5 Barang IKEA Favorit Simbok


Disclaimer: Ini bukan iklan, tapi kalau diajak jadi buzzer IKEA sih mau-mau aja hakakaka

Tulisan ini tidak termasuk dalam kategori traveling? Salah besar, setahu saya banyak sekali wisatawan Indonesia yang pergi ke Singapura dan Kuala Lumpur dan menyempatkan diri untuk singgah ke IKEA.

Bagi yang belum paham betul, IKEA adalah toko perabot (dan peralatan rumah tangga lainnya) dari Swedia dan sudah memiliki toko di 43 negara per September 2014. IKEA terkenal akan desainnya yang minimalis, menjual mulai dari perabot besar seperti satu set lemari hingga mainan anak-anak. IKEA baru saja membuka toko pertama di Indonesia, berlokasi di Alam Sutera.

Baru saja ada kawan dari Jakarta datang ke KL dan bercerita bahwa banyak orang menganggap IKEA mahal. Saya kurang tahu sih harga di sana seperti apa, memang saya lihat ada beberapa produk sama persis yang harganya jauh lebih mahal daripada di KL dan SG. Tapi untuk dikatakan semua mahal, saya nggak sepakat, saya yakin mereka tidak teliti mencari dan tidak mengintip katalog lebih dulu.

Saya sudah mendengar tentang IKEA sejak awal 2000, tapi baru bisa menyambangi toko-nya di tahun 2005 di Melbourne. Saya punya cukup banyak barang kecil IKEA di flat saya. Bahkan ketika ada teman datang dari Brisbane dan Canberra pun minta diajak ke IKEA.
Setelah menikah, waktu ke Singapura, saya sempat mborong dua koper penuh panci, wajan, sothil, dan toples untuk dibawa ke Jakarta. Sebagian memang titipan, tapi punya saya lebih banyak.

Bagi yang pertama ke IKEA mungkin bingung, tidak ada bayangan seperti apa besarnya, dan menemukan yang murah-murah di mana. Jaman dulu saya suka ke showroom lihat satu per satu penataan ruangan. Setelah tinggal di KL, dan ke IKEA itu terlalu sering, saya biasanya langsung meluncur ke Markethall untuk cari barang-barang murah.

Sekarang saya memang tinggal di condo yang dikelilingi barang-barang IKEA: ranjang, tirai, lemari, jam dinding, frame, lampu, tanaman, rak, mattress protector, meja, kursi, mainan, cermin, sebagian kecil barang saya, tapi barang-barang besar milik owner unit ini yang juga maniak IKEA. Maklum, di sini dianggap murah sekali dan bisa one-stop shopping, nggak ribet!

Mungkin bisa membantu ada beberapa barang favorit saya di IKEA, terutama karena harganya murah (sangat meriah)

1. Jam dinding RUSCH. Entah sudah berapa kali saya beli Rusch ini, yang pertama sepertinya di Tampines Singapura dengan harga SGD 1,5 (kurs waktu itu 6-7 ribu) jadi harganya setara Rp 10 ribu. Jam dinding sepuluh ewu tersebut bertahan lebih dari 3 tahun, ketika kami tinggal di apartemen sewaan Jakarta masih jalan, walau lapisan bagian dalam sudah mengelupas. Setahun belakangan saya beli di IKEA KL harganya RM 2,5 (setara Rp 11 ribu) dan saya sudah beli beberapa buah untuk rumah di KL dan Jogja, semuanya beroperasi dengan baik. Sayangnya waktu saya tengok harga di IKEA Indonesia, harganya Rp 39.900, hampir 4 kali lipat!RUSCH Wall clock IKEA

2. Gelas REKO. Ada banyak macam gelas di IKEA, murah maupun mahal. Gelas kaca (beling) paling murah Reko ini, harganya RM 3,5 (setara Rp 13 ribu) sudah dapat 6. Gelasnya kecil tapi kacanya cukup tebal. Di Jakarta, Reko dibanderol Rp 24,900. Coba berapa gelas termurah yang Anda beli di supermarket? Saya cuma berhasil nemu yang satuannya Rp 6 ribu, itu pun belingnya tipis.REKO Glass IKEA Can be stacked inside one another to save space in your cabinets when not in use.

