Accommodation Review : The Packer Lodge, Jl Gajah Mada, Jakarta


Karena suatu urusan dengan kantor lama, saya harus kembali ke Jakarta di hari kerja. Rencananya, saya akan menginap di pagupon Kalibata City karena kebetulan tidak ada penyewa. Tapi rupanya H-1 menjelang keberangkatan, rupanya pagupon kami sudah laku dan langsung ditempati. Terpaksalah saya kebingungan mencari tempat berteduh sementara. Berhubung kali ini saya sendiri saja, sepertinya menginap di hostel lebih murah dan simple.

Logo The Packer Lodge yang sederhana, penanda utama hostel ini
Logo The Packer Lodge yang sederhana, penanda utama hostel ini

Berbekal info di hostelworld.com, akhirnya saya menjatuhkan pilihan di The Packer Lodge, Jalan Gajah Mada, Jakarta. Alasannya sederhana saja, review-nya cukup bagus, masih ada kamar kosong, dan letaknya strategis, tak jauh dari tempat tujuan saya. Ada beberapa hostel lain yang sebenarnya juga bagus, sayangnya kalau tak penuh ya letaknya jauh.

Dari depan, hostel ini penampakannya seperti rumah biasa saja. Bedanya hanya ada tulisan “The Packer Lodge” di dekat pintu masuknya. Lobinya pun kecil saja, tak seperti hotel-hotel kebanyakan. Tempat parker pun tak ada, karena memang hostel ditujukan untuk para backpacker yang kemana-mana cukup jalan kaki.

Tampak depan The Packer Lodge di Jalan Kemurnian 4, off street Jalan Gajah Mada, Jakarta Kota
Tampak depan The Packer Lodge di Jalan Kemurnian 4, off street Jalan Gajah Mada, Jakarta Kota

Oya karena saya memesan lewat hostelworld.com, saya perlu membayar DP alias uang muka sebesar 12%. Ada opsi untuk booking fleksibel atau fix. Kalau fleksibel, DP bisa dipakai untuk pemesanan lain waktu kalau-kalau kita membatalkan pesanan, tapi lebih mahal $ 1. Sementara kalau fix, DP akan hangus kalau kita membatalkan pesanan.

Begitu cek in, saya disambut ramah oleh resepsionis. Setelah menunjukkan KTP, saya tinggal membayar pelunasan plus deposit Rp 200.000. Pada waktu itu, room rate untuk dorm adalah Rp 140.000 per malam.

Lobi The Packer Lodge yang sederhana namun informatif
Lobi The Packer Lodge yang sederhana namun informatif

Setelah urusan pembayaran beres, saya langsung diantar ke kamar setelah meletakkan sepatu di loker sepatu. Sayangnya, loker ini tidak bisa dikunci, jadi kalau Anda kuatir kehilangan sepatu, bawa saja ke kamar. Rupanya meskipun dari luar terlihat tak terlalu besar, rupanya di dalam hostel ini cukup besar juga. Kamar dorm terletak di paling atas di lantai 4. Oya, ada tulisan menarik menyambut saya, yaitu No Sex Tourist. Tampaknya karena kawasan Kota terkenal daerah esek-esek, hostel ini ingin menegaskan kalau mereka bukan wisma esek-esek yang banyak beterbaran di sekitar Jalan Gajah Mada – Jalan Hayam Wuruk alias kawasan Kota.

Bukan hotel esek-esek, demikian pesan yang ingin disampaikan...
Bukan hotel esek-esek, demikian pesan yang ingin disampaikan…

Di lantai 2 & 3 berisi kamar-kamar biasa, bukan dorm. Oya, buat yang belum tahu, kamar dorm atau kadang disebut asrama adalah kamar yang berisi banyak ranjang, umumnya ranjang tingkat. Di The Packer Lodge ini, kamar saya berisi sampai 10 ranjang. Awalnya, saya berpikir tempat tidur hanya berupa ranjang tingkat atau ranjang susun terbuka sederhana seperti kebanyakan dorm murah. Ternyata dorm disini seperti di hotel kapsul. Artinya, meskipun ranjang susun, namun ranjangnya benar-benar tertutup. Tentu saja, tidak tertutup semuanya, pintu masuknya berupa tirai, namun samping kanan kiri tertutup kayu.

