Menjadi Pejalan Mandiri, Jangan Malas!


Separo dari sebuah perjalanan adalah perencanaan. Bohong kalau seorang pejalan mengatakan ia pergi tanpa perencanaan lebih dahulu. Yang benar adalah mungkin dia pergi tanpa perencanaan yang matang.IMG_3000

Walaupun Anda pergi dengan mengikuti tur, tetap ada perencanaan, bukan? Misal: memilih agen perjalanan yang tepat, merencanakan apa saja yang harus dibawa, bawa uang berapa, dan sebagainya. Apalagi Anda yang memilih menjadi pejalan mandiri.

Ketika akan melakukan perjalanan, sangat banyak yang harus direncanakan. Mencari waktu yang tepat, berburu tiket murah, membandingkan tarif penginapan hanya sedikit dari keseluruhan perencanaan. Kadang perencanaan justru lebih panjang dari perjalanan itu sendiri. Suatu saat Anda mungkin pernah merencanakan perjalanan selama berbulan-bulan hanya untuk pergi selama seminggu.

Perencanaan itu perlu.

Perencanaan itu sebaiknya dinikmati.

Di depan Sydney Opera House
Di depan Sydney Opera House

Dalam banyak kesempatan saya merasa bahwa merencanakan perjalanan justru lebih asyik daripada perjalanan itu sendiri. Merencanakan perjalanan (terutama ke tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya) membuat imajinasi saya menjadi liar, membayangkan kota-kota kecil berinteraksi dengan benak saya, bangunan-bangunan tua saksi sejarah yang membisu, atau kepulan di atas sebuah mangkuk yang berisi entah apa.

Di era teknologi seperti ini, mencari infomasi tentang sebuah negara atau kota tertentu sangat mudah. Hanya dengan beberapa klik saya menemukan hampir semua yang saya cari. Informasi umum lengkap, informasi dan rekomendasi pariwisata banyak, yang sangat spesifik pun bisa diketemukan. Misalnya: di Vietnam jangan pernah naik taksi Vinamet atau Vinason. Ataupun informasi terkini, seperti: Malaysia sedang musim hujan, lebih baik sedia payung dan/atau jas hujan.

Dengan perencanaan yang matang, pengeluaran pun dapat dihemat. Now, I get everybody’s attention!

Contoh sederhana saja, ketika berada di sebuah negara dan Anda hendak bepergian dari kota X ke Y. Dengan perencanaan dan riset, niscaya Anda dapat menemukan cara yang paling murah dan nyaman. Misalnya: ternyata bus dari X ke Y lebih murah daripada naik kereta, tapi bila memilih kereta malam yang sedikit lebih mahal dan sedikit lebih lama, Anda dapat mengirit 1 malam ongkos penginapan.

Bawa jabang bayi ke Taj Mahal
Bawa jabang bayi ke Taj Mahal

Sayangnya, saya banyak melihat (calon) pejalan terlalu malas untuk melakukan riset. Padahal, saya yakin, mungkin 99% memiliki ponsel pintar. Golongan ini adalah mereka yang malas melakukan riset, namun terlalu rajin bertanya. Bekalilah diri Anda dengan informasi sebelum bertanya

Bukan berarti saya mengatakan bahwa bertanya itu salah. Tapi, untuk kebaikan Anda sendiri dan demi kewarasan yang ditanya, sebaiknya melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu. Ingat, yang Anda tanya bukanlah Lonely Planet berjalan yang merekam hingga detail yang paling kecil. Kadang ketika ditanya pun saya harus browsing dahulu karena tidak yakin dengan jawaban saya.

Pejalan hanya manusia.

Kereta peluru Shinkansen jenis N700, sanggup melaju hingga 300 km/jam
Kereta peluru Shinkansen jenis N700, sanggup melaju hingga 300 km/jam

Saya tergabung menjadi anggota sebuah forum backpacking yang anggotanya lebih dari 50 ribu. Anggotanya pun bermacam-macam, ada yang sudah pergi ke puluhan negara, ada yang paspor saja baru berencana membuat. Dalam grup ini, hanya satu hari bisa ada berkali-kali pertanyaan yang sama, yang membuat anggota lain gerah. Bukan apa-apa, hanya saja banyak pertanyaan sangat tidak efisien dan spesifik, yang jawabannya bisa diketemukan dengan segera ketika Anda membuka browser dan mengetik kata kuncinya di mesin pencari. Pertanyaan yang menandakan si penanya malas. Gerah karena terlihat bahwa si penanya tidak melakukan riset terlebih dahulu.

