Green Travelling – Jalan-jalan ramah lingkungan


Pernah tidak kalian berpikir bahwa semakin sering travelling artinya carbon footprint pun semakin banyak. Apa pula itu carbon footprint? Penjelasan singkatnya adalah emisi rumah kaca yang dihasilkan oleh organisasi/alat/perorangan. Dengan travelling, kita berkontribusi terhadap peningkatan emisi karena emisi dari penerbangan sangat besar.

Ribet ya?

Don’t get me started about carbon trade, far more complicated.

Sumber: recoverytta.blogspot.com
Sumber: recoverytta.blogspot.com

Intinya, kita sebagai traveler, suka ngaku pecinta alam, lingkungan, sudah belum kita mengamalkan prinsip green travelling? Nggak perlu mikir yang ribet-ribet, kita bisa melakukannya dari hal yang paling sederhana saja.

  1. Jangan minta handuk hotel dicuci setiap hari. Biasa ada tanda instruksi yang memberitahu kita bagaimana caranya agar handuk kita tidak diganti oleh housekeeping, misalnya meletakkannya terlipat di atas rak handuk, bukannya menaruh sembarangan di lantai kamar mandi. Ini bisa berlaku juga untuk sprei dan sarung bantal.
  1. Di negara maju dengan drinkable tap water, saya biasanya ke mana-mana bawa botol kosong untuk air minum. Botol itu diisi air keran atau dari water fountain yang ada di manapun. Sampai sekarang air keran paling enak bagi saya masih Belanda, sementara di Hong Kong menemukan water fountain hangat dan dingin (dingin seperti air kulkas). Dengan demikian kita tidak perlu beli air minum botolan terus. Lebih hemat juga kan? Sayangnya tidak semua negara memiliki air keran layak minum. Hemat dan cinta lingkungan bukan berarti kita rela kena diare, dong. Untuk kasus seperti ini, lebih hemat dan ‘hijau’ membeli air botol besar daripada botol kecil tapi berkali-kali.
  1. Tukang belanja? Koper dan tas selalu beranak pinak saat pulang traveling? Saya bukan termasuk kategori ini, tapi kadang memang butuh tas tambahan untuk membawa makanan, cemilan, mainan Oliq, dsb. Daripada bolak-balik minta tas pada minimarket, kan mending bawa sendiri ya. Kebetulan saya baru saja dapat kiriman reusable bags dari @bagoesID, bentuk ransel dan shopping bag. Bahannya tipis tapi kuat dan bisa dilipet keciiiiiil banget. Cocok banget dibawa traveling untuk segala macam printilan.
  1. Jangan mentang-mentang bayar hotel terus pakai fasilitas seenak udelnya, misalnya mandi berendam di bath tub dilanjut shower sampai airnya luber-luber. Nyalain semua lampu dicantolin celana dalam dan kutang yang habis dicuci biar cepet kering #hakjleb. Kalau keluar power supply diganjel kartu seadanya (kalo keycard cuma satu) biar AC tetap nyala dan pas balik kamar tetap dingin. Hayooo ngaku siapa yang masih kaya gitu?
  1. Menggunakan transportasi umum, daripada taksi. Irit emisi, irit biaya juga. Lebih bagus lagi kalau banyak-banyak jalan kaki atau menyewa sepeda.
  1. Makan lokal artinya kalau sedang berlibur pilih makanan yang diproduksi lokal, berbahan lokal. Jangan kalau ke Amerika malah cari gudeg, ke Vietnam malah cari gethuk, atau ke Manado bukannya makan sambal roa malah makan salmon asli Norwegia.
  1. Above all, jangan buang sampah sembarangan!

 

Advertisements

6 thoughts on “Green Travelling – Jalan-jalan ramah lingkungan”

  1. Mbak Olen, artikelnya sungguh menarik bagi saya.
    Yang saat ini memang sedang mencoba menerapkan “green life” dalam aktifitas sehari-hari & juga sharing di blog jika ada sudut-sudut menarik.
    Regards, mangKoko

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s