dan model ikan
    Ini juga model bisa dimakan. Bukan model sembarang model, makanan khas Palembang yang bernama model ini ada 2 varian yaitu model gandum (dari bahan tepung gandum) dan model ikan (dari bahan ikan dan sagu). Model dimakan dengan kuah bening dan timun yg dipotong kecil-kecil. Ini penampakannya:
    Sumber: http://4.bp.blogspot.com/-naehO1wHUUQ/UFDnLeq5beI/AAAAAAAAB-s/5kw2rd6ez64/s1600/IMG-20120827-00499.jpg (moodel gandum)
    Sumber: http://resepresepmasakan.info/wp-content/uploads/2013/10/529655_10201127620578929_481522031_n.jpg (model ikan)

    3. Tempoyak patin
    Ikan patin dimodifikasi dengan durian yang difermentasi. Walau ada orang yang tidak terbiasa dengan baunya, tapi rasanya tiada duanya. Ini penampakannya:
    Sumber: http://3.bp.blogspot.com/-LRzIyOMTWz4/TuyHaPCmfrI/AAAAAAAAAHE/1px6IHUGpfk/s1600/2.JPG

    Masih banyak kuliner lain yang tak kalah sedapnya. Payoo, sanjo (mampir) ke Palembang😉

    Like

  32. Mbok, tiap mudik aku pasti nyari pa’piong sampai bela2in nongkrong di kedai makan Pong Buri’ untuk menikmati kuliner khas Toraja yg laris manis ini.

    Awalnya hanya daging babi yg dipiong, dimasak dalam bambu yg dibakar setelah sebelumnya dicampur dengan rempah2 dan daun mayana (lebih nikmat dikasih campuran darah babi sebelum dimasak). Karena masyarakatnya makin majemuk dan ada yg tak makan daging babi; dibuatlah kreasi dengan menggantikan daging babi dengan daging ayam, daging kerbau atau ikan. Campurannya pun tak hanya daun mayana, tapi ada variasi lain dengan serutan batang pisang; bahasa setempat disebut pa’piong burak *jadi ngeces*

    pa’piong pun sudah naik kelas, bisa dijumpai di restoran or di perhelatan di hotel2 tp tetap ya menikmati pa’piong ditemani secangkir tuak diwarung lebih mantapppsss

    Like

  33. Nama : Dee An
    Twitter : @dieend18
    Blog : http://www.adventurose.com
    Domisili : Batam

    Aku ikutan ya mbak, pengen ngenalin makanan enak dari Batam..

    1. Mie Lendir
    hehehe, namanya terdengar menjijikkan ya? tapi jangan salah makanan yang satu ini enak banget. Mie lendir ini terbuat dari mie kuning yang direbus bersama toge, dan disajikan dengan telur rebus kemudian disiram dengan kuah kacang yang kental. Kuah kacang kental inilah yang membuat penampilan si mie ini terlihat seperti berlendir.
    Selengkapnya monggo disimak di sini http://www.adventurose.com/2015/01/mie-lendir-dont-judge-food-by-its-name.html

    2. Teh Obeng
    Ini minuman paling terkenal di Batam. jangan ngaku pernah ke Batam kalo belum pernah minum teh obeng😀
    Jangan pernah membayangkan minuman ini adalah sejenis teh yang dicampur obeng, atau disajikan dengan obeng sebagai pengaduknya. Teh obeng ini kalau di daerah lain lebih dikenal dengan nama es teh. Ya, es teh yang biasa kita nikmati itu kalau di Batam berganti nama menjadi teh obeng.
    Selengkapnya monggo disimak di sini http://www.adventurose.com/2009/01/teh-obeng-minuman-paling-ngetop-di-batam.html

