Kamu Ngeblog Untuk Apa?


Kalau ditanya demikian, saya agak mumet juga jawabnya. Jadi ceritanya sebenarnya Simbok ini ngeblog belum lama. Jaman dulu walaupun punya title communications officer di organisasi yang terkenal tetep aja gaptek kalau berkaitan dengan teknologi. *seumur hidup belum pernah berhasil kirim MMS coba!*

Jadi ketika era Multiply ngehits, saya mana ngerti. Nggak dong blas. Padahal di era tahun 2009-2010 rekam jejak jalan-jalan saya sudah lumayan. Indonesia sudah banyak yang saya jelajahi karena memang imbas kerjaan. Luar negeri sudah Australia dan banyak negara Asia Tenggara.

Sumber foto di sini

Alkisah, Webmaster saya yang keren beken (dan kemudian kabur meninggalkan saya untuk jadi expat di Negeri Singa) menyarankan saya untuk bikin blog. Dia sudah pegel lihat tiket-tiket liburan saya cemanthol di kubikel – kadang bisa hingga tiga sekaligus. “Mbok gawe blog!” kata Mr Veriyanta Kusuma, saat itu. Akhirnya Veriy membuatkan blog di Tumblr, judulnya Spicy Walk yang kami isi beberapa kali. Lalu dia kabur….

Pada suatu masa saya juga merasa eman-eman banget dengan foto dan pengalaman menumpuk tapi tidak diapa-apain. Akhirnya saya bikin Backpackology, namun kemudian kembali vacuum cukup lama, sampai akhirnya saya menikah tahun 2010.

Setelah menikah, jadwal dolan-dolan makin nggilani. Maklum, namanya juga menikahi pendaki gunung/penyelam/tukang motret yang juga ex-travelmate. Jadi, ini adalah rumah tangga yang dibangun dengan pondasi tiket Rp 0 #halah.

Saat inilah saya kembali menghidupkan Backpackology, sekitar tahun 2010. Ajaibnya, tulisan langsung banyak karena speed saya menulis memang lumayan cepat. Satu artikel harus selesai dalam sekali duduk. Saya sadar betul kelebihan Backpackology sampai sekarang adalah karena kuantitas tulisan yang berjibun (to date lebih dari 500 artikel). Sampai sekarang pun masih tetap rajin update sampai-sampai dijuluki Simbok Inspiratif *disawat panci*

Jadi saya ngeblog untuk apa?

Secara idealis saya akan bilang untuk berbagi (semi pamer #hakjleb) karena memang saya suka dan sering jalan-jalan. Saya juga suka proses menulis. In fact, dari dulu kerjaan saya ya tetap seputar menulis.

Tahun itu juga saya melakukan tanda tangan kontrak dengan Yahoo Indonesia sebagai travel blogger dengan bayaran USD XX untuk tiap tulisan. Nominalnya tidak banyak, tapi lebih dari cukup untuk tulisan 500-1000 kata yang biasanya hanya saya ketik selama 30-60 menit. Kalau lagi pas rajin, sebulan bisa dapat hingga 8 artikel. Lumayan kan bisa buat jajan tiket ke mana gitu…

Sejak itu Puput juga mulai ikut nulis, spesialisasi dia adalam review kamera (yang selalu menempati posisi paling banyak dibaca HUH!). Bisa dilihat gaya tulisan saya dan Puput beda jauh, namanya yang nulis juga beda, yang satu cantik, yang satu ganteng *terus kedengeran suara orang muntah*

Blogging dan SEO apa hubungannya?

Sebagai Simbok yang sangat gagap teknologi, terus terang kami nggak main SEO sama sekali. Bukannya sok nggak mau dan menganggap content adalah segalanya, tapi emang GA MUDENG wakakakak. Eh tapi begini-begini saya dulu sempat ngurusin blog www.undp.or.id gegara ditinggal si Veriy. Mau nangis aja tiap ada email dari New York tentang website. Bisa dibayangkan sosok gaptek ini ngurusin blog korporat yang dinilai dan nilainya akan masuk pada nilai total Country Office dan dibandingkan dengan negara2 lain. Gubraks *mewek*

Balik lagi ke blog. Ceritanya sok-sok an biar keren itu blog pernah dipindah dari WP ke self hosting. Yang ada, down terus, berat, dan jadi males ngopeni. Dasarnya gaptek kok sok-sokan ya. Akhirnya tahun 2014 balik kucing ke WP dengan domain yang tetap sama. Malah enak cuma bayar WP aja.

