Menjelajah Perut Bumi dalam Gua Tempurung, Perak Malaysia


Kalau Anda penggemar wisata petualangan alias adventure, kunjungan ke Gua Tempurung wajib hukumnya kalau melancong ke Malaysia. Terletak di Negeri Perak, Gua Tempurung bisa dijangkau dari KL selama sekitar 2,5 jam naik mobil lewat jalan tol. Apa yang istimewa dari Gua Tempurung? Selain lokasinya yang mudah dijangkau, gua ini merupakan gua terbesar di Semenanjung Malaysia alias Malaysia Barat. Gua ini juga sudah dilengkapi dengan tangga dan lampu di dalamnya sehingga cocok untuk wisata keluarga juga. Namun kalau Anda ingin benar-benar menelusuri gua lebih dalam hingga basah-basahan melewati sungai bawah tanah, gua ini juga menawarkan sensasi yang menakjubkan.

Kubah dalam Gua Tempurung yang megah, sangat kontras dengan mulut gua yang kecil
Kubah dalam Gua Tempurung yang megah, sangat kontras dengan mulut gua yang kecil

Dari Kuala Lumpur, ada banyak pilihan menuju Gua Tempurung. Paling gampang tentu saja menggunakan jasa agensi pelancongan alias tour agent. Tapi kalau Anda mau berwisata ala backpacker, cara paling efisien adalah ke Ipoh dahulu. Ipoh adalah bandaraya alias ibukota Negeri Perak (setingkat propinsi kalau di Indonesia), bisa dijangkau dengan kereta KTM atau bis. Saran saya, lebih enak naik KTM (Keretapi Tanah Melayu Berhad, PT KAI-nya Malaysia) dari KL Sentral. Perjalanan naik kereta bisa ditempuh dalam 3 jam saja. Setelah turun di Stasiun Ipoh, Anda bisa mencari penginapan dulu sembari berkeliling kota Ipoh. Dari Ipoh, Anda harus menyewa mobil, naik taksi, atau ikut tur kalau mau ke Gua Tempurung. Dari pusat kota Ipoh, Gua Tempurung hanya berjarak 25 km atau sekitar setengah jam perjalanan saja.

Aneka macam atraksi tersedia di Gua Tempurung, cocok sebagai destinasi wisata keluarga
Aneka macam atraksi tersedia di Gua Tempurung, cocok sebagai destinasi wisata keluarga

Pengelola Gua Tempurung menyediakan 4 pilihan paket tur standar, yaitu Golden Flowstone (kering), Top of the World (kering), Top of the World & Short River Adventure (basah), dan Grand Tour (basah). Yang paling mudah adalah Paket 1 Golden Flowstone yang memakan waktu sekitar 40 menit pulang pergi. Biaya pun cukup terjangkau, hanya RM 6 untuk dewasa dan RM 2,5 untuk anak-anak 6-12 tahun. Paket ini cocok untuk Anda yang membawa keluarga, anak kecil, atau memang malas berjalan jauh dan hanya sekedar ingin merasakan sensasi masuk gua.

Aneka paket penjelajahan Gua Tempurung, mulai dari yang santai hingga yang benar-benar menantang
Aneka paket penjelajahan Gua Tempurung, mulai dari yang santai hingga yang benar-benar menantang

Saya sendiri sebenarnya adalah pecinta caving alias selusur gua waktu jaman SMA. Namun karena kini saya bersama simbok yang hamil muda dan seorang anak ngglidhik bernama Oliq yang baru pertama kali masuk gua, rasanya paket 1 adalah pilihan yang paling bijaksana. Kalau Anda tidak membawa anak kecil, cobalah paket yang melewati sungai bawah tanah, dijamin lebih memacu adrenalin.

Sungai bawah tanah dalam Gua Tempurung yang mengasyikan
Sungai bawah tanah dalam Gua Tempurung yang mengasyikan

Setelah membayar tiket, kami diberi stiker bundar warna orange yang menandakan pilihan paket. Lalu kami menunggu sejenak bersama rombongan lain. Rupanya pengelola sudah mengatur jam berapa saja pengunjung bisa masuk gua ditemani pemandu. Kalau tak salah, setiap setengah jam. Setelah jam yang ditentukan tiba, pengunjung diberi pengarahan singkat oleh pemandu gua sebelum memasuki gua. Oya, dari luar lokasi Gua Tempurung ini hanya seperti bukit kapur yang ditumbuhi pepohonan lebat, mirip dengan Gunung Kidul. Rupanya pintu masuk gua sangat kecil, hanya selebar jalan setapak, itu pun diberi pintu. Namun diatas pintu masuk terlihat lubang besar yang menandakan ada gua di dalamnya. Setelah masuk, baru saya tercengang melihat keindahan gua ini.

Mejeng dulu di depan pintu masuk Gua Tempurung yang kecil, kontras dengan bagian dalam yang besar
Mejeng dulu di depan pintu masuk Gua Tempurung yang kecil, kontras dengan bagian dalam yang besar

Dalam gua ini sudah dibangun jalan setapak yang dilengkapi pagar pengaman besi di sampingnya. Setelah berjalan beberapa meter, terlihat pesona yang sesungguhnya dari gua ini. Gua ini memiliki dome alias kubah raksasa yang sangat menawan. Langit-langit gua ini mengingatkan orang pada tempurung kelapa, dari sinilah nama Gua Tempurung berasal. Ada 5 kubah di dalam gua ini, paling tinggi bisa mencapai 120 m. Semakin jauh berjalan, tampak ornament-ornamen gua seperti stalaktit, stalagmit, pilar, tirai, dll yang umum terdapat dalam gua.