    Like

  34. Akkkk~ Tas sama kaosnya bikin ngilerrrr~ Ikutan yahh mbak😀

    Nama: Dian Maharani
    Twitter: @realdianmrani93 [https://twitter.com/realdianmrani93]
    Facebook: Dian Maharani Neomu Yeppeo [https://www.facebook.com/dian.maharani.nmyp]
    Blog: realdianmaharani.wordpress.com
    Domisili: Bengkulu

    Ini salah satu giveaway yang bikin lapar karena bahasannya tentang makanan :9 Namun, mendadak ngeri waktu baca belalang goreng ._. *itu rasanya gimana ya?* Hmm, bicara tentang makanan unik dari daerahmu, saya langsung teringat pada Ikan Pais *langsung lapar* Sebenarnya ada beberapa makanan lagi seperi Pendap dan Gulai Rebung Manis. Namun, karen saya suka pake banget sama yang namanya Ikan Pais, jadi saya memutuskan untuk berbagi ‘Ikan Pais’ saya😀
    Ikan Pais adalah makanan khas Bengkulu. Saya rasa, Ikan Pais hanya bisa ditemukan di Bengkulu. Ikan Pais adalah pepes ikan yang dapat dibuat dari ikan. Biasanya, Ikan Pais dibuat dari ikan Gebu atau ikan Buli yang banyak ditemukan di perairan laut Bengkulu, tapi bisa diganti dengan ikan yang sesuai dengan selera pembuatnya.
    Ikan Pais dibuat dengan cara menghaluskan ikan-ikan sebagai bahan dasarnya dan menyiapkan bumbu citarasa Ikan Pais seperti lengkoas, jahe, kunyit dll. Selanjutnya, bungkus ikan dan bumbu tadi ke dalam daun talas atau daun keladi, kemudian rebus bungkusan ikan tersebut.
    Ikan Pais biasa dijadikan lauk oleh masyarakat Kota Bengkulu, terlebih lagi jika ‘makan kek nasi puti paneh paneh’ alias ‘dimakan dengan nasi putih hangat’ *betulan ngiler* *penyelenggara giveaway harus tanggung jawab* :p Namun, terkadang saya suka langsung memakannya karena rasanya ueeenaakkkk binggo!
    Jadi, belum lengkap ke Bengkulu kalau belum mencicipi Ikan Pais. Yakin deh, ikan pais cuma bisa dirasakan di Kota Bengkulu😀

    Karena saya nggak punya foto pribadi, ini saya sajikan foto-foto dari mbah google yang tahu segalanya …


    Like

  35. Haryadi Yansyah | @omnduut | FB : Haryadi Yansyah

    Palembang? Pempek? ah sudah kadung terkenal. Aku mau memperkenalkan makanan lainnya. Yakni… MIE CELOR🙂 Dulu, aku sempat nanya ke Pak Bondan Winarno via Twitter, makanan fav dia selain pempek apa, dan dia jawabnya mie celor ini.

    Mie ini memang enak. Tapi, bagi orang yang pertama kali mencicipinya menurutku akan terbagi dua. Suka banget (dan jatuh cinta) atau kebalikannya yakni gak suka banget. Kenapa? Karena rasanya sangat unik. Kuahnya kental dan hmm… teksturnya seperti lendir (jika digambarkan secara ekstrem). Dinamakan mie celor karena mie ini di celor alias diceburkan ke dalam air mendidih selama beberapa menit. Mie ini tidak direbus (karena hanya diceburkan sebentar saja) sehingga teksturnya masih terasanya kenyal namun juga lembut.

    Like

  36. nama: feni
    twitter: @heyfenn
    domisili: Daerah Istimewa Yogyakarta

    Nasi thiwul mak,
    jadi nasinya terbuat dari singkong tidak dari padi. Rasanya agak kenyil-kenyil gimana gitu, jadi sensasi tersendiri kalau biasanya makan nasi dari padi. Cocok buat yang punya sakit diabetes soalnya kandungan gulanya rendah. Bikin kerasa kenyang lebih lama dibanding makan nasi padi. Paling cocok dimakan sama lauk yang berprotein seperti tempe, dsb.