Media sosial ngaruh ke blog?

Jelas. Justru sepertinya pembaca setia saya *cieeeeeeh* kebanyakan adalah teman sendiri atau pembaca tidak kenal yang kemudian menjadi teman karena kemudian add friend di FB atau suka interaksi di twitter.

Belakangan ini marak kicauan tentang fake followers di Twitter. Sebelum saya kenal dengan The Toxic Waste Lips @alidabdul dari alidabdul.com, boro-boro saya ngerti begituan, GA MUDENG. Di Twitter followers saya sekitar 1160, itu pun nambahnya sejimpit-sejimpit. Alhamdulillah, lebih dari 90% manusia beneran, hanya sedikit yang merupakan “hantu” wakakakak.

Eh tapi saya tidak akan terlalu banyak menyoal tentang jual beli followers itu. Monggo terserah Anda saja kalau memang mau beli followers untuk memperkuat portfolio demi kontes-kontesan, jadi buzzer, atau job review. Saya suka yang natural saja. Ibaratnya daftar kerja ya pakai ijazah hasil sekolah bukan ijazah hasil beli wikikikiki *heh, gulungan ijazah saya mana ya?

Oh tapi by the way busway, share di FB dan Twitter memang pengaruh banget buat naikin views. Apalagi kalau posting saya yang kategori “waton nggambleh” alias curcol, deeeuhhhh pasti banyak yang komen deh. Paling laris adalah soal NST, beasiswa, dan tentang hubungan antara toleransi dan travelling (yang terakhir ini sudah dishare di FB lebih dari 1000 kali).

Saya punya Path, Google+ tapi tidak dimanfaatkan. Ga punya LinkedIn dan FB Fanpage pun umurnya masih hitungan hari. Apa mau dimaksimalkan juga ya? Terus masaknya kapan? *disawat munthu*

Banyak komunitas blog di dunia maya ini, saya hanya ikut Komunitas Emak Blogger (KEB), yang sesuai namanya isinya emak-emak. Share di grup komunitas semacam ini lumayan menaikkan traffic terutama kalau temanya sesuai. Sayang, saya suka lupa share. Saya ikut Backpacker Dunia juga tapi tidak pernah share ke sana. Pernah beberapa kali tulisan masuk grup BD tapi bukan saya yang share. Hasilnya, trafik nai tajam! *terus mikir mau ikut komunitas lain, enaknya apa yaaaa

Tapi kembali ke tujuan kita ngeblog, untuk apa? Bagi saya yang dasarnya suka nulis dan butuh wadah curhatan, ngeblog ini adalah salah satu cara pelampiasan paling elegan. Coba kalau saya lampiaskan ke Puput apa dia enggak menggeh-menggeh?

Saya memang tidak memaksudkan blog untuk sarana cari uang, kalaupun ada kesempatan ya alhamdulillah. Saya hanya pernah mendapatkan beberapa juta rupiah total sebagai penghasilan blog selama ini. Kalau ada email mampir menawarkan job review dengan fee tertentu, memang tidak pernah saya ambil karena bagi saya waktu lebih berharga daripada sekian rupiah. Walau tidak menulis untuk mendapatkan uang, tapi proses menulis sendiri harus dihargai. Saya lebih memilih menulis gratis untuk sebuah cause (misalnya lingkungan) daripada menulis dibayar untuk sebuah produk. Tapi, setiap blogger punya pertimbangan berbeda, tentu…

Kalaupun ada keuntungan yang kemudian berwujud material adalah kesempatan menulis buku dan artikel majalah/koran yang kemudian menghasilkan royalty dan honor. Jangan dipandang banyak, hahahahah ga sebanding banget sama biaya jalan-jalannya. Tapi toh tujuan saya jalan-jalan untuk kebahagiaan diri dan kemaslahatan keluarga bukan? Bukan untuk cari uang.