Jalan setapak dalam gua, bagian ini masih terlihat kering karena tak jauh dari pintu masuk
Jalan setapak dalam gua, bagian ini masih terlihat kering karena tak jauh dari pintu masuk

Ornamen-ornamen ini makin cantik diterangi lampu kekuningan yang menerangi dalam gua. Menurut saya, dari segi ornamen, Gua Gong di Pacitan masih lebih cantik, namun pesona kubah dalam Gua Tempurung memang sulit dicari tandingannya. Dengan ukuran kubah yang sangat besar, lekukan batuan gua di langit-langit terlihat sangat megah. Stalaktit raksasa yang menggantung dan stalakmit kokoh yang tegak berdiri menambah pesona gua yang misterius ini.

Ornamen stalaktit, stalakmit, dan pilar dalam Gua Tempurung yang anggun namun misterius
Ornamen stalaktit, stalakmit, dan pilar dalam Gua Tempurung yang anggun namun misterius

Awalnya jalan setapak dalam gua hanya datar dan sedikit menanjak saja. Namun makin jauh ke dalam, rupanya tangga-tangga yang tinggi sudah menanti. Oliq yang sudah kecapekan jadi manja minta digendong. Terpaksalah saya menggendong sambil meniti tangga perlahan. Kalau simboknya jelas sudah tak kuat lagi karena ada adiknya Oliq di dalam perutnya. Kalau sudah kecapekan, Oliq saya turunin dan kami paksa jalan sambil digandeng. Memang kudu ekstra hati-hati. Selain tangganya cukup tinggi, beberapa tempat agak licin karena ada tetesan air dari langit gua. Sebenarnya memang gua ini tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 6 tahun, tak heran kalau anak di bawah 6 tahun masih gratis masuknya. Tapi kalau Anda pede bisa menggendong atau menggandengnya melewati tangga-tangga curam yang agak licin, silahkan saja.

Tangga yang curam siap menanti Anda dalam penjelajahan Gua Tempurung
Tangga yang curam siap menanti Anda dalam penjelajahan Gua Tempurung

Yang jelas, perjuangan melewati jalan setapak dalam gua terbayar dengan indahnya kubah dan ornament gua. Gemericik sungai bawah tanah juga menambah syahdu suasana dalam gua. Untungnya lagi, dalam gua ini tidak tercium bau kotoran kelelawar yang umumnya ada di setiap gua. Namun memang udara dalam gua pasti sangat lembab dan terasa tidak nyaman. Sampai akhirnya kami sampai di tempat yang agak datar dengan ornament pilar-pilar cantik, tiba-tiba Oliq merengek kebelet pipis dan minta keluar. Ya sudahlah, akhirnya kami putuskan untuk mengakhiri petualangan jelajah gua dengan foto-foto di lokasi ini.

Berfoto bareng Oliq dengan latar ornamen Gua Tempurung yang cantik dan megah
Berfoto bareng Oliq dengan latar ornamen Gua Tempurung yang cantik dan megah

Untungnya spot ini lumayan cantik sebagai background foto. Kami lalu memisahkan dari rombongan dan berjalan kembali ke arah pintu masuk melalui jalan yang sama. Di sini tantangannya lebih terasa lagi, karena saat menuruni tangga, kami harus sangat ekstra hati-hati. Satu tangan berpegangan erat pada pagar besi yang agak berkarat, sementara tangan satunya lagi harus menggandeng Oliq erat-erat. Di beberapa tempat cahayanya juga remang-remang, jadi memang harus sangat perlahan ketika menuruni tangga.

Kubah dalam Gua Tempurung yang sangat besar, terlihat jalan setapak yang panjang dan berundak-undak
Kubah dalam Gua Tempurung yang sangat besar, terlihat jalan setapak yang panjang dan berundak-undak

Alhamdulillah, akhirnya kami sampai di mulut gua dengan selamat, plus bonus Oliq bisa nahan pipis hingga di toilet di luar gua. Rasanya petualangan selusur gua perdana Oliq cukup sukses, semoga nanti dia bisa melanjutkan petualangan caving yang lebih menantang.

Oya, kalau Anda berminat masuk gua ini, jangan lupa gunakan alas kaki yang sesuai. Paling cocok tentu saja sepatu gunung, tapi sepatu olahraga biasa pun tak masalah. Sandal gunung seperti yang saya pakai pun juga OK. Yang penting, jangan sekali-kali pakai high heel, dijamin gampang kepleset atau keseleo. Rok panjang juga tidak direkomendasikan, lebih baik rok mini…. Eh salah, mendingan celana panjang, lebih aman untuk naik turun tangga yang agak curam. Itu saja tips ringan dari saya, selamat berpetualang.

Advertisements

7 thoughts on “Menjelajah Perut Bumi dalam Gua Tempurung, Perak Malaysia”

  1. Jadi ngebandingin ama Goa Gong yang kupikir terkeran se-Asia Tenggara, ternyata Malaysia malah punya yang lebih cakep bahkan bisa mengemas apik banget buat wisata keluarga. Nice post mbak e *nyicil beli legging ehh celana training* 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s