    Warung nasi thiwul yang ready stock (siap makan tidak perlu nunggu lama dibuatkan dulu) di warung-warung makan kecil yang ada di kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk mak. Lebih murah dan banyak pilihannya. Saya pernah nyobanya yang harga paling murah (3rb dah dapet nasi thiwul+tempe+sambel), maklum masih berkantong cetek, hehe. Ini fotonya:

    Like

  37. Nama : Eva Purbayanti
    FB : Vhoy Syazwana
    Blog : http://vhoysyazwana.blogspot.com/

    Ponorogo tidak hanya terkenal dengan Reyognya saja. Tapi ada pula wisata kuliner yang saying untuk dilewatkan. Berikut ini beberapa wisata kuliner di daerah Ponorogo yang patut dicoba:
    1. Sego pecel godong jati
    Bagi masyarakat Ponorogo, sarapan identik dengan nasi pecel. Meski sekarang di Ponorogo banyak sekali menu sarapan lain, seperti bubur ayam, soto, dll, nasi pecel tetap menjadi primadona. Pecel Ponorogo –terutama sambal kacangnya- berbeda dari tempat lain. Rasanya beda. Khas banget. Orang Ponorogo yang pernah atau sedang merantau ke kota lain pasti tahu hal ini.
    Selain sambal, yang membedakan adalah penampilannya. Pecel Ponorogo, terutama yang saya ceritakan ini, disajikan dengan menggunakan daun jati. Aroma khas daun jati akan semakin membuat nasi pecel yang dimakan lebih ‘nendang’. Di dekat rumah saya, ada warung nasi pecel yang menggunakan daun jati untuk membungkusnya. Memang, kadang bila daun jatinya habis, bungkusnya harus diganti kertas nasi yang dialasi daun pisang atau daun jati kecil. Tapi, bila stok daun jatinya ada, Anda akan beruntung menikmati sego pecel godhong jati khas Ponorogo. Cukup dengan uang Rp. 4.000,- s/d Rp. 5.000,-, Anda sudah bisa menikmati sego pecel godhong jati. Yang mau merasakan nasi pecel mantap ini, cukup datang ke Desa Tajug, 200 m timur Taman Wisata Ngembak. Di sini, ada dua warung yang terkenal dengan nasi pecelnya yang menggoda selera. Yang satu berada di pinggir jalan raya penghubung Kecamatan Pulung. Satu lagi masuk ke jalan desa.

    2. Dawet Jabung
    Dawet bukan hanya monopoli Banjarnegara. Di kota Reyog, Anda juga bisa menikmati semangkuk dawet nan segar. Minuman berisi cendol beras yang diberi gula aren, santan, tape ketan hitam, dan gempol ini sangat tepat dinikmati di siang hari yang panas. Gempol adalah bulatan sebesar bola bekel terbuat dari beras.
    Dawet Jabung merupakan salah satu pusat kuliner di Ponorogo. Terletak di desa Jabung, Kecamatan Mlarak. Terletak di sekitar perempatan Jabung. Bila Anda melewati perempatan Jabung, Anda akan lihat warung dawet berjejeran sepanjang jalan. Kawasan ini merupakan kawasan yang cukup ramai. Jalur lintasan dari Kota Ponorogo ke Kecamatan Mlarak dan Jetis. Saat paling ramai adalah hari Jumat dan Minggu. Kenapa hari Jumat? Kebetulan Jabung dekat dengan Gontor, tempat di mana Pondok Modern terbesar di Indonesia berada.
    Satu hal yang unik dari dawet Jabung ini adalah cara penyajiannya. Saat meracik dawet, penjual menaruh mangkuk dawet di atas tatakan (lepek). Setelah itu, mangkuk berisi dawet di atas lepek tadi diangsurkan ke pembeli. Tapi pembeli tidak boleh mengambil serta lepeknya. Hanya boleh mengambil mangkuk dawetnya saja.
    Banyak pembeli, terutama yang dari luar kota, yang tidak tahu tradisi para penjual dawet Jabung ini. Bagi yang pertama kali membeli, kejadian lucu biasa terjadi. Pembeli mengambil serta lepek alas mangkuk tadi. Sempat terjadi tarik menarik lepek antara penjual dan pembeli. Setelah dijelaskan sedikit oleh sang penjual, barulah pembeli tadi paham dan tertawa kecil.
    Harga semangkuk dawet Jabung juga cukup murah. Dengan uang Rp. 2.000,- s/d Rp. 2.500,-, Anda sudah dapat menikmati kuliner khas Ponorogo ini.