Jangan salah, saya senang lho ditanya-tanya, tapi tolonglah, do your part then I’ll help you with my part.

Saya beberapa kali menerima email/komen dari pembaca blog yang secara terbuka meminta saya membuatkan agenda perjalanan (itinerary). Wah, saya jelas keberatan, dengan berbagai alasan, 1) Saya tidak kenal dengan Anda mengapa ujug-ujug menyuruh saya, 2) tidak dibayar pula HAH!, 3) Saya tidak tahu minat Anda bagaimana bisa membuatkan agenda, 4) sebenarnya Anda bisa membuat sendiri, baru lalu mengkonsultasikan kepada saya apakah agenda tersebut feasible, saya dengan senang hati akan membantu.

Riset, riset, riset!

Ada banyak pertanyaan lain yang terlalu mendasar sehingga saya sampai bingung menjawabnya. Dalam benak, saya berteriak, “Jadi, maumu ke mana sih?”covervietnam

Salah satu bekal penting bagi pejalan adalah pengetahuan geografi. Alat bantunya adalah peta. Di masa yang sangat oke ini, pakai saja Google Maps, niscaya Anda akan menemukan informasi jarak antara X ke Y, waktu tempuh, dan pilihan moda transportasinya.

Masa Anda-Anda yang pintar ini kalah dengan Oliq yang umurnya 3 tahun dan sudah tahu bahwa (dari KL) Melaka itu dekat, Hong Kong itu jauh, dan Paris itu jauuuuh sekali.

Bagi yang baru pertama kali hendak bertualang secara mandiri, mungkin bingung harus mulai perencanaan dari mana. OK, saya bantu sedikit dengan beberapa tautan penting senjata para pejalan irit (terutama ke luar negeri):

Pesawat murah: www.airasia.com (KL based), www.tigerair.com (SG based) dan untuk membandingkan harga melalui www.skyscanner.net. Jangan terbatas pada ini. Masih buanyaaaak yg lain.

Penginapan: www.agoda.com, www.booking.com, www.hostelbooker.com dan www.hostelworld.com terutama untuk yang mengejar kamar berbentuk dorm. Untuk mencari apartemen bisa ke www.airbnb.com atau www.tripadvisor.com bagian vacation rental. Untuk membandingkan tarif penginapan bisa melalui www.hotelscombined.com.

Review lokasi wisata dapat membuka www.tripadvisor.com, dari Lonely Planet maupun Yahoo Voyage.

Untuk melihat jarak X ke Y dan moda transportasi di kota tertentu bisa dengan Google Maps.

Melihat cuaca di kota yang akan Anda singgahi (sehingga Anda tidak salah kostum dan salah packing) dapat melalui Accuweather, maupun Yahoo dan Google.

Bingung dengan kurs mata uang? Saya biasa pakai Coinmill, atau XE untuk aplikasi di ponsel.

Anda juga bisa mengulik banyak cerita menarik dari berbagai blog perjalanan yang sangat menjamur. Sajian dan cara bertuturnya berbeda-beda, ambil yang sesuai dengan Anda. Bandingkan satu dengan yang lain, mana yang lebih sesuai dengan renjana Anda. Blog zaman sekarang keren-keren lho, banyak juga yang mengulas tentang hal yang bagi pejalan sangat SENSITIF, yaitu budget. Coba buka blog Mbak Vicky di http:// jejakvicky.com, atau blog keluarga punya http://travelingprecils.blogspot.com.

Daripada Anda hanya bertanya pada satu dua orang yang minatnya (dan budget dan preferensi) belum tentu sama dengan Anda, mending melakukan beberapa klik untuk mendapatkan informasi yang lebih komprehensif. Kalau masih belum menemukan informasi spesifik, atau masih ragu, silakan tanya pada yang dianggap lebih paham. Saya senang ditanya tentang travelling, tapi enggan juga kalau harus jadi Guru Geografi.

Mulailah jadi pejalan mandiri yang tidak (terlalu) mengandalkan orang lain. Bertanya itu sah, asal jangan malas mencari informasi sendiri.

Advertisements

12 thoughts on “Menjadi Pejalan Mandiri, Jangan Malas!”

  1. “Saya beberapa kali menerima email/komen dari pembaca blog yang secara terbuka meminta saya membuatkan agenda perjalanan (itinerary)” <~ kalau ada yang nanya gini bales pake ratecard aja mbak~ mayan buat tambah beli tiket ke turki *ngakak*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s