Alhamdulillah sudah terbit 4 buku panduan wisata, 1 antologi, dan 1 novel. Sekarang sedang pengerjaan 2 proyek lagi….

Saya blogger serius, buktinya ada lebih dari 500 tulisan di blog. Tapi saya bukan blogger ngoyo yang sehari berjam-jam ngurusin blog. Kalau sempat saja saya menulis, ngoprek sama sekali nggak pernah huhuhuhu soale GA MUDENG.

Ah apalah saya ini hanya butiran gula pasir yang dikerubungi semut…

Bagi saya dan Puput blog yang tidak menghasilkan ini bagai anak ke-2, disayang-sayang, dikasih makan secara rutin. Menambah variasi dalam rumah tangga kami. Kalau missal pulang jalan-jalan akan berbagi tugas: kamu nulis ini aku nulis itu. Walau akhirnya bagian Puput ga ditulis-tulis. Meeeeh

Saya rutin mengupdate blog karena saya suka, bukan karena terpaksa. Kalau pas males ya nggak maksain. Nggak dapet duit we ndadak ngoyo? Kalau lagi rajin bisa tiap hari post baru.

Untuk Backpackology memang khusus travelling atau hal yang berkaitan. Saya bingung juga mau nulis yang lain. Tapi blog juga berevolusi, dulu hanya destinasi dan tips sekarang banyak menulis tentang family travelling, because that’s what we are.

Bagi saya blog harus khas, kalau tidak pasti tidak menonjol di antara ribuan blog di Indonesia ini. Selain itu, yang punya semangat traveling nggak hanya yang single kok, keluarga juga!

Kalau sering baca blog saya pasti menemukan ciri lain, yaitu kejawa-jawaan. ya memang karena saya orang Jawa dan tidak berniat menyembunyikan itu. Bayangkan saya yang medok ini pernah disuruh nulis pakai lo guwe….langsung saya balas, “Mas aku ora iso.”

Satu hal lagi yang menurut saya merupakan keuntungan ngeblog. Saya dapat banyak teman baru. Iya, TEMAN, bukan jaringan. Teman bego-begoan di media sosial yang sering berlanjut di dunia nyata. Ada yang lambenya peceren, ada yang perutnya kotak-kotak, ada yang tukang PHP, ada yang gembul, ada yang idealis, ada yang cupu, ada yang nganu-nganu dan sebagainya.

Saya nggak pernah berharap dapat job dari teman-teman ini. Saya sudah bilang, teman, bukan jaringan.

Ah itu hanya sepatah-dua patah kata dari saya saja. Kalau kalian ngeblog buat apa?

Advertisements

51 thoughts on “Kamu Ngeblog Untuk Apa?”

  1. Mari bersama untuk tetap konsisten dalam berkarya. Istilahnya, dibayar tidak dibayar tetap akan ngeblog (dan jalan-jalan) selamanya.

    Aku jadi malu disindir …. “ada yang perutnya kotak-kotak” …. 😀

    Like

  2. Tahun 2014 kemaren sih gayanya mau kayak orang2 banyak. Ngeblog pengen dapat duit, menangin lomba dan buat jalan2 gretong. Tapi akhir tahun mulai gak yakin karena ternyata bbrp hal dalam prosesnya bikin ngerasa “gak gue banget”.
    Jadi, belum nemuin jawabnya, mbok. Tujuan ngeblog ke depannya untuk apa hehehe. Atau balik ke jaman dulu. Just for fun…

    Like

    1. Hoo kadang aku ngerasa kaya gitu. Ngeblog kok terpaksa…hasilnya jg ga memuaskan. Makanya kalo curcolan pasti paling laku krn dari.hati wakakak

      Like

  3. simbok ini emang asik tulisannya…kalo saya sih nulis buat catatan sendiri , ada yang baca sukur, enggak ya sudah..tapi memang spesial traveling aja, jadi yang ga suka travel mungkin ga minat.