Foto dari dalam ranjang saya, sebelah kiri ada lemari kecil yang bisa dikunci, sementara kanan kirinya berupa dinding kayu, dan depannya berupa tirai yang bisa ditutup
Foto dari dalam ranjang saya, sebelah kiri ada lemari kecil yang bisa dikunci, sementara kanan kirinya berupa dinding kayu, dan depannya berupa tirai yang bisa ditutup

Jadi meskipun dorm, ranjangnya cukup privat. Kalau kawan sekeliling Anda ada yang ngorok, suaranya hanya terdengar sayup-sayup, jadi Anda masih bisa tidur nyenyak. Dalam kamar ini ada locker yang cukup besar, cukup untuk menampung backpack 100 liter standar para backpacker bule. Di dalam ranjang ada kipas angin kecil dan lemari kecil untuk menyimpan handbag, HP, dan benda-benda kecil lain. Selain itu disediakan juga 2 colokan listrik dan sebuah lampu baca. Sangat lumayan kan?

Dua colokan listrik, sebuah lampu baca, dan sebuah kipas angin kecil merupakan fasilitas yang ada di tiap ranjang The Packer Lodge
Dua colokan listrik, sebuah lampu baca, dan sebuah kipas angin kecil merupakan fasilitas yang ada di tiap ranjang The Packer Lodge

Jadi sembari tidur, anda bisa mengecas 2 HP tanpa kuatir hilang. Meskipun ada kipas angin di ranjang, dalam kamar sendiri sebenarnya sudah ada AC yang cukup dingin. Tapi tampaknya pengelola hostel ini cukup paham banyak bule-bule yang masih merasa kepanasan walau sudah dalam kamar ber-AC. Kasurnya cukup empuk dan nyaman, dan pastinya bersih. Dalam ranjang kapsul juga nyaman, tingginya cukup untuk duduk, bahkan jika tinggi badan sekitar 180 cm. Material kayu yang digunakan juga cukup bagus, terlihat berkelas walau sederhana. Pihak hostel juga menyediakan selimut dan handuk secara percuma.

Kamar mandi berupa shower yang dilengkapi sabun dan sampo cair. Selain itu ada juga toilet duduk yang dilengkapi selang semprot. Rupanya pihak hostel masih menghargai budaya local yang mengharuskan cebok pakai air. Saya sempat kuatir kalau-kalau toiletnya hanya menyediakan tisu seperti kebanyakan toilet gaya barat. Kan gak enak, cleprot-cleprot tur mambu hekekekekkk… Secara umum kamar mandi dan toilet tersedia cukup dan selalu dalam kondisi bersih. Rupanya petugas kebersihan hostel memang rutin membersihkan kamar mandi dan toilet. Oya, kamar mandi dan toilet adanya di luar kamar ya, seperti kebanyakan kamar dorm lainnya.

Pihak hostel juga menyediakan ruang makan dan dapur terbuka yang bisa dipakai semua tamu, adanya di lantai 4. Di ruang makan ada kursi sofa, meja kecil, dan beberapa kursi kecil. Di sini Anda bisa berinteraksi dengan tamu-tamu lain.

Ruang makan The Packer Lodge yang cukup lega dan nyaman
Ruang makan The Packer Lodge yang cukup lega dan nyaman

Dapurnya cukup lengkap dan bersih, ada kulkas, microwave, oven toaster, pemanas air, dan peralatan makan seperti piring, mangkok, pisau, sendok, garpu, dan gelas. Air minum disediakan gratis, demikian juga untuk teh celup, kopi, dan gula. Anda bebas menyimpan makanan di kulkas, tapi diharap menempel nama di makanan / minuman yang disimpan agar tidak tertukar dengan milik tamu lain. Selain itu, tamu juga diwajibkan mencuci sendiri peralatan yang telah selesai dipakai.

Dapur The Packer Lodge, lengkap dengan kran air minum, microwave, oven toaster, pemanas air, dan alat-alat makan
Dapur The Packer Lodge, lengkap dengan kran air minum, microwave, oven toaster, pemanas air, dan alat-alat makan
Dapur The Packer Lodge, disertai kulkas yang bisa dipakai bersama dan zink tempat cuci piring. Tamu diwajibkan mencuci sendiri peralatan makan yang sudah dipakai...
Dapur The Packer Lodge, disertai kulkas yang bisa dipakai bersama dan zink tempat cuci piring. Tamu diwajibkan mencuci sendiri peralatan makan yang sudah dipakai…

Makan pagi disediakan hostel, namun hanya berupa roti tawar dan macam-macam selai. Kalau di hari minggu, pihak hostel juga menyediakan pisang. Anda bebas mau makan berapa lembar roti, tapi ya ingat-ingat tamu yang lain. Selai yang disediakan cukup lengkap dan enak, bukan selai murahan. Ada selai coklat, kacang, stroberi, nanas, jeruk, dan juga mentega. Makan pagi disediakan dari jam 7 hingga jam 10 pagi.