3. Wadah-wadahan PRUTA. Ini model tupperware-tupperwarean yang murah meriah. Saya, terus terang saja tidak akan mau menghabiskan ratusan ribu hanya untuk toples wadah bumbu, gula, garam. Makanya si Pruta ini jadi favorit saya. Plastiknya memang tipis beda dengan Tupperware atau Lock and Lock, tapi saya kira kunir dan kencur saya tidak membutuhkan wadah mewah. Pruta terdiri dari 17 wadah beragam ukuran, dari yang besar bisa untuk tempat ikan di freezer, gula, tepung, hingga yang ukuran mini untuk bumbu jarang dipakai: jinten, oregano dsb. Harganya RM 14,90 (Rp 55 ribu). Di IKEA Indonesia harganya Rp 79.900.PRUTA Food container, set of 17 IKEA

4. Tempat laundry JÅLL, saya sudah pernah pakai waktu di Australia dan enak ringkas bisa dilipat. Bawa pulangnya pun gampang walau harus naik bus. Harga RM 9,90 (Rp 36.600) di Indonesia dijual dengan harga Rp 44.900.JÄLL Laundry bag with stand IKEA Can be folded up, which makes the laundry bag simple to carry and put away.

5. Selimut KRÅKRIS, bisa dipakai juga untuk tutup sofa, kemul, dan sebagainya. Praktis deh. Harganya RM 8,90 (Rp 33.000), di Indonesia dijual dengan harga Rp 49.900. KRÅKRIS Throw IKEA The fleece throw feels soft against your skin and can be machine washed.Beberapa benda lain yang saya merasa sangat puas setelah pemakaian 3 tahun ++ adalah set panci Kavalkad RM 49.90 (di Indonesia Rp 199 ribu untuk 3 pieces), wok+tutup Skanka RM 79 (Rp 249 ribu, di Indonesia jadinya lebih murah sekitar 50 ribu) buat saya wok IKEA ini malah lebih memuaskan performanya dibandingkan Green Pan, telenan Dralla 2 lembar RM 9,90 (Indonesia Rp 39.900), 3 pieces pisau Andlig RM 25,90 (Indonesia Rp 99.000), piring Lugn yang satuannyaRM 1,5 saja alias 7 ribuan!SKÄNKA Wok with lid IKEA Comfortable handles make the cookware easy to lift.

Ingat, ada beberapa produk yang bagi saya adalah “produk gagal” misalnya toples-toplesan entah apa namanya itu yang tutupnya nggak rapat, lalu Akut (3 pieces sothil-sothilan yang terlalu lembek sulit untuk mengaduk) saya lebih suka generasi terdahulu yang bernama Mixa terbuat dari kayu.

Mengapa harga di Indonesia cenderung lebih mahal (walau tidak semua)? Wah saya nggak tahu jawabannya, tapi kata Puput biar pembeli nggak semuanya lari ke IKEA, kasihan pedagang kecil. Ih, suami saya bijak ya?

Demikian rekomendasi dari Simbok, tentu saja, tidak dijamin ya hahahaha

*Harga sesuai dengan web IKEA Malaysia dan IKEA Indonesia per 11 November 2014
** Foto pinjam dari web IKEA Malaysia karena Simbok males motoin barang-barang yang tersebar di mana-mana

Advertisements

20 thoughts on “5 Barang IKEA Favorit Simbok”

  1. Saya malah ga ngerti IKEA apaan. hahaha. Googling ternyata ada juga IKEA di Jepang. Kirain ga ada. Hihihi. Barang2 di apato saya cukuplah beli di toko second aja, cukup murah. 😀 Maklum, mikirnya suatu saat nanti pasti pulang ke Indonesia, jd ga perlu beli barang bagus2 atau baru, karena nanti pas pindahan susah buangnyaaa. 😀 Biar second asal masih bisa dipake, it’s oke lah. Hihihi

    Like

    1. Nah waktu di oz byk juga sekenan yg bagus tapi klo panci aku ga tega. Kan ga tau dulu buat masa apa. Klo buat masak orang cobaaaa akkkk

      Like

  2. Kalo perpancian dan perwajanan punya ikea gmana kualitasnya mbak?pake ga?minta reviewnya dong.abis sekarang suka parno sama barang2 yg bahannya ada teflonnya

    Like

    1. Aku berjodoh!!! Selain green pan yg harganya selangit, panciku ikea semua. Aku biasa beli yg murih2 sih kaya kavalkad gitu. Punya wok skanka yang beli di singapur diangkut ke jakarta pindah ke jogja diangkut ke KL 5 tahun masih sempurna

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s