    Liked by 1 person

  4. itu mah bukan sepatah dua patah kata mbok, tapi beberapa paragraf 😀

    apapun itu, saya salut karena panjenengan bisa menginspirasi bahwa ternyata travelling dengan kelurga begitu menyenangkan. soalnya dulu pikiranku yang sempit ini kalo mau keliling dunia ya kudu single. dan ternyata salaaah :(.

    kalo nge blog bagi saya itu sekedar merapikan kenangan dan berbagi, kalo misal traffic naik ya alhamdulilah sih… walau sadar tulisan saya masih jauh dari sesepuh lainnya

    Like

  5. Ngeblog buat share donk, basa laine sih pamer hahaha. Selain itu ngeblog sebagai terapi biar nggak pikun, jika suatu hari nanti amit-amit hilang ingatan, lumpuh ingatan kayak judul lagu kutukannya Geisha kan masih bisa diingetin teman tentang memory perjalanan yang sudah tertulis di blog. Gitu aja sih mbak e…
    Salam tabik hahahaha

    Like

  6. Ngeblog untuk sharing sih kalau aku, Mbak 🙂 sekalian buat dokumentasi pribadi. Menyenangkan juga baca-baca lagi tulisan-tulisan lama..
    Kalau masalah SEO dan sosial media, kurang lebih pendapatku mirip-mirip sama Mbak Olen. Walaupun SEO ngerti dikit, tapi ga terlalu sering diterapin juga Mbak. Trus kalau blog bisa di monetize ya alhamdulillah, kalau belum bisa ya santai aja. 😀
    Oh ya, bonusnya (1) Seperti mbak bilang, bisa ketemuan sama orang-orang yang awalnya kenal melalui blog, banyak yang seru dan menyenangkan (2) Tulisan yang dibikin sepenuh hati bisa bermanfaat buat orang lain, trus orang itu menyampaikannya melalui comment. Duh, itu girang bukan main pas baca commentnya. Hidung kembang kempis. Hahaha..

    Liked by 2 people

  7. Ngeblog buat belajar nulis mbok. Setelah menikah, mikirnya traveling ya bawa anak2, alhasil beberapa perjalanan pasti ngubernya kereta. Lha anaknya maniak kereta..

    Like

  8. Ah, simbooookkkkkk … setelah berkali2 mengerutkan dahi membaca yang anuh ituh, trus membaca bagian soal teman yang ini => “Iya, TEMAN, bukan jaringan. Teman bego-begoan di media sosial yang sering berlanjut di dunia nyata” <= rasanya seneeeeeng sekali.

    Omong-omong soal blog yang harus khas, aduh duh duh, jadi ngaca trus ketampar *nunduk sambil milin2 ujung kaus*

    Like

  9. simbook, aku mau buat postingan gini juga ah, pas ulang tahun nanti.
    aku ngeblog buat nyari tenar, mbok. masa agnes monika doang yang tenar *halah*
    nulis yang senang-senang. tentang nyari temen, iya dapat banyak temen asyik yang bisa ngobrol serius sampai ngobrol ngaco. (tapi aku orangnya serius, hiahahaha). bahkan ada temen jalan yang nggak mau ngomong sama aku lagi pun aku masih tullisin *ehmalahcurcol*

    Like

      1. Hooh. Takcritani tadi heboh di bandara. Nangis. Gara2 excavator CAT kesayangannya ketinggalan di taksi coba. Duh biyung. Butuh 10 menit to cheer him up pake dijanjiin macem2. Dia lega sih hbs denger aku telp pak taksinya (langganan) dan emg ketinggalan di mobil.

        Like

  10. rumiyin jaman tahun 2003 ngeblog ngagem blogdrive kagem nulis diary online mboten jelas.Menawi emut dados lingsem.Tahun 2007-2009 jamanipun multiply ngeblog kagem nulis.Nembe seneng senenge gadah lare.Sakmeniko ngeblog kok pengin kados tiang-tiang pikantuk arto.*Ngetes ngendikanipun simbok tiyang jogja* mangertos boso mboten nggih.Qiqiqi

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s