Breakfast alias makan pagi, berupa roti tawar, selai, dan pisang segar... kopi dan teh tersedia setiap saat
Breakfast alias makan pagi, berupa roti tawar, selai, dan pisang segar… kopi dan teh tersedia setiap saat

Di samping dapur ada ruang terbuka yang dilengkapi taman vertical. Ruang ini satu-satunya tempat merokok di hostel ini. Biasanya bule-bule yang demen merokok bakal nongkrong di sini sambil minum bir sampai larut malam.

Ruang terbuka di The Packer Lodge, satu-satunya smoking room di sini
Ruang terbuka di The Packer Lodge, satu-satunya smoking room di sini
Taman vertikal di The Packer Lodge, sedikit bisa menyejukkan mata dan menyegarkan udara
Taman vertikal di The Packer Lodge, sedikit bisa menyejukkan mata dan menyegarkan udara

Selain ruang makan dan dapur, pihak hostel juga menyediakan ruang multimedia yang berisi TV LCD, sofa, rak buku, dan 2 buah PC. Ruangan ini adanya di lantai 3.

Ruang multimedia yang dilengkapi 2 PC, TV LCD, dan rak buku
Ruang multimedia yang dilengkapi 2 PC, TV LCD, dan rak buku

Koneksi internet via wifi juga tersedia, kecepatannya pun lumayan untuk ukuran hotel di Indonesia. Kalau sekedar browsing-browsing, update facebook twitter, dan upload postingan terbaru masih bisa. Buku-buka dan majalah juga tersedia untuk dibaca di tempat, umumnya berupa novel dan majalah wisata.

Anda bebas menonton TV di The Packer Lodge, atau sekedar baca-baca majalah wisata di sofa yang empuk...
Anda bebas menonton TV di The Packer Lodge, atau sekedar baca-baca majalah wisata di sofa yang empuk…

Pihak hostel juga menyediakan layanan laundry, tarifnya Rp 50.000 untuk 5 kg. Iya sih, agak mahal kalau dibanding laundry kiloan di luar hotel, tapi buat turis luar pasti dianggap murah, apalagi kalau dibanding tarif laundry hotel. Selain itu pihak hostel juga menyediakan delivery order dari Bakmi GM, Pizza Hut, dan McD. Harganya sesuai dengan yang dikenakan masing-masing penyedia layanan, tapi ditambah surcharge Rp 5000 dari pihak hotel. Di lobi hostel juga tersedia minuman dingin seperti air mineral, minuman kaleng, jus, bir, dll. Barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun, sampo, mi instan, keripik kentang, dll juga tersedia. Harganya sedikit lebih mahal dari harga di luar, namun masih wajar dan terjangkau.

Menginap di hostel artinya kesempatan untuk berinteraksi dengan tamu-tamu lain cukup besar. Pada masa saya menginap, saya bertemu bule-bule dari Jerman, Inggris, Filipina, dan Rusia, namun tak satupun dari Indonesia hehehe… Tampaknya hostel ini sudah cukup terkenal di kalangan turis asing, namun tak banyak dilirik turis domestic.

Secara keseluruhan hotel ini sangat saya rekomendasikan. Poin terbesar saya berikan untuk kenyamanan dan kelengkapan ranjang dorm. Fasilitas dan kebersihan secara keseluruhan juga sangat baik. Harganya pun sangat terjangkau dan bisa dipesan secara online. Grafiti-grafiti dan foto-foto kawasan kota tua Jakarta juga menambah kesan unik hotel ini.  Keluhan saya hanya pada loker sepatu yang tidak bisa dikunci, cukup rawan kalau Anda mengenakan sepatu mahal. Selain itu, semuanya OK buat saya.

Salah satu grafiti di The Packer Lodge
Salah satu grafiti di The Packer Lodge
Advertisements

4 thoughts on “Accommodation Review : The Packer Lodge, Jl Gajah Mada, Jakarta”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s