    3. Gethuk Golan
    Gethuk adalah makanan tradisional yang terbuat dari singkong. Singkong dikukus agar menjadi lunak. Setelah itu ditumbuk, diberi gula aren dan taburan kelapa parut. Meski tampak sederhana, makanan ringan ini sangat lezat.
    Oiya, gethuk Golan memiliki sejarah yang melegenda. Dahulu, ada seorang pemuda tampan bernama Joko Lancur yang jatuh cinta kepada Putri Mirah Kencono Wungu. Seorang putrid cantik jelita anak ki Ageng Mirah. Joko Lancur berniat mempersunting sang gadis pujaan. Namun, karena dia suku judi, sang calon mertua, yakni Ki Ageng Mirah, kurang setuju dan berusaha menggagalkan pernikahan mereka. Untuk itu, diajukanlah beberapa syarat yang mustahil bisa dilakukan oleh seorang manusia. Ki Ageng Honggolono, ayah Joko Lancur, marah karena Ki Ageng Mirah telah berlaku curang terhadap anaknya, sehingga terjadilah peperangan antar kedua belah pihak bersama para pengikutnya. Ketika peperangan sedang berlangsung, Joko Lancur dan Putri Mirah Kencono Wungu memutuskan untuk bunuh diri. Mengetahui sang anak meninggal, Ki Ageng Honggolono kemudian mengucapkan sumpah:
    “Wong Golan lan Mirah turun-temurun ora oleh ngenekake mantu. Barang utowo isen-isene ndunyo deso Golan Kang Awujud kayu, watu, banyu lan sakpinunggalane ora biso digowo menyang deso Mirah. Barang-barange wong Golan lan deso Mirah ora biso awor dadi sidji. Wong Mirah ora oleh nandur, nyimpen lan gawe panganan soko dele”

    Hingga saat ini, sumpah tersebut masih dipercaya oleh masyarkat kedua desa tersebut.

    4. Sate ayam Ponorogo
    Menurut saya, inilah juara kuliner Ponorogo. Sate ayam Ponorogo berbeda dari sate Madura. Di Ponorogo sendiri ada dua jenis sate ayam yang terkenal enak. Yang pertama sate ayam Gang Sate yang berada di Gang Sate, Jalan Lawu, Ponorogo. Yang kedua, sate ayam Setono, berasal dari Desa Setono.
    Perbedaan kedua sate tersebut adalah pada irisan dagingnya. Sate ayam Gang Sate berbentuk irisan memanjang tanpa putus. Jadi satu tusuk sate berisi satu irisan panjang daging ayam. Salah satu warung sate terkenal di tempat ini adalah Sate Ayam Haji Tukri. Pelanggannya beraneka ragam. Dari orang biasa hingga penjabat dan artis. Bahkan, mantan Presiden SBY pernah berwisata kuliner di warung ini. Untuk rasanya tidak diragukan lagi. Pasti maknyuuss.
    Sementara, sate ayam Setono berbeda lagi. Satu tusuk sate berisi beberapa potong daging ayam. Bila mau merasakan sate ayam Setono, banyak sekali warung yang menyediakan. Salah satu yang berada di pusat kota adalah di kawasan pertigaan Ngepos Ponorogo.
    Harga seporsi sate ayam antara Rp. 22.000,- s/d Rp. 25.000,-

    Like

  38. halo. ikutan giveawaynya yaa..🙂
    karena didaerah tempat saya tinggal banyak sawah, ada berbagai macam olahan yang diambil dari sawah, salah satunya adalah tutut. Semacam keong tapi kecil, diolah dengan bumbu yang lezat hingga jadi favorit saya. Selain tutut, ada Harmis semacam kerang namun dalam ukuran yang kecil juga.
    Selain itu, dimusim tertentu. Ua suka membakar siraru, binatang yang suka berkumpul dibawah lampu saat malam. Waktu kecil saya suka mencicipi tapi sekarang, rasanya saya tidak berani untuk memakannya🙂

    facebook : vanisa desfriani
    twitter : @ishavanisa

    Like

  39. Aduh aku salah blogwalking, buka postingan ini dan baca setiap komen yang masuk bikin lapar boo *krucuk-krucuk*
    Kalau di Balikpapan paling suka pisang gapit, pisang yang dibakar trus dipenyet dan disiram kuah coklat entah apa namanya. Kayaknya sih bukan makanan asli Balikpapan tapi paling ngangenin. Selain itu paling suka nasi kuningnya. Setiap pagi banyak yang jual nasi kuning. Sudah jadi makanan wajib untuk sarapan setiap warga Balikpapan.

    Like

  40. aku ngincer Kaos Dagadu-ne mbok!!
    ( ‘-‘)9

    nama : Gallant
    akun twitter : @kidtsany
    blog : galautraveler.wordpress.com
    domisili : Sleman, Yogyakarta
    asal : Babat – Lamongan

    aku mau ngasih tau makanan yg unik dari Babat dan Lamongan. mungkin selama ini taunya Lamongan itu Soto Lamongan yang udah terkenal, bahkan sampai dibikin jadi satu varian rasa di salah satu produk mie instan. tapi aku nggak promosikan soto lamongan, udah banyak soalnya. yang aku promosikan kalo main ke Lamongan itu :
    1. Nasi Boranan
    Ini nasi yang nggak bisa dibawa dalam perjalanan panjang, basi soalnya. Nasi boranan terdiri dari Nasi (jelas), lauk dan sambel boran, kulup, plus empuk empuk (entah aku nggak ngerti istilahnya, tapi biasanya disebut empuk), ditambah peyek.
    Lauk sambel boran ini yg terkenal itu ikan sili, ikannya kecil semacam belut tapi kayak ada “sungu” opo yo istilah e kayak di ikan lele gitu. Kalo nggak ikan Sili, biasanya pake ayam atau bandeng.
    Kulup, terdiri dari campuran parutan kelapa plus kecambah plus daun kangkung atau singkong atau pepaya.
    Empuk, ini terbuat dari tepung, entah tepung opo nggak ngerti pokok e gitu lah hahaha.
    Enak, pedes. Mantab lah. Jadi menu wajib kalo aku lagi pulang😀
    *dan tetiba membayangkan nasi boran terus pengen* :||
    Sego Boranan ini cuma ada di Lamongan Kota aja. Penampakannya seperti ini. Nyomot dari ensiklopedia indonesia dot com

    2. Sego Nggunung
    kalo yang ini, sebenernya cuma nasi, sayur, sama lauk aja. nothing special. yang bikin spesial itu lokasinya, di tengah gunung pegat. pokoknya main ke Babat aja deh, entar tak ajak ke sini. hahahahahahahaha.

    Like

  41. Ikutan ya. Saya lahir dan besar di aceh,Suku Aceh asli dan kuliah di aceh juga. Jadi saya ingin memberikan salah satu makanan khas kota saya yaitu SATE MATANG.
    Sate Matang umumnya cukup mudah ditemui di tengah-tengah komunitas warga Aceh di berbagai kota di Tanah Air. Dimanapun ada komunitas warga Aceh yang menetap, sangat besar kemungkinan kita akan mudah menemui hidangan ini disajikan. Ciri khasnya, gerobak bertuliskan ‘Sate Matang’ yang menjajakan sate yang disajikan ditemani dengan semangkuk kuah soto. Mencicipi kuah soto yang segar dan harumnya sate yang baru dibakar tentu bisa menggugah selera makan kita.
    Mungkin ketika pertama kali mendengar namanya kita akan salah mengira kata ‘Matang’ dalam ‘Sate Matang’ berarti ‘telah masak’, kebalikan dari mentah. Tapi ternyata, dugaan itu salah. Matang merupakan nama daerah asal dari masakan ini, yang secara lengkap bernama Matang Geulumpang Dua di perbatasan antara Bireun dan Aceh Utara. Bisa dikatakan memang hampir semua penjual Sate Matang berasal dari daerah ini.
    Lalu apa sebenarnya yang membuat sate yang satu ini berbeda dari sate lainnya? pertama, jenis dagingnya yang terdiri dari dua pilihan, yakni daging sapi dan daging kambing. Kita bisa memilih sendiri daging mana yang disuka sesuai dengan selera.
    Kedua, proses memasaknya, dimana daging yang telah dipotong kecil-kecil diungkep dengan bumbu ketumbar, bawang putih, jahe, kunyit dan garam terlebih dahulu, kemudian baru setelah itu ditusuk dan dibakar.
    Satu lagi keunikannya, selain disajikan dengan bumbu kacang yang diracik secara khas, Sate Matang juga dilengkapi semangkuk kuah soto. Kuah soto ini terkadang berisi potongan kentang dan daging yang membuatnya gurih dan segar saat masuk ke mulut kita. Aroma khas dari sereh dalam kuah begitu terasa nuansanya.
    Berbeda dengan Kari Itik yang identik sebagai menu makan siang di Banda Aceh, Sate Matang bisa dikatakan termasuk hidangan untuk makan malam. Meskipun ada pula yang menjajakannya sejak siang hari, tetapi Anda akan jauh lebih banyak menemui gerobak Sate Matang ketika malam tiba.
    Salah satu spot dimana Anda bisa menemukan banyak penjual Sate Matang antara lain di sekitar pusat jajanan seperti REX Peunayong. Penasaran seperti apa rasanya, jika Anda berkunjung ke Aceh jangan lupa untuk mencoba Sate Matang.

    Nama : Mulkan Kautsar
    Twitter : @mulkankautsar
    Asal : Kota Matangglumpangdua,Bireuen-Aceh
    Instagram : mulkankautsar_sofyan
    Email : mulkankautsar@gmail.com
    Facebook : Mulkan Kautsar bin Sofyan

    Like

  42. kakak cantik saya mau tas cantiknya…. hehe
    ikutan ya kak….

    nama : Isyhe deska putru
    twitter: @ishyedeska
    domisili : Padang, Sumbar
    pas baca tentang makanan unik daerah saya langsung interogasi nenek ,😄 #smangat

    Di desa saya, desa labuah panjang (daerah pedalaman kabupaten solok, sumbar) kami punya satu makanan yang unik namanya “konji” begitu kami menyebutnya.
    Dulunya bagi kami konji adalah makanan kebesaran pada hari raya. Konji hanya dibuat pada hari raya. Kalau sekarang? sekarag pun juga masih seperti itu. Ketika lebaran konji adalah makanan wajib yang harus dihidangkan.

    Konji dibuat dari tepung ketan, gula aren, dan santan lalu dimasak dengan kuali besi menggunakan kayu bakar. Ada juga sebagian yang menambahkan kacang untuk campuran bahannya. Membuat konji bukanlah hal yang gampang karena si koki harus duduk di depan tungku sambil mengaduk konji selama lebih kurang 4 jam, plus saat harus menahan haus dan lapar karena puasa 😱.

    Selama 4 jam konji terus diaduk, sampai menjadi lengket dan kehitaman dan semakin sulit untuk diaduk. Setelah masak konji dimasukkan kedalam piring yang telah dilapisi plastik.
    Tekstur konji setelah masak sangat lengket dan berminyak, tapi ga ada jerawat😀 #wajahkali

    Nah yang menarik adalah bentuk dari konji, bentuknya seperti kotoran sapi, eh?? 😱…
    tapi tenang rasanya jelas berbeda.
    Ada yang bilang kalau konji sama seperti dodol, tapi saya tidak setuju karena dari bentuk dan rasa keduanya jelas berbeda.

    Nah itu dia makanan unik dari daerah saya. Sengaja tidak saya berikan fotonya karena memang tidak ada 😁
    ok terima kasih telah membaca…..🙂

    Like

  43. Nama : Chandra Kartika Putri
    Twitter : @chanputrika
    Facebook : Chandra Kartika Putri
    Blog : nonatomat.blogspot.com

    Saya berasal dari Jepara, Jawa Tengah.
    Makanan khasnya ialah Horog-horog.
    Horog-horog terbuat dari tepun aren atau sagu. Rasanya kenyal dan lembut namun horog-horog mudah hancur dan ngepyar. Horog-horog dapat menjadi pengganti nasi. Horog-horog dibungkus dengan daun jati. Di Jepara sendiri horog-gorog mudah didapat. Biasanya kalau pagi dapat dijumpai di bakul-bakul sayur. Kalau beli di bakul sayur harganya relatif murah antara Rp 500,- sampai Rp 1000,- dan umumnya ditambah sate kikil dengan bumbu kecap dan kacang seharga Rp 1000,- dimakan menggunakan piring dari daun jati. Selain itu horog-horog bisa menjadi pendamping pecel pengganti lontong. Di setiap warung pecel Jepara pasti ada horog-horog, waung pecel langganan saya di Teluk Awur Jepara dekat pantai dan di alun-aun Jepara dekat Museum Kartini kalau hari minggu (yag jual mbah bawa bakul di punggung). Harga 1 porsi pecel dengan horog-horog di warung dekat Teluk Awur Rp 4000,- (kalau belum naik) dan pecel yang di alun-alun 1 porsi dengan horog-horog Rp 6000,-. Tidak hanya itu, horog-horog sangat istimewa bila ditambahkan pada bakso. Horog-horog dicemplungkan pada mangkuk, sangat enak sekali dan sangat maregi. Bakso langganan saya di Bakso Kanal depan Hotel Kalingga Jepara. Ancer-ancernya dari tugu Kartini lurus ke arah utara, ada perempatan belok kiri lurus saa kemudian ada hotel kalingga. Tepat didepan hotel warung bakso.

    Like

  44. Nama : Sumarti saelan
    Twitter : @SumartiSaelan
    Blog : http://www.sumartisaelan.com

    Saya ingin memperkenalkan MANDAI makanan khas orang Banjar Kalimantan Selatan, yaitu semacam sayur fermentasi dari kulit buah cempedak atau di Banjar di sebut tiwadak. Buah bulat lonjong menyerupai nangka, tapi lebih kecil. Hanya kulitnya memilii teksture yang sama bergerigi. Setelah buahnya dikonsumsi, kulitnya yang bergerigi dibersihkan. Setelah tinggal daging kulit, dicuci sampai bersih. Setelahnya dibalur dengan garam sampai merata dan disimpan dalam wadah tertutup seperti toples atau yang lainnya. Yang penting tertutup rapat. Diamkan beberapa hari. maka kulit tiwadak akan lumer tapi kenyal.

    saat akan mengolahnya, bersihkan dulu baru dipootong sesuai selera. Bisa langsung digoreng saja dan dimakan dengan dicocol sambal terasi atau ditumis, masak asem manis dan sebagainya.

    Untuk foto bisa comot di blog saya ya mak, di postingan terbaru di http://www.sumartisaelan